You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 12 (sudah revisi)



Author POV


Rumah sakit...


"Apa km ketemu sama kaka aku"teriak arlen yg saat ini berada di kantin bersama David.


arlen kaget saat mendengar ucapan David barusan, yang bilang Arsen ngajak ketemuan berdua sama David aja.


"Iya tadi dia ngajak ketemuan jadi aku temui aja"kata David santai.


"Km gk di apa-apain kan?"tanya Arlen panik memutar tubuh David kalau benaran baik-baik aja.


"Gk aku cuman sekali kena tonjok dia sebagai peringatan agar aku gk nyakitin km"jelas David yang masih tersenyum.


"Jauhi adik gua, Kalau gk lu bakalan tau akibatnya setelah ini"


"ini baru perjuangan awal aku dapatin kamu, demi mendapatkan restu"batin David.


"Sorry ya, kaka aku emang kayak gitu"arlen merasa bersalah sikap over kakaknya.


"Gpp kali. Buat aku ini tantangan dekatin km, jadi gak sembarangan orang dekatin km"jelas David menatap lekat wajah arlen di depannya.


"Hanya cowok luar biasa yang bisa dekatin km, aku contohnya"lanjutnya tersenyum manis dan mengacak lembut poni Arlen. arlen juga ikut tersenyum mendengar itu.


"Ah syukur lah kalau km ngerti, Tapi ngomong-ngomong kapan kejutannya penembakannya"tanya Arlen yang ceplas-ceplos.


Mana ada cewek terang-terangan minta kejutan dari cowok yang belum jadi pasangannya.


"Dasar ni anak ceplas-ceplos banget sih"kata David gemes mencubit hidung Arlen.


"Aw jangan di cubit di cium ke"goda Arlen.


"Astaga aku gk mau ya di kubur hidup-hidup sama kaka km, belum jadi pacar km, masa aku udah mati duluan"Balas David terkekeh dan ngeri membayangkan hal itu.


David yang mengenal Arlen sejak SD. dia udah tau kalau Sifat Arlen cenderung ke Keterbukaan, orangnya ceplas-ceplos dan tak tau malu, apa yg dia rasain langsung ngomong tanpa ada rasa malu. dan itu buat David suka.


"Hahahah"arlen langsung tertawa lepas.


"Tapi kapan kejutannya"tanya Arlen lagi membuat David semakin gemes.


"Oh astaga, aku baru tau! kalau gadis yg ada di depan aku ini bukan gadis sembarangan"ujar david mencubit gemes kedua pipi Arlen.


"Tunggu saja, aku akan membuat kejutan yang bakalan buat kamu Speechlees, dan km bakalan ingat samape km tua"jelas Daved tersenyum lembut ke Arah Arlen.


"Benarkah? kalau gitu aku gk sabar nunggu kejutannya"balas Arlen.


"Coba km kasih tau gambaran sedikit saja tentang kejutan itu"arlen terus mendesak David untuk memberitahunya masalah kejutan itu.


"Kalau aku ngasih tau! mana jadi kejutannya. itu namanya bukan kejutan lagi sayanggg"ucap David paling gemes mencubit kedua pipi Arlen.


"Jangan di cubit ntar makin cubby pipi aku"Arlen mengusap kedua pipinya sambil tersenyum lebar.


"Apa tadi kata km! sayangg?, ah jangan manggil sayang dulu tunggu kejutan km berhasil atau enggaknya.  kalau berhasil km boleh manggil aku sayang"jelas Arlen senyum di hiasi wajahnya.


David melihat itu tersenyum.


"Cubby lebih cantik ko, km makin cubby makin cantik" david terkekeh mrngingat Arlen sejak dulu gk mau terlihat gemuk.


"Masa? kalau gitu cubit aja nih nih"kara Arlen memajukan wajahnya agar David mencubitnya lagi.


"Astaga gadis polos"batin David.


"Aw kenapa di hidung?"keluh Arlen karena David mencubit hidungnya.


"Km ih gk ada rasa malunya" David terkekeh.


"Ngapain harus malu, km km pacar aku"ujar Arlen santai dan yakin banget.


"Jadi udah akuin nih? kalau gitu gk usah buat kejutannnya lagi dong"goda David mengedipkan matanya kearah arlen.


"Eh belum, masih calon"Arlen perbaiki ucapannya.


David terkekeh melihat Arlen seperti ini.


Inilah Nia nya, gadisnya, yg tampil apa adanya, walaupun anak orang kaya tapi tidak menyombongkan harta orang tuanya, gadis yang selalu ceria, ceplas-ceplos dan gak tau malu, apa yang mrngganjal dalam pikirannya langsung ngomong ke orangnya.


David sangat menyukai gadis ini, dari dulu dia sudah menyukainnya.


Gadis yang dulu iya kenal selalu membantu temannya di sekolah, walaupun dia gak tau namanya, itulah Nia Gadis yg ia Kenal waktu itu.


Sekarang mereka berada di kantin, ngobrol berasa punya ruangan tersendiri, padahal mereka lah menjadi pusat perhatian di kantin ini.


tapi mereka enggak pedulikan itu, mereka hanya peduli orang yg di depan mereka masing-masing.


"Ayo aku antar di kelas, udah jamnya masuk"ucap David mrnatap jam tangannya dan beranjak dari duduknya.


"Benarkah"ucap arlen antusias


"Ah calCar aku udah mulai romantis"lanjut Arlen ikut beranjak dari duduk.


"Apa itu calCar?"tanya David bingung saat mengandeng tangan Arlen berjalan kearah pintu keluar kantin.


"Calon Pacar"balas Arlen terkekeh.


"Bisa aja km ya"gemes David mengacak poni Arlen kembali.


"Ah berantakan deh"keluh Arlen meniup poninya dengan cemberut.


"Cantik ko"puji david mmebuat Arlen tersenyum lebar.


Mereka pun naikin anak tangga karena kelas mereka merupakan dia lantai atas.


"Belajar yang bener ya"ucap David depan kelas Arlen.


"Siap calpar"hormat Arlen.


"Yaudah aku ke kelas ntar pulang sekolah aku kesini lagi"pamit david, Arlen menganggung tersenyum manis.


"Boleh nyium gk, km manis banget hari ini"tanya Arlen mengedipkan satu matanya genit.


"Belum muhrim sana masuk, jangan genit sama cowok lain"ujar david terkekeh mengacak poni Arlen.


"Yahh, Yauda deh, km juga masuk sana ke kelas"keluh arlen saat gak mendapatkan kecupan.


David mengangguk dan melangkah menuju kelasnya namun baru berapa langkah gadisnya sudah berteriak.


"Gk ada acara cium kening gitu"teriak Arlen membuat David berhenti melangkah tanpa menoleh ke belakang david Tersenyum manis.


benarkan, gadisnya itu tanpa rasa malu mengungkapkan isi pikirannya.


David melangkah menjauh sambil menggaruk kepalanya yang gk gatel.


"gimana mau gua cium, orang kamu minta jelas gitu, kan jadi malu guanya"batin David. David menggeleng kepalanya memaklumi kelakuan ajaib pacarnya itu.


"Bye... Belajar mencintai aku ya, jangan hanya buku saja, aku cemburu loh"teriakan Arlen semakin membuat David tersenyum lebar, David gak bisa mengontrol perasaan bahagianya saat mendapatkan kata receh itu.


"Ah kalau bukan janjian sama kaka km, gua udah nerkam km sayang"batin David terkekeh.


Tanpa berbalik david mengasih jempol tangannya tanda Okey.


David langsung dengan semangat melangkah ke arah kelasnya.


_♡_♡_


"Fio ada?"tanya Arsen salah satu teman fio yang depan kelas, arsen yakin kalau orang itu juga mengenal fio.


"Tuh di dalam kak"balas dan tunjuk siswa itu kedalam kelas menggunakan dagunya.


Arsen langsung ikut melihat kedalam.


dan Benar fio sana yang duduk kepalanya dimeja, mungkin tidur?.


Arsen langsung masuk gitu aja ke kelas fio.


Cewek yang di kelas histeris melihat ketos Cool mereka masuk ke dalam kelas.


arsen duduk di atas meja tepat samping meja nya Fio.


Duk


Arsen mengetuk kepala Fio dengan buku yang di pegangnnya sejak tadi.


"Apaan sih lu gk ad..."galak fio, fio mengira teman kelasnya, namun saat mendongak, Fio di buat kaget.


berbeda dengan Arsen yang hanya memasang wajah datarnya, tanpa rasa bersalah karema sudah membanghnkan fio.


fio langsung menggeser kursinya agak menjauh dari arsen.


"Mau apa lagi lu?"jutek Fio dan kesal melihat arsen di depannya.


"Hidup gua, Nih orang gk ada kerjaan apa"Batin Fio.


"Tuh baca"arsen memberikan selembar kertas di atas meja Fio.


Arsen masih duduk di atas meja, Arsen gk peduli sama siswa di sekitarannya.


tujuannya cuman satu ke kelas ini, menemui cewek yang di depannya ini.


dengan tatapan bingung fio mengambil kertas itu, detik selanjutnya fio kaget.


apa yang ia lihat benar-benar fio gk nyangka.


"Pasti kerjaan lu kan? enggak... gua enggak mau"fio menatap garang Arsen dan memberikan kembali kertas itu ke arsen.


Arsen memgambil kursi kosong dan menatuhnya di hadapan fio, fio melihat itu ingin beranjak namun di tahan arsen hingga  buat fio duduk berhadapan sama arsen.


sedangkan siswa yang lain histeris melihat kedekatan mereka.


"Lu gk lihat isi tanda tangan kertas itu, makanya baca dulu yang benar, baru lu nuduh gua"balas Arsen datar sambil menempel kertas itu di depan wajah Fio.


fio semakin kesal dan menarik kasar kertas itu di depan wajahnya. Fio langsung melihat kembali isi kertas itu lagi.


"Gua gk mau ikut. lu ajak yang lain aja, gua juga sibuk"jelas fio memberikan kembali kertas itu ke arsen.


"Kalau udah tanda tangan sama cap berarti lu wajib ikut"balas Arsen dingin menatap datar kearah fio.


isi kertas itu adalah peserta lomba mewakili sekolah mereka.


bukan itu yang fio permasalahkan, yang buat fio ogahan gak mau ikut karena dalam kertas itu hanya dia sama arsen yang menjadi pesertanya.


dan itu udah pasti kalau dirinya akan belajar bareng arsen sebelum perlombaan itu. itu yang membuat fio menolak.


" Pokoknya gua enggak mau. lu ajak yg lain aja. ribuan siswa disini kenapa harus gua. masih banyak siswa yang pengen ikut juga. pasti akal-akalan lu kan?"fio tetap gak mau ikut dan curiga kalau hasil itu akal-akalannya ketos biar terus ganggiin dia.


"Gua gk mau tau. Lu Ikut.. Kalau Gak gua mastiin Lu bakalan di Keluarin dari sekolah ini, Karena bukan gua yang nunjuk Lu, Tapi kepala Sekolah milih Lu sendiri"arsen bangkit dari duduknya. dan menarik kasar kertas di tangan fio.


"Sampai ketemu lagi, ekh salah.... kita bakalan ketemu tiap hari buat persiapan lomba ini"ucap Arsen tersenyum sinis menatap fio.


Fio menatap horor ke Arah Arsen.


"Lu harus bersyukur karena ketemu gua tiap hari, banyak yang pengen ada di posisi lu"lanjut arsen lagi berdiri di deoan Fio.


"Gilaa.... Gua pengen jadi fio"ucap siswa lain saat melihat mereka.


"Yang ada bencana buat gua"balas fio jutek menatap Arsen.


"Pulang sekolah balik sama gua, kita persiapan mulai hari ini"balas arsen lagi tanpa peduli ucapan fio barusan.


Fio menatapnya horor kearah arsen.


"benaran patung ni orang"batin fio.


"Jangan berusaha kabur dari gua"lanjut  Arsen mengajak lembut Rambut Fio dan langsung keluar dari kelas.


"Si*lan"Umpat Fio dengan perasaan kesal kembali duduk di kursinya.


"Mudah banget dapatin lu, Welcome my Games"batin Arsen.


Semua yang ada di kelas itu iri menatap kearah fio.


Mereka selalu mengandaikan bahwa mereka di posisi fio pasti mereka bahagia mendapatkn perlakuan manis Ketos mereka itu.


"Apa sih yang di kertas tadi"tanya lala sahabat fio yang sedari tadi merhatikan fio sama arsen.


"Olimpiade Mtk"balas Fio melas membompong wajahnya di atas meja.


"Lu kepilih, perasaan lu gk daftarin diri lu deh"tanya Lala ikut bingung mendengar itu.


"Gua aja bingung La, tapi disitu udah ada tanda tangan Kepala sekolahnya, Ada nama gua juga"frustasi fio menagacak rambutnya.


"Terima aja, kapan lagi lu dekat sama ketos kita. iya gk?"balas lala tersenyum mengusap bahu Fio.


"Lu aja deh sono gantiin, gua sibuk dan gua gk ada niat buat ikut itu"balas Fio membompong dagunya di meja dengan wajah tekuk.


"Seandainya bisa! ya gua udah gantiin lu tau"kesel lala ikut kesal sama sahabtnya sendiri.


"Anggap aja reziki buat lu"Lala langsung diam mendapatkan tatapan tajam dari Fio.


"yang ada gua bakalan cepat tua debat sama tu orang"Balas Fio kembali membompong kepalanya di atas meja.


Iya kertas yang di berikan ketosnya tadi adalah olimpiade Mtk sebenarnya ada 4 siswa terpilih, tapi fio berpasangan dengan ketosnya.


Fio berpikir ini pasti ulah ketosnya, pasti ketosnya yang mengajukan namanya, kalau bukan dia siapa yang mengajukan namanya. cuman dia yang buat hidupnya terganggu.


padahal fio sendiri gak tau kalau ada olimpiade itu.


"Ah matilah kau fio, lu akan berurusan dan ketemu sama dia tiap hari"batin fio frustasi.


"Tapi gimana acara panggung gua pas balik sekolah?"batinnya terus bertannya.


Ya fio selalu manggung di cafe pas pulang sekolah... Tapi tadi kata arsen tiap hari harus belajar.  terus acara manggungnya gimana?.


Bersambung....


♥♥


Part 12 Finaly🎉🎉🎉


Semoga kalian suka😊😊


Vote + Coment ya😍😍


See You..