ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 47 { Janji }



"Kami datang untuk menjengukmu, Yui! Kata para perawat kau sudah sadar, jadi kami berlima langsung bergegas. Benarkan semuanya...." Ucap senior perempuan yang punya hewan ajaib yang berupa anjing, dan anjing itu pernah mengejar Zen saat pertama kali bertemu dengan anjing itu.


"Whog, whog, whog...." Suara anjingnya yang sedang menyahut majikannya.


"Kenapa kau membawa anjing menyebalkan itu kesini?" Tanya Zen dengan ekspresi datar sambil menunjuk ke arah anjing itu.


"Ya, aku sudah berusaha untuk menyuruhnya tinggal dirumah saja. Tapi dia tidak mau, jadi apa boleh buat... terpaksa aku harus membawanya walaupun aku tau kau tidak akan suka akan kehadirannya." Sahut senior tadi.


"Apanya yang terpaksa, kau kan bisa membuatnya menghilang kalau tidak dibutuhkan karena tuh anjing adalah hewan ajaib!" Ucap senior Rogger.


"Ssst... kenapa ketua mengatakannya didepan bocah tampan itu!" Sahut senior tadi dengan berbisik.


"Untuk apa kau berbisik seperti itu senior? Suaramu masih kedengaran, dan lagi... aku tau tuh hewan bisa hilang kapan saja kalau majikannya menginginkannya. Karena aku sudah tau tentang hewan ajaib...." Ucap Zen dengan wajah kesal.


"Sebenarnya apa alasan mu takut pada hewan yang imut seperti ini, Yui?" Tanya Diego sambil mengusap kepalanya si anjing.


"Benarkan... Bob kesayanganku ini memang imut." Sahut senior tadi.


"Apanya yang imut dari hewan menyebalkan itu!" Ucap Zen.


"Kau tega sekali, sih Yui. Masa kau membenci hewan imut ini, memangnya apa alasanmu membenci anjing?" Tanya senior tadi sambil mengusap kepala anjingnya.


"Aku hanya trauma dengan anjing, karena kejadian dimasa kecilku." Ucap Zen.


"Kejadian itu terjadi karena kesalahan raja brengsek sialan! Waktu umurku masih empat tahun... dia memberikan anjing liar yang dia pungut diperjalan menuju istana. Benar-benar sialan... anjing itu kemudian mengejarku dan hampir menggigit pantatku.


"Karena anjing itu hampir membuatku celaka, ayah langsung memenggal kepalanya dan kemudian membakarnya. Setelah itu... dia langsung mencari raja brengsek untuk memenggal kepalanya tapi sayang raja brengsek langsung pulang setelah mendengar anjing itu dieksekusi ditempat oleh ayahku. Aku hanya bisa mengatakan ini dalam hati, karena jika aku menceritakannya kepada mereka semua... nyawaku bakal terancam nantinya." Gumam Zen.


"Kau tau Yui, kau mengingatkanku pada temanku Zen... dia juga takut anjing karena trauma. Dan kalau dipikir-pikir... kau itu hampir mirip dengan Zen, sedikit sih."


"Soalnya Zen itu jenius dan terhormat, dia tidak akan pernah berperilaku bodoh sepertimu dihari pertama di akademi ini. Dan lagi, warna rambut dan bola matamu juga beda... jadi tidak mungkin kalian orang yang sama." Ucap Lucas.


"Hah... hah... sial, hampir saja. Tapi untunglah dia berpikir seperti itu...." Gumam Zen dengan berkeringat dingin.


"Meskipun aku tidak tau siapa yang telah menyelamatkanku di Dungeon waktu itu, tapi karena kau satu-satunya orang yang terluka parah sudah pasti kau yang telah mengalahkan Monster itu. Aku sangat berterimakasih kepada dirimu sebanyak-banyaknya karena kau telah menyelamatkanku." Ucap senior yang telah diselamatkannya waktu itu.


"Sebenarnya... aku hanya mendengar suara Monster itu, lalu aku melihat Hilda yang berada di dekatku sedang memanggil nama Pangeran Zen terus-menerus. Kemudian aku berusaha membuatnya tidak semakin masuk kedalam karena perasaanku yang tidak enak, tapi dia malah mendorongku."


"Pada akhirnya aku tidak melihatnya akibat kabut itu semakin tebal, aku pun berusaha lari keluar untuk menyelamatkan diriku. Tiba-tiba aku langsung diserang dan aku berusaha sekuat tenaga bertahan, tapi sayang Monster itu telah membuat tanganku hampir putus dan energiku juga terkuras jadi setelah itu aku pun tidak sadarkan diri lagi. Jadi... aku bukanlah orang yang telah menyelamatkan kalian semua, kalian hanya salah paham." Sahut Zen kepada senior tadi.


"Sekarang semuanya masuk akal, tidak mungkin seorang Ranker yang tidak memiliki pengalaman dan masih baru di akademi bisa mengalahkan Monster tingkat S seperti itu. Jadi siapa sebenarnya yang telah menyelamatkan kita semua?" Tanya senior tadi.


"Kita bahas itu nanti saja, bukannya kita hari ada pertemuan dengan Direktur mengenai Dungeon itu... kalian juga harus ikut para junior tapi tidak bagi Yui karena dia baru bangun dari komanya, ayo pergi!" Ucap Rogger.


"Baik ketua!" Sahut rekan timnya.


"Kalian pergilah lebih dulu, ada suatu hal yang ingin ku katakan pada Yui." Ucap Rogger.


"Baik!" Sahut mereka.


Mereka pun keluar, dan tersisalah Zen dan juga Rogger di tempat itu.


"Jangan kau pikir, kau bisa membodohiku! Aku masih bingung padamu... apa alasanmu menutupi semua kekuatanmu yang sebenarnya, tidak mungkin kau mengalahkan Monster itu hanya dengan dua elemen."


"Pasti ada kekuatanmu yang lebih kuat, jika kau masih berdalih bahwa bukan kau yang mengalahkan Monster itu. Katakan padaku bagaimana caranya kau sampai ke tempatnya Hilda, padahal saat itu kau bersamaku. Kau bilang kau tidak bisa melihat apapun karena kabut, jadi bagaimana caranya kau bisa sampai ketempatnya Hilda?"


"Jika kau tidak ingin menjawab pertanyaanku, akui sajalah kalau kau yang telah mengalahkan Monster itu. Aku janji padamu Yui, aku tidak akan mengatakannya pada yang lain karena kau pasti punya alasan menyembunyikan kenyataan itu." Ucap Rogger.


"Iya... akulah yang telah mengalahkan Monster itu, tapi tepati janjimu itu mengerti!" Sahut Zen.


"Ya, aku janji! Dah dulu, aku harus pergi menemui mereka sekarang." Ucap Rogger, kemudian dia pergi keluar.


"Hah... aku masih ragu-ragu pada tuh senior, dia pikir aku akan mempercayainya seperti orang yang naif. Tidak, aku tidak akan pernah percaya terhadap semua orang di dunia ini lagi... karena orang terdekat ku lah yang telah merenggut segalanya dariku apa lagi kalau orang yang tidak ku kenal!" Ucap Zen dengan mengepal kedua tangannya.


Diruangan Direktur Arthur....


"Apa kalian semua sudah tau siapa dari kalian yang telah mengalahkan Monster itu?" Tanya Direktur Arthur.


"Oh, iya... dimana Rogger?" Tanyanya lagi.


"Katanya ada yang mau dia katakan pada Yui, jadi dia terlambat sedikit." Sahut rekan timnya Rogger.


"Jadi begitu ya... kembali ke pertanyaan awal, apa kalian berdua ingat tentang kejadian yang hampir membuat nyawa kalian berdua hampir melayang?" Tanya Direktur Art kepada Hilda dan senior yang telah diselamatkan oleh Zen.


"Aku tidak ingat apa-apa setelah melihat kakakku waktu itu." Ucap senior itu.


"Aku masih mengingatnya sedikit Direktur Art, awalnya aku melihat Zen. Kemudian Yui datang menghampiku untuk membuat ku sadar tapi aku tetap tidak sadar dan malah mendorongnya menjauh dariku lalu...." Ucap Hilda yang kemudian terhenti karena Kedatangan Rogger.


"Maaf aku telat Direktur Art...." Ucapnya dengan hormat.


"Tidak apa... kita sudah membahas ini sebelum-sebelumnya, jadi kutanya pada kalian semua! Apa kalian tau siapa orang yang mengalahkan Monster itu? Jika kalian tau katakan padaku sekarang, jika memang Yui yang mengalahkan Monster itu seperti yang kalian katakan... itu sudah pasti tidak mungkin. Karena dia masih tidak memiliki pengalaman, jadi apa timmu Rogger yang telah mengalahkan Monster itu?" Tanya Direktur Arthur.


Diluar tempat ruangan itu ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka, orang itu berkata....


"Jika dia memang seorang yang tidak dapat dipercaya, dia akan langsung mengatakannya disini!"


^^^Bersambung....^^^