You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 50



Happy Reading....


....


Author POV


Pagi ini sangat mendung enggak seperti biasanya yang selalu ada cahaya matahari.


Seseorang yang bersandar di punggung kasur dengan hiasi Senyum tak lepas dari wajah tampannya.


Mengingat kejadian panas mereka semalam membuatnya selalu membuatnya tersenyum.


Namun seseorang yg di samping masih tertidur pulas, padahal waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi.


Tanpa sadar tangannya mengelus pundak iatrinya yang masih belum membuka kedua matanya.


Cup


Cup


Kecupan di bibir dan kening cukup lama.


"Thanks sweety"ucap alex sebelum eranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi.


Lebih baik iya membersihkan dirinya, dan membuat sesuatu untuknya dan istrinya sarapan pagi ini.


Ya alex masih saja tersenyum sendiri. perasaan bahagiannya kini tergambar melalui senyumnya.


Hanya butuh waktu 10 menit alex sudah selesai mandi, Setelah selesai mandi alex memilih baju santai untuk memakai nya hari ini.


alex Mengambil ponsel di atas narkasnya dan menelpon seseorang.


"Lu gantiin gua hari ini di kantor, gua besok masuk"ucap alex setelah orang itu mengangkat tlponnya.


Tut


Alex langsung mematikan panggilan itu setelah mendapatkan persetujuan dari orang itu.


alex Melihat ke arah Ranjang Istrinya masih tertidur pulas.


Mungkin istrinya kecapean karena kegiatan mereka semalem hingga subuh.. Dan ini pengalaman pertama istrinya begitupun alex.


Alex awal memang seorang player, namun hanya sekedar pelukan dengan ciuman panas, buat kekasih-kekasih mainannya  itu, enggak ada kata di ranjang.


Alex memilih keluar dari kamarnya. menyiapkan sarapan untuk istrinya.


Menjelang beberapa menit setelah alex keluar Ara terbangun dari tidur nyenyaknya.


Menggerakan otot tubuhnya dan duduk mengucek matanya.


rasa kantuknya semakin jadi. Ara masih malas untuk beranjak dari tempat tidur itu.


"Omg"gumamnya saat menyadari dia enggak memakai pakaian sehelai pun saat ini.


Ara Langsung merapatkan selimut menutupi tubuhnya dan melihat seisi kamarnya mencari seseorang. suaminya.


"Mungkin dia mandi, tapi gak bunyi air"batinnya saat tidak menemukan alex di sekitarnya.


Ara merapatkan selimutnya dan turun dari ranjang.


"awwkkk iiisss"kaget Ara saat merasakan sakit perutnya.


Ara kembali melangkah menuju kamar mandi dengan balutan selimut di tubuhnya.


Ara membuka pintu kamar mandi itu dan melihat, gak ada orang Ara pun langsung masuk kedalam.


"OMG, apa ini?"Kaget Ara melihat bekas merah di lehernya.


"nyamuk? masa nyamuk sih, selama ini gua gak kayak gini deh"gumam ara kembali melihat-lihat bekas merah itu di lehernya bukan hanya satu melainkan beberapa.


"gak gatel, tapi ko memar ya. gua mandi mungkin hilang nantinya"gumam ara masih bingung.


ara pun memilih untuk membersihkan dirinya. selama 15 menit Ara di dalam kamar mandi.


Ara phn keluar menggunakan baju handuk berwarna putih super tebal itu dan handuk kecil membungkus kepalanya karena rambutnya yang basah.


Ara mencari bajunya di lemari dan langsung memakasinya, masih keadaan balutan handuk di kepalanya Ara langsung duduk di depan meja riasnya.


"iiihh ko gak hilang"gumam Ara masih melihat bekas merah itu.


"loh ini juga ada?"kaget Ara saat melihat lengahnya dan di bajunya.


"serangga?"gumam Ara menatap kasurnya disana. Ara beranjak dari duduknya mendekati kasur itu.


"ganti aja kali ya"gumamnya lagi sambil menarik seprei tebal itu dan melangkah kekamar mandi menaruh di ranjang pakaian kotor bersama selimut yang ia bawa tadi.


setelah selesai Ara melangkah keluar dari kamar mandi. ara kembali duduk di meja rias itu.


Ara membuka laci meja mencari sesuatu.


(#*yaallah author ngetik ini gak tau benar apa gaknya😭author blm nikah soalnya, maafkan author yallah)*zzzzzzzzz🤪*


Crek


"Kamu sudah bangun?"tanya seseorang bersamaan suara pintu.


"Alex kamu lihat salep disini gak?"tanya Ara saat menatap alex disana membawa nampan.


alex bingung melangkah menaruh nampan itu di meja dan mendekati istrinya.


Cup


"salep apa? kamu udah mandi?"tanya Alex saat melihat balutan handuk di kepala istrinya. setelah mengecup kening istrinya.


"salep yang buat memar kulit, perasaan aku beli beberapa gitu dan naruhnya disini"ucap ara sambil mecari isi laci meja itu.


"emang buat apa?"tanya Alex karena heran aja istrinya menbutuhkan salep itu.


"Buat hilangin memar bekas gigitan serangga, kamu lihat leher aku sama lengah aku, memar semua"oceh Ara menunjuk semua bekas merah itu.


alex langsung menepuk jidatnya dan terkekeh.


"ko kamu ketawa sih, eh di leher kamu juga ada tu!"kaget Ara beranjak dan melihat memar di leher Alex.


alex semakin menahan tawanya.


"nah kan aku bilang juga apa, Beli ganti kasur aja ya, banyak serangganya"oceh Ara lagi membuat alex gemes sendiri.


"enggak ada serangga sayang, kasur sama rumah kita kan baru, mana ada serangga disini"jelas Alex mengusap lembut rambut istrinya terbungkus handuk itu. Ara masih sibuk mencari salep di laci.


"nah ketemu"girangnya mengangkat salep ukuran kecil itu.


"sini jongkok biar aku ole---"


"C*pang, ini C*pang Sweety"jelas Alex membuat Ara menatap bingung kearahnya dan tatapan polos Ara membuat Alex semakin gemes.


"C*upang? sejak pindah aku gak lihat binatang itu Alex"balas Ara masih tetap gak paham apa yang di maksud suaminya.


"astagaaa, duduk yang cantik dan perhatiin baik-baik ya"ucap Alex beralih berdiri di belakang istrinya. Ara mengikuti ucapan suaminya dan duduk cantik menatap bayangannya di cermin.


Cup


"Aaww"keluh Ara saat alex meng*sap kulit lehernya.


"ini namnya C*pang sayang"Alex tersenyum lebar menatap pantulan bayangan mereka. Alex masih tersenyum lebar saat mendapatkan tatapan bingung istrinya.


"Aleeeeex ih mes*m-m*sum"Teriak Ara langsung memukul Alex saat sadar.


"udah ngerti? mau aku tambahin hm?"Goda alex membuat rona di kedua pipi Ara muncul begitu saja.


"apa kamu lupa apa yang kita laku---"


"Aku laper"sahut Ara cepat menyembunyikan rona di kedua pipinya. Ara melangkah ceoat mendekati meja yang ada makanan itu.


alex terkekh dan menyusul istrinya.


"kamu yang buat?"tanya Ara mastikan, Ara menatap makanan dan alex bergantian.


"jangan kasih aku tatapan kayak gitu. aku gak bisa mastiin kalau hari ini kamu gak akan keluar dari kam---"


"enak--"sahut Ara cepat berusaha menghindari percakapan itu.


"Astaga suasana macam apa ini, Gua malu.. gua oengen putar wajah gua kembali kebelakang. njiir gua malu banget apa yang di bahas barusan"batin Ara berteriak.


alex tersenyum dan mengusap lengah Ara lembut. Alex ngerti apa yang di rasakan istrinya ini.


"Habisin"ucao Alex masih duduk di samoingnya, Ara duduk diam kayak patung yang patut sama majikannya.


Ara hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepata katapun.


"Jangan lihat aku kayak gitu, Aku gak bisa nelan makanannya"ucap ara langsung menunduk dan cemberut seperti anak kecil.


"Terimakasih"ucap alex tulus. Ara langsung menatap alex yang di sampingnya.


Ara tau arah percakapan, tanpa menjawab ara hanya mengangguk saja.


"Hey lihat aku sayang"ucap alex lembut tangnnya masih di pipi kiri ara.


"Kenapa diam hm?"tanya alex saat ara mendongak melihat wajahnya. tatapan ara masih menghindari tatapn alex.


"Aku malu"bisik Ara wajahnya makin merona membuat alex terkekeh.


"Astaga sayanggg, kamu malu"ucap alex geli bercampur gemes sama tingkah istrinya.


"kenapa harus malu, kita kan udah nikah, Udah sah dimata agama dan negara"jelas Alex masih tersenyum.


"tetap aja ini kan pert---ih jangan lihat aku kayak gitu"Ara menatao alex dan mendapatkan tatapan lembut sari alex semakin membuatnya malu.


"Astagaaa"gumam Alex langsung memeluk istrinya dari samping.


"IloveU"Bisik Alex saat sudah melepaskan pelukannya.


hugk


"eh, nih minum dulu"Alex kaget saat Istrinya cigukan.


"kamu bilangnya tiba hugk hugk tiba sih, kan jadi hugk kaget"balas Ara membuat Alex semakin tersenyum lebar.


"Gemessss iiiiii"Alex menarik kedua pipi istrinya karena gemes.


Ara hanya tersenyum memamerkan gigi putihnya.


"Kau tidak ke kantor"tanya ara baru sadar.


"enggak, aku hanya ingin di rumah sama kamu. istri aku"balas alex santai sambil membuka leptopnya.


"Aaaaa"Ucap Ara ingin menyuapi Alex, karena Ara tau alex juga belum sarapan.


Alex tersenyum dan menerima suapan dari istrinya.


"Apakah olahraga semalem menguras tenagamu, hingga membuatmu kelaparan seperti ini"tanya alex tersenyum geli.


Uhuk uhuk


Ara langsung kesedek makanannya.


"Hati-hati makannya"ucap alwx sambil memberikan segelas teh hangat ke ara.


"Bisa km lupakan semalem dan aku malu alex, atau gak usah di bahas dulu"balas ara masih sangat malu.


"enggak, aku enggak akan pernah berencana lupain, karena itu kenangan yang paling terindah dan aku akan ingat salama hidupku"sahut alex cepat terlihat datar.


"Dan km jangan pernah bilang buat lupain kejadian semalem, kalau enggak aku akan mengulang kejadian semalem supaya kamu selallu ingat"lanjut alex penuh ancaman.


"Baiklah baiklah, maafkan aku"ucap ara pelan karena salah bicara tadi.


"aku gak bermaksud nykngghng buat lupain Alex, Maksud aku, aku masih malu buat bahas yang kayak gitu"Ara merendahkan suaranya membuat alex tersenyum.


"Aku memaafkan kali ini, tapi syarat"ucap alex jail menutup leptopnya dna menatap jail kearah istrinya.


"Kenapa harus ada syaratnya, sama istri aja gitu"balas ara bingung namun enggak lupa sama makanannya dia selalu makan.


"Kiss me"balas alex menunjukan bibirnya dan merem. Ara menatap suaminya santai dan kembali makan.


"Aku lagi makan"balas Ara santai smabil terus makan.


"Baiklah aku akan menunggu kamu selesai makan"ucap alex santai menatap istrinya.


alex kembali menerima suapan dari istrinya. hingga beberapa kali.


"Apa km ingin punya anak?"tanya ara tiba-tiba, Ara menatap Alex begitu juga alex membalas tatapannya.


"ingat banget, ikatan pernikahan kita bukan hanya untuk menjadi suami istri sayang, dari oernikahan itu kita berusaha membangun keluarga kecil kita"jelas alex. Ara masih diam menatap suaminya.


"dan satu lagi, menjadi seorang ayah adalah impian semua pria Tiara, termasuk aku. aku ingin memounyai keturunan sama kamu, jafi aku milih kamu jadi istri sah aku dan suatu saat nanti kamu bakalan jadi ibu dari anak-anak aku"lanjut alex mngusap punggung istrinya.


"awal pertama aku ketemu sama km, aku udah kepikiran soal anak, bagaimana kalau aku punya anak dari rahim kamu, cewek canti pasti versi mini kamu, kalau cowok pastinya ganteng seperti aku, aku sempat mikir kayak gitu"ucap alex antusias dan terkekeh mengingat itu.


"APA?"teriak ara syook menatap enggak oercaya ke suaminya.


"Dasar mesum"lanjut ara namun tetap tersenyum.


"Kamu enggak nanya ke aku ingin anak berapa?"Ucap alex kini memeluk pinggang istrinya.


"Emang berapa?"tanya ara kembali menyuapi alex lagi, alex menerima suapan itu dan tersenyum lebar.


" 8 , aku ingin punya anak 8, 6 cowok dan cewek 2 cukup"Balas alex cepat.


"Apa? Kamu aja yang lahirin sana"balas Ara gak percaya.


"Aku kan cowok mana bisa lahirin"sahut alex santai dan masih tetap tersenyum.


Tak terasa mereka sudah menghabiskan makan itu.


"Apa km enggak ingin punya anak? ko gak bahagia gitu bahas anak"tanya alex ke ara.


Cukup lama ara diam, alex dengan was-was menunggu jawaban Ara.


"Aku juga ingin punya anak, istri mana yg enggak mau punya anak, Aku gak sejahat itu gak mau punya anak"jelas Ara, alex mengangguk.


"Baiklah ayoo"ajak alex berdiri dari tempatnya.


"Kemana?"tanya ara ikut beranjak dari duduknya.


"Buat anak sayang"balas alex senyum jahil membuat ara langsung melepaskan tangannya.


"Mesum km, apa semalem kamu enggak merasa puas"teriak ara berjalan mundur karena alex mekangkah menuju kearahnya.


"Aku enggak akan puas kalau sama istri aku sayangg"balas alex masih senyum jailnya terus melangkah mendekati ara.


Ara terpojok di dindin dan membuat alex senyum semakin lebar.


Cup


Kecupan dibibir ara cukup lama.


"Apa km serius?"tanya ara memastikannya.


"Katanya kamu pengen punya anak, ya kita harus berusaha terus sayang"balas alex menggida istrinya.


Alex merasa Ada kebahagia tersendiri saat menggoda istrinya.


"Aleeexx"teriak ara saat alex sudah menggendongnya dan membaringkan ara di kasur menindihnya.


Cup


Cup


Cup


Alex  mencium gemes seluruh wajah istrinya karena rona merah di wajah ara itu membuat alex gemes.


"Bercanda sayangg, aku pengen tidur sebentar, jadi temanin aku tidur, aku ngantuk"ucap alex berbaring di samping Ara langsung memeluk erat tubuh Ara.


"Aku besok ingin hadiri pernikahannya Jeson, apakamu ikut?"tanya alex saat menutup matanya.


"Aku akan ikut, tasya juga sahabt aku jadi aku harus hadir acara pernikahannya"balas ara semangat menatap wajah ganteng suaminya.


Tidak ada lagi percakapan di antara mereka.


"Kalau aku punya anak nanti, Apa aku bisa mengurusnya?"gumam ara tiba-tiba kepada dirinya sendiri karena merasa ragu bisa mengurus anak, tanganya bermain di bidang dada alex membuat sebuah lingkaran kecil disana.


"Km pasti bisa sayangg, maka dari itu saat kita punya anak nanti, kamu akan merasakannya sendiri, karena punya anak mempunyai kebahagiaan tersendiri. kita juga akan sama-sama belajar mengurus bayi kita. ini pengalaman pertama kita jadi harus sama-sama"balas alex namun matanya masih merem saat ara melihatnya.


Ara menjawab dengan mengangguk saja.


"Aku ingin merasakan kebahagiaan itu"batin ara.


"Aku ingin merasakan kebahagiaan itu bersama kamu, memiliki pangeran dan princess kecil. dan aku akan melindungi kamu, suatu saat nanti kamu mengandung anak kita. aku akan melindungi kalian semampuku, menjadi sosok ayah dan suami 24 jam untuk kalian. membayangkan saja sudah membuatku sangat bahagia"batin Alex.


Dan mereka kembali ke alam mimpi.


♥♥


Maaf kalau banyak typonya...


Semoga suka ceritanya...


Jangan lupa Vote + Coment nya...


See You....