You're Fiction

You're Fiction
Vampire Premature -04 (END)



Part 6 : Perpisahan


Dihempaskan dengan kasar ke tanah yang dingin dan keras, Chorong merintih kesakitan. Krystal, Dracula yang pernah diceritakan Sungjae membawanya dalam kegelapan dan masuk ke hutan, cukup jauh dan menyeramkan. Entah apa yang diinginkan Krystal, Chorong hanya bisa memandanginya. Bukankah Sungjae bersahabat dengannya, lalu kenapa Krystal memperlakukan ia dengan kasar, wajah dingin, mata menyala penuh amarah dan mendekati Chorong penuh penekanan pada setiap langkahnya. Beringsut mundur, Chorong mendadak paham jika ia juga akan mati.


“Jangan lakukan!” Sungjae datang berlari cepat namun tak sehebat dulu. Dia bersyukur karena Krystal memberi darahnya untuk ia minum disaat Sungjae sekarat. Membantunya bertahan. Benar, selama tiga minggu ini Sungjae berada dalam titik paling rendah. Krystal datang menemuinya dan mengatakan kebenaran paling menakutkan bagi Sungjae.


Ayahnya masih hidup dan sekarang ditawan Vampaneze, mereka ingin Sungjae datang dan menukarkan nyawanya sendiri dengan nyawa sang ayah. Tak hanya itu, Krystal marah besar saat tahu Sungjae menyelamatkan manusia dan membiarkan kekuatannya hilang, tanda klan di leher Chorong adalah sumber kekuatan Sungjae yang harus ia hisap, agar Sungjae bisa hidup lagi dan menyelamatkan ayahnya.


“Kau bodoh! Kau akan mati jika tidak mengambil darahnya! Dia outcastmu, darahnya bisa menyelamatkanmu!” sentak Krystal dengan suaranya yang berat dan tegas, Chorong akan mudah terintimidasi mendengarnya. Tapi lebih dari itu, Chorong menatap ingin tahu Sungjae mengenai apa yang dibicarakan Krystal. Kenapa Sungjae harus mati. “Kau menyelamatkan manusia dan kehilangan kekuatan, itu justru melemahkanmu, bukan satu tahun dalam beberapa hari lagi kau akan mati dan melebur. Lalu bagaimana dengan ayahmu, apa kau akan membiarkan dia mati oleh mereka?” dengan sekuat tenaga Chorong bangkit, Sungjae menatapnya cemas apalagi dengan luka-luka di sekujur tubuhnya akibat terkena gesekan ranting dan tanah.


“Benarkah kau akan mati?” tanya Chorong tercekat, syok dan sedih.


“Ya, dan dia harus mengambil darahmu untuk hidup!” Krystal mencekik leher Chorong kuat, Sungjae bereaksi cepat menghempaskan tangan itu dan menjadikan dirinya tameng sebagai penghalang mereka, menatap tajam Krystal. Chorong terbatuk, cekikan itu benar-benar kuat dan pastinya dengan mudah bisa mematahkan lehernya, bisa Chorong pastikan bekas merahnya terlihat jelas.


“Biarkan aku bicara dengannya.” Sebuah permintaan yang sebenarnya merupakan pengusiran untuk Krystal, Sungjae bersungguh-sungguh. Dalam sorot matanya ia berharap Krystal memberi kepercayaan dan kesempatan pada Sungjae. Menyadarinya, dan merasa percuma setelah membujuknya selama 3 minggu penuh, Krystal berbalik kasar dan pergi. Sungjae adalah Pearl, vampir yang dekat dengannya dan terlalu baik. Dia selalu menemani dan menghibur Krystal dalam kondisi apapun. Dan wajar jika Krystal sangat sedih dan marah pada Sungjae yang tidak menurutinya.


Ditinggal berdua, Sungjae kali ini berhadapan dengan Chorong.


“Kau terluka,” sesal Sungjae, Chorong menatapnya sengit, marah karena sudah dibohongi. Ia bilang tak pernah bertemu dengan vampir lain, dan keadaannya baik-baik saja setelah kehilangan kekuatan, tapi nyatanya ia akan mati. Dan bodohnya Chorong tak pernah tahu kebohongan itu.


“Pergi dan Hiduplah! Kau harus menyelamatkan ayahmu, lagipula harusnya aku mati saat itu jika tidak ada kau. Ini lebih baik,” tertekan, Sungjae merasakan hatinya menolak keras ucapan itu. Dilihatnya Chorong tengah menyingkapkan rambut hitam panjangnya ke pundak yang lain, menunjukkan leher putih miliknya yang Sungjae bilang ada tanda klan disana. “Ambillah darahku! Dengan begitu aku akan merasa lega menemui Himchan dan yang lain, cepatlah!” Chorong berusaha tegar, meski ia ketakutan, sedih dan kecewa, ia berusaha menunjukkan raut yakin. Menatap pria yang selama ini menemaninya melebihi keluarganya yang tak pernah ia ketahui, memperlakukannya lembut dan tulus lebih dari Himchan, dan selalu membuatnya berdebar saat ia berusaha bersikap menjadi pria biasa yang perhatian dan romantis. Meski mereka tidak pernah tertawa riang yang lepas, Chorong bisa tersenyum lagi karena dirinya, yang selalu mengingatkan jika kematian mereka bukanlah kesalahannya.


“Yook Sungjae-ssi, terimakasih.” Ucap Chorong sembari mendekatkan diri pada Sungjae, mengangguk memberikan keyakinan jika ini yang terbaik. Sungjae pasti ingin menyelamatkan ayahnya yang ia kira sudah lama meninggal, dan mencaritahu siapa ibu kandungnya, meski sudah jadi tulang belulang ia pasti ingin mengunjungi makamnya, dan Chorong tahu akan perasaannya itu. Karena setiap malam ia juga ingin bertemu orangtuanya, yang menjadi penyebab dirinya tak ingin berhubungan serius dengan laki-laki mana pun jika untuk sesaat.


‘Kudengar mereka bertemu dan tak sengaja melakukannya dalam satu hari, lalu ibu melahirkanku dan membuangku ke panti asuhan. Meski begitu aku ingin bertemu dengan mereka, untuk menanyakan apa salahku sehingga harus dibuang, apa karena aku sebuah kesalahan?’ Sungjae tak berani menatap mata Chorong, perkataan Chorong waktu itu terngiang dipikirannya saat ini. Kata siapa jika vampir tidak punya hati, ia sama terlukanya dengan Chorong, dan semakin menyesal karena tidak bisa menghentikan hal ini. Jika saja ayahnya tidak ditangkap maka ia akan memilih mati perlahan-lahan.


“Sungjae-ya, kumohon!” Chorong menunduk menyandarkan dirinya di dada Sungjae dengan kedua tangannya yang bergetar. Ia tak boleh meninggalkan Chorong kedua dalam hidupnya, yang tidak pernah bisa bertemu orangtua dan bertanya.


“Ini perpisahan dariku, lupakanlah semuanya dan hiduplah dengan baik karena kau bukanlah kesalahan.” Senyum Sungjae sebelum pergi meninggalkan Chorong yang terpuruk. Tubuhnya terasa lelah dan lemas, pertahanannya roboh. Chorong berjongkok dan menutup wajahnya, menangis dalam diam.



Part 7 : Epilog ‘Hidup’


Gadis itu menekuk wajah sedari tadi dan malas melakukan apapun, dia hanya terduduk santai di depan televisi menunggu berita yang diharapkannya sejak satu tahun lalu, tapi sampai sekarang itu tidak pernah terjadi. Sungjae tak pernah ada dan tak diketahui, apa dia menyelamatkan ayahnya dan hidup bahagia atau mati dalam kobaran api seperti rekan-rekannya dulu. Bukankah vampir sering membakar jasad vampir lainnya, mematahkan leher atau menusuk jantung mereka dengan belati perak. Entahlah Chorong tak tahu apapun.


Park Chorong berubah menjadi gadis lain, lebih pendiam dan sering menyendiri, ia bahkan selalu melakukan petualangan ke tempat-tempat tak terduga, dan kali ini ia mengunjungi villa yang hancur itu, memikirkan pertemuannya dengan Sungjae saat kecelakaan mobil, dan berlari dari Vampaneze.


“Sunbae [Senior], kau baik-baik saja? Aku mengunjungimu, aku minta maaf tidak bisa menolongmu. Dan lihatlah, aku hidup seperti yang kau inginkan, tapi, tapi kenapa aku merasa seperti tidak hidup. Aku kehilangan diriku.” Cerita Chorong dalam intonasi santai tapi terdengar getir, “Pria itu pergi tanpa memberiku kesempatan untuk minta maaf, karena tidak bisa membantunya.”


Menyusuri jalanan dengan mengendarai mobil disaat langit mulai gelap, Chorong berhenti di suatu tempat, keluar dari mobil dan berjalan masuk diantara pepohonan tinggi. Tak peduli apapun ia hanya ingin terus berjalan, hatinya menuntut ia untuk ke tempat itu, dimana ia dan Sungjae terjatuh dari ketinggian di malam yang tragis. Berhenti disana, tubuhnya membeku, ia melihat seseorang memunggunginya tengah menghisap darah rusa. Sorot matanya yang dulu ketakutan berubah was-was, memikirkan


kemungkinan. Vampir itu berhenti hidungnya merasakan aroma manusia, dia berbalik cepat dan terkejut. Mata Saphire Blue terang, wajah pucat dan pakaian serba hitam itu, jelas dia adalah Sungjae, dengan mulut penuh darah.


Mata mereka bertemu, menyiratkan pertanyaan dan keterkejutan yang terselip bahagia. Mereka dipertemukan lagi dalam situasi yang berbeda. Malam saat Sungjae berlari pergi untuk menyelamatkan ayahnya tanpa kekuatan, Krystal datang dan menebak apa yang terjadi. Sungjae tak pernah mau membunuh manusia, apalagi gadis yang ia cintai. Seperti tali masa lalu, ayahnya juga dulu menyukai seorang manusia yang memiliki tanda klan hingga melanggar peraturan. Dan Krystal memutuskan menyerahkan diri agar Sungjae mengambil darah darinya sebanyak yang ia mau. Menjadikan Sungjae sebagai Slave, vampir yang bertahan karena minum darah vampir dengan resiko tinggi, Sungjae tak pernah bisa bersentuhan dengan sinar matahari, ia juga harus patuh pada Krystal sebagai masternya. Tapi ia tak lagi minum darah Krystal setelah tiga bulan, ia lebih memilih minum darah hewan karena tak ingin Krystal menjadi lemah, tak peduli jika itu tidak memberinya banyak kekuatan.


Sedang ayahnya, sudah menjadi bulan-bulanan Vampaneze dan mati dengan tragis. Akibat itu, Vampir, Dracula, Jiang-shi dan Dhampire lainnya yang bersembunyi menyerang Vampaneze karena marah telah membunuh vampir origin, perang besar terjadi. Yang Sungjae tahu Vampaneze terluka parah dan kehilangan sebagian kumpulannya, sampai sekarang tak ada kabar apapun.


Sungjae masih bertahan, dia hidup sebagai vampir dan Chorong, gadis yang berada tepat didepannya, masih hidup sebagai manusia, terlihat baik-baik saja. Perlahan Chorong menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah senang, setelah menyiksa diri mencari tahu dan berjalan sendiri seperti orang bodoh, akhirnya ia bertemu kembali dengan Sungjae. Dan berharap semuanya benar baik-baik saja. Chorong pikir ia sudah terjebak dengan Sungjae sejak malam itu.


~ TAMAT ~