
seperti yang aku bilang sebelumnya ,kalau Yang aku Up disini alurnya sedikit aku ubah dan nambahin ya😊😊😊👌👌
....
Author POV
Arsen melaju mobilnya hanya beberapa menit dan sampai di Depan salon untuk menjemput adiknya.
"Kaka, kemana aja sih? sms engak dibales pula, sebel ih, lama banget aku nunggu, kayak orang ilang aja didalam--untung ada Auty Ana"kesel arlen saat melihat kakaknya, Setelah ngomel arlen langsung naik kedalam mobil.
Auty Ana yang di sebut Arlen ada sang pemilik salon itu.
Arsen menatap adiknya sekilas yang hanya cemberut. Mungkin Arsen sudah merusak Mood adiknya saat ini.
"Maaf"ucap arsen singkat karena dirinya memang salah.
"Emang kaka dari mana sih? sampe segitunya, biasanya Arlen Chat pasti langsung dibalas, tumben banget? Pasti ada apa-apa kan di sana--iya kan?"tanya Arlen penasaran menatap kakaknya.
"Duduk di Caffe"balas singkat Arsen menahan senyumnya.
"Duduk tapi Arlen tlpon engak di angkat-angkat, sms pun engak di bales"Arlen cemberut menatap kakaknya.
"Atau jangan-jangan kaka lagi janjian sama cewek disana ya, makanya Arlen telapon enggak ada respon"arlen sangat penasaran apa yang di lakukan kakaknya hingga mengabaikan pesan darinya.
"Enggak, cuman ada beruang Galak"balas Arsen namun hatinya tersenyum geli.
"Beruang? emang bisa masuk di Cafe?"tanya arlen heran sekaligus sangat lenasaran.
"Bisa, makannya harus di tangkap dulu, jadi lama"jelas Arsen yang kini sudah senyum.
"Di tangkap, ayo sekarang ke Cafe kak aku mau lihat beruang"balas arlen antusias membuat Arsen terkekeh.
Arlen menatap Arsen dengan kerutan di keningnya. Padahal enggak ada yang lucu tapi kakaknya malah terkekeh.
"Udah pergi"balas arsen kini enggak bisa menahan suara nya untuk tertawa.
"Pergi, yaaahh padahal mau lihat"kecewa Arlen sekaligus penasaran menatap kakaknya
Arsen hanya terkekeh geli karena beruang sebenarnya yang di Maksud arsen adalah Fio 😁.
"Kakak Bohong ih, arlen nanyain serius juga"Kesal Arlen saat sadar kalau kakanya sedang membohonginya.
"Tadi ada ketemu teman makanya lama, Maaf"jelas Arsen berusaha untuk tidak tertawa atau pun senyum, arsen takut kalau adiknya menanyakan lagi.
"Siapa? Kak Rio? Kak Aldo?"tanya Arlen lagi, Arsen menggeleng.
"Udah Len, pusing gua dengar lu nanya mulu dari tadi"Arlen memajukan bibirnya dan memilih diam.
Arsen pun sibuk sendiri dengan isi pikirannya.
"Gua bakalan buat lu Cinta mati sama Gua, lihat aja Besok"Batin Arsen.
….
Kediaman Rumah…..
"Mom Aku pulanggg"teriak arlen saat masuk ke dalam rumah. Arsen dibelakang hanya diam menatap adiknya.
Kebiasaan adiknya yang Membuat arsen sangat hafal.
"Sayang anak gadis enggak boleh teriak gitu ah, kayak dihutan aja"tegus ayahnya yang duduk nonton siaran berita kesukaannya.
Arlen tersenyum dan menutup mukutnya saat melihat ayahnya disana, Alex disana hanya menggeleng.
Cup
Kecupan di pipi Alex, dan duduk di samping Alex.
"Dad acara nanti tempat nya dimana?"tanya Arlen langsung makan jajan yang tersedia dimeja.
Arsen langsung duduk bergabung dengan mereka, Tapi arsen sibuk sendiri di bandingkan ikut ngobrol. Merasa bosan Arsen melangkah mendekati tangga.
"Rahasia sayang, nanti kita bakalan berangkat bareng ya"ucap alex lembut mengelus rambut putrinya.
Arlen mengangguk mengerti.
"Son kamu enggak mau menyapa Daddy kamu ini?"panggil alex ke Arsen yang menaiki anak tangga pun berhenti menatap ayahnya.
Arsen berbalik dan menatap ayahnya sekilas dan menyapa ayahnya.
"Sore Daddy"setelah itu arsen langsung melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga.
"Ck anak itu" Alex berdecak kesel menatap putranya yang begitu cuek dan dingin.
Arlen hanya terkekeh melihatnya mereka.
"Persis kayak Daddy kan?"bisik Arlen membuat Alex menatap putrinya.
"Enggak--Daddy dulu Bawel jadi Mommy kamu suka sama kebawelan Dad"Balas alex sambil tersenyum bangga.
Arlen terkekeh dan memeluk ayahnya. Alex membalas pelukan putrinya.
"Mom dimana dad?"tanya Arlen saat menyadari Ibunya enggak ada.
"Di kamar sayang--kenapa?"balas alex menatap lembut anaknya saat pelukan itu lepas.
Arlen kembali menyibukan dirinya memakan jajan yang di atas meja.
"Enggak apa-apa--Tumben aja sih enggak ada Mom di samping Dad, biasanya kan daddy nempel mulu sama mom"kekeh Arlen yang berusaha menggoda ayahnya Alex terlekeh mendengar itu.
Alex gemes langsung mencubit kedua pipi putrinya dan menariknya pelan, hingga membuat Putrinya cemberut.
"Karena Daddy sayang sama Mommy kamu, jadi setiap detik-menit--jam--Dady selalu kangen"Bisik Alex membuat Arlen kembali terkekeh.
"Alex--jangan kamu cuci otak putriku"Teriak seseorang membuat Alex menjauhkan wajahnya saat ingin membisikan sesuatu lagi ke putrinya.
"Putri aku juga sweety"sahut Alex cepat karena tersinggung.
Arlen tersenyum menatap Ibunya yang menuruni anak tangga.
"Naik dan siap-siap sayang, kita harus berangkat awal malem ini"Arlen mengangguk ngerti dan beranjak dari duduknya.
Sebemum melangkah menaiki anak tangga, Arlen memberikan kecupan singkat di pipi kedua orang tuanya.
Tiara langsung melangkah menuju dapur, Alex yang melihat itu langsung menyusul istrinya.
"Apa kamu udah kasih tau Anak itu untuk mengisi acara Twins?"tanya Alex masih dibelakang Tiara.
Tiara membuka kulkas dan mengambil Air dan sebuah kotak Ice Cream.
"Sudah--nanti malem dia yang nyanyi dan mengisi acaranya---Aleeexxx kembaliin"Tiara yang baru ingin duduk menikmati Ice Creamnya, Alex sudah mengambilnya duluan.
"Flu kamu belum ilang sweety--Dan kamu enggak boleh makan ini--simpan dulu setelah Flu kamu sembuh baru bisa di makan"Balas Alex sambil memasukan kembali Kotak Ice Cream kedalam Kulkas.
Tiara mendegus sebal karena saat ini dirinya benar-benar menginginkan Ice Cream itu.
"Aku mau Ice Cream Alex--Hanya dua atau tiga kali suapan aja--please!"Tiara menatap melas kearah Alex.
Tiara kaget saat Mata antusias alex menatapnya dan melompat mendekatinya.
"Kamu Hamil?"Tanya Alex membuat Tiara Kaget dan menghembus nafas beratnya.
"Dulu kamu hamil Twins juga, ngidam makan Ica Cream--jangan-jangan Twins lagi"beribu ide Jahil Tiara, Tiara langsung tersenyum memikirkan idenya.
"Kayaknya Iya Lex, jadi sini Ice Creamnya--iya kan sayang kamu mau Ice cream kan"Tiara mengusap perutnya yang Rata.
Cup cup cup
Alex menghujani kecupan diseluruh wajah Tiara hingga membuat Tuara Risih.
"Ayoo kita ke rumah sakit sekarang Sweety, kita harus cek"Tiara menggeleng.
"Aku mau ice Cream dulu"balas Tiara manja menunjuk Kulkas. Tanpa mikir Alex langsung melangkah mendekati kulkas dan membawa kembali Ice Cream itu, Tiara langsung tersenyum lebar mengulurkan tangannya meminta ice cream itu.
"Makan beberapa suap aja ya, kasihan kamu masih Flu"Alex mengusap lembut rambut Tiara saat tiara sudah mulai menyuapi ice cream kedalam mulutnya. Tuara mengangguk patuh.
"Maafin aku ya Allah, Aku berbohong sama suami--aku ingin makan ice cream ini"Batin Tiara.
Tiara hanya mengakui dan berbohong masalah kehamilannya karena ingin mendapatkan ice cream itu.
"Jangan ileran ya sayang, mommy kamu udah penuhi keinginan kamu"Tiara berusaha menahan tawa sekaligus merasa bersalah sama suaminya.
"Aku udah kenyang Lex"Alex langsung beranjak dari duduknya mengambil kotak ice cream itu dan menaruhnya kembali ke dalam kulkas.
"Sweety---Sweety---"Alex berbalik enggak melihat istrinya lagi di tempat duduk.
"Sorry my husband--Aku hanya ingin makan Ice Cream"Ucap Tiara disana sambil mengangkat dua Jarinya.
Alex menatap Tajam kearah Istrinya yang di ambang pintu keluar dari meja makan.
"TIARAAAA"teriak Geram Alex saat ngerti arah bicara Istrinya, Disana Tiara hanya tersenyum polos dan melangkah menjauh dari suaminya.
….
Karena sekarang sudah menunjukan pukul 17:03 masing-masing lagi sibuk bersiap-siap karena acara partynya mulai pukul 19:00 malem.
Arlen mengoles sedikit lipstik termahalnya di bibir tipisnya. Seletah selesai Arlen menatap tampilannya di cermin dan terasa sangat puas dengan penampilannya saat ini.
Arlen melangkah memilih Dompet pesta yang tersedia di dalam Laci.
Arlen memilih Domper yang senada dengangaun yang ia kenakan.
Dengan senyum lebar arlen mendengar suara teriakan Ibunya diluar.
Arlen langsung melangkah keluar dari kamarnya.
"Sayang ayoo"Ucap Tiara saat melihat Puterinya sudah keluar dari kamar.
Tiara tersenyum dan mendekati Puterinya.
"Beautyfull Sayang"Ucap Tiara mengusap lembut rambut petrinya seakan enggak mau merusak rambut putrinya.
"Mom juga sangat Cantik"Balas Arlen membuat
"Boy km udah siap"teriak Tiara sambil mengetuk pintu kamar putranya.
"Yes Mom"arsen keluar dari kamarnya dengan setelan jaz hitamnya dengan Kemeja biru lain itu semakin membuatnya terlihat semakin Tampan.
"Maukah kamu menjadi pangeran ku malem ini Boy"ucap Tiara sambil mengulurkan tangannya dengan Cantik.
"Boy lepasin momi kamu, dan Dad akan menjadi pangeran yang menggandeng tangan kamu masuk ke party itu Sweety"teriak alex keluar dari kamar.
Arlen, arsen dan Ibu mereka hanya terkekeh mendengar itu.
"Sayangnya Aku enggak mau kamu Alex, Aku hanya ingin menggandeng tangan Putra Ku"Balas Tiara langsung menggandeng tangan putranya. Arsen dengan senang hati membantu Ibunya yang terus menjaili Ayahnya.
"Mom masa aku meluk gini aja Dady melarang aku"adu Arsen saat merangkul Ibunya. Alex melihat itu semakin kesal.
Ara mendengar itu tersenyym manis, Putranya itu manja kalau hanya bersamanya saja.
"Arsenio dady bilang lepasin momi kamu, sweety kesini dan kita akan pergi"geram Alex mendekati istrinya namun tiara menggeleng.
"Ck masih saja cemburu Daddy"batin Arlen yg melihat pertengkaran mereka.
"Apa salahnya aku memeluk Mommy aku sendiri, benar enggak Mom?"Arsen semakin menggoda Ayahnya.
"Alex--aku hanya mau sama putra aku, kalau kamu enggak mau dengar, malem ini kamu tid--"
"Oke Fine--dan aku akan bersama puteri kesayangan Aku ini"Alex melangkah mendekati Arlen dan mengulurkan tangannya dengan sedikit menunduk, membuat arlen terkekeh.
Arlen langsung membalas uluran itu dengan senyum lebar. Sedangkan Arsen dan Tiara hanya menggeleng dan menantang mereka.
"Ayo kita berangjat princess"Ucap Alex melangkah mendekati tangga.
"Baiklah malem ini anak momi yg paling ganteng ini akan menjadi pasangan momi"teriak ara senang dan menggandeng Arsen.
Arsen dengan gaya rambut yang sedikit acakan. Membuat pesona sendiri saat orang menatapnya.
"Aku juga punya pasangan engga kalah cantiknya"ucap Alex masih bergandengan.
Arsen dan arlen tersenyum manis melihat kelakuan kedua orang tuanya yang kelewatan Humoris.
"Lets Go"teriak mereka bersama disusul dengan Tawa saat menuruni anak tangga.
"Terimakasih atas kebahagiaan ini"Batin Tiara.
"Terimakasih telah menjadikan aku anak di keluarga ini"batin arsen dan arlen.
"Terimakasih telah memberikan mereka untuk menyempurnakan hidup yang banyak kekurangan ini"batin Alex.
….
Tiga puluh menit mereka dalam perjalanan akhirnya mereka kini sudah sampai di bangunan mewah itu.
Arlen terburu-buru keluar karena penasaran apa yang orang tuanya buat kali ini. Di ulang tahunnya yang ke 17 ini.
"Sayaanggg kamu enggak boleh jauh sama kaka kamu sayang, Didalam banyak orang--Arsen gandenga tangan Adik kamu"Ucap Tiara saat turun dan menarik tangan puterinya saat mau masuk kedalam.
"Yaahh mom, kan Arlen mau nyapa teman-teman Arlen"Balas Arlen cemberut saat mendnegar itu.
"Kaka juga kan mau nyapa teman kaka, iyakan Ka"lanjut tanya Arlen ke Arsen, Arsen hanya mengangkat bahunya tak acuh.
"Gandeng adik kamu Boy"Ucap alex yang ikut berdiri bersama mereka, arlen langsung memeluk lengah kakaknya.
"Yasudah ayo masuk"ajak alex memeluk pinggang istrinya posesif, karena di acara ini bukan hanya teman kedua anaknya, tapi banyak rekan kerjanya yang datang ke acara ini.
Saat pintu itu terbuka Mereka pun masuk namun menjadi pusat perhatian dari sekitar nya.
Para tamu itu memberi jalan mereka, Alex memamsang wajah datar, arsen tak kalah datar saat masuk. Berbeda dengan kedua wanita yang mereka gandeng, mereka tersenyum lebar dan menyapa satu persatu yang ada di dekat mereka.
Keluarga yang begitu bahagia.
Salah satu pelayan menyambut mereka dan memberi arahan ke mereka duduk di tempat khusus, dan di depan sudah ada kue dengan angka 17th.
Selama merayakan perta ulang tahun Arsen dan Arlen hanya di kenal sahabat dekat saja kalau mereka kembar, sedangkan yang lain enggak tau, yang mereka anggap ini adalah ulang tahun Arlen. Bukan arsen.
Dan arsen di anggap kekasih Arlen. Karena setiap acara Arsen selalu enggak mau menjadi pusat perhatian di atas panggung.
"Udah cukup buat Arsen saat Momi dan Dady ngasih kejutan Kecil dirumah, kalau masalah Acara Arsen akan ikut Tapi Arsen tidak akan menium lilin Lagi, Cukup sekali depan Mom dan Dady di rumah saja"begitulah Kata arsen.
Jadi selama ini mereka tau hanya Arlen yang ulang tahun, Walaupun saat tiup lilinnya Arsen selalu Ada di Samping Arlen.
"Ini dia, tuan rumah kini sudah datang, Ayoo silahkan duduk dulu dikirsi yang sudah di sediakan"Ucap MC saat sudah di atas panggung.
Mereka berempat langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan itu, paling depan dekat panggung.
Arlen tersenyum menyapa teman-temannya yang berada di dekatnya.
"Duduk Sweety, jangan buat aku membawa pulang kamu kerumah sekarang juga"Bisik alex saat melihat Istrinya ingin beranjak. Tiara mendengar itu langsung duduk, padahal dirinya ingin bergabung dengan sahabatnya disana.
"Baiklah sebelum acara tiup lilin, kini ada seseorang yang akan mrngisi acara ini smapai selesai, jadi bukan MC nya aja yang nemanin kalian, tapi ada Gadis cantik yang ingin menyanyikan lagu yang akan menemani kita malem ini, kalian juga boleh reques lagu yang kalian suka"lanjut MC penuh semangat, membuat semua orang bertepuk tangan.
Seseorang naik ke atas panggung dengan Mic di tangannya.
Arlen dan Arsen serta sahabat yang lain menunggu siapa orang itu.
Seoramg Gadis cantik seumuran mereka, namun tubuh itu terlihat sangat mungil saat melangkah mendekati panggung.
Arsen sama arlen menatap orang itu karena penasaran siapa yang akan mengisi acaranya.
Apakah seorang artis papan atas? Atau seorang penyanyi internasional?.
Namun gadis itu dengan santainya duduk dan melihat isi ruang dengan helaan nafas beratnya, mungkin karena dia gugup atau yg lain.
"Fio"batin Arsen saat jelas menatap wajah Gadis itu, karena sorot lampu menerangi wajah cantik itu.
"Cantik kan? mom ketemu dia kemarin di toko bunga kemarin, dia menjaga toko sambil nyanyi, suaranya bagus jadi mommy tertarik utnuk undang dia kesini isi acara kalian berdua, enggak apa-apa kan bukan artis?"Bisik jelas Tiara, Arlen tersenyum dan mengangguk. Karena arlen juga oenasaran suara gadis itu, selain galak ternyata gadis itu bisa bernyanyi juga.
"Iya mom Cantik, dan kelihatannya dia orangnya baik juga"balas Arlen merhatikan Fio yang di depan menyiapkan gitarnya.
Musik pun mulai.
#btw author enggak nulis Liriknya disini, Author Lupa lagu apa yang di bawa Fio😭😭🤦♀️🤦♀️🤦♀️
Semua menatap Kagum akan suaranya, suara begitu lembut dan penghayatannya membuat semua orang diam.
Fio terus bernyanyi dan terbayang akan masa lalunya, dan membuat air matanya jatuh begitu saja karena terlalu menghayati lagu yang ia bawa sekarang.
"Andai dia bisa mengulang masa lalu itu Fio bakalan enggak mau hidup di Dunia ini"batinnya.
"Yang menerangi Hidup gua sekarang hanya Bunda, Bunda Satu-satunya buat gua bertahan"batin fio.
Arsen terus merhatikan Fio tanpa kedip, bukan lagu yang di bawa fio melainkan raut wajah fio sekarang.
"Gila suaranya--enggak salah gua jadi pengagum sahasianya"heboh Rio.
"Itu bukannya gebetan gua ya"ucap Aldo polos menatap Fio di depan.
"Wah gila gua enggak salah milih gebetan"lanjut Aldo ikut heboh.
Pletaaak
"Auu kenapa lu jitak kepala gua"keluh Aldo mendapat jitakan dari Rio.
"Lu bisa diam enggak, gua mau dengarin lagu di depan pea"kesel Rio membuat alfi terkekeh.
Aldo menyenggol lengah Rio agar melihat sahabatnya sedari tadi hanya diam.
"Apaan sih"galak rio karena sedari tadi aldo menyenggolnnya terus.
"Noh lihat"bisik aldo menunjuk Arsen yang diam merhatikan fio sedari tadi.
"Ehem kaka kedip ka"goda Arlen melihat kakanya diam melihat ke arah panggung.
Tiara dan alex tersenyum mendengar itu.
Proook
Proook
Proook
semua bertepuk tangan saat Fio selesai menyanyikan lagu itu.
"Wah Parah Ternyata suaranya merdu banget, Apa km mau menyanyikan lagu selamat ulang tahun Buat yang berulang tahun malem ini"ucap Mc berdiri di samping Fio.
Arlen tersenyum senang, matanya menatap dan mengangguk penuh antusias.
Arlen dan keluarganua melangkah menaiki panggung karena Kue berada disana.
Arsen ikut melangkah namun tatapannya enggap pernah lepas menatap fio. Fio mengambil risu dan mengusap kedua pipinya yang sembab. Gitar masih meluk karena ingin menyanyikan lagu ulang tahun itu.
Fio pun menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara merdunya.
Saat fio bernyanyi ada dua pelayan yang membawakan kue di hadapan Arlen.
"Happy Birthday To You---Hap--"kaget Fio saat melihat Arsen yang berada di sampingnya. Fio langsung melanjutkan nyanyinya smabil melangkah sedikit menjauh dari keluar itu.
Dengan cepat arsen menarik tangan Fio agar tetap di sampingnya.
"Happy Birthday To You--Happy birthday--happy birthday--happy birthday To You"nyanyi Fio semua ikut tepuk tangan mengikuti suara Fio.
"Tiup lilinnya---liup lilinya sekarang juga"kini bukan fio yang menynyai melainkan semua tamu undangan yang ada di dalam ruangan itu.
Semuanya berdiri menyaksikan acara tiup lilin dan potong kue.
"Potongan pertama buat momi dan dady..."ucao arlen menyuapi mereka bergantian.
"Dan kaka"lanjut Arlen menyuapi kakanya terakhir.
"Selamat ulang tahun juga kaka"lanjutnya memeluk Arsen yg hanya diam saja namun sekali-kali arsen merhatikan arah panggung.
"Terimakasih, selamat ulang tahun juga buat km, semoga makin dewasa"balas Arsen.
"Selamat ulang tahun sayang"ucap Tiara memeluk kedua anaknya, begitupun Alex.
"Hbd bro"ucap aldo salaman ala cowok begitu juga dengan Rio.
Fio melangkah mundur jauh dari kerumuhan dan turun dari panggung langsung ke arah pintu belakang.
Arsen yang masih merhatikan Fio langsung pamit kepada orang tuanya mengejar Fio.
Arsen terus berjalan, namun di saat keluar dari pintu emang ada taman. Fio melihat Fio duduk di sana.
Arsen melangkah pelan mendekati fio disana.
"Lu ngapain disini"tanya Fio sadar kalau ada yang duduk di sampingnya, dan Fio tau kalau itu adalah ketos.
"Seharusnya gua yg nanya!"tanya balik Arsen terus merhatikan Fio yg sedari tadi nunduk.
Fio menatap kearah lain mengusap pipinya.
Baginya ini sangat sakit, melihat banyak orang yang bahagia didalam ruangan itu, sedangkan dirinya harus bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan sekolah dan ibunya dirumah.
Ya dirinya kesini karena menerima tawaran dari sang pemilik acara, untuk menambah sedikit uang sakunya.
"Inikan acara gua, jadi gua disini, sedangkan lu kenapa bisa tau acara gua? Gua enggak pernah undang lu datang"lanjut arsen, arsen ingin menutup mulut pedasnya ini tapi kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirnya.
"Ya gua tau ini acara lu"balas fio sinis mengusap kasar air matanya. Arsen masih menatap lekat wajah fio.
"Tampilan lu M....."ucapan Arsen terpotong karena fio.
"Ya gua emang enggak seharusnya ada disiini dengan tampilan seperti ini, di acara lu yang megah itu, sorry kalau gua udah ngerusak semua acara lu" Fio memotong ucapan Arsen, Arsne diam, kenapa sulit sekali berterimakasih di gadis yang berada di sampingnya ini.
"Kenapa?"Gumam Fio pelan namun Arsen masih mendengarnya namun sesuatu bunyi nyaring mengurungkan niat arsen untuk membalas ucapan Fio.
"........"
Dddrrgggg
Ddddrrrggg
Ponsel Fio berbunyi.
"Fio lagi di luar bun"fio menatap lurus kedepan, Arsen masih setia merhatikan fio.
"....."
"Baiklah Fio balik sekarang"fio beranjak dari duduknya, Arsen ikut beranjak.
"gua emang gk pantas berada di lingkungan ini"gumam fio membersihkan kotor yang melekat di Rok hitamnya.
Arsen tidak menjawab apa-apa hanya merhatikan Fio.
Fio melangkah membawa gitar dipunggungnya..
Arsen diam saja menatap fio pergi. Kenapa suara itu seolah enggak mau kelaur dari bibirnya.
"Terimakasih--suara lu bagus"hanya kalimat itu yang seharusnya arsen ucapkan sedari tadi, tapi bibirnya terasa terkunci saat mengucapkan itu.
"Gua antar lu pulang"arsen langsung menarik tangan fio. Fio kaget akan hal itu, tiba-tiba di tarik gitu aja sama arsen
"Enggak... gua bisa naik angkot"tolak Fio langsung melepaskan genggaman tangan Arsen. Fio langsung melangkah menjauh dari arsen.
"Ck keras kepala"decak kesal Arsen hanya memperhatikan fio yang tak kunjung naik angkot, dia hanya berjalan begitu saja seanjang jalan.
Arsen mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Cepat kesini, gua di depan gedung acara ini, gua minjam mobil lu, cepatan"selesai mengatakan itu arsen langsung mematikan sambungnnya.
Berapa menit Rio datang sedikit berlari, Arsen masih terus melihat Fio yangg tampaknya udah lumayan jauh.
"Gua minjam"ucap arsen langsung mengambil kunci di tangan Rio.
"Lu mau kemana? Acara lu belum selesai Woy"Teriak rio namun arsen enggak dengar karena sudah masuk kedalam mobil.
Arsen memilih mengikuti Fio dari belakang menggunakan mobil Rio, Arsen menjalankan mobilnya pelan-pelan.
Tapi herannya Arsen kenapa Fio sama sekali enggak takut dengan keadaan sekitarnya yang begitu gelap.
Gimana kalau ada yang berbuat jahat sama dua!, gimana kalau dia di culik!, Banyak pertanyaan yang berputar di pikiran Arsen saat ini.
Jika tawarannya di Tolak Fio untuk mengantarnya, Maka dengan Cara ini arsen bisa mastikan Fio baik-baik aja.
"Apa urusannya sama gua kalau dia di culik! Kenapa gua harus ngikuti dia"gumam Arsen yang enggak paham sama tindakannya saat ini.
Arsen berdecak kesal dan langsung melaju mobilnya mendekati Fio, karena selama 10 menit ini fio masih aja berjalan di jalan yang gelap itu.
Fio kaget dengan wajah pucat saat mobil menghalangi jalannya. Fio melangkah mundur karena takut mobil itu isinya orang jahat.
Namun langkah fio cepat saat melihat orang yang turun dari mobil itu, Arsen.
Arsen melangkah mendekati fio cepat.
"Lepasin gua sialan"fio berusaha melepaskan genggaman Arsen yang menarik pergelangan tangannya.
"Gua antarin lu pulang, enggak ada angkot dan taxi jam segini"balas Arsne terus menarik Fio mendekati mobilnya.
"Masuk atau gua bakalan buat macam-macam lu sekarang juga"Mendengar itu, fio langsung diam.
Arsen tersenyum kememangan saat fio nurut dan masuk kedalam mobil.
….
Kembali ke acara….
"Arsen kemana Sayang?"tanya Tiara ke puterinya. Arlen menggeleng.
"Enggak tau mom tadi arlen masih lihat kakak disini"balas Arlen melihat sekelilingnya mencari kakanya.
"Biarkan saja, mungkin dia lagi menyapa teman yg lain"sahut alex yang masih memeluk pinggang istrinya posesif.
"Arlen--"panggil seseorang membuat Semuanya menatap kearah orang itu.
Arlen kaget melihat orang itu tetap di hadapannya.
"David--gimana dia bisa ada disini?"batin Arlen menatap kedua orang tuanya.
Alex langsung mendekati puterinya dan menatap tajam kearah cowok yang baru saja menyapa puterinya.
"Aleexx"Tiara menatap suaminya karena begitu posesif menjaga puterinya.
"Aku hanya ingin menjaga puteri Aku sweety"balas Alex membuat cowok itu sedikit takut.
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahu untuk Arlen Om"Ucap David sopan, Arlen melihat David membawa Kado kecil.
"Sudahkan--silahkan perg--"
"Aleexx, dia hanya teman Arlen jangan menghalanginya"Tiara langsung menarik tangan Suaminya menjauh dari puterinya.
"Tiaraaa-- Puteri aku dalam bahaya"Alex masih enggak mau membiarkan puterinya bersama cowok.
"Dia hanya ngobrol sama temannya, biarkan dia waktu sebentar Alex--atau enggak kamu tid--"
"Jangan terus mengancam aku dengan tidur di luar sweety, karena aku enggak bisa"Alex langsung mengecup pipi istrinya.
Sedangkan Tiara sediam-diam melirik puterinya disana yang tertawa dan tersenyum saat ngobrol.
"Dia sudah dewasa--puteri ku sudah dewasa"Batin Tiara bahagia.
"Ayoo antar aku ke kamar mandi"Tiara mengajak suaminya, hanya sebagai alasan karena Tiara enggak mau alex menggangguk perbincang Puterinya disana.
"Bagaimana lu bisa tau Vid!"Kini David dan Arlen duduk di kursi.
"Gua juga di undang, nih"Arlen langsung terkekeh melihat undangan yang di bawa David saat ini.
David ikut terkekeh.
"Maafin gua David"Batin David.
"Terimakasih udah datang"ucap tulus arlen membuat David diam.
"sama-sama Cantik--lu cantik malem ini"puji David karena arlen benaran sangat cantik malem ini dengan gaun pink dusty yang digunakan Arlen.
Arlen tersipu malu mendengar itu namun ada anggukan kecil, membuat David kembali terkekeh dan terpesona dengan raut merona dikedua pipi arlen saat ini.
"Besok minggu, jalan yuk kalau lu enggak keberatan! Gimana?"Arlen sedikit kaget mendengar ajakan David.
"Boleh, Aku izin dulu sama Mom and Dad, jam berapa?"tanya balik arlen, David langsung tersenyum.
"Jam 9 ya, biar enggak terllau pagi juga"arlen mengangguk tersenyum.
"David--"david langsung melihat seseorang yang mendekatinya. Arlen juga ikut menatap orang itu. Arlen sedikit murung saat melihat seorang cewek yang mendekati mereka.
"Arlen--kenalin dia Cilla, teman aku"Arlen merhatikan tangan David yang menyambut kedatangan cewek yang bernama Cilla itu.
"Gua arlen"Dengan senyum Arlen mengulurkan tangannya.
"Cilla"balas Cewek itu tersenyum sangat tulus hingga senyum itu terlihat sangat cantik. Arlen diam merhatikan cewek itu.
"Siapa dia? Apa benar cuman teman?"batin Arlen.
Kini arlen merasa enggak nyaman di antara mereka.
"Arlen sayang--sini dulu"Arlen menatap ibunya disana, disamping ibunya ada ayahnya yang sedang berbincang dengan seseorang.
"Aku pamit kesana dulu--aku harap kalian suka pesta dan hidangannya"Arlen beranjak dari duduknya mendekati kedua orang tuanya.
"Terimakasih undangannya"ucap david dan Cilla bersamaan. Arlen mengangguk dan melangkah menjauh dari mereka.
David masih menatap punggung arlen menjauh.
"Kenapa kamu bohong Darrel?"david langsung menatap Cilla, hembusan nafas yang terasa sangat berat.
"Jangan ikit campur sama urusan aku Cilla--kamu memang kekasih Aku saat ini--dan kamu juga ngerti keadaannya--jangan halangi aku"Cilla menggeleng dan memegang tangan David.
"Tapi kamu bukan David teman masa kecilnya--Arlen akan sakit saat tau kamu Darrel bukan David"david menggeleng.
"Jangan pernah memanggil aku Darrel La, panggil aku David-- dengan begitu Arlen enggak akan tau kebenarannya"balas David yang masih merhatikan Arlen disana.
"Baiklah kalau itu mau kamu--tapi aku cemburu lihat kamu terlalu dekat sama dia"jujur cilla membuat david diam.
"Ini hanya sementara, kamu tetap tunnagan aku Cilla, enggak ada yang lain"Cilla mengangguk dan mrmbalas genggaman Tangan david di bawah meja yang terhalangi alas meja itu hingga mrmbuat siapapun enggak melihat itu.
☆☆☆
Part 7 Finaly🎉🎉🎉
15'juni'2017
Semoga suka😄😄
*saran kalau baca sampe Fio nyanyi, sambil putarin video di atas biar ada penghayatan😂😂😂
Vote + Coment ya😊
See You...