You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 47



Happy Reading.


PART INI MUNGKIN FORMAL BANGET BAHASANYA, AKU BELUM GANTI JUGA KARENA GK SEMPAT, WAKTU PADAT BUAT KERJA.


 


 


♡♡♡


Author Pov


"Sayang km yakin bisa sendiri?"tanya alex memastikan.


"Iya aku bisa sendiri sayanggg, ini udh kesekian kalinya kamu nanya terus ih, terus kapan aku bisa mainnya"Ara berusaha meyakinkan Alex.


"Shit kenapa km memakai Rok pendek sih, nanti kalau km jatuh bisa lecet kaki km"omel alex.


"Tunggu disini, aku mau beli pelindung siku sama lutut kamu dulu, setelah itu baru kamu bisa main"lanjut alex dan sebelum Ara melarangnya alex sudah berlari membelinya.


Tidak butuh menit alex sudah kembali membawa pelindung tersebut dan memakaikan di Ara.


Alex dan Ara saat ini berada di Lingkungan Menara Eiffel namun Ara lebih memilih bermain Sepatu Roda dan olahraga lainnya seperti memanah juga.


Sekarang sedah pukul 3 sore jadi tidak terlalu panas lagi, namun dinginnya.


Setelah memakaikan alex masih saja terus bertanya.


"Baiklah tapi ingat harus hati-hati, bukan. Km harus sangat hati-hati okey"ujar alex menatap manik mata Ara.


"Iya iya aku hati-hati, tapi lepasin tangan km, aku gk bakalan jatuh ko"balas gua karena heran sama sikap alex yang anggap gua sebagai anak kecil.


"mungkin dia terlalu sayang sama gua"batin Ara.


"Lagian aku sempat main ini juga saat aku masih di Eropa"lanjut ara meyakinkan Alex.


"Sekarang beda sayang, itukan 2 tahun yang lalu km mainnya"ujar alex lagi melihat Ara cemberut Alex langsung luluh.


"Baiklah, aku akan menjagamu dari belakang"lanjut alex alex dengan ragu melepaskan tangannya di pinggang Ara, karena Tadi saat Ara sudah menggukan Sepatu rodanya alex terus memeluk Ara.


Alex takut kalau sampai istrinya itu jatuh makannya dia terus memeluknya, ya walaupun kini mereka di tempat umum.


"Ingat harus hati-hati ya"ujar alex lagi dengan ragu alex mundur.


"Iya takut banget sih"


"iya takut km jatuh sayaaanggg"Geram Alex membuat ara mengangkat dua jarinya✌.


Ara pun mengambil langkah memainkan sepatu rodannya itu dengan senyum senangnya.


Alex terus mengikutinya dari belakang.


20 menit ara terus berputar di taman itu, namun tidak sendirinya alex terus mengikutinya dari belakang berjalan kaki seperti biasa alex tidak menggunakan sepatu roda.


Ara tadi sudah menawarkannya bermain bersama namun katanya lebih seru kalau main ice keting dari pada Main sepatu roda.


Menjelang beberapa menit alex tidak mengikutinnya lagi, alex berjalan pelan di belakangnya sambil sibuk menerima tlpon entah dari siapa.


"Ngerjain bisa kali ya. gk Dosa kan gua!"Gumam Ara dengan ide jail terlintas di kepalanya.


"Aleeeexxx Aaaaa"teriak Ara saat berlari menggunakan sepatu rodannya itu.


Namun yg melihat di belakang seperti kehilangan keseimbangan.. Dan seperti tidak bisa menghentikan Sepatu roda itu..


Alex syok mendengar suara familiar itu otomatis mengejar Ara, sekuat tenaga alex mengejar Ara takut Istrinya itu jatuh.


Namun dari jauh alex sudah melihat ara terduduk di lantai kasar itu.


Alex dengan nafas tidak teratur karena lari berjongkok langsung memeluk istrinya saat Ara berhenti.


"Apa km baik-baik aja, dimana yang sakit, tangan mu, kaki atau bagian mana yg sakit sayang"tanya alex bertubi-tubi sedangkan ara berusaha menahan senyumnya.


"Hey aku tanya kenapa kamu seny.....um"


"Kamu ngerjain aku ya"setelah sadar dengan senyum jail Ara.


Alex langsung memeluk Ara, ara membalas pelukannya.


"Hampir aja aku memarahi yang menjual sepatu sialan itu"geramnya saat melepaskan pelukannya.


"Lebay km ah, lagian km sibuk sama hp kamu sih, yaudah aku jailin aja"ujar ara dengan senyum senangnya.


"Makin nakal km ya"ujar alex melepaskan sepatu roda Ara dan pelindung tadi di pasangnya.


Sedangkan ara hanya senyum memerhatikan suaminya itu.


Kemana sifat arogantnya.


Kini diganti dengan setumpuk perhatian itu.


"Jangan senyum seperti itu, kalau tidak mau aku menciummu disini"ancamnya.


"Udah ayo"ujarnya sambil menarik pelan tangan agar ara berdiri.


"Mau di gendong hmm"tanyanya dengan serius


"Ah tau aja kalau gua capeh, suami yang peka"batin Ara


"Mau mau mau"jawab ara antusias.


"Mau di depan apa di belakang hmm" tanyanya senyum jail.


"Di punggung aja deh"jawab ara.


Alex berjongkong Ara langsung naik ke punggung Alex.


"Berat gk"tanya Ara yg sudah di gendongan alex.


"Uuuhhh berat banget aku gk bisa jalan"kata alex dengan suara di buat-buatnya.


"Yaudah aku turun aja"kata ara tidak enak.


"Gk ko sayang, gendong km kayak gk ada yang aku gendong"jawabnya dengan senyum manisnya.


"Terimakasih buat hari ini"ujar ara tulus.


"Sama-sama sayang mana hadiahnya"jawab dan memintah sesuatu.


Cup


Cup


Kecupan 2 kali di pipi kanan Alex.


"Nah itu baru istri akau"senyum yang sangat manis.


"Ngomong-ngomong Sahabat km kemana ya"tanya ara.


"Mana aku tau, biarin aja"jawab alex santai.


"Kita langsung ke menara ieffil kan"tanya Ara lagi.


"Iya sayang ku yg bawel"jawab ara gemes kalau bukan menggendong ara sekarang mengkin alex sudah mencium seluruh wajah Ara.


"Tapi setelah itu, kita ganti baju dulu"lanjut alex.


♡♡


Hanya butuh 10 menit mereka sudah sampai..


Dengan stelan yang mereka gunakan sekerang.


DDetelan kaos yang sederhana di paduin dengan cena jeans Hitam.


Alex dengan kaos putih polos di lapisi dengan kemeja jeans dan celana panjang hitamnya.


Dan dilapisi jaket tebalnya itu.


Namun tidak dengan ara, ara hanya melapirkan dengan sweater nya saja.


Dan benar indah banget kalau di malem hari dan banyak pasangan yang menghabiskan waktunya disini.


"Kamu tau aku bahagia banget, aku rasa ini seperti mimpi"ujar ara yg kini di pelukan alex, karena alex memeluknya dari belakang.


Cup


Alex mengecup pipi kiri Ara.


"Jangan bicara seperti itu, ini nyata sayang, apa yang kamu rasain sekarang adalah nyata"jawab alex mengeratkan pelukannya denga jaket super tebal yang di guanakan tadi.


"Kalau seandainya aku selingkuh apa..."tanya ara namun langsung di potong oleh alex.


"Jadi kamu jangan sampai berpikir semacam itu, karena aku tidak membiarkan otak udangmu ini berpikir menduakan aku, aku akan membunuh mereka-mereka yang mendekati km"ujar alex serius


"Suamiku sadis banget"batin Ara


"Mengerti sayang"tanya alex mengusap lembut pipi Ara


Ara hanya mengangguk aja..


Alex langsung memeluk Ara begitu erat..


"Aku sanagt mencintaimu sweetheart"bisik alex mengeratkan pelukannya


"Aku juga sangat mencintaimu suamiku"jawab ara, alex yang mendengar itu tidak bisa menahan senyumnya


Alex melepaskan pelakannya, menatap Ara dengan lembut dan wajahnya berlahan mendekat ke ara..


Cup


Kini bibirnya mencium bibir ara dengan lembut melemutnya dengan lembut..


Mereka berciuman di bawa Menara Effil..


Ara menjauhkan wajahnya mengambil oksigen karena kehabisan nafas..


"Terima kasih buat semuanya"ujar alex memeluk istrinya lagi


"Kamu tau, kadang aku berpikir  setiap hari aku menghabiskan waktu bersama kamu, tanpa ada gangguan siapapun, walaupun setiap hari kita seperti ini aku tidak akan bosan, aku bahkan sangat bahagiah, namun ada tuntutan lain untuk menghalangi ini, yaitu kerjaan aku dan kuliah kamu"ujarnya masih memeluk ara


"Selepas dari sini, kamu bakalan sibuk dengan kuliah km, begitupun aku dengan kerjaan aku sebagai bos di peeusahaan"lanjutnya melonggarkan pelukannya menatap lekat mata ara, kedua tangannya masih di pinggang Ara


"Tapi aku harap kita terus seperti ini walaupun kita sibuk"ujarnya lagi


"Ah manisnya suamiku"batin ara berteriak senang


Cup


Kecupan singkat di bibir Ara


Ara tidak berhenti senyum medengar kata-kata terpanjang yang alex ucapkan barusan..


Menurutnya itu kata-kata yang paling panjang saat iya bersama dengan alex


Cup


Kecupan pinda ke kening Ara cukup Lama..


Kruuukk


Krruuukk


Suara itu merusak suasana.. membuat senyum alex sangat lebar, ara senyum malunya..


"Maaf merusak suasananya"ujat ara malu


"Aaaiiisss kau merusak suasana saaja"batin ara


Alex hanya terkekeh..


"Km...."


Cup


Cup


Cup


Dengan gemes alex menciumi sluruh wajah ara...


"Gpp sayang, Kamu laper hmm"ujar alex terkekeh


Ara hanya mengangguk memegang perutnya


"ayo cari resto dekat sini"mereka pun keluar dari situ untuk mencari resto


Mereka berjalan dengan tangan kanan alex berada di pinggang Ara, begitupun sebaliknya dengan ara..


Beberapa menit mereka keliling akhirnya ketemu resto yang lemayan besar...


Mereka pun masuk ke Resto tersebut...


"Km mau mesan apa sayang"tanya alex yg kini mereka sudah duduk namun kini berada di ruang VVIV karena di paksa sama alex


"Terserah kamu aja deh udh laper"ujar Ara


"Baiklah aku mesan semua menu spesial itu"ucap alex tegas tanpa melihat pelayan itu


Pelayan itu langaung mengangguk dan pergi


"Km yakin mesan semuanya"tanya ara kaget


"Iya kan buat istri aku yg sedang laper"jawabnya masih senyum


Ara langsung mengangguk aja karena perutnya emang pengen di isi..


Beberapa menit hidangan pesanan mereka sudah datang..


Ara langaung menyantap makanan itu...


"Gk nyesel mesan banyak buat aku, enak banget"batin ara senang


"Kamu gk makan"sadar ara kini alex hanya menatapnya


"Lihat km makan aja udah kini kenyang yangg"jawabnya kedua tangannya memmpong dagunya


Dan senyum manisnya..


"Haloooo syang-syang"teriak seseoarang kini di dekat mereka


Ara yang makan kaget langsung kesedek makan tadi..


Alex langsung memberikan minum dan mengusap lembut pnggung ara..


Alex yang tau suara itu langsung menatap  tajam ke orang itu


"Oopss maaf"ucap seseoarang itu menutup mulutnya


"Lu udah bangunin singa yg lagi tidur"bisik seseorang di belakangnya


"Siap-siap aja habis ini"bisik seseorang lagi


Sedangkan tiga vewek di belakang hanya diam menyaksikan itu takut di marahin lagi...


"Luu,,, hampir aja lu bunuh istri gua monyettt"bentak Alex ke orang itu


"Alex udah aku gpp ko"ara berusaha mengenangkan alex


"Ck ngapain kalian kesini"geram alex menatap tajam segrombolan orang itu


"Gitu banget sih nyapa sahabat ih"kata Deva sebel


Ya sekarang deva dan kawan-kawannya sudah berada di resto ini..


Awalnya mereka makan di ruang sebelah, namun mereka sadar akan ada alex mereka pun bergabung...


Sedangkan yang cewek udah duduk di samping Ara yang sudah asik dengan makanannya..


"Wah ada makanan nih"teriak deva lagi


Hanya menjaili alex saja, karena mereka sudah makan sedari tadi..


"Jangan sentuh, ini buat istri gua"galak alex


"Gitu banget ih"gumam jeson mengambil duduk di temoat kossong di susul dengan roni dan deva


"Setan kalian, ganggua aja"kata alex masih kesel


"Hahahahah"tawa ketiga cowok itu


Tanpa mereka peduli alex yang kesel mereka mengambil buah yang di meja dan memakannya..


★★★★★★★★★


Segitu aja dulu ya heheh


Semoga kalian suka...😊😊😊


Jangan Lupa Vote + Comentnya ya...


See You....