ZEN LORD SKYWEST

ZEN LORD SKYWEST
Episode 64 { Kekerasan dan kebengisan Zen }



Pada awalnya hanya mereka bertiga yang ada di dunia buatan itu, tiba-tiba ada tiga orang yang yang muncul, wujudnya memang seperti manusia tapi mereka memiliki telinga yang runcing dan panjang seperti Elf tapi mereka juga memiliki tanduk di kepala mereka. Lalu tiga orang itu kemudian berlutut dihadapan Zen, dengan berkata....


"Maaf kami telah mengganggu anda juga memasuki dunia ini tanpa ijin dari anda yang mulia rajaku, kami adalah iblis yang akan melayani dan membantu anda. Lalu kami akan mewakilkan keenam raja iblis untuk meminta maaf karena tidak menyadari keberadaan anda selama ini... hal itu dikarenakan ada seorang manusia yang menggunakan sihir hitam untuk menyembunyikan kalau raja iblis Lucifer selanjutnya telah bangkit."


"Yah, aku tau kok siapa yang telah melakukan perbuatan itu... tapi bisa-bisanya kalian masuk ke dunia ini tanpa minta ijin dari ku dulu! Aku adalah atasan kalian, jika aku mau... kalian bertiga itu bisa langsung ke neraka dengan cepat karena aku akan langsung membunuh kalian ditempat ini!" Sahut Zen dengan nada suara yang membuat orang merinding dan juga dia mengarahkan sabitnya ke arah leher mereka.


"Kami benar-benar minta maaf yang mulia rajaku... kami mohon beri kami kesempatan hidup sekali saja, karena kami dipaksa oleh enam raja iblis lainnya untuk datang menemui anda sekarang, jika tidak mereka akan membuat kami jadi persembahan mereka." Ucap mereka dengan bersujud.


Zen kemudian mengerutkan keningnya dan menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya, dan kemudian berkata....


"Aku akan memaafkan kalian kali ini, tapi... kalian harus melakukan sesuatu untukku sebagai bayarannya."


"Tentu yang mulia rajaku, kami siap melakukan apapun!" Sahut mereka dengan bangkit dari sujud mereka lalu menatap ke arah Zen.


"Untuk sementara waktu, kalian bertiga akan tinggal di dunia ini untuk menyiksa mereka berdua. Mula-mula kalian harus merebus mereka berdua di api yang mendidih, kemudian bakar rambut mereka setelah itu biarkan mereka pulih secara sendirinya, dan jika mereka pulih... cambuk mereka sampai kulit mereka terkoyak dan tendang mereka secara bergantian lalu biarkan mereka sembuh sendiri lagi. Setelah itu lakukan cara penyiksaan apapun tapi jangan sampai membuat mereka mati, karena aku ingin melihat mereka memohon dan meminta untuk dibunuh saja." Ucap Zen dengan menunjuk kearah Hilda dan Hans Calisto.


"Kau pikir kau bisa melakukan hal itu bocah naif, heh... kau itu hanya anak yang kekuatannya baru bangkit, sekarang rasakan ini!" Teriak Hans Calisto dengan penuh percaya diri, tapi nyatanya tidak ada kekuatan apapun yang bisa dikeluarkannya.


"A-apa, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku sama sekali?" Ucapnya dengan penuh keringat dan kaki yang mulai gemetaran.


"Saya juga sama yang mulia Kaisar Hans!" Sahut Hilda.


'Pft... lucu sekali wajah kalian berdua saat ini, aku benar-benar terhibur melihat orang yang tadinya menyiksa ku dan menginjak-injak harga diriku takut dan gemetaran seperti itu. Kau pikir kau bisa menyerang ku di dunia buatan ku ini, jangan harap!" Ucap Zen dengan memukul kepala mereka berdua secara bersamaan supaya otak mereka kembali berfungsi. Lalu mereka berdua kemudian terjatuh setelah di pukul oleh Zen, dan bukan hanya itu saja... setelah dipukul dan terjatuh, mereka berdua kemudian memuntahkan darah.


"Baru ku pukul satu kali, sudah muntah... benar-benar menyedihkan! Urus mereka berdua sekarang, aku harus melakukan sesuatu kepada seluruh umat manusia di dunia yang telah menyengsarakan diriku itu, dah... paman dan teman masa kecil baji**an." Ucapnya sambil melambaikan tangan dengan tersenyum lebar layaknya seorang psikopat lalu kemudian menghilang dari dunia buatannya itu.


"Ba-bagaimana pukulannya bisa sekuat itu, uhuk... uhuk." Gumam Hans Calisto.


"Kau mau tau alasannya, orang sialan yang telah menyiksa tuan kami selama ini! Karena kekuatan iblis nya telah bangkit dan diakui, dan sekarang kami yang akan menyiksamu ditempat ini...." Bisik salah satu dari tiga iblis itu ke dekat telinganya Hans Calisto dan setelah mengatakan itu... mereka pun memulai kegiatan yang akan menyiksa dua orang bengis itu.


Saat Zen kembali ke tempat eksekusi waktu itu, dia melihat wajah para prajurit bodoh yang sedang menunggu tuannya kembali.


"Dimana Yang mulia Kaisar Hans! Apa yang telah kau lakukan terhadap Kaisar dan jendral? Dasar iblis baji**an!" Teriak para prajurit dan rakyat di negara itu.


Zen yang mendengar terikan dan kata-kata tidak pantas yang menghina dirinya hanya tersenyum, dia kemudian memainkan sabitnya dan melihat seberapa tajam sabitnya itu dengan menyentuhnya.


"Kenapa kau hanya diam dan tersenyum! Dasar iblis!" Teriak mereka lagi dan kali ini mereka melemparinya dengan batu.


Saat batu-batu itu menghampirinya dia menangkisnya dengan sabit dan membuat batu itu terlontar berbalik arah dan mengenai orang-orang yang melemparnya.


Setelah itu dia kemudian menatap ke arah rakyat dan para prajurit itu dengan tatapan dingin, lalu dia kemudian tersenyum lebar dan mengatakan....


"Bangkitlah api iblis yang berasal dari kebencian dan rasa sakit ku selama ini!"


Setelah dia mengucapkan kata-kata itu, sebuah meteor bola api yang sangat besar di atas langit tiba-tiba muncul dan saking besarnya bola api itu, jika bola itu jatuh kepermukaan tanah... hal itu akan langsung menghancurkan satu negara itu.


"Coba kalian melihat keatas kepala kalian, rakyat dan para prajurit bodoh... bagaimana? Kenapa kalian hanya diam saja setelah menengok ke atas? Dan kenapa kalian berhenti mengata-ngatai dan mencaci maki diriku? Pft... coba lihat wajah kalian di cermin, pasti kalian akan melihat mayat hidup karena wajah kalian pucat sekali. Hm.... apa aku jatuhkan saja ya bola api itu, pasti akan ada teriakan bahagia dari kalian, hehehe...." Ucapnya sambil tersenyum lebar seperti psikopat kearah rakyat dan para prajurit yang jika dihitung jumlahnya, bisa mencapai ribuan orang.


"Woi! Kenapa kalian diam saja hah? Aku masih ingin mendengar kalian mengucapkan puisi indah seperti tadi, jika kalian tidak melakukannya aku akan menjatuhkan bola itu sekarang!" Ucapnya dengan mengancam mereka semua.


Orang-orang yang ketakutan langsung mematuhi perintahnya dan mulai mencibir dan memakinya lagi, tapi bukannya senang Zen malah marah. Dan melayangkan sabitnya layaknya bumerang ke seseorang yang paling keras menghinanya, orang itu langsung tewas karena kepalanya terpisah dari tubuhnya setelah terkena serangan tak terduga dari Zen itu.


"Aku bilang puisi indah bukan! Lalu kenapa? Kalian malah mencaci maki ku, dasar sialan!"


Dia kemudian menjentikkan jarinya dan bola itu langsung jatuh dari langit yang tinggi, orang-orang pada berlarian untuk menyelamatkan diri tapi hal itu sia-sia, karena bola api besar itu tetap mengenai mereka dan membuat tubuh mereka terbakar. Orang-orang terus berteriak kesakitan setelah terkena hantaman meteor bola api itu, mereka terus berteriak minta ampun saat tubuh mereka terbakar oleh api iblis yang tidak akan pernah padam itu.


Zen yang juga berada disekitar tempat itu tidak kena serpihan meteor bola api itu sama sekali, dan saat api mulai menyala disekitarnya layaknya neraka, api itu juga tidak membakarnya. Dan setelah memastikan tidak ada lagi manusia yang selamat di negara itu, dia kemudian berpindah tempat ke negara lain menggunakan teleportasi karena kekuatan Diamond nya telah bangkit secara sempurna.


Sama halnya dengan negara yang telah dimusnahkannya kurang dari satu jam itu, orang- orang di negara lain juga menghinanya sebagai iblis dan mencaci maki dirinya. Lalu mereka semua pun terbunuh dengan tubuh yang terpotong-potong seperti daging sapi yang dipotong-potong untuk dijadikan sate bakar.


Hanya dalam waktu setengah hari, dia telah memusnahkan semua manusia di benua barat itu. Dia kemudian berpindah ke benua timur yang penduduk aslinya telah habis dibantai saat perang dan yang bermukim disana itu adalah orang-orang dari benua barat yang ber transmigrasi. Dan hanya dalam beberapa hari, dia telah membantai habis semua manusia yang hidup di dunia itu tanpa tersisa dan membuat dunia itu dipenuhi dengan bangkai manusia dan juga kolam darah dimana-mana.


Zen yang berdiri di atas mayat-mayat itu hanya menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata sambil berkata....


"Apa yang akan ku lakukan setelah menghabisi dua orang itu nantinya, apa para malaikat sudah melihat yang ku lakukan saat ini? Ku harap mereka melihatnya, karena dengan hal itu semua tujuanku me riset dunia ini pasti akan dilakukan oleh mereka. Meskipun rasa bersalah terus menghantuiku dan mengejar ku, aku tetap harus melakukan hal ini semua untuk membuat Rin dan keluarganya hidup kembali."


"Tadinya, aku sempat berpikir untuk meminta Izekeil meng reinkarnasikan diriku, tapi setelah ku pikir-pikir lagi hal itu tidak akan mungkin terjadi karena jika aku ingin bereinkarnasi, aku harus mati dulu... tapi sialnya aku tidak bisa mati kecuali aku bisa menyegel keabadian ini seperti nenek moyang ku. Karena aku tidak bisa melakukannya, terpaksa cara kejam dan bengis ini lah yang ku pilih." Ucapnya sambil mengepalkan kedua tangannya.


Kemudian dia menegakkan kepalanya dan mengusap air mata yang ada di pipinya sambil berkata, "aku akan menghabisi dua orang itu secepatnya supaya tujuanku terlaksana!"


Setelah mengucapkan kata-kata itu, dia menjentikkan jari dan berpindah tempat ke dunia buatannya. Disana dia melihat Dua manusia yang tubuhnya tidak sempurna lagi, mata mereka tidak bisa melihat sebelah akibat di tusuk dengan logam yang dipanaskan, kulit mereka yang terkelupas akibat di rebus, dan bagian tubuh tidak memiliki tangan dan kaki lagi karena telah terpotong.


Mereka kemudian berkata dengan lidah yang telah terpotong dan air mata yang terus mengalir....


"Ku mehon... beneh akue, ku tydek san'up lagy." Ucap mereka dengan kata-kata yang sulit dimengerti karena lidah mereka dipotong.


Zen kemudian mendekat dan menatap mereka dengan tajam dan dingin lalu berkata....


"Yah, meskipun aku masih belum puas melihat kalian tersiksa... tapi aku harus mengakhirinya sampai disini untuk membuat tujuanku tercapai, jadi ucapkan selamat tinggal pada penderitaan yang kalian rasakan beberapa hari ini."


Setelah itu Zen kemudian memenggal kepala mereka berdua, dan habislah sudah manusia yang ada di dunia itu. Seperti yang direncanakannya, dia langsung dipanggil para malaikat ke tempat perkumpulan malaikat biasanya.


Lalu beberapa saat kemudian seluruh malaikat datang menghampiri nya termasuk Izekeil dan Hikael haizel, para malaikat kemudian berkata....


"Apa yang telah kau lakukan, seperempat manusia, setengah iblis dan setengahnya lagi malaikat! Kenapa kau membantai habis semua manusia yang ada di dunia itu!"


"Mau bagaimana lagi, hanya dengan itu caranya kalian mempedulikan dunia yang telah kalian rusak secara tidak sengaja itu!" Sahut Zen dengan mengepal tangannya.


"Apa maksud perkataan mu? Dunia yang telah kami rusak secara tidak sengaja! Kami tidak pernah melakukan hal itu, dan harusnya salahkan kakek dan nenek moyang mu!" Balas mereka.


"Oh, ya...?" Sahut Zen dengan tersenyum seperti orang gila ke arah mereka.


"Kenapa kau malah tersenyum, hah?" Ucap para malaikat, tapi Izekeil dan Hikael haizel hanya diam dari awal mereka datang.


"Bukannya kalian yang mengirim malaikat Aizel ke dunia itu untuk melindungi manusia dari bisikan dan rayuan raja iblis Lucifer karena anak buahnya tidak mempan merayu manusia yang ada di dunia itu. Dengan tidak mendengarkan penjelasan Aizel yang menolak tugas itu, kalian telah melakukan kesalahan secara tidak sadar. Setelah kalian tahu alasan dia menolak tugas itu, kalian memerintahkan dia kembali ke tugas awalnya. Tapi sayang... kalian terlambat, dia sudah jatuh ke tangan Lucifer karena dibutakan cinta." Ucap Zen dengan menjawab pertanyaan mereka.


"Tapi sebenarnya itu memang bukan salah kami! Yang harus disalahkan adalah malaikat Hikael haizel, karena dia seharusnya bisa mencegah kejadian itu!" Sahut mereka yang berusaha membela diri sendiri kalau mereka tidak bersalah dan orang lain lah yang bersalah.


"Kalian tidak perlu mengorbankan satu teman kalian untuk menyelamatkan kalian karena kalian lebih sampah dibandingkan aku, alasannya karena... aku demi menyelamatkan sahabat ku dan keluarga nya yang telah baik padaku, rela membantai manusia di dunia ini untuk membuat mereka hidup kembali tapi kalian... hanya untuk terlepas dari rasa bersalah, kalian mengorbankan atau menyalahkan teman kalian yang telah bersama kalian dan membantu kalian selama ini dengan perasaan tidak bersalah sama sekali. Kalian lebih buruk dari penjahat terbengis sepanjang sejarah yang tidak lain adalah aku." Ucap Zen dengan memandangi mereka dengan tatapan merendahkan.


"Itu hanya menurut mu bocah! Dan yang kau lakukan itu tidak bisa dimaafkan dan dibenarkan sama sekali!" Sahut mereka.


"Kalian semua pergi dari sini dan urus tugas kalian saja! Karena aku lah yang bertanggung jawab atas tugas ini, jadi kalian bubar saja sebelum aku melapor kepada nya kalau kalian mengganggu pekerjaan ku!" Teriak Izekeil yang sudah muak mendengar mereka adu mulut dengan Zen.


Kemudian para malaikat itu pun langsung bubar karena takut akan dilaporkan, setelah hanya tersisa tiga orang di ruangan itu, yaitu Izekeil, Hikael haizel, dan Zen. Zen kemudian bertanya pada Izekeil dan Hikael haizel....


"Apa kalian akan me riset dunia itu? Ku mohon jawab pertanyaan ku...."


"Tentu saja aku akan me riset nya, karena itu harus!" Jawab Izekeil dengan menatap kesal ke arah Zen.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau ingin menghukum ku sekarang? Jika iya, hukum saja aku karena aku memang telah melakukan kejahatan yang paling gila dalam sejarah." Ucap Zen dengan nada lebih rendah dari sebelumnya.


"Yah aku memang kesal atas semua perbuatan mu! Bisa-bisanya kau melakukan itu semua, padahal kau bisa meminta ku meriset dunia itu tanpa membantai semua manusia di dunia itu!" Sahut Izekeil.


"Bagaimana mungkin kau bisa membantu ku, atau mengulang hidup ku kembali jika aku tidak bisa tiada, bukannya untuk mengulang kembali kehidupan, aku harus mati, iyakan? Dan jika aku meminta mu meriset dunia ini, kau pasti harus meminta ijin kepada nya untuk meriset dunia ini tapi sayangnya mungkin dia tidak akan memberikan ijin itu."


"Karena meskipun penguasa di dunia itu adalah tirani, tapi rakyat nya tetap hidup damai dan bahagia, kalau ada beberapa orang yang sengsara... itu kan sudah hukum rimba dan itu adalah hal yang wajar, jadi hanya dengan cara yang telah kulakukan lah yang bisa membuat dunia itu di riset... benar bukan?" Ucap Zen dengan mengatakan alasan dia berbuat seperti itu.


"Yang dikatakan bocah itu masuk akal, kau tidak akan bisa mengulang kembali kehidupannya karena dia tidak bisa mati kecuali meriset dunia baru Zen bisa mengulang hidupnya dan kau juga tidak akan mendapatkan ijin darinya jika alasannya terlalu dangkal." Ucap malaikat Hikael haizel dengan menepuk pundaknya Izekeil.


"Kalau begitu, apa sekarang kita harus menghukumnya sekarang... baru setelah itu meriset dunia?" Tanya Izekeil kepada malaikat Hikael haizel.


"Tidak, dia tidak memerintahkan kita untuk menghukum atau menghancurkan Zen karena katanya... dunia itu tetap akan mengalami kekacauan dan kehancuran dengan sendirinya setelah fakta kalau Kaisar Hans adalah keturunan iblis terbongkar."


"Tapi itu masih belasan tahun kemudian, jadi itu masih lama katanya... harusnya dia memberikan ijin meriset itu belasan tahun kemudian bukan di tahun ini, tapi karena bocah ini... semuanya jadi lebih cepat katanya. Awalnya dia memang ingin menghukum anak ini, tapi setelah dia pikir-pikir anak ini tidak salah, dan yang harus disalahkan atas semua ini adalah Hans Calisto. Karena dia lah yang membuat iblis kecil ini mengamuk." Ucap Malaikat Hikael haizel.


"Kalu begitu... selamat Zen, kau tidak jadi menerima hukuman apapun...." Ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Yah, jika begitu... aku akan meriset dunia itu sekarang dan selamat tinggal Zen, ku harap kehidupan yang akan datang jauh lebih baik karena jika duniamu ku riset kau juga akan menghilang dan kembali jadi bayi lalu supaya kejadian ini tidak terulang lagi, ingatanmu tentang kehidupan mu ini tidak akan kami hapus." Ucap Izekeil dengan tersenyum ke arah Zen.


Bukannya senang, Zen malah kesal dan berkata....


"Kenapa ingatanku tidak dihapus, jika ingatanku memang tidak akan dihapus... maka aku harap kalian tidak mengulang hidup ku juga, kau hanya perlu mengulang kehidupan orang-orang di dunia itu kecuali aku. Karena aku tidak sanggup melihat wajah dua orang yang telah membuat ku menjadi pembunuh berantai seperti ini."


"Aku tau kalau kau trauma karena perbuatan mereka, tapi jika aku meriset dunia itu... mau bagaimana pun kau juga akan tetap teriset. Dan jika ingatan mu dihapus, semuanya akan terulang kembali jadi untuk apa dunia itu di riset?" Jawab Izekeil.


"Jika memang seperti itu... apa kalian bisa membuat jiwaku menjadi dua dengan cara memisah sisi baikku dengan sisi buruk ku saat ini. Setelah kalian membuat jiwaku menjadi dua, segel jiwa yang buruk ini. Karena sisi baikku pasti bisa menjalani kehidupan di dunia itu meski dia ingat penderitaan yang kami rasakan saat masih satu jiwa." Ucap Zen dengan penuh harapan kalau mereka bisa melakukannya.


"Kami memang bisa melakukannya, tapi sisi baikmu itu tidak akan pernah bisa mengalahkan pamanmu karena dia tidak bisa terlepas dari kutukan malaikat yang diturunkan ibunya itu, dan dia juga akan menuntun Hilda kejalan yang benar untuk dinikahinya. Memangnya kau sudi, dan memberikan restu pada mereka." Sahut malaikat Hikael haizel dengan serius.


"Meskipun aku tidak sudi dan ingin menebas lehernya saat hari pernikahannya itu terjadi, tapi aku tetap akan meng'iyakannya karena aku tidak ingin terlibat lagi dalam kehidupan dunia itu lagi." Balas Zen.


Kemudian mereka pun mengabulkan permintaan Zen itu, dan setengah jiwanya itu pun mengulang kembali kehidupannya. Tapi hasilnya nihil, dunia tetap hancur dan manusia menjadi budaknya Hans Calisto dan sialnya lagi setengah jiwanya itu tidak dapat menerima takhta dan kekuatan raja iblis Lucifer karena sifatnya terlalu baik. Dan alhasil, dunia itu terpaksa diulang kembali dan yang mengulang kali ini adalah setengah jiwanya Zen yang buruk itu.


Tapi para malaikat memberikan saran, jika sisi kejamnya yang tidak punya kebaikan itu, mungkin hanya ayah dan ibunya juga keluarga pamannya dari ibunya itulah yang tersisa di dunia itu. Dan jika mereka meminta Zen untuk bersatu dengan jiwanya yang baik itu, dia pasti menolak karena sisi baiknya itu telah menikahi musuh besarnya di kehidupannya terdahulu.


Mendengar saran itu, Izekeil menawarkan dirinya untuk bersatu dengan jiwa Zen yang kejam itu supaya dia bisa menahan Zen saat dia ingin mengamuk dan membunuh orang tanpa alasan. Karena jika dia tidak ikut campur, hal yang dikatakan para malaikat itulah yang akan terjadi. Dan pada awalnya, para malaikat menentangnya dan mereka mengatakan biarkan saja dunia itu musnah. Tapi Izekeil membantah dan berkata bahwa dunia itu layak diperbaiki, jika pada saatnya dunia itu sudah damai dan Hans Calisto telah dikalahkan... dia akan memisah dari setengah jiwa Zen itu. Izekeil juga berkata kalau dia sudah berbicara mengenai hal itu dengan setengah jiwanya Zen yang dia segel itu, dan Zen pun mengiyakan nya.


Malaikat Hikael haizel kemudian memberikan ijin kalau Izekeil akan ikut campur dalam hal itu, tapi dengan syarat kalau Zen lupa tentang kehidupannya terdahulu itu sementara waktu supaya tidak mengacau sebelum dia mendapatkan gelar sebagai raja iblis, dan jika dia sudah mendapatkan gelar itu, ingatannya yang disegel oleh Izekeil akan dicabut segelnya dan dikembalikan kepadanya sementara waktu.


Dan setelah dia ditetapkan sebagai raja iblis, ingatannya akan disegel kembali karena waktunya belum tepat. Dan jika waktunya sudah pas, barulah ingatan itu akan dikembalikan padanya tanpa harus disegel kembali.


Para malaikat yang lainnya pun kemudian mengiyakannya, dan begitulah alasan Zen tidak bisa mengingat kehidupannya terdahulu. Dan alasan dia bisa bersikap baik, gembira dan ceria di kehidupannya saat ini itu karena Izekeil. Jika Zen bersikap menjengkelkan, baik dan ceria... itu karena Izekeil mengambil alih tubuhnya supaya membuat Zen tetap normal seperti manusia.


^^^Bersambung....^^^


Begitulah penjelasan mengenai kehidupan Zen dimasa lalu dan episode kedepannya akan kembali ke cerita Zen yang lepas kendali didepan penginapan akademi....


Dan jika diantara kalian penasaran seperti apa nasib setengah jiwa Zen yang baik itu, dia baik-baik saja tapi wujudnya berubah setelah dia menjadi babunya malaikat Hikael sebagai bayaran atas kegagalannya memperbaiki kehidupan di dunia itu dan dia juga diberikan nama baru oleh malaikat Hikael, yaitu "Lucky"