You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 23



Hay guys...


Jumpa lagi hihihi


Capcusssssssss


****


Author POV


Bandara hari ini ada hari dimana seorang gadis meninggalkan tempat menuntut pendidikannya ke tempat kelahirannya.


Tapi iya merasa sungguh berat meninggalkan kota ini, walaupun hanya beberapa hari dia pergi.


"Beres tinggal ngasih aja"gumam seseorang.


Pria itu langsung pergi meninggalkan tempat ini.


.....


"Ini di minum dulu, maaf telah membuat kamu ketinggalan pesawat"ucap cowok itu penuh penyesalan.


"Santai aja kali, kan ini udah dapat tiket penerbangan selanjutnya kan"santai cewek yg di depannya.


Cowok itu langsung mengambil duduk di samping cewek itu.


"Dev bolehkan lu nemanin gua sampai pesawatnya take off"pinta cewek itu.


"Iya Ra tenang aja, kan gua juga yg salah"Jawa cowok itu.


Ya mereka adalah Deva dan Ara.


Awal tekad Deva untuk mengantar temannya itu, yang iya kenal baru beberapa hari ini.


Namun karena macet dan walaupun mobilnya mogok jadi membuat temannya ketinggalan pesawat.


Tapi itu sudah di maafkan oleh gadis itu, tapi bukan Deva kalau hanya menerimanya Deva menggantikan dengan memberinya tiket pesawat penerbangan selanjutnya.


"Dev fotoin gua dong gua mau Upload di IG nih"pinta Ara.


Karena merasa bosen jadi dia memilih untuk bermain sosmed.


"Sini HP lu"minta d3va.


"Yeeee"senang Ara.


Cekrek


Cekrek


"aaaaa bagus banget, ternyata lu bakat juga ya"kata ara.


"lu ngeremehin gua"merasa tersindir dan duduk di samping Ara.


ara ngangguk aja.


"upload ah di IG"batin Ara.


      



💗103.0234


TiaraP_Cahya mungkin dengan cara ini aku bisa melupakan semua yang terjadi di sini SMILE :) :) :)


Bg cemng mau kemana neng cantik ??


benny Duh Cantiknya


Coment 25670


ara hanya senyum melihat komentar yang sangat gokil.


Tidak ada lagi yg berbicara masing-masing sibuk dengan hpnya sendiri.


hhoaaaaa


"Dev Gua ko ngantuk gini ya"tanya Ara menahan kantuknya.


"Yaudah tidur sini, ntar gua bangunin kalau waktunya cek in"jawab Deva memegang kepala Ara tidur di bahunya.


"Awas kalau lu gk bangunin gua, gua pites lu"ancam Ara.


"Yee copas lu"


"Biarin"


"Benaran ya lu bangunin gua"lanjut Ara


"Iya iya, bawel ah"


Ara langsung menyandarkan kepalanya di bahu Deva dan tidak butuh waktu lama Ara sudah ke alam mimpinya.


"Yeeesss Berhasil"gumam Deva dengan senyum bangganya.


.......


"Eh pea jgn nyari kesempatan ke cewek gua"kata cowok yg baru datang itu.


"Yeeeeee gk tau berterima kasih lu"jawab Deva kesal.


"Nyet lu beruntungnya bisa gitu"tanya cowok yg satunya yang berada di belakang alex.


"Iya dong Rangg"bangga Deva mau mengusap kepala Ara namum udah dipukul lebih dulu sama alex. ditamoah pukulan di kepalanya.


PLETAK


"Berhenti manggil gua pirang nyet"kesel cowok yg berambut pirang itu.


"Sakit bego, gua pites lu"kesel Deva menatap tajam kearah sohibnya.


"Itu Mulu ancaman lu"remeh si pirang itu.


Walaupun ke tiga cowok ini berdebat tapi tidak sedikitpun mengusik tidurnya Ara.


Ara begitu tenang dan nyenyak banget saat tidur.


"Eh nyet gantiin gua ni, pegal bahu gua"suru Deva saat udah lelah karena sudah 20 menit berlalu.


"Gua sih gk masalah"kata si pirang itu mau mengambil alih memangku kepala ara.


"Yee siapa yg nyuruh lu, gua kan nyuru nyet ini"kata Deva sambil nenjuk cowok yg sedari tadi merhatiin Ara. alex.


"Dengan senang hati"balas alex langsung.


"Eh ko lu gendong sih"tanya si pirang saat melihat sohibnya menggendong Ara.


"Gk usah bacot ayoo"balas alex.


"Bawa kopernya"lanjutnya dan langsung membawa Ara.


"Ya ya ya, lu bawa ini aja Dev, gua bawa ini"kata si pirang memberikan tas cewek ke Deva dan dia mendorong koper Ara.


"Sialan lu rang, masa gua bawa tas cewek sih"kesel Deva.


Tapi dia langsung mengejar kedua sohibnya itu.


"Woy cepet gua gk bisa buka mobil Nyeeeeett"teriak cowok yg sedang menggendong cewek itu.


Biasanya orang yg sedang tidur saat ada suara bising pasti bangun, namun Ara tidak mengusik tidur nyenyak nya itu.


Ya dia seperti putri tidur yg menunggu pangerannya.


"Eh pea lu gk takut ni Ara bangun"tanya si pirang yg membuka pintu.


"Gk lah Rangg, kan gua udh kasih obat tidur yg kadar dosisnya tinggi"kata Deva dgn santai.


"Hey kapan kalian di luar, cepat masuk"perintah temannya yg sudah duduk di belakang bersama kepala cewek itu di pahanya, agar badan Ara tidak sakit saat bangun.


"Siapa yg nyetir nih"tanya si pirang.


"Ya Lu Lah"jawab ke dua sohibnya secara bersamaan.


"Ko gua lagi sih"protesnya.


"Lah emangnya siapa yg duduk di kursi pengemudi raaannngg"geram Deva.


"Ya gualah"ceplos si pirang.


"Hehehe oke oke gua yg nyetir"sadar si pirang.


.......


20 menit berlalu......


"Eh bawa dia kemana nih nyet"tanya si pirang.


"Ke apartemen gua aja"jawab cowok yg di belakang bersama Ara itu.


Yg si pirang mengangguk aja.


Dia terus memandangi wajah Ara tanpa meninggalkan sedetik pun.


"Cantik"gumamnya.


......


"Eh dia kenapa"tanya cewek saat melihat si cowok itu menggendong cewek.


"Dia gpp ko"


"Gimana udah beres semua"lanjut cowok itu.


"Udah, semuanya beres"ucap ceria cewek itu.


"Yaudah gua balik ya"lanjut cewek itu.


"Oke"jawab singkat si cowok itu.


"Terus kita gimana" tanya Deva dan si pirang secara bersamaan.


Sambil nunjuk diri mereka.


"Pulang"jawab singkat si cowok itu.


"Yaudah deh, gua balik mau siap-siap juga"kata Deva langsung keluar dari apartemen sohibnya.


"Gua juga kalau gitu"ucap si pirang langsung menarik koper yg dia bawa ke ruang tamu.


"Jangan buntingin anak orang ya"ucapnya sambil menepuk bahu sohib nya yg masih setia menggendong Ara.


"Sial lu"kesel cowok itu


Setelah semuanya pergi, cowok ini langsung membawa Ara ke Kamarnya.


Mungkin Ara lebih nyenyak saat tidur di kasurnya.


Dia meletakkan Ara di Kasurnya dengan penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu tidur Ara.


Kemudian dia berahli ke hpnya untuk menelpon seseorang.


"Gimana lu udah ketemu yg gua bilang tadi pagi"tanya saat seseorang yg sembarang di sana jangankan tlponya.


"..........."


"Oke sip, kalau Sdh lu langsung ke apartemen gua aja"ucap cowok itu.


".........."


"Oke bye"


Menutup telponnya dan berahli lagi ke Ara yang masih setia dengan mimpinya.


Entahlah apa yg sedang Ara mimpikan hingga tidak mengusik tidurnya saat di bandara hingga ke apartemen ini, lebih tepatnya sudah di kamar.


Cowok mengambil duduk di samping kasur yg Ara tidur itu, melihat dengan inci setiap wajah Ara.


"Lu lagi mimpi Ara sih ko Lu gk bangun-bangun saat gua gendong"tanya si cowok itu kepada Ara.


Entahlah kenapa dia bertanya seperti itu.


"Km masih aja kebo"kekehnya.


"Dasar Princess kebo"kekehnya lagi.


Si cowok itu Langsung berdiri keluar dari kamarnya meninggalkan Ara.


Karena dia mempunya tugas yg harus iya selesaikan.


****


Huwaaaaa


Siapa ituuuuuu


jangan lupa Vote + Coment 😘😘😘😘😘


See You guys...........😍😍😍