
"Kata-katanya tadi... membuatku semakin tertarik padanya, tapi... apa benar yang dikatakan kakakku mengenai seseorang yang tampan selalu mempermainkan wanita? Aku sangat takut kalau yang dikatakan kakakku itu benar...." Ucap Putri Irene dalam hati.
"Halo semuanya... kami sudah kembali, dan semua masalah sudah beres. Ya kan Kaisar Learn?" Ucap tuan agung kepada Kaisar Learn setelah masuk keruangan itu.
"Ah, iya. Semuanya sudah beres, jadi kembalikan kami ke tempat tadi sekarang! Karena jika kami terlalu lama disini, para Prajurit akan mengira kami melarikan diri. Dan pastinya hubunganku dengan iblis sialan itu akan berakhir! Jika itu terjadi... aku tidak akan bisa membantu kalian untuk balas dendam." Sahut Kaisar Learn
"Apa maksud ayah? Membantu mereka balas dendam? Dan siapa yang kau sebut iblis itu?" Tanya Pangeran Incelote setelah mendengar kata-kata ayahnya tadi.
"Iblis itu adalah Kaisar Hans! Gara-gara ayahnya.... Aku tidak bisa bertemu dengan bibiku lagi untuk selamanya! Hah, sudahlah... memikirkannya saja membuat sakit kepala!" Sahut Kaisar Learn.
"Baiklah, aku akan mengembalikan kalian ke tempat tadi." Ucap tuan agung.
Kemudian dia menjetikkan jarinya, setelah itu mereka kembali ke tempat awal.
"Sekarang mari laksanakan misi kita tadi tuan agung!" Ucap Kaisar Learn.
"Misi apa yang kalian maksud?" Tanya Zen, Pangeran Incelote, dan juga Putri Irene secara bersamaan.
"Karena kau juga termasuk keturunan kekaisaran ku, saat mereka mencocokkan darah kita berdua... pasti mereka akan tahu kalau kita ini adalah kerabat. Jadi tugas tuan agung adalah merubah laporan hasil tes DNA nya nanti." Sahut Kaisar Learn.
"Yang dikatakan Kaisar Learn benar. Dah, aku pergi dulu... jaga dirimu baik-baik ya bocah." Ucap tuan agung dengan mengusap kepalanya Zen.
"Tenang saja, aku akan menjaga diriku baik-baik." Sahut Zen.
"Ya sudah kalau begitu...." Ucap tuan agung yang kemudian pergi dari tempat itu menggunakan kekuatan teleportasi miliknya.
"Jika dia pergi dari tempat ini, bagaimana caranya dia akan merubah hasil tes DNA itu?" Tanya Incelote.
"Tenang saja, dimana pun dia berada... dia pasti bisa merubahnya dengan sekejap mata." Sahut Zen.
"Maaf aku membuat kalian menunggu lama, pekerjaanku sangat banyak. Jadi kami akan langsung memulai tes darahnya, kau tidak keberatan kan Kaisar Learn?" Ucap Hans Calisto.
"Ya, aku tidak keberatan sama sekali. Jadi mulai saja tes darahnya sekarang." Sahut Kaisar Learn.
"Baiklah kalau begitu, Kalian bisa memulainya sekarang!" Ucap Hans Calisto kepada orang-orang yang bertugas melakukan tes itu.
Sesudah tes itu dilakukan....
"Hasil dari tes ini adalah... mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah yang mulia Kaisar Hans! Jika anda tidak percaya, semua ini adalah buktinya." Ucap orang yang bertugas melakukan tes itu.
"Haah... ya ampun, jadi begitu rupanya. Mohon maafkan aku Kaisar Learn, karena aku sudah berburuk sangka padamu. Dan kau bocah, kau bisa pergi dari tempat ini sekarang." Ucap Hans Calisto.
"Aku memaafkannya kok, tenang saja." Sahut Kaisar Learn.
"Ya sudah kalau begitu, karena anda sudah memperbolehkan saya pergi dari sini, saya pergi sekarang." Ucap Zen dengan membungkukkan badannya ke arah Hans Calisto.
"Iya, kau bisa pergi sekarang." Sahut Hans Calisto.
Kemudian Zen keluar dari istana itu... tiba-tiba, ada dua orang menghampirinya dan salah satunya berkata....
"Kau mau kemana Yui? Aku masih ada urusan denganmu!" Ucap Pangeran Incelote.
"Urusan apa?" Tanya Zen yang kebingungan.
"Apa kau bicara sesuatu?" Tanya Zen.
"Hei Yui! Aku menantangmu duel dengan ku, saat ini juga!" Ucap Pangeran Incelote.
"Apa maksudmu Incelote! Kenapa kau tiba-tiba menantangnya?" Tanya Putri Irene.
"Ini bukan urusanmu, Rin! Jadi bagaimana? Jika kau tidak menerima duelnya, itu berarti kau seorang pengecut!" Ucap Pangeran Incelote dengan wajah yang membuat Zen jengkel.
"Ya, ku terima duelmu. Tapi kita tidak bisa bertarung disekitar istana ini, ikuti aku sekarang!" Sahut Zen.
"Terserah mu, tunjukkan jalannya sekarang." Ucap Pangeran Incelote.
Kemudian Zen menuntun mereka sampai ke dalam hutan yang jaraknya cukup jauh dari istana kekaisaran.
"Kenapa kau membawa kami ke dalam hutan?" Tanya Pangeran Incelote.
"Aku membawamu kesini, agar kita lebih leluasa dalam bertarung. Dan kau Putri Irene, kau bisa menonton pertarungan ini." Sahut Zen.
"Benarkah? Kalau begitu, mari kita mulai pertarungannya sekarang! Jangan bersikap lunak padaku, tunjukkan saja semua kekuatanmu itu. Aku yakin, aku pasti bisa membuatmu menderita nantinya." Ucap Pangeran Incelote dengan tersenyum ke arah Zen.
"Akan ku pegang, kata-kata mu tadi. Asal kau tau Pangeran Incelote, aku memiliki prinsip.... Jika seseorang jahat padaku, maka aku juga akan bersifat jahat berkali- kali lipat padanya. Sebaliknya, jika orang itu baik padaku. Maka aku juga akan bersifat baik padanya melebihi kebaikannya padaku.
Jadi... akan kutunjukkan seperti apa diriku sebenarnya padamu!" Sahut Zen.
"Jangan banyak bicara, dan fokus saja pada pertarungan ini!" Teriak Pangeran Incelote, kemudian dia melapalkan mantra....
"Iron chains! Tie that person's wholesale body now! Make him unable to move at all!" (Rantai-rantai besi! Ikat seluruh tubuh orang itu sekarang! Buat dia tidak bisa bergerak sama sekali!)
"Haha, rantai-rantai itu sudah mulai mengikatmu. Bagaimana hebat bukan?" Ucap Pangeran Incelote.
"Kenapa Incelote selalu melakukan hal seperti ini pada teman laki-laki ku? Setelah ini pasti dia akan menyiksa Zen seperti teman-temanku waktu itu." Gumam Putri Irene.
"Kakak, kumohon berhenti. Kenapa kau selalu melakukan hal ini pada teman-teman ku?" Teriak Putri Irene.
Krang, Krang.... (suara yang keluar dari rantai besi karena Zen berusaha melepaskan rantai besi yang mengikatnya)
"Kau pikir, aku tidak tau mengenai besi yang mengikat tubuhku ini. Kekuatan rantai besi ini turun-temurun dari Kaisar pertama dari kekaisaranmu, sampai ke dirimu. Hampir semua keturunannya bisa menggunakan kekuatan rantai besi sepertimu, dan mungkin Putri Irene juga sudah bisa menggunakan kekuatan ini. Dan aku juga tau, kalau benda ini tidak bisa dihancurkan oleh Relik pedang yang levelnya S sekalipun. Kecuali...." Ucap Zen yang kemudian menepuk tangan satu kali.
Kemudian muncullah pedang Milik Kaisar Lord, dan pedang itu langsung berada digenggaman nya. Setelah pedang itu muncul, dia langsung menebas rantai besi yang ada ditubuhnya. Dan rantai besi itu langsung terpotong.
**Kraaang**.... ( suara rantai besi yang jatuh ketanah setelah lepas dari tubuh Zen )
"Ba-bagaimana bisa? Kau, memotong rantai besi milikku. Ini tidak mungkin." Ucap Pangeran Incelote yang terkejut melihat Zen memotong rantai miliknya.
"Dan... dari mana datangnya pedang itu?" Tanya Pangeran Incelote.
"Kau tidak perlu tau soal pedang ini, tapi karena kau sudah meremehkan diriku... dan kau juga bilang jangan bersifat lunak padamu. Jadi... aku akan menunjukkan padamu, seperti apa yang namanya kejam dan bengis!" Sahut Zen.
^^^Bersambung....^^^