
Ini udah mau end😢😢
Padahal kangen banget sama keluarga ini😂😂
Happy Reading....
☆☆
Author POV
enggak terasa hari ini adalah bulan ke 4 pernikahan mereka, Tapi enggak ada kinflik yang membuat mereka saling jauhan.
justru membuat hubungan mereka semakin erat.
Setelah acara wisuda istrinya 2 bulan lalu, namun suaminya enggak mau mengizinkan istrinya bekerja.
"Aku enggak izinin km kerja Tiara, aku hanya ingin kamu duduk manis di rumah dan menyambut suami kamu saat pulang kerja, tanpa km kerja aku sanggup nafkahin km sayang, km minta apa aja aku kasih asalkan km enggak capeh kerja"ucap alex waktu itu saat ara membicarakan pekerjaannya.
"Aku hanya ingin km mengurus suami kamu ini, sampai suatu saat nanti kita bakalan punya anak. dan kamu yang akan jagain dan mengurus kami, aku dan anak kita nanti, aku akan sibuk kerja jadi km satu-satunya ngasih perhatian ke anak-anak nanti, kalau km kerja siapa yg mengurusi mereka, aku enggak mau mereka kekurangan kasih sayang dari orang tuanya, aku sibuk tapi aku akan berusaha bantuin km buat menjaga mereka juga, memberi perhatian dan kasih sayang buat kalian"lanjut alex berusaha menjelaskan kepada istrinya.
"Baiklah. aku akan di rumah saja, tapi kamu enggak boleh melarang aku berkunjung di rumah sahabat aku, kalau km melarang semuanya juga, aku pastiin aku bisa mati kebosanan di rumah besar ini"gerutu ara cemberut menatap suaminya.
alex terkekeh dan mendekati istrinya yang duduk di sofa, sedangman Alex duduk di meja kerjanya.
"Kalau tau gitu, kenapa aku enggak usah sekolah aja, dan buat apa aku repot-repot kejar dosen"gumam Ara membuat aelx semakin terkekeh.
"kalau kamu gak sekolah dan gak kuliah, mana bisa aku ketemu kamu dan nikahin kamu"balas alex ikut duduk di samping istrinya.
"kerja ya, aku ingin meradakan dunia kerja, mendapatkan hasil uang dari keringat sendiri"Rayu Ara sambil bersandar di bidang dada suaminya.
alex tersenyum karena alex udah tau kalau istrinya ini berusaha merayunya.
"sekali enggak, tetap enggak sayang. gini aja kamu mau jadi sekretari ak--"
"No-- Aku gak mau sama aja aku gak kerja alex"sahut Ara cepat membuat Alex terkekeh.
alex dengan jelas mengingat percakapan itu. istrinya masih berusaha merayunya untuk terjun di dunia kerja.
Dan oya sahabat mereka sudah menikah Jeson menikah saat hari ke-2 setelah ara wisuda.
Sedangkan Roni tepat 2 bulan yang lalu pertengahan tanggal.
Deva saat ini belum menikah karena calonnya belum siap untuk berumah tangga, perasaan sabar Deva menunggu kekasihnya siap.
"Sayangg aku harus ke kantor sekarang"alex berusaha membujuk istrinya yg saat ini enggak mau melepaskan pelukan.
"Enggak mau, km enggak boleh berangjat bekerja hari ini"teriak Ara yang matanya udah berkaca-kaca dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Baiklah, jangan nangis sweety"alex menyerah dan mengusap lembut wajah istrinya.
Ara langsung tersenyum lebar dan mengecup pipo suaminya dengan oerasaan bahagia.
"Gua serahkan meeting hari ini sama lu"ucap alex saat seseorang mengangkat tlponnya.
"sikap kamu aneh sayangg, apa kamu sakit?"tanya alex memeluk istrinya dan menempel punggung tangannya di kening Ara.
"Aku gak sakit aku cuman pengen km di rumah"balas ara manja di pelukan suaminya.
"Alex"panggil Ara mendongak ke alex
"Hmmm"gumam alex membalas tatapan istrinya.
"Aku ingin memanah dan memakai baju seperti pemanah"ucap Ara penuh antusias.
Alex bingung melihat istrinya seperti ini, dengan gerakan pelan punggung tangan alex nempelkan kembali di dahi istrinya.
"Gk sakit"gumam alex pelan saat merasakan suhu tubuh istrinya.
"Aku gak sakit"gerutu ara kesel melepaskan pelukannya.
"Emang km bisa main olahraga itu?"tanya alex memastikan namun ada sedikit kerutan di dahinya. karena bingung.
"Aku enggak tau cara mainnya, maka dari itu aku pengen coba belajar"balas Ara masih antusias.
"Baiklah, di hari libur kita akan ke tempat olahraga itu ya"balas alex menarik istrinya dan memeluknya.
"Aku maunya sekarang, bukan hari libur"ara langsung melepaskan pelukan suaminya.
"jangan sekarang, kan kita dirumah aja"balas Alex membuat ara semakin cemberut. Ara langsung turun dari kasur dan duduk di sofa.
ara sekali kali menatap kesal kearah suaminyaÂ
"Hey kenapa ngambek gitu, aku enggak bisa sekarang sweety, kerjaan aku memeriksa beberapa berkas buat meeting penting besok"jelas alex ikut turun dan mendekati istrinya.
"Km lebih milih berkas itu hikz, kamu lebih milih kerja, katanya keluarga utama, tapi apa kamu malah lebih mentingin kerjaan"
"Km gk sayang lagi sama aku, km lebih mentingin berkas itu"ara duduk di lantai langsung menangis seperti anak kecil sambil menghentakan kedua kakinya.
Alex menatap istrinya sebentar dan melangkah mendekati istrinya.
sejujurnya alex gemes sendiri tapi alex gak mau buat suasa semakin rumit kalau menggoda istrinya.
"Tiara dengarin dulu, aku sayangg sama kamu dari awal sampe sekarang masih sama, tapi ini..."ucap alex memeluk istrinya dan mencoba menjelaskannya.
"Itu artinya km gak sayang sama aku, km lebih milih berkas itu, aku benci sama km"balas ara masih menangis dengan kasar melepaskan pelukan alex.
"sweety"panggil alex namun ara menjauh darinya, Ara langsung keluar dari kamar.
"Tiara hey jangan menjauh, dengarin duku"ucap alex namun ara terus melangkah mundur sambil menangis.
alex takut ara tajut di tangga tepat di belakang istrinyaÂ
"Km gak sayang lagi sama aku hikz hikz"ucapnya menutup wajahnya terduduk dilantai lagi.
"Oke oke, kita pergi sekarang, jangan nangis lagi oke. ayo kita pergi ya. jangan nangis lagi"ucap alex sudah berjongkok di depan istrinya.
Ara mendengar itu langsung mendongak menatap alex dengan senyum lebarnya. berbeda dengan alex mengerutkan keningnya.
"Benaran?"teriak Ara antusias menatap suaminya. alex tersenyum dan mengangguk.
"Iya benaran. sekarang bersiaplah, aku tunggu kamu"ucap alex tulis sambil menghapus sisa air mata ara dengan jari jempolnya.
"Dan ini, aku enggak suka melihat air mata km sweety, jadi please! jangan nangis lagi"lanjutnya alex memeluk istrinya.
"Siap komendan"teriak ara semangat sambil mengangkat tangannya, seperti hormat
setelah melepaskan pelukannya.
Alex tersenyum melihat istri berubah mood begitu cepat.
Namun otaknya masih berpikir keras seminggu ini istrinya selalu bertingkah aneh. Hal yang gak masuk akal bagi alex.
Dan selama seminggu ini alex enggak masuk kantor karena istrinya menahannya.
Saat alex membantah pasti istri akan menangis seperti barusan.
Namun enggak sama hari ini istrinya memintah ke tempat itu. Olahraga memanah.
Kemarin-kemarin istrinya hanya memintanya untuk menemaninya tidur seharian. Males-malesan di rumah.
"Aku udah siap"teriak ara berdiri depan alex dengan senyumnya.
"Baiklah ayoo"alex mematikan sambungan tlponnya dan bergandeng tangan istrinya keluar dari kamar.
_♡_♡_
Dimobil...
"Pakai sabuk pengamannya sweety"perintah alex saat ara belum juga memakainnya.
"Pasangin"manja Ara dengan wajah imutnya. Alex tersenyum dan langsung memasang untuk istrinya.
Cup
"Kenapa hari ini km lebih manja dari yang kemarin. Tapi aku suka"ucap alex setelah mengecup singjat kening istrinya. Ara hanya tersenyum polos menatap suaminya.
"Aku gak tau. Apa kamu gak nyaman?"tanya Ara dengan tampang cemberut menatap suaminya.
"Nyaman, Aku suka kamu manja kayak gini"balas Alex menatap singkat istrinya dan ya tebak alex benar, istrinya kembali senyum lebar dan polos itu semakin membuat alex tak berdaya untuk menolak semua kemauan istrinya.
"I Love U"Ucap Ara memeluk dan bersandar di lengah alex. Alex mengusap lembut rambut istrinya dan kembali fokus menyetir.
_♡_♡_
30 menit kemudian...
Kini mereka sudah di lokasi pemanah yang Ara harapkan.
"Aku juga pengen pakai itu kayak mereka"tunjuk ara ke arah banyak orang yg sedang mamanah di lapangan sana.
"Baiklah kita ke ruang ganti kalau gitu"alex posesif memeluk pinggang istrinya. Mereka pun melangkah menuju ruang ganti.
"Aku tunggu disini, km masuk aja kedalam"ucap alex saat sudah di depan ruang ganti wanita, Ara mengangguk dan masih tersenyum.
Cup
Kecupan singkat di bibir alex.
"Tunggu disini, awas jaga matanya"ucap ara terkekeh langsung masuk ke dalam ruangan ganti.
"Aku udah selesai. Ayo kita ke lapangan, aku udah gk sabar"ucap ara gurang saat keluar dari ruangan dan menggandeng lengah alex.
"Ada yg bisa saya bantu?"tanya seorang pelayan berdiri di samping pintu masuk.
"Mana yang paling bagus pas di pake dan gak bahaya"tanya alex kepada pelayan sambil melihat pemana itu di belakang pelayan itu.
"Baiklah, ini yang paling aman tuan, dan ini yang terbaik disini"jelas pelayan itu sambil memberikan ke alat itu ke alex.
Alex melihat lihat dan mencoba menariknya. Ara di samping hanya sibuk merhatiin mereka berdua.
"Apa tuan yang menggunakannnya?"tanya pelayan itu. Alex gak jawab dan menatap istrinya.
"Isstri saya yang Make"balas alex mengeratkan pelukan istrinya dan posesif memeluk pinggang istrinya.
Pelayan itu tersenyum menatap mereka.
Alex menatap istrinya saat Ara melepaskan pelukannya. Dan Ara tersenyum sangat lebar sama pelayan itu.
Alex memasang wajah tak percaya melihat wajah bahagia istrinya menatap pelayan itu.
Cup
Alex langsung mengecup singjat pipi istrinya karena geram.
"Simpan senyum kamu sweety kalau gak mau aku pulangin"bisik alex selesai mengecup pipi Ara.
Pelayan yang melihat itu syok. Melihat itu tiba-tiba di depan matanya.
"Astaga sangat over sekali suaminya"batinnya sambil menatap pasangan itu.
"Apa aku boleh minta sesuatu lagi ke kamu alex?"tanya ara ke alex masih dengan senyum lebar dan terlihat sangat antusias. Alex mau gak mau hanya mengangguk.
"Jangan aneh-aneh sweety, yang baik aku akan mengabulkannya tapi kalau yang bur---"balas alex lembut
"Aku pengen dia yang mengajari aku memanah"sahut ara cepat penuh antusias dan senyum menunjukan kepada pelayan cowok itu.
"WHAT! NO--NO--BIG NO sweety, minta yang lain"teriak alex syok akan permintaan istrinya. Alwx menarik tangan ara lembut agar ara tetap di sampingnya.
"Kenapa harus dia, aku bisa ngajarin kamu sweety, kamu taukan suami kamu yang tampan itu ahli dalam bidang olahraga apapun, jadi lebih baik suami kamu yang ngajarin kamu, suami yang sah sweety"jelas alex sangat manis dan berusaha snagatvlembut agar istrinya nuru.
"Aku tau itu, tapi aku hanya ingin dia yang mengajari aku, kalau gak aku nangis nih?"ancam ara membuat alex menghembus nafas panjang, bahkan sangat panjang.
Berbeda dengan Ara Senang melihat suaminya kepanikan karena permintaannya.
ara melihat ke arah pelayan itu dengan senyum manisnya, namun enggak sama pelayan itu, pelayan itu takut menatapnya dan juga alex.
Jelas aja pelayan itu takut karena alex menatap tajam kearahnya.
"Oke, yang cewek ya jangan cowok? Ntar dia bisa mel--"
"Dia alex, aku cuman pengen dia yang ajari aku. Dia ganteng, putih bersih. Ih gemes"Alex semakin syok melihat istrinya mencubit pipi pelayan itu.
"TIARAAAAA- kamu sadar gak sih kalau aku masih disini, buka mata kamu lebar-lebar, Aku yang paling ganteng dibandingin dia"Protes alex terheran-heran menatap istrinya.
Bukannya Ara takut sama alex melainkan Membuat alex semakin geram saat Alex melihat Ara menatap Pelayan itu dengan tatapan bahagiannya.
"Lepasin tangan kamu Ara, Astagaaa-- aku suami kamu dan masih disini kamu meluk cowok lain?"alex semakin frustasi saat istrinya memeluk lengah pelayan itu.
"Aku cuman pengen dia yang ajari aku. Kamu mau kan?"tanya Ara ke pelayan itu tersenyum manis dan menatap alex dengan tampang cemberut.
Pelayan itu hanya diam dan bingung menatap mereka. Dia gak bisa bertindak sekarang. Menghadapi suami istri yang lagi ngamuk.
"Berhenti menatap istri aku kayak gitu"geram alex kepada pelayan itu. Pelayan cowok itu semakin takut.
"Sayangg aku bisa meng...."
"Enggak mau alex, aku hanya oengen dia yang mengajari aku, Bukan kamu dan bukan yang lain"dengan mata berkaca-kaca Ara menatap alex.
Sekian kalinya Alex menghembus nafas panjang menatap istrinya.
"Okey baiklah- baiklah, jangan nangis"Alex terpaksa mengiyakan namun kepalanya menggeleng semakin buat Ara cemberut.
"Ko kamu geleng sih, Gak mau? Kamu ko tega gak mau nuruti permintaan ak--"
"Oke, dia yang ajarin kamu tapi menjauh sedikit Tiara, kamu terlalu dekat sama dia"Alex menarik lembut tangan istrinya agar tidak dekat sama pelayan itu.
"Lu kesini"panggil alex dingin kepelayan itu. Pelayan itu berjalan dengan rasa takutnya.
"Nama lu siapa?"bukan suara alex namun Ara yang bertanya ramah kepada pelayan itu.
"Shit"umpat alex kesaln dan emosi melihat tatapan antusias istrinya itu ke pelayan itu.
"Sa-saya Adit Nona"balas palayan itu takut menatap alex.
"Baiklah ayo, Lu yang majarin gua memanah"ucap ara senang sambil mengaitkan tangannya di lengah pelayan itu.
"Sweety enggak pegangan juga kali, menjauh dari istri gua"ucap alex memisahkan mereka.
"Maaf tuan"pelayan itu masih menunduk takut.
"Lu dengar sendiri kan barusan, jadi lu yang awasi dia memanah, jaga jarak sama istri gua"jelas alex dingin dan sedikit berbisik di kalimat akhirnya.
"Alex gimana dia bisa ngajari aku kalau berjauhan"protes ara mendengar bisikan alex tadi.
"Kalau begitu biarkan aku saja yang mengajari kamu sweety. Suami sah kamu ini"balas alex menatap lembut istrinya.
"Aku mau sama dia"sahut ara cepat membuat alex terus mengumpat.
"Dan km Alex teriak, kamu buat dia takut"lanjut ara menatap kesal kearah Alex.
"Ayoo kita turun ke bawa"lanjut ara langsung menarik tangan pelayan itu meninggalkan alex dengan tatapan syok nya.
"Hey Tiara, kamu salah gandeng, suami kamu masih disini"teriak alex geram dan kesal.
Tempat ini seperti ruangan seperti lapangan bola gitu, penontonnya berada di tangga sedangkan yang ingin berlatih dan bermain pana itu akan turun ke empat yang berumput itu.
Alex duduk depan dan di dekat dengan tempat istrinya yg sedang berlatih didepannya..
Kalau dilihat di arah belakang pelayan itu seperti memeluk istrinya.
Alex berdiri melangkah ke arah istrinya.
"Menjauh sedikit dari istri gua- br*ngsek"geram alex sambil menarik pelayan itu menjauh dari Ara. Rasa cemburu menyelimuti nya.
Pelayan itu ketakutan melihat alex bertiak, semua langsung melihat ke arah mereka.
"Alex kamu kenapa? aku hanya ingin berlatih, jadi please! duduk yang manis di belakang"ucap ara kesal meletakkan alat mananya dan memeluk suaminya hingga duduk kembali.
"Aku enggak suka ka.u berdekatan dengan cowok lain sweety"ucap alex dingin menahan emosinya.
"Kalau km sayang sama aku, biarkan aku bermain, hanya beberapa jam kedepan"ucap ara hampir menangis.
"Okey jangan menangis sweety, aku enggak suka"alex memeluk istrinya.
Berulang kali alex menghembus nafas panjangnya karena manahan emosinya.
"Kalau gitu kamu harus diam disini jangan kemana-mana, kalau enggak mau aku berlama disini"ancam ara membuat alex diam.
"Shit"umpat alex.
Ara langsung meninggalkan suaminya dengan senyum manis.
Entahla kenapa dia bisa melakukan itu, ini hanya refleks dari bagian isi pikirannya.
Sebenarnya istrinya sangat cantik menggunakan pakaian itu.
awalnya alex berpikir dia akan mengajari istrinya, namun ternyata diluar dugaannya.
"Sial, shit shit "alex terus mengumpat melihat istrinya di depan yang sedang berlatih.
Selama 20 menit alex masih saja mengumpat.
tidak tahan lagi alex langsung melangkah ke Arah istrinya.
"Alex apa yang kamu lakukan, turunkan aku"teriak Ara saat alex memikulnya seperti beras.
"Kita akan pulang"jawab Alex terus melangkah menaiki anak tangga menuju pintu keluar.
Ara terus merontak dan memukul punggung suaminya ingin turun.
"Diam Tiara, kesabaran aku ada batasnya, kalau enggak mau aku kelapangan"ancam alex.
 ara langsung bungkam menatap alex enggak percaya, alex terus menaiki tangga itu.
"Mana bisa aku melempar kamu sweety, kamu lecet sedikit aja buat aku khawatir"batin alex terkekeh.
☆☆☆
Segitu aja dulu😄😄
Maaf kalau banyak typo, karena belum revisi😂😂
Jangan lupa Vote + Coment nya...
See You......