ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 41 { Makan-makan }



"Kalau begitu aku pergi dulu, semuanya." Ucap senior tadi.


Setelah senior itu pergi Mia mengajak Zen, Diego dan Lucas pergi ke tempat makan yang menyediakan ayam bakar dan es buah-buahan.


"Yui, kau belum makan kan? Bagaimana kalau kita berempat ke tempat makan sekitar sini yang menyediakan ayam bakar dan es buah-buahan. Apa kalian mau?" Ucap Mia kepada mereka bertiga.


"Kita berempat, kenapa tidak mengajak Hilda juga. Kau mau ikut kami tidak Hilda?" Tanya Zen pada Hilda.


"Kau pikir aku mau makan bareng denganmu, jangan harap." Sahut Hilda.


"Ah, ya sudah kalau begitu." Ucap Zen dengan tersenyum ke arah Hilda.


Mereka kemudian pergi ke luar akademi untuk pergi ke tempat makan tadi. Diperjalanan menuju tempat makan, Lucas berkata pada Zen....


"Yui, kau itu terlalu baik jadi orang! Masa kau memintanya gabung makan bersama kita, orang sombong seperti dia tidak pantas mendapatkan kebaikanmu. Dia bahkan tidak bisa melihat kebaikan seseorang, dan malah menghinanya. Jadi kau tidak perlu bersikap baik padanya, ingat itu!"


"Yah, dia kan se-tim dengan kita. Tempat makannya masih jauh ya Mia?" Ucap Zen. Dalam hati Zen berkata....


"Dia berubah seperti ini, mungkin karena masih tidak bisa merelakanku. Dan karena dia ingin cintanya pada Zen tetap utuh, dia merubah sifatnya yang ramah pada semua orang menjadi hanya ramah pada sesama perempuan saja sekarang. Tapi yang dilakukannya itu salah! Sekarang... aku sudah tidak menyukainya lagi seperti dulu karena sifat buruknya itu, perasaanku padanya hanya sebatas teman masa kecil." Ucapnya dalam hati.


"Tidak jauh lagi kok, tuh yang disana itu." Sahut Mia dengan menunjuk tempat makannya.


"Kalian tau, aku tidak sabar makan bareng sama kalian." Ucap Zen dengan tersenyum lebar.


"Kenapa kau tidak sabar, apa kau tidak pernah makan ayam bakar selama ini?" Tanya Lucas.


"Tidak, kok. Aku sangat sering memakannya, karena ayam adalah makanan kesukaanku. Tapi sudah enam tahun lamanya, aku tidak pernah makan bersama seseorang. Aku hanya selalu sendiri saat makan, seenak apapun makanan yang dihidangkan... rasanya tetap tidak enak karena aku hanya memakannya sendiri." Sahut Zen.


"Kenapa kau hanya makan sendirian? Memangnya kedua orang tuamu sudah tiada apa?" Tanya Diego.


"Ya, mereka sudah meninggal enam tahun yang lalu. Tepat didepan mataku! Mereka berdua tiada, dibunuh oleh pamanku. Aku sendiri bahkan hampir mati karena serangan paman brengsek itu!" Sahut Zen dengan ekspresi kesal.


"Kita sudah sampai! Paman kami pesan empat porsi ayam bakar dan satu jus strawberry, kalau kalian minumnya apa?" Tanya Mia pada mereka bertiga.


"Aku es jeruk, saja." Ucap Lucas.


"Aku juga es jeruk." Sahut Diego.


"Kalau kau Yui?" Tanya Mia pada Zen.


"Aku jus strawberry." Sahut Zen.


"Diego dan Lucas es jeruk, sedangkan aku dan kau jus strawberry. Jadi kami pesan empat porsi ayam bakar dan dua es jeruk, dua jus strawberry." Ucap Mia kepada pelayan di tempat makan.


"Tunggu sebentar, ya tuan muda dan nona." Sahut pelayan yang kemudian pergi.


Sesudah mereka makan ditempat itu, mereka jalan-jalan mengelilingi kota di akademi itu. Dan tidak terasa, matahari mulai terbenam.


"Ayo sekarang kita pulang kerumah, harinya sudah hampir gelap." Ucap Zen pada mereka bertiga.


"Ayo kita pulang!" Sahut Lucas.


Sesampainya di rumah....


"Kamar diatas sana itu, kamarmu Yui. maaf kalau kamarmu bersebelahan dengan Hilda." Ucap Lucas.


"Tidak papa kok, ngomong-ngomong dimana kamar mandinya?" Tanya Zen.


"Di belakang sana, kau mau mandi ya? Kau mau mandi bareng kami berdua tidak?" Sahut Lucas.


"Haha, aku mandi sendiri saja. Apa Hilda masih belum pulang?" Tanya Zen lagi.


"Dia sudah pulang dan dia sudah ada di kamarnya jam segini. Kau duluan mandi atau kami?" Ucap Lucas kepada Zen.


"Terus Mia sendiri kapan?" Sahut Zen.


"Kamar mandi cewek beda dengan cowok Yui." Ucap Mia.


"Kau bicara apaan sih, mana ada aku punya pikiran sejorok itu. Kalau begitu aku duluan mandinya dari kalian!" Ucap Zen dengan ekspresi kesal.


"Tuh, kan Lucas. Dia jadi kesal karena ejekan mu!" Ucap Mia.


"Memangnya apa salahku?" Sahut Lucas tanpa merasa bersalah.


Malam harinya....


"Selamat malam kalian bertiga." Ucap Zen yang kemudian naik ketangga untuk pergi ke kamarnya.


"Selamat malam juga Yui!" Sahut mereka bertiga.


Pagi harinya....


"Kenapa dari tadi Earpiace milikku terus berbunyi?" Ucap Zen yang berada di meja makan.


"Hei Mia, mana makanannya? Apa masih belum matang, perutku sudah keroncongan." Ucap Lucas yang terlihat lesu.


"Dikit lagi matang, sabar saja dulu.... Nah Nasi gorengnya sudah jadi, silahkan dicicipi." Sahut Mia.


"Hilda tidak makan bareng dengan kita ya?" Tanya Zen sambil menyuap nasi gorengnya pakai sumpit.


"Biarkan saja dia, kenapa kau terus peduli padanya sih, Yui! Dia bahkan tidak peduli padamu." Sahut Lucas.


"Dah, aku duluan teman-teman. Earpiace milikku dari tadi terus berbunyi!" Ucap Zen yang kemudian pergi ke akademi.


Di akademi....


"Kata senior waktu itu, kami akan diberi misi hari ini. Dan untuk mengetahui misinya, aku harus ke ruangan Direktur Arthur dulu." Gumam Zen. Kemudian dia berlari ke ruangan Direktur Arthur.


Sesampainya di ruangan itu....


"Apa aku terlambat, Direktur Art?" Tanya Zen setelah sampai di tempat itu.


"Tidak, malahan kau lebih dulu dibandingkan yang lainnya. Karena cuma kau yang ada disini, misi kalian hari ini hanya melihat tim tiga senior dari Kalian. Dan tim itu di ketuai oleh Rogger, dia adalah anak terkuat seangkatannya. Jadi bisa dibilang... tim-nya adalah tim terbaik. Mereka akan berkumpul Jam sepuluh nanti dilapangan akademi ini, persiapkan tim-mu sekarang agar tidak membuat MSI mereka tertunda." Sahut Direktur Arthur.


"Ya, sudah kalau begitu. Aku akan menyiapkan tim-ku sekarang." Ucap Zen yang kemudian keluar dari ruangan itu.


Braak....


"Haah...ya ampun. Semoga tim-nya tidak merepotkan tim Rogger.... hanya satu tim yang mendapatkan pengalaman melihat senior mereka menyelesaikan misinya dan tim yang mendapatkan misi ini adalah ketuanya yang disiplin yang datang lebih dulu dibandingkan ketua tim yang lain. Dan yang lainnya... hanya ku tugaskan membantu penduduk kota ini." Ucap Direktur Arthur.


"Teman-teman! Syukurlah kalian ada disini. Dan Hilda juga ada disini sekarang...." Teriak Zen setelah melihat Diego, Lucas, Mia dan juga Hilda di luar akademi.


"Kenapa kau antusias seperti itu Yui?" Tanya Lucas.


"Kita dapat misi spesial dari yang lain, pada saat aku keluar dari ruangan Direktur Art, aku mendengar dia berkata...."


"hanya satu tim yang mendapatkan pengalaman melihat senior mereka menyelesaikan misinya dan tim yang mendapatkan misi ini adalah ketuanya yang disiplin yang datang lebih dulu dibandingkan ketua tim yang lain. Yang lainnya... hanya ku tugaskan membantu penduduk kota ini."


"Begitulah ucapnya sendirian di ruangannya. Kita hanya perlu menunggu para senior di lapangan akademi." Ucap Zen kepada teman-temannya.


"Wah, kau keren sekali Yui. Ayo kita pergi kelapangan itu sekarang! Aku sudah tidak sabar menunggu misi ini...." Ucap Lucas.


"Tapi, satu jam lagi. Memangnya kalian tidak akan bosan menunggu selama satu jam?" Tanya Zen.


"Tidak sama sekali! Ayo kita pergi sekarang!" Sahut Mia, Lucas dan Diego.


"Ya sudah kalau gitu, ayo kita pergi." Ucap Zen.


Kemudian mereka berlima pergi ke lapangan akademi untuk menunggu para senior.


^^^Bersambung....^^^