
Happy Reading...
♡♡
Author pov
Alex langsung masuk menemui istrinya yang berada di ruangan, istrinya baru saja dipindahkan ruang VIP setelah jeson selesai mengurus administrasinya ,disusul dengan jeson sahabatnya di belakang.
"Sweety"panggil alex saat sudah di samping istrinya.
Dderrrrgg
Drrrrgggg
Jeson mengambil ponselnya yang berdering, Alex menatap sahabatnya.
"Lu bisa kan meeting sendiri, gua gak bisa ninggalin Tiara keadaan kayak gini"Ucap alex ke jeson. Jeson mengangguk dan melangkah keluar dari ruang.
"Hmmm"erahan ara membuat Alex langsung menatap istrinya. Alex mengusap lembut kening istrinya.
"Ara kamu bisa dengar suara aku kan. Gimana? Mana yang sakit? Apa kamu masih rasa mual?"tanya alex bertubi-tubi, Ara merusaha mengatur pengelihatannya di ruangan yang asing baginya.
"Aku dimana lex?"tanya ara masih belum sepenuhnya sadar.
"Kamu di rumah sakit sweety., apa kepala kamu masih pusing?"balas dan tanya alex lembut mengusap lembut kening istrinya.
"Kenapa aku bisa disini?"tanya ara bingung langsung duduk. alex langsung membantu istrinya.
"km tadi pingsan di kamar mandi. makannya aku langsung bawa km kesini"jelas alex masih senyum manisnya. Kini tangan alex beralih mengusap lembut tangan istrinya.
"Aku kan cuman pingsan kenapa kamu bawa aku kerumah sakit?"tanya Ara syok melihat suaminya, Alex hanya tersenyum.
"Aku takut kamu kenapa-kenapa makanya aku langsung kesini"jelas alex masih tersenyum menatap istrinya.
"Dan kamu gak jadi meeting? Penting loh meeting kamu hari ini?"omel Ara semakin membuat alex teraenyum lebar, dari situ ara mulai bingung melihat suaminya.
"Kalian lebih penting dari segalanya"balas Alex terus menatap perut Ara.
"Ko kamu lihat aku kayak gitu! Perut aku kenapa?"tanya Ara heran, Alex langsung menatap istrinya, senyum masih menghiasi wajahnya.
"aku punya kabar gembira buat km, ini kemungkinan sayang, setelah ini kita mastikan lagi tadi kata dokter"jelas alex semangat dengan senyum lebarnya. Ara semakin bingung dan penasaran.
"Apaan sih? Ko ngomongnya setengah-setengah gitu!"Kesal ara karena alex tak kunjung melanjutkan ucapannya.
"Disini bakalan tumbu buat Hati dan cinta kita sayang"Balas Alex mengusap perut Ara lembut. Alex kembali menatap Ara dengan mata berkaca-kaca.
"Dia akan tumbuh di dalam, penantian kita kini terjawab Sweety"lanjut Alex yang sudah berlinang air mata menatap istrinya, namun senyum itu gak hilang dari wajahnya.
Alex berulang kali mengecup punggung tangan Ara. Ara masih belum bisa menyesuaikan keadaannya dan ucapan alex barusan.
"Ma-maksus K-kamu di-disini Ada Baby?"Tanya Ara mastikan masih dengan tatapan gak percaya.
"Hmmkk km lagi hamil sweety, kita bakalan periksa lebih lanj---"Alex mendapatkan pelukan itu tiba-tiba. Air mata alex semakin banjir turuan membasahi kedua pipinya.
"Hikz hikz hikz"Ara terisak di pelukan suaminya.
Pelukan erat di pelukan suaminya.
"Ya Allah, terimakasih"batin Ara terus menerus mengucapkan syukur nya.
"Hikz hikz hikz"tangisan Ara semakin kencang saat usapan lembut tangan Alex di punggungnya.
Alex melepaskan pelukan istrinya dan mengusap lembut pipi dan mata sembab istrinya.
Cup
Kecupan berulang kali di seluruh wajah istrinya.
"Terimakasih"ucap tulus dan tatapan tulus alex ke istrinya. Air mata ara semakin jatuh membasahi kedua pipinya.
"Aku hamil!"tanya ara memastikan lagi. alex hanya tersenyum dan mengangguk meyakinkan Ara.
"Aku hamil"gumamnya masih belum percaya sambil mengusap perutnya.
"Mulai sekarang kamu harus jaga kesehatan kamu, Ayo kita ke dokter kandungan buat mastikan dulu"alex mengusap air mata istrinya lagi, Ara mengangguk dan turun dari ranjang.
"Mau aku gendong?"tawar Alex saat melihat istrinya.
"Sini"panggil Ara menyuruh Alex sedikit menunduk agar wajah sejajar sama dia.
Alex mengikuti aja.
"Hanya ada air mata bahagia"ucap Ara mengusap kedua pipi Alex yang masih sedikit basah karena air mata tadi.
Cup
"Terimakaish udah jadi suami yang super perhatian selama ini. Terimakasih buat semuanya"ucap tulus Ara saat sudah memberikan kecupan singkat di bibir suaminya.
Alex tersenyum lebar dan mengecup kembali bibir istrinya. Hanya singkat dan langsung memeluk istrinya.
"Aku akan mengurangi pekerjaan aku sekarang, biar aku bisa jagain kalian"ucap alex membuat ara tersenyum.
"Ayooo"ajak Ara saat sudah melepaskan pelukannya. Alex mengangguk dan mengechp pucuk kepala istrinya sebelum melangkah keluar.
Ara memeluk pinggang suaminya sambil melangkah keluar, Alex merangkul mesra bahu istrinya. Senyum mereka gak pernah hilang dari wajah cantik dan tampan mereka berdua.
"Assalamualaikum"salam mereka saat masuk kedalam ruangan itu.
Alex langsung memasang wajah datarnya saat melihat dokter itu.
"Apa benar ini ruangan dokter kandungan? Dimana dokternya?"Tanya alex langsung, Ara menuadari sikap alex berubah langsung menatap suaminya.
"Oh silahkan duduk, saya sendiri dokternya"balas Dokter berkacamata itu menyuruh mereka duduk.
"Sweety kayaknya kita salah ruangan, ayoo"Alex memeluk pinggang istrinya dan membawanya keluar.
"Alex gak sopan ih, kan tadi kata dokternya benaran ruangannya"omel Ara saat udah keluar dari ruangan.
"Sweety km gak lihat apa, dia Cowok bukan cewek. Ia kali aku biarin dia meriksa kamu. Dia cowok sweety"balas Alex membuat Ara kesal menatap suaminya
"Apa salahnya sih, dia kan dokter kandungan"balas Ara, oke mereka bakalan debat masalah kecil ini.
"Salah besar sayang, Kalau kamu meriksa UsG dia bakalan nyentuh perut kamu, Dia cowok mana mau aku ijinin dia nyentuh kamu. BIG NOOOOO"balas alex gak mau kalah.
"Terus solusinya gimana?"tanya Ara pasrah.
"Kita ke dokter kandungan lain, yang pastinya cewek bukan cowok"balas Alex tersenyum lebar kembali merangkul istrinya menjauh dafi ruangan itu.
"Benaran Suami overprotektif apa yang di bilang dr,Ana"gumam Dokter di dalam yang mendengar percakapan mereka.
"Kamu sengaja nyari cewek biar kamu mau tebar pesona gitu?"Alex langsung menatap istrinya.
"Kamu cemburu? Tenang aja sweety, aku gak akan tertarik sama mereka, kamu kan udah istri aku. Dan sekarang kamu mengandung anak kita, mana mau aku berpaling ke yang lain. Aku cuman gak mau dokter cowok karena aku benaran gak suka mereka nyentuh kamu, kalau dokter cewek kan kalian sama-sama cewek jadi aku gak bakalan cemburu"jelas Alex panjang lebar membuat ara tersenyum dan melangkah meninggalkan Alex.
"Nah malu ekh"lanjut Alex saat tau tingkah salting istrinya.
"Ekh jangan ceroboh kamu, ada anak aku loh di dalam oerut itu, kalau kamu jatuh gimana?"omel Alex saat ara dengan cepat menuruni anak tangga.
Ara menghentikan langkahnya dan menatap Alex.
"Anak aku juga, aku yang mengandung"balas Ara dan kembali melangkah.
"Aku daddynya loh sweety"balas Alex teru menyusul istrinya.
"Aku Ibunya"sahut Ara membuat alex terkekeh dan berlari mengimbangi langkah istrinya.
"Dan tentunya anak kita"ucap alex tersenyum merangkul istrinya dan mengacak lembut rambut istrinya.
Ara tersenyum menatap suaminya.
Mereka melangkah menuju lift untuk turun ke parkiran, karena mereka ingin ke dokter kandungan yang diluar rumah sakit ini.
"Terus meeting kamu gimana?"tanya Ara saat mereka udah di dalam lift.
Alex yang sedari tadi mengusap punggung tangan istrinya kini langsung menatap istrinya.
"Jeson yang mimpin meeting itu"balas alex tersenyum.
Merekapun melangkah keluar dari lift.
"Ma--"
"No sweety, aku gak mau dengarin kata maaf itu, aku lakuin ini karena memang benaran kamu lah yang paling penting"sahut alex cepat menatap lembut istrinya.
Ara tersenyum dan masuk kedalam mobil karena alex udah membuka pintu mobil untuknya.
Drrrrgggg
Ddrrrgggg
Mom Call
"Momi"bisik alex saat ara menatapnya penuh tanya. Ara mengangguk.
"Halo mom"sahut alex saat menjawab oanggilan itu, alex belum menghidupkan mesin mobilnya karena tlpon.
"Kalian dimana?momi sekarang ada di rumah, mom mertua km juga nih, tapi rumah kamu kosong, dimana menantu kesayangan momi?"tanya mommynya alex bertubi-tubi.
Alex langsung meloundspeker biar ara juga dengar
"Aku sama Ara lagi di rumah sakit mom"jawab alex menatap istrinya.
"Apa? Siapa yg sakit? apa menantu kesayangan Mom baik-baik saja?"tanya Ana lagi membuat Alex tersenyum menatap istrinya.
alex memberikan kecupan singkat di pucuk kepala istrinya.
Ara melihat itu senyum sendiri, sedangkan alex mendengus sebel karena ibunya tidak menanyakan kabarnya duluan.
"Kami baik-baik aja mom, dan sebentar lagi aku sama Ara sampai dirumah"balas Alex, alex yang ingin memberitahu mommynya namun ara menggeleng.
"Mom harus tunggu ya, Ini bentar lagi nyampe"lanjut alex.
"Benaran kalian baik-baik aja?"kini suara ibunya Ara terdengar.
"Ia Bunda, Ara baik baik aja, alex juga baik-baik aja"balas Ara.
"Yasudah kami tunggu di rumah ya, hati-hati"suara mommynya alex kembaki terdengar.
"Iya Mom, Assalamualaikum"salam alex sama ara.
"Kita kasih kejutan kalau udah sampai dirumah"ucap Ara langsung. Alex mengangguk dan menghidupkan mesin mobilnya.
Merekapun keluar dari halaman rumah sakit itu.
Setelah beberapa menit alex memarkirkan Mobilnya di halaman klinik dokter kandungan.
"Apa kamu yakin ini dokter cewek?"tanya Ara mastikan. Alex mengangguk.
Alex menggenggam lembut tangan Ara dan masuk kedalam.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya seorang suster saat melihat mereka disana banyak yang datang.
Dan mereka menjadi pusat perhatian karena mereka adalah pasangan termuda.
"Jangan bilang itu salah satu mantan kamu?"hardik Ara membuat alex terkekeh.
"Enggak sweety, jangan cemburu disituasi kayak gini oke, banyak yang lihat kita, apa pesona aku udah terseb---"
"Dia mantan kamu kan! Kamu tega sih bawa aku kesini"mata Ara berkaca-kaca menatap suaminya.
Alex langsung memeluk Ara namun ara mendorong alex.
"Alex lu datang? Dimana ist--oh Hai--gua feisya"Feisya yang baru datang mengulurkan tangannya saat melihat Ara.
Ara yang tadi jauh sama alex, kini langsung memeluk pinggang alex.
Alex terkekeh dan menatap feisya. Berbeda dengan Ara yang menatap kesal kearah Dr.feisya.
"Maklum Bumil jadi agak sensitif"ucap Alex membuat Ara kembali menatao kesal kearah alex.
"Ayoo, ada yang bisa gua bantuin?"tanya feisya terkekeh dan bahagia mendengar kabar itu.
"Aku mau pulang"ucap Ara yang masih memeluk pinggang Alex seperti anak kecil yang sedang merengek.
"Gemes ih, tapi kita periksa dulu ya, setelah ini kita pulang"balas Alex membuat Ara menggeleng.
"Aku gak mau sama dia, dia mantan kamu"balas ara berbisik namun feisya masih mendengarnya hingga membuatnya tertawa.
Ara langsung menatap feisya.
"Sorry, gua bukan mantan playboy ini, dan gua udah nikah"ucap Feisya membuat Ara langsung penasaran menatap feisya.
"Gua sepupunya Jeson, lu Tiara kan, Gua sempat ikut hadir acara pernikahan lu, tapi cuman bentar gua langsung ke paris"jelas feisya membuat Ara malu.
Ara langsung menyembunyikan tubuh mungilnya di punggung Alex. Perasaan malu itu menyelimutinya.
Alex terkekeh melihat tingkah lucu istrinya.
Alex langsung menggendong istrinya masuk kedalam ruangan itu.
Feisya mengikuti mereka.
Alex langsung mrmbaringkan tubuh ustrinya di ranjang rumah sakit itu.
Ara langsung menahan kerak kemeja Alex agar gak beranjak.
"Apa kalian bakalan buat baby disini juga?"sindir Feisya membuat Ara langsung melepaskan tanganbya di kerak kemeja alex.
Alex mengacak lembut rambut Ara dan terkekeh.
Cup
Alex yang gak tahan sama tingkah lucu istrinya, alex langsung mengecup gemes pipi istrinya.
Feisya mendekati ara dan memeriksa Ara. Feisya masih tersenyum melihat tingkah Ara.
"Maaf Dok"Ucap ara tersenyum polos kearah feisya. Feisya mengangguk dan melakukan USG untuk melihat hasilnya.
"Pantas aja dia tergila-gila sama lu, lu cewek yang hampir mendekat---bukan--lu sempurna banget jadi cewek, gua aja iri lihat lu"Ucap feisya membuat ara kembali tersenyum.
"Tentu aja, dia lebih cantik dari siapapun jadi gua gak salah milih dong"sahut Alex disana yang masih merhatikan mereka.
Ara hanya menatap alex sebentar dan kembali menatap Dr. feisya.
"Kandungan lu masih satu bulan, apa selama ini lu gak tau?"ucap feisya setelah memeriksa kandungan Ara.
"Gua gak tau"balas Ara udah kembali duduk dan alex berdiri di sampingnya.
"Jadi? Lu harus rekomendasikan susu bumil dan vitamin yang bagus buat mereka berdua"sahut alex kini merangkul istrinya yang duduk di depan feisya.
Feisya mengangguk dan menulis sesuatu di kertasnya.
"Sus"panggil feisya ke suster. Suster yang sedari tadi berdiri langsung mendekati feisya.
"Cepat ya"lanjut feisya saat memberikan kertas itu.
"Gua beli di luar aja deh, ntar obat yang lu ambil di rumah sakit ini beracun giman---aawwwkk"keluh alex saat mendapatkan cubitan dari ara.
Ara menatap tajam kearah alex, menyuruh alex diam.
"Dia suka gitu"sahut ara, feisya terkekeh.
"Dia kayak gitu karena lu, dia takut lu kenapa-kenapa"balas feisya membuat alex tersenyum makin lebar menatap istrinya.
"Dia kadang gak peka sama g---ekh--gak sweety bercanda"alex langsung memeluk Ara saat melihat tatapan cemberut dari ara.
Alex hanya terlekeh saat memeluk istrinya.
"Dari sini gua bakalan belajar banyak kesabaran dan mengontrol emosi gua, demi kalian berdua"batin alex.
♡♡
Sekarang ara dan alex perjalan menuju rumah mereka.
Enggak butuh waktu lama merekapun sudah sampai.
"Sweety km bisa jalan sendiri? gimana kalau aku saja yang menggendong km aja?"ucap alex antusias saat membuka pintu mobil untuk istrinya.
"Lebay km, aku bisa sendiri alex, kandungan aku juga belum kelihatan"balas ara terkekeh karena alex makin hari makin over.
"Baiklah"balas Alex kini udah merangkul istrinya dan maduk kedalam, karena kedua orang tuanya udah nunggu di dalam.
"Assalamualaikum"salam mereka saat buka pintu.
"Walaikumsalam, gimana? Siapa yang sakit? Ko bisa ke rumah sakit?"tanya Mommynya Ara sama Alex bergantian.
Alex sama Ara memberikan pelukan dan kecupan di pipi mereka.
"Ara punya kado buat mom sama mama"Ucap Ara yang masih memeluk ibunya.
"Kado apa? Mama gak ulang tahun loh"balas ibunya Ara.
"Mom juga gak"sahut Mommynya Alex.
Ara mengambil sesuatu di dalam tasnya, Ara menyiapkannnya saat mereka jalan pulang.
"Apa isinya?"tanya ibunya Ara saat menerima kado ukuran kecil itu.
Mommynya alex langsung mendekat.
Mereka langsung buka kado kecil itu dan mendapatkan beberapa foto ukuran kecil.
"Kamu hamil?"tanya ibunya Alex syok melihat itu dan menatap Ara.
Alex yang sudah di samping Ara mengecup singkat pucuk kepala istrinya. Ara mengangguk.
"Alhamdulillah"Mommyanya alex sama Ara langsung berlari ke ara memeluk Ara.
Alex melihat itu hanya tersenyum.
"Selamat sayang, astaga momi bahagia banget, sebentar lagi mami bakalan jadi seorang nenek muda"ucap momi alex heboh sambil memeluk menantunya.
"Dad juga gk nyangka sayang, sehat-sehat ya nak"dady alex memeluk Ara.
"Dady udah lepas jangan lama-lama"protes alex dibelakang.
"Sayang, terimakasih"ucap momi ara gantian memeluk Ara.
"Ah princess papi udah dewasa sekarang"ucap papi ara mata berkaca-kaca melihat anak satu-satunya ini.
Ya ara lebih dekat dengan Ayahnya dibandingin sama ibunya, tapi Ara juga enggak kekurangan kasih sayang dari ibunya.
"Papiii Ara bentar lagi jadi ibu"ucap ara senang memeluk erat ayahnya.
Dan satu persatu dari mereka memberikan ucapan kepada Ara.
"Apa km butuh sesuatu sayang?" tanya momi alex.
"Iya apa km ingin makan sesuatu gitu?"lanjut dady alex.
"Cepat bilang saja, kami akan siap membelinya"ucap orang tua Ara.
Ara melihat itu tersenyum bahagiah, mereka selalu menyanginyanya hingga bertanya sepeeti itu.
"Belum mom, Sweety km kalau mau sesuatu bilang saja sama aku, jangan sama mereka, aku akan menjadi suami siaga 24 jam sayang"ujar alex menatap keluarganya.
Ara menjawab hanya tersenyum, padahal baru 4 minggu gimana kalau selama 9 bulan, apakah mereka akan terus bawel seperti ini, batinnya.
Semua orang disitu tersenyum geli.
"Aku akan memintanya nanti, tapi sekarang enggak ada, mungkin belum ada"jawab ara santai.
alex hanya mendapatkan tatapan kesal dari kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.
♡♡
Malemnya...
"Sweety benaran km gak butuh sesuatu gitu?? Atau mau makan apa gitu?"untuk kesekian kalinya Alex bertanya tentang ngidam istrinya.
Ara menatap tanpa ekspresi kearah suaminya. Alex langsung tersenyum.
Saat ini alex dan ara berbaring di kasur saling berhadapan tanpa pelukan.
"Aleexx berhenti bertanya, aku bilang sekarang masi belum butuh apapun, mungkin belum, kandungan aku juga baru sebulan"balas ara geram menatap suaminya. Sedangkan alex hanya tersenyum menatap istrinya.
"Tapikan biasanya orang hamil suka minta sesuatu buat makan. ya seperti ngidam gitu"tanya alex sambil mikir-mikir.
"Stop alex kalau aku butuh aku bakalan minta ke kamu"kesel ara memejamkan kedua matanya.
"Baiklah, apapun itu kamu harus bilang ke suami kamu ini, jangan ke yang lain okey"ucap alex memeluk istrinya.
"Baiklah. km harus istirahat"lanjut alex.
"Apa besok kita harus pindah kamar di lantai dasar aja, biar km gk harus naik-turun tangga terus"ucap alex menatap lekat istrinya.
"Alexx"Ara mendengus sebel menatap suaminya. alex terkekeh mendengar suara peringatan itu.
suara peringatan sama persis dengan Maminya, dan kini ia mendapatkannya dari istri tercintanya.
"Baiklah okey aku nyerah, istirahatlah"nyerah alex mengeratkan pelukannya.
"*Terimakasih telah mempercayakan kami"batin Ara.
"Aku janji akan menjaga kalian dalam siaga 24 jam sayang"batin Alex*.
☆☆☆
Ntar gua upload lagi, teman lagi bertama jadi segitu aja dulu✌✌✌✌
Semoga suka😄😄😄
Jangan lupa Vote+Coment nya...
See You..