You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 52



Happy Reading......


....


Author POV


"Berhenti menangis sweethear"bujuk alex saat masih memeluk istrinya di dalam mobil.


saat ini mereka perjalanan pulang dan istrinya enggak berhenti menangis, alex menepi mobilnya di samping jalan dan berusaha membujuk istrinya, padahal sebentar lagi mereka akan sampai di rumah.


"Hikz hikz kamu jahat hikz"Ara terus terisak di pelukan suaminya.


"Okey aku minta maaf soal tadi Sweety, jadi please! berhenti menangis"ucap alex sambil minta maaf, namun ara masih menangis di lelukan suaminya.


"Hikz bu-bukan itu"


"Bu-kan itu hikz yg bu-buat hikz aku nangis"ucap ara sesegukan sambil menatap alex. Alex langsung menatap istrinya.


"Terus apa?"tanya  alex mengusap lembut pipi ara yg basa karena air matanya.


"Kenapa km jadi cengeng? Bilang ke aku apa?"ucap alex bingung menatap istrinya.


"Huuuwaa hikz hikz"ara semakin jadi nangisnya saat mendengar kata cengeng yang di ucapkan suaminya.


"Aduuh cup cup, kalau km nangis karena masalah tadi aku minta maaf okey"ucap alex memeluk kembali istrinya.


_♡_♡_


Alex POV


"Kenapa km jadi cengeng? Bilang ke aku apa?"tanya gua bingung dengan sifat Ara sekarang.


Semua yang gua lakuin selalu salah dan itu bakalan buat dia nangis kejang-kejang.


"Huuuwaa hikz hikz"tangisan Ara semakin jafi, dan buat gua semakin bingung.


"Eh gua salah ngomong ya"batin gua.


"Aduuh cup cup, kalau km nangis karena masalah tadi aku minta maaf okey"gua berusaha membujuknya dan memeluknya krmbalu.


"Sudah aku bilang bukan itu"marahnya dan menatap kesal kearah gua. ara melepeaskan pelukannya dan menjauh dari gua.


Hey ada apa sama istri gua!. Apa Ada orang disini bisa jelasin sikap dia?


"Terus apa sweety?"tanya gua lagi berusaha untuk tidak terdengar kesal.


"Aku..." ucapnya sambil menatap ke gua dengan melas, dan ya gua gemes lihat dia kayak gitu.


"Aku pengen sushi di resto tadi yang kita lewati Huwaaa hikz hikz"balasnya sambil terisak.


"Apa? kenapa km enggak bilang dari tadi"syok gua karena resto korea yang di maksud itu udah jauh.


"Itu karena hikz kau menyuruh aku diam"balasnya masih segukan dan terisak natap kearah gua.


Gua kangsung memeluknya, karena gak tega. Astaga apakah istriku kerasukan kunti?. Tapi mana mungkin. Pikiran macam apa itu ck.


"Baiklah kita cari di sikitaran sini aja ya, kamu mau makan sushi kan?"aku memasang kembali sabuk pengaman buat dia dan menghapus air matanya.


"Aku enggak mau. aku mau di tempat tadi"balasnya semain cemberut lihat kearah gua. Gua usap kedua pipinya yang sembab karena nangis.


"Tapi itu udah jauh Tiara, dan ini udah mal--"


"Kalau kamu enggak mau aku saja yg kesana, kamu jahat banget"balasnya cepat berusaha melepaskan sabuk pengamannya.


Gua mengang tanganbya lembut.


"Baiklah kita akan ketempat itu"gua masang kembali memasang sabuk pengamnnya lagi.


"Untung kamu sweety, kalau yg lain mungkin aku udah tendang keluar dari mobil dari tadi"batin gua.


Cup


"Terimakasih"ucapnya sedikit terkekeh saat ngasih gua kecupan singkat di pipi.


Astaga dia kembali ceria. Wajah antusias itu.


Baiklah gua bakalan lakuin apapun asal gua bisa lihat dia bahagia.


"Kenapa cuman di pipi"goda gua langsung menyalakan mesin mobil buat ketempat yang Ara suka.


"Suka-suka aku dong"balasnya sedikit menyebalkan.


Eh makin bingung gua sama sikapnya minggu-minggu ini.


_♡_♡_


Author POV


20 menit kemudia….


Mereka sudah sampai di resto korea itu.


Dan alex membiarkan istrinya memesan apa aja yang dia sukai.


"Sweety ayo kita pinda tempat ya, di ruang  VIP aja"bujuk alex karena banyak pengunjung disini. Dan istrinya menjadi bahan tontonan sekarang, Alex baru sadar kalau pakaian istrinya sangat terbuka.


"Aku enggak mau alex, aku maunya disini"balas ara langsung duduk.


"Tapi disini banyak cowok yg melihat kamu sebagai makan yg siap di santap sayang"bujuk alex lagi namun terus menarik tangan istrinya.


"Apalagi sama baju kamu pake sekarang, astaga Tiara"ucap alex geram melihat ara dari atas sampai bawah.


Istrinya terlihat seksi sangan dress yang di pakainya.


"Cepat lepaskan swater itu dan pakai Tiara"lanjutnya alex kesal, ara langsung melepaskan swaternya yg sedari tadi hanya ia tutupi bahunya. Ara pun memakainya dan tersenyum menatap suaminya.


Senyum polos itu kembali membuat Alex menghembus nafas panjangnya.


"Apaan sih km, namanya juga tempat umum pasti banyak oranglah"balas ara santai masih tersenyum polos menatap suaminya.


"Permisi saya aku menaruh pesanannya"ucap pelayan yg baru datang membawa pesanan mereka.


Alex masih dengan wajah keselnya.


"Lu bisa pergi"ucap alex dingin saat pelayan itu sudah selesai manaruh makan untuk mereka.


"Cepat habiskan, lebih cepat lebih baik"ucap alex masih terlihat kesel.


"Bilang saja kalau km cemburu"ucap ara santai namun belum menyentuh makanannya.


"Iya aku cemburu. cemburu banget Tiara kebapa kamu baru sadar"tiap kata alex menekan dengan wajah super kesel.


Ara hanya terkekeh melihat suaminya itu.


"Ayo di makan sweety, kenapa km hanya memakan es Crem itu, katanya mau sushi"


"Jangan terlalu banyak, ini udah malem sweety"lanjut alex namun ara hanya senyum-senyum melihat suaminya seperti ini.


"Kamu lucu"ucapan tiba-tiba dari ara itu membuat alex diam.


"Hahahaha"tawa Ara, alex melihat itu hanya senyum tidak kesel lagi.


Hanya wanita di depannya ini yang membuat moodnya terus berubah.


"Kata siapa aku memakannya"ucap ara santai dengan senyum jailnya ke alex.


"Terus kenapa kamu mesannya sebanyak ini?"tanya alex lembut.


"Itu buat kamu sayang"ucap ara tersenyum sangat manis menatap alex yg akan sebentar lagi berteriak.


"What?"Ara semakin tertawa melihat Alex kaget kayak gitu.


"Km kan tau sendiri aku enggak suka makan kayak gini, aku lebih suka makanan jepang"bisik alex saat menyadari semua tatapan ke aranya.


"Maka dari itu aku akan membuat kamu suka, cepat habiskan"perintah Ara masih tersenyum polos tanpa memikirkan penderitaan suaminya seharian ini.


"Sweety"kata alex memelas menatap Ara. Ara mengangguk.


"Km makan atau aku akan duduk bersama mereka"ancam ara menunjuk sekumpulan cowok di pojok ruang itu.


"Kenapa km selalu mengancam hal yg enggak aku sukai"frustasi alex dan kesal menatap istrinya.


"Maafkan aku suami aku, aku gak tau sama sikap aku hari ini"batin Ara.


"Yaudah aku berg..."


"Baiklah. aku akan memakannya"sahut alex sebelum ara beranjak dari duduknya.


Ara kembali memakan ice cream yg ukuran besar itu sambil senyum-senyum sendiri melihat suaminya.


"Kapan lagi aku bisa ngerjain kamu"batin ara senang.


"Ini sangat menjijikan"ucap alex menatap jijik makanan di depannya.


Taukan makanan korea banyak yang yg mentah. Ikan salmon, Alex paling gak suka makanan itu.


Itu alasan alex enggak suka sama  makan korea.


Suapan demi suapan alex terus memakannya dengan paksa.


Ekpresi jijik yang di wajah alex membuat ara terkekeh.


"Aku udah gk sanggup sweety, cukup ya"ucap alex menyerah meletakkan sumpit di meja dengan wajah sulit di tebak. Ekspresi ingin memjntahkan semua isi perutnya.


"Baiklah"balas ara hampir aja tertawa. Alex mengeluarkan nafas legahnya.


"Aku ingin ke toilet"ucap alex menutup mulutnya langsung berlari ke toilet.


Sampai di toilet alex memuntahkan semua isi perutnya. Perutnya sama sekali gak nerima makanan itu.


Setelah merasa legah alex keluar dari toilet langsung seseorang memeluknya.


"Maafin aku hikz"ucap orang itu sambil terisak menatap Alex. 


Alex kaget dan kembali tersenyum menatap istrinya disana.


"Udah sweety, gk usah minta maaf"balas alex  melangkah lebar langsung memeluk istrinya.


"Ayo kita balik"ajak Alex berjalan memeluk pinggang istrinya. Ara mengangguk dan terus memeluk pinggang suaminya.


Alex tersenyum dan mengecup berulang kali kening istrinya.


_♡_♡_


Dirumah...


"Ada apa sweety?"tanya alex saat istrinya duduk di pangkuannya


Selah balik dari resto alex memilih duduk di ruang kerjanya. memeriksa beberapa berkas yang di kirim jeson beberapa menit yg lalu.


"Enggak apa-apa, aku hanya ingin sama kamu"balas ara memeluk alex dengan kedua tangannya di leher alex dan kepalanya berada di pundak alex.


Alex membiarkan ara memeluknya, dan alex kembali menandatangani berkas di depannnya, ya berkas itu hanya membutuhkan tanda tangannya saja.


"Jangan menggoda aku sweety"ucap alex saat ara mencium lehernya.


"Kenapa?"tanya ara polos sambil melihat ke arah alex.


Alex berhenti sejenak dan menatap istrinya.


Cup


Cup


Kecupan singkat dibibir istrinya. Ara tersenyum lebar.


"Sebentar lagi aku akan selesai, jadi km tidur aja lebih dulu"ucap alex menatap istrinya takut istrinya akan protes.


"Enggak mau, aku akan tetap disini"balas Ara kembali menyandarkan kepalanya tepat di dada Alex ,tempat jantungnya berdetak.


"Aku suka detak jantung kamu"ucap Ara sambil memejamkan kedua matanya.


Cup


Alex mengecup kening Ara berulang kali. Istrinya seperti bayi kecil yang mencari kenyaman dalam pelukannga..


"Kalau begitu duduklah yg manis"balas alex tersenyum menatap ara membalasnya dengan senyum dan mengangguk dalam pelukannya.


"tidur"gumam alex dan beranjak dari duduknya sambil menggendong istrinya ke ara kasur.


Cup


"Hari ini kau menyiksa aku Sweety"gumam alex saat mengecup singkat bibir istrinya.


"Nice dream sweetheart"


Cup


Kecupan di kening istrinya cukup lama.


Alex ikut berbaring di samping istrinya, memeluk erat tubu istrinya.


"Hanya ini yang membuat aku nyaman, walaupun aku kerja seharian tapi kayak gini aja semua lelah aku hilang"batin alex.


_♡_♡_


Esok paginya….


Cup


Alex terus mengecup seluruh wajah istrinya, Alex ingin membangunkan istrinya karena sudah pagi.


"Morning sweety"ucapan selamat pagi buat istrinya yang baru saja membuka matanya.


Alex yang masih sibuk mengancing kemeja putihnya karena hari ini ada meeting penting jadi alex memilih untuk berangjat kekantor.


Alex juga berharap istrinya gak menahannya lagi.


"Morning cogan"balas ara langsung duduk sambil mengucek matanya yang masih terasa ngantuk.


Alex gemes sendiri dan kembali mengecup pucuk kepala istrinya.


"Kamu mau ke kantor"tanya ara masih mengucek matanya menatao Alex di sela-sela penglihatannya.


"Iya sweet, aku ada neeting penting hari ini, dan jeson sekarang udah runggu di bawah"jelas Alex melangkah membuka laku yang berisi jam tangannya.


Ya jeson pagi ini datang ke rumahnya mengantar berkas yang harus di tanda tangani alex.


Ara hanya mengangguk mengiyakan.


"Tumben gak ngelarang"batin Alex.


"Kenapa lihat aku kayak gitu?"sadar ara saat alex menatapnya.


"Ah enggak apa-apa"gagap alex dan berjalan mengambil tasnya. Alex takut istrinya berubah pikiran lagi.


"Sweety awas ntar kamu jatuh kalau lari kayak gitu"teriak alex saat melihat istrinya lari ke kamar mandi.


"Hooeekk hoekk"suara dari dalam membuat Alex langsung melangkah ke arah kamar mandi.


"Sweety, km kenapa? Ada apa?"teriak alex, Alex menaruh kembali tasnya di sofa dan melangkah ke pintu kamar mandi.


Clek


"Dikunci"guman alex saat pintu kamar mandi di kunci.


"Symweety km baik-baik aja kan? Ara--Tiara buka pintunya"teriak alex dari luar sambil mengetuk pintu.


"Hoeekk Hoeekk"ara terus memuntahkan isi perutnya. Alex semakin panik di luar.


"Tiara buka pintunya"teriak alex panik di luar


Krekkk


Pintu kamar mandi terbuka dan muncullah ara, Alex langsung memegang kedua pipi istrinya.


"Apa kamu baik-baik aja? apa yang sakit sweety? Magh kamu kambuh lagi? tiara"pertanyaan alex bertubi-tubi memegang kedua pii istrinya lembut. Wajah ara terlihat pucat.


"A-aku......."ara langsung ambruk tak sadarkan diri, alex langsung menahannya.


"Sweety, hey jangan bercanda, bangun Ara. Bencanda gak lu. Sweety--Tiara bangun"panik alex menepuk pelan pipi istrinya.


Alex langsung menggendong istrinya, perasaan takut dan panik bercampur jadi satu.


Ini pertama kali alex melihat langsung istrinya pingsan. Selama pernikahan mereka ara gak kayak gini sebekumnya.


Alex berlari keluar dari kamar sambil menggendong istrinya.


"Jeson siapkan mobil"teriak alex panik turunin anak tangga.


Jeson yang kaget dengan teriakan sahabatnya itu, dan di buat tamba syok karena ara di gendongan Alex.


"Cepat siapkan mobil "teriak alex lagi


Jeson sadar langsung berlari keluar dari rumah.


"Cepat ke rumah sakit"lanjut alex saat udah di mobil duduk di kursi belakang bersama istrinya.


"Sweety bangun, jangan buat aku takut"ucap alex masih panik sambil menepuk pipi pelan istrinya.


"Dia kenapa?"tanya jeson hati hati


"Gua gak tau, lu menyetir aja, jangan bertanya"balas alex terlihat frustasi dan ketakutan.


"Cepatan Jeson"lanjut alex melihat mobilnya lambat jalan.


"Ini udah kecepatan tinggi alex"balas jeson kesal karena kecepatan mobil sudah sangat tinggi.


"Ck lebih cepat lagi, awas aja kalau istri gua kenapa-napa lu gua mutilasi duluan"ancam alex membuat jeson menggeleng.


"Sweety, hey bangunlah kau buat aku takut"ucap alex berusaha membangunkan istrinya lagi, tapi Ara sama sekali gak membuka matanya. Wajah pucat itu semakin membuat alex frustasi.


"Dia gak apa apa"Sahut Jeson di depan. Alex diam dan terus membangunkan istrinya.


★★★


5 menit mereka sudah di depan rumah sakit..


Alex langsung menggendong ara berlari masuk dalam rumah sakit.


"Dokter hay siapun tolong istri gua"teriak alex membuat semua irang berada disitu kaget.


Salah satu dokter berjalan ke ara alex.


"Tenang ak...."


"Lu bilang tenang, lu lihat istri gua enggak sadar diri"teriak alex ke dokter itu. Alex langsung menaruh tubuh istrinya di ranjang.


"Lex sabar, mereka bakalan ban---"


"Lu bilang sabar, istri gua gak sadar lu masih nyuruh gua sabar. RUMAH SAKIT SEBESAR INI KEMANA DOKTERNYA"teriak alex kacau. Membuat beberapa suster takut.


"Suster tolong bantu"ucap dokter itu dan suster datang membawa ranjang baru, alex memindahkan istrinya.


Mereka pun mendorongnya memasukin salah satu ruangan kosong.


"Anda tunggulah di luar saya akan memeriksannya"ucap dokter cowok itu.


"Apa lu gak lihat, istri gua butuh gua. Ganti Dokter cewek cepatan, gua gak mau lu sentuh istri gua"balas alex ceoat langsung masuk kedalam.


Jeson di belakang hanya menggeleng-geleng kepalanya, jeson oun berbicara sama dokter itu agar paham.


"Di saat kayak ginii masih aja over"batin Jeson.


"Sus, panggil dokter Ana sekarang"perintah dokter cowok itu, suster itu langsung menelpon seseorang menggunakan tlpon dalam ruangan itu.


Alex masih di samping istrinya yang belum sadar.


"Tiara--"panggil alex dengan suara lemah dan getar. Beberapa suster itu hanya diam melihat mereka.


"Andai gua punya suami kayak gini, bahagia banget gua"batin salah satu suster.


"Ada apa?"tanya dokter Ana yang baru datang.


"Ada pasien yang butuh tenaga lu"balas dokter cowok itu langsung pergi, Dokter Ana mengangguk langsung masuk.


Dr.Ana melihat alex di sana yang berusaha membangunkan istrinya.


"Biar saya yang memeriksanya lebih dulu"Ucap Ana, Alex terus memegang tangan istrinya.


Alex pun diam dan menunggu hasil pemeriksaan Dr.Ana di depannya.


"Gimana dok, apa istri gua baik-baik aja?, gak ada yang seriuskan? Bilang ke gua"Alex menatap tajam Dr. Ana. Dr. Ana hanya diam membalas tatapan Alex.


"Kenapa gak masang infusnya? Atau apa gitu, istri gua--"lanjut tanya alex.


Ini pertama kalinya mendapatkan keluarga pasien yang bawel dan menuntut.


Dokter itu hanya menggeleng melihatnya.


"Tenang istri anda baik-baik saja, ayo ikut saya ke ruangan, saya bakalan jelasin disana"ajak dokteer Ana. Dr.Anal melangkah pergi lebih dulu.


"Lu tetap disini menjagain istri gua"ucap alex masih dengan nada kesel karena masih khawatir sama istrinya. Jeson hanya mengangguk.


"Duduklah"ucap Dr. Ana saat melihat alex masuk.


"Ini hanya kemungkinan dan belum pasti, perlu di lakukan pemeriksaan lagi buat mastiin kalau---"


"Gak usah bertela-telah, To the Point aja"sahut Alex gak sabaran. Dr.Ana kembali menggeleng.


"Dari pemeriksaan Tadi---Selamat"ucap dokter Ana mengulurkan tangannya sambil tersenyum.


Alex menatap dokter itu kesel bercampur bingung, namun alex menerima jabatan tangan dokter itu.


"Anda sebentar lagi bakalan jadi ayah, seperti saya bilang sebekumnya, Anda harus pastikan lagi untuk periksa di dokter kandungan, karena saya bukan domter kandungan"lanjut dokter Ana tersenyum saat melihat wajah bahagia Alex.


Orang yang tadi hanya berwajah datar kini tersenyum bahagia.


Dr.An kembali menulis sesuatu di kertas itu


"Hah saya---Sa-saya akan jadi Ayah"syokAlex masih gak percaya.


"Saya akan menjadi ayah?"tanya alex ke dokter itu dengan syok rasa kesel ke dokter itu hilang.


"Iya anda akan menjadi seorang ayah, istri anda sedang hamil 4 minggu, itu perkiraan saya, sebaiknya anda mastikan lagi di dokter kandungan"jelas dokter Ana.


Alex masih gak percaya apa yang ia dengar sekarang.


"Dan ini surat buat ruju ke dokter Fivi di lantai 3, sebaiknya anda membawanya ke dokter Fivi, dokter kandungan"lanjut dokter Ana menberikan surat itu.


"OMG. alhamdulillah, aku akan mejadi seorang ayah"batin Alex.


"Dok gua gk mimpi kan"tanya alex lagi


Dokter kekeh melihat tingkah alex itu, tadi marah-marah sekarang lihatnya seperti anak kecil mendapatkan mainan barunya.


Dokter hanya menggekeng.


"Ah terimakasih"ucap alex langsung mengambil surat itu di meja.


Alex langsung melanglah cepat keluar dari ruangan itu, Alex sedikit berlari menemui istrinya disana.


Jeson dari jauh melihat sahabtanya senyum membuatnya bingung.


"Gimana?"tanya jeson saat alex sudah di depannya.


"Aku bakalan ngasih tau ke lu setelah istri gua tau tentang ini"ucap alex santai dengan senyumnya.


"Gua mau kinta tolong siapkan Ruangan VIP lantai atas, karena setelah ini bakalan ada pemeriksaan lanjut di tantai atas"jelas alex  sebelum masuk ke ruangan.


meninggalkan jeson yang cukup kesel karena sedari tadi menunggu jawaban dari alex hanya itu yg di jawab alex.


Jeson langsung mengurus semua administrasi sesuai istruksi Alex tadi.


★★★★


Yeee akhirnyaaaa punya anak juga


Jangan lupa Vote + Comennya...


See You...