You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 19



hay guys


hehehe nih gua lagi baik hati jadi gua ngasih lagi ♡


♡♡♡♡


Author POV


"hey kenapa lu terus ikuti gua"teriak Ara di deoan cowok itu.


"kenapa dia seperti ini selalu membuntutiku saat aku kemanapun, gk ada kerjaan banget"Batin Ara merasa ada yang aneh sama cowok itu.


"pede, gua kan mau ke kantin juga, kenapa lu sewot gitu"ngelaknya.


"Sabar Ara sabar Orang sabar di sayang pacar Ara....Ingat itu..."batin ara.


"oh, terserahlah" Ara langsung nyari tempat duduk yang kosong. setelah dapat Ara langsung duduk.


"gua disini juga ya, tempat duduknya penuh"katanya udah duduk di hadapan Ara.


ara menyipit kedua matanya karena merasa gk nyaman sama cowok itu.


"kata siapa tempat duduknya penuh, tuh disana masih banyak yang kosong"kata Ara kesel sambil nunjuk meja yang kosong


"tapi gua pengennya disini"kata cowok itu santau dan masih tetap duduk.


"terserah lu deh"balas ara pasrah.


"lu udah mesan? biar gua yang mesan aja gimana?" tawar cowok itu buat Ara semakin curiga.


"bakso bulat yang besar 1, yang sedang 3, dan yang kecil 3, di tambah minumnya jus alvokat gk pakai susu ya"jawab Ara manatap curiga ke arah cowok itu.


"Lu gk ada niat tersembunyi buat racunin gua kan?"tanya ara membuat cowok itu langsung tertawa. hinggarmbuat penguntung kantin melihat kearah mereka.


"kecil-kecil tapi rakus juga ya"gumam cowok itu.


"hey gua masih dengar ya, kalau gk mau mesan, yaudah gua bisa mesan sendiri"ara benajak dari duduknya namun di tahan sama cowok itu.


"galak amat mbak, biar gua yang mesan"balas cowok itu terkekeh.


"yaudah sana, hush hush hus"usir Ara terhadap cowok itu.


"yaaa lu kira gua ayam apaan main usir aja"gerutu cowok itu.


"sana cepatan gua laper"teriak Ara dengan ekspresi dibuat buat.


"baiklah nona"cowok langsung pergi memesan makanan untuk mereka.


"rasain emang dia hafal apa sebanyak itu"gumam Ara.


awas aja nanti kalau salah.


ngomong-ngomong hubungan gua sam alex udah jalan 6 bulan, tapi tanpa ada yang nyatakan cinta tapi.... ya gitulah.


semoga semuanya baik-baik saja, biarkan lah waktu yang menjawab semuanya.


♡♡♡


"pesanan datang"teriak cowok yang membawa nampan.


"ko lu bisa hafal pesann gua tadi"tanya Ara heran melihat pesanannya.


"apa sih yang gk buat lu"balas cowok itu tersenyum dan langsung menaruh nampan itu di meja.


"cie pipinya merona hahaha"goda cowok itu saat melihat Ara tersipu.


"terimakasih"ucap tulus Ara mengambil makanannya.


"eh ngomong-ngomong kita belum kenalan loh"ucap cowok itu, Ara menatap wajah cowok itu.


"terus?"santai Ara santai.


"ya kita kenalan lah, kenalin gua Deva, Deva Apriano grahma,"cowok itu memperkenalkan dirinyanya.


Ara cuman ngangguk, sambil mencicipi makanannya.


"lu Tiara Putri Cahayaty kan?"


"uhuk uhuk" Ara langsung kesedak sama kuah bakso, Deva langsung memberikan air untuk Ara.


"nama lu cantik kayak orangnya"lanjut Deva semakin membuat Ara melotot tak percaya.


"Lu tau nama gua? lu stalker? jangan-jangan lu..."


"ya Enggaklah, semua orang juga tau kali kalau lu Tiara"balas cowok itu cepat sambil terkekeh karena menurutnya ekspresi Ara sangat lucu.


"Lu siapa sih? jurusan apa lu? ko lu bisa tau gua?"Tanya Ara bertubu-tubi saat udah selesai minum air.


Deva hanya tersenyum.


"Gua mahasiswa pindahan sini, kebutulan aja gua tau lu"Balas Deva membuat ara semakin curiga.


"Lu bukan psykopat kan? lu buat gua takut sumpah"Balas Ara ngeri lihat Rian, dan itu semakin membuat Deva tertawa lepas.


Deva menganggap Ara lucu.


"sweetheart"panggil seseorang membuat ara sama Rian langsung melihat orang itu.


"OMG mampus gua"gumam Ara saat melihat Alex didepannya, tepat samping Deva.


Deva menatap Ara dan alex bergantian.


"Oh, jadi gini yang kamu lakuin, setelah aku tlpon barkali-kali kamu gk pernah angkat sms gk di bales, aku kerumah km gk ada, nanya ke teman km katanya udah balik, ternyata km senang-senang disini ya"bentak Alex tiba-tiba datang di meja Ara.


ara menggeleng menatap Alex karena alex salah paham.


"Sama cowok"lanjut alex dengan emosi.


semua pengunjung kantin melihat jearah mereka.


"lex, maaf ini gk seperti yang km pikirin, aku juga baru kenal sama dia"jelas Ara sambil nunjuk ke seseorang yang depan Ara.


Sedangkan kan Deva hanya diam saja melihat Ara dan Balik melihat Alex.


Deva diam karena bingung melihat mereka.


"lu mendingan ngomong deh, benarankan kita baru aja kenal"Lanjut Ara menyuruh Deva ikut jelasin juga.


"km gk usah ngelak kayak gitu Ra, aku tau selama ini hanya aku yang perjuangin km, aku sadar km gk bakalan mau balas perasaan aku"suara alex mulai pelan dan terlihat sangat kecewa.


"please jangan kayak gini dong gua mohon"Gumam Ara.


"dia siapanya lu ra?"tanya Deva mrmbuat Ara semakin kesal.


"lo jangan ikut campur urusan gua,"teriak alex mendorong deva.


"ini urusan gua sama cewek gua"lanjut alex menarik tangan Ara.


"Lu sebagai cowoknya jangan kasar-kasar dong, Lu cowk bukan?"Teriak balas Deva membalas dorongan Alex.


"please lex jangan berantem disini"mohon Ara sudah memeluk Alex.


Bugh


"sekali lagi lo dekat sama cewek gua, gua bunuh lu"satu pukulan mendarat ke wajahnya Deva.


Ara hanya berdiri mematung di tempat, sungguh baru kali ini Ara melihat orang berantem di depannya.


"Ayooo"alex langsung narik tangan Tangan Ara entah di bawa kemana.


♡♡


Taman belakang kampus....


"Duduk"perintah alex ke Ara.


"Kenapa sih km, kenapa aku tlpon gk pernah di angkat, km mau buat aku mati karena kwatir tau gk"bentak Alex lagi


Huuuuufff helaan nafas Ara.


Ara sibuk menunduk mrnahan easa kesalnya, Alex memang kayak gitu, Selalu gk mau dengar penjeladan dari Ara.


Sedangkan Alex sibuk mengontrol emosinya, takut dia akan menyakiti gadis nya sendiri.


"Maafin, Aku gk bermaksud buat nyakitin km. apa sakit?"Tanya alex lembut menarik tangan Ara dan melihat pergelangan tangan Ara.


ara menggeleng dan tersenyum.


_♡_♡_


Ara POV


"aku mau ngomong serius sama km"ucap Alex dengan tampang serius.


"Ra lihat aku"pinta alex semakin buat jantung gua berdetak lebih cepat.


"maaf karena aku udah buat kamu takut" ucap alex serius lihat kearah gua.


Tanpa mengalihkan tatapannya pada ke gua. dia buat gua semakin gugup.


"maaf udah buat km gk nyaman di dekat aku, maaf udah buat kamu terus menangis saat di dekat aku"gua masih diam dengarin semua ucapannya.


ada apa ini?.


gua dengar hembusan nafas beratnya.


sebelum dia mlanjutkan kata-katanya.


"dan mulai sekarang aku gk akan nahan km lagi, km bukan milik aku lagi, jadi terserah km mau dekat sama cowok manapun, aku gk akan marah lagi dan gk akan nahan km lagi , dan terimakasih buat semua kenangannya"ujarnya dengan senyum manisnya.


Enggak? dia gk bakalan ninghalin gua kan?


Enggak, dia gk boleh kemana-mana.


"maaf, udah saatnya aku nyerah, aku gk seharusnya nahan km terus terusan"balas Alex yang masih lihat gua. tatapan itu sulit gua artikan.


pipi gua basah, Gua nangis? gua langsung mengusap pipi gua yang basah.


"Sekarang kamu bebas Ra, Aku gk akan gangguin km lagi, Aku capeh, benaran capeh"Ucapnya semakin buat air mata gua banjir.


gua berusaha gk berhadapan sama alex karena gua gk mau lihat dia tau gua nangis.


tes


tes


hujan.


"jelasin aja"Gua nahan tangan Alex saat alex narik tangan gua buat masuk kedalam bangunan karena hujan.


"Km bisa sakit Ra"Balasnya berusaha lindungi air hujan itu buat gk kena baju gua, tatpi tetap aja gua basah.


"Gpp, jelasin aja"Balas gua duduk.


"Karena gua gk mau lu lihat air mata gua, air mata yang nangisin lu"Batin gua.


"makasih buat 6 bulan ini, km selalu ada di samping aku, walapun km terpaksa lakuin itu, tapi bagi aku, aku lakuin itu karena ingin menjaga dan melindungi kamu Ra"tanpa mengalihkan tetapannya ke gua. gua langsung lihat dia, karena air mata gua dibantu sama air hujan jadi dia gk tau.


gua mohon jangan katakan itu, ini kayak perpisahan bagi gua.


"km harus ingat aku selalu sayang sama km"


"Perjuangan km gitu aja hah?"Teriak gua, hati gua sakit dengan setiap kata yang alex ucapkan.


"jaga kesehatan kamu, jangan jadi gadis yg ceroboh lagi karena aku gk bisa lagi nolongin km, saat km jatuh. aku gk bisa ngobatin luka kamu lagi kalau kamu jatuh"tatapan lekat itu semakin buat gua sakit. hati gua sesak.


"dan jangan kebo lagi karena aku gk bisa lagi tiap pagi ke rumah dan bangunin km, kalau make sepatu jangan lupa ngikat talinya karena aku gk bisa mengikat tali sepatu km lagi, jangan begadang hanya demi nonton anime itu karena aku gk bisa lagi memerintah km buat tidur lebih awal lagi....dan..."ucapnya panjang lebar, Tatapan itu terus ngelihat gua.


"jaga kesehatan kamu..."kaliamat terakhir yang gua dengar.


alex tersenyum sambil ngusap kepala gua.


"Dia benaran berhenti berjuangin gua"Batin gua.


"dan jangan cengeng lagi, karena aku udah gak bisa lagi menghapus air mata kamu seperti biasa"katanya sambil mngusap air mata gua, walapunpun tidak kelihatan dengan bantuan air hujan.


"Lexxx"dengan susah payah gua nyebut nama nya. gua megang tangan dia yang masih megang kedua pipi gua.


gua terisak hebat tapi alex gk tau karena air hujan.


ya gua seharusnya berterimakasih sama lu hujan, karena lu udah bantuin gua.


"ssssttttt dengarin sampai selesai ya"pintanya saat gua mau ngomong sesuatu ke dia.


"satu lagi silahkan km dekatin cowok yang km suka, aku akan bahagia kalau km menemukan cowok yang km suka"kanjutnya dengan senyum.


"kenapa? Kenapa km berhenti? kenapa?"Teriak tanya gua, ya gua oengen dengar.


Disana alex cuman senyum.


"Good bye my heart, ingat jaga kesehatan km"Balasnya tanpa membalas peetanyaan gua tadi.


"boleh aku memeluk kamu untuk terakhir"pintanya dengan mata sayup.


gua ngangguk sambil nangis di plukannya. teriak dalam diam.


hangat walapun kami dibawah hujan.


"Lex"panggil gua yang masih di pelukannya.


"hmmmm,, baiklah terima kasih"ucapnya sambil melpaskan pelukannya.


"bukan, gua gk nyuruh lu lepasin pelukan lex" batin gua.


bukan itu yang maksud bukan gua nyuruh lu melepaskan pelukan ini, jangan lepas alex.


(ingin kau bahagia) – TFB3 lagu ini mungkin mewakili perasaan Alex Saat ini


please jangan di lepas.


apakah aku menysal?


oh tuhan apa ini.


CUP


satu kecupan dikening gua


mungkin ini terakhir kalinya.


"selamat tinggal ARA"ucapnya langsung manjauh dari gua.


"ALEX"teriak gua dengan suara serak karena tangisan gua.


Gua dekatin alex dan meluk dia lagi, alex gk balas pelukan gua.


Dia Benaran Pergi Ara.


"Gua harap lu bahagia sama xowok yang lu suka, maafin gua selama ini"suara itu semakin buat hati gua tamba sesak.


"Hikz hikz hikz"Gua terisak saat alex melepaskan pelukannya.


"GUA SAYANG SAMA LU, GUA CINTA SAMA LU"teriak batin gua.


kenapa gua gk bisa ucapin itu sekarang, lidah gua berat buat ngakui itu.


sekarang gua cuman bisa nangis.


Please! seseorang katakan sama gua kalau ini hanya mimpi.


6 bulan bukan waktunya yang singkat saat gua bersama alex, gua tau selama hubungan gua sama dia tidak ada ikatan tapi?.


hikz


alex menjauh saat melepaskan pelukan itu.


tinghalah gua sendirian di bawah hujan yang deras ini.


gua benci hujan-gua benci.


"hikz hikz hikz hikz hikz"


entah sudah berapa jam gua gk mau beranjak dari tmpat ini.


sulit untuk gua berdiri dan meninggalkan tempat ini


"ARAAAA omg, kenapa lu hujan-hujan seperti ini"teiak seseorang yang telah berdiri sambil memegang payum nya.


"Araaa please berdiri, jangan kayak gini, ayo pulang"ajaknya sambil menarik tangan gua.


gua jalan seperti gk ada tulang di tubuh gua, gua masih gk percaya alex benaran nyerah dan ninggalin gua saat gua udah sayang sama dia.


"ini di minum dulu, biar lu gk masuk angin"katanya sambil menyerahkan teh hangat itu ke gua.


"lu istrahat ya, besok gua tagih cerita lu, sekarang lu istrahat"kata Rani sihib gua.


saat ini gua udah di rumah, gua gk tau kalau seandainya gk ada sohib gua rani yang datang mungkin gua belum nyampe rumah sekarang


"Ran, lu nemanin gua tidur disini ya"pinta gua menupuk tempat di samping gua.


"yaudah sono tidur"katanya langsung naik ke tampat tidur yang di samping gua.


*selamat tinggal


semoga km bahagia*


kata kata itu selalu teringa di pikiran gua.


apakah ini akhir dari semuanya.


Gua Ngambil headset dan Memutar Lagu.


(Cinta Datang Terlambat-maudy ayunda) – mungkin lagu ini mewakili perasaannya Ara,


Kenapa lagu ini.


Tes


Tes


Sial kenapa lu nangis lagi sih Araaaa.


entahlah gua capeh.


dan semuanya gelap.


♡♡♡


yeeeeee


sedih nya dapet gk


ada gk


ada gk


yaaaaahhh


gk ada hikz hikz


mmmuuuuch


jangan lupa Vote + Coment 😘😘😘😘😘


See You guys...........😍😍😍