You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 36



**He hey Heeeeyyyyy😁😁😁


terimakasih kalian yang udah mampir baca tulisan aku yang banyak kekurangan ini😭😭**


 


 


♡♡♡


Ara POV


sudah 3 hari ini gua gk mendengar kabar dari alex, Alex sama sekali gk muncul di depan gua, jangan kan itu, Sms dan tlpon pun gk ada sama sekali.


apa dia baik-baik aja? apa dia makan dengan teratur? Dia dimana? apa yang di lakuin sekarang? banyak pertanyaan yang ada di pikiran gua sekarang.


"Woy Ara"panggil seseorang dari arah belakang, gua langsung Berbalik lihat tu orang.


"gimana lu udah lakuinkan apa yang gua bilang kemarin?"tanya Orang itu saat duduk di samping gua.


ya Gua saat ini masih di kampus, biasa jam kelas gua kelas Alex selalu jemput gua, tapi selama tiga hari ini alex sama sekali gk muncul.


"yah gua udah bilang ke dia 3 hari yang lalu, gua takut kalau Alex benaran jauh sama gua"jawab gua lesuh natap orang itu.


"yaelah baru gitu doang udah lesu banget sih"balas tu orang buat gua semakin leesu.


"tapi gua takut kalau dia benaran jauh sama gua"Ulang gua lagi, Orang itu hanya terkekeh.


"yaelah gk bakalan dia gitu aja lupain lu. percaya sama gua, gua sebagai cowok okey dia gk bakalan lupain lu gitu aja ko, butuh waktu lama buat ngelupain seseorang yang Kita sayang, Gua yakin Dia gk akan bisa ngelakuin itu"jawab Roni


ya Roni emng mantan gua tapi sekarang kita sahabatan, gua udah mencoba jelasin ke Alex namun ucapan gua selalu di tolak.


alex semakin ngamuk saat gua ngomong. padahal apa yang ada dipikirannya gk benar.


"yaudah yuukk belanja sekalian kencan sama gua, waktunya bentar lagi nih"ajak Roni narik tangan gua keliar dari halaman kampus.


gua masih kepikiran sama Alex , Jujur semenjak masalah itu, Perasaan takit kehilangan muncul di benak gua, Gua takut.


♡♡


Author POV


Ara dan roni kini menuju Mall untuk belanja keperluan karena hari ini tidak ada jadwal kelas lagi,makannya Roni mengajak Ara untuk berbelanja keperluan buat ntar malem.


"bentar gua telpon Ica dulu"kata ara mencari tempat duduk tepat di depan tokoh kue itu.


Roni mengangguk dan ikut duduk di samping Ara.


Call Caca


"Halo Ra"sapa Ica penuh dengan semangat


"Ca gimana km udah buat videonya"tanya Ara


"udah tenang aja semuanya terkendali"balas Ica di sebrang sana.


"okey gua percaya sama lu, ntar bawain ya. thanks Ca"balas Ara tersenyum lebar.


ara langsung memutuskan panggilannya itu, tapi matanya tidak berahli dari hp itu. Ara berharap sebuah pesan dari seseorang yang ia tunggu selama ini.


"lu kenapa? masih nungguin dia sms lagi?"tanya Roni melihat Ara yang sejak kemarin kerjaannya menghembus nafas beratnya.


"huuufff ayoo, belanja lagi"ajak ara tanpa menjawab pertanyaan Roni.


Roni mengangguk dan ikut beranjak menyusul Ara.


namun tatapan di sekitaran mereka penuh dengan tatapan memuja, mereka terlihat sangat serasi namun mereka tidak memperdulikan itu.


yang saat ini mereka lakukan adalah belanja dan selesai mereka bakalan balik ke rumahnya.


♡♡


ditempat lain.....


"Son siapkan berkas buat meeting di bandung"tanya alex dingin memastikan jadwalnya.


"Apa? Bandung"kaget jeson Mendnegar itu.


"Iya bandung lu belum nerima email gua"tanya alex dingin, Jeson langsung mengotak atik leptopnya.


"Lu ko gk bilang sejak awal sih"Lanjut jeson saat melihat email itu.


alex hanya memasang wajah datarnya menatap jeson.


"Yah padahal ntar malem gua mau janjian sama gebetan gua"gumam jeson yg masih di dengar alex namun tidak di hiraukan.


"bos lu yakin hadirin meeting ini, udah 3 hari ini lu selalu sibuk, dan lu kayak Zombi, lu yakin klaen lu bakalan gk kaget lihat tampang lu kayak benaran zombi"komentar jeson saat melihat bosnya.


"kalau lu gk mau ikut biar gua aja yang hadirin"tatapan dingin yang ia berikan.


"ah gua ikut, baiklah gua akan siapin berkasnya"jeson langsung keluar dari ruangan sahabat sekaligus bosnya itu.


"seram banget Sohib gua"Batin Jeson saat menutup pintu.


"Huuuuffff, apakah dia bahagia sama Cowok sialan itu..."Batin Alex menatap ponselnya yang berharap seseorang dapat menghubunginya lagi.


"Brengsek"Umpat Alex dan langsung melanjutkan pekerjaannya.


"*mungkin dengan kayak gini gua gk mau mikir tentang lu, walaupun sedetik pun gua gk mau mikir lagi"


"ya walaupun rasa kangen gua sangat..."batin alex berteriak frustasi*


karena sudah 3 hari sesudah kejadian di taman itu alex menyibukan dirinya dengan pekerjaan.


hingga dia tidak dapat untuk tidur, karena menurutnya apa bila ia meluangkan waktu untuk bersantai maka pikirannya di penuhi dengan mantan gadisnya itu, ralat belum jadi mantan karena belum ada kata putus dari keduanya.


"eh bos lu gimana pirang"tanya deva yang kini di ruang jeson.


"Udah gua bilang jangan manggil gua pirang Nyet, Gua punya Nama. J.E.S.O.N. Jeson"Balas Jeson kesal menatap Deva.


deva yang baru masuk hanya terkekeh melihat jeson.


"Kondisi sohib lu gimana?"Tanya Deva begitu duduk di sofa.


jeson menatap Deva santai.


"sahabat lu juga pea"balas jeson sambil sibuk mencari berkas buat meeting nanti.


"dia gk bakalan mati kan sampai ntar malem"tanya deva lagi Terkekeh melihat Alex yang sangat kacau.


"dia kayak Zomby... bukan ... lebih seram dari Zombi yang gua lihat di film"lanjut deva sedangkan jeson mengangguk menetujuin ucapan deva barusan.


"sahabat lu juga kali"balas Deva mrmbuat mereka tertawa.


"jadi lu benaran nih berangkat meeting sama tu zombi"Tanya deva lagi.


"ya gitulah gk bisa di tolak, Dia bos gua disini"balas jeson sambil menyiapkan beberapa Map, isi berkas meeting.


"gk seru ya kalau kita gk bisa jailin alex"gumam deva, jeson ikut mengangguk.


"udah puas ngegosipin gua hah?"teriak seseorang yang berdiri di tengah pintu.


"wiih lebih seram dari perkiraan gua son"teriak deva saat melihat alex masuk di ruangan. Deva bernajak dan mendekati jeson, menjauh dari alex.


"mata panda, rambut jagung, wajahnya kayak kulit jagung yang banyak keriputnya, badannya bukan badan atlit lagi tapi rangka doang"komentar deva saat melihat alex dari atas sampe bawa.


"Diam lu Nyet"geram alex masih biasa tatapan dingin, Alex langsung duduk di sofa.


"Lu ngapain di sini?"Tanya Alex langsung ke Deva, Karena deva bukan kerja disini, Deva memiliki perusahan sendiri.


"Sohib Lu nanya Noh?"Deva mencolek Baju jeson, Jeson yang duduk di kursi kerjanya hanya menggeleng.


"Nanyain Lu bukan gua pea"Balas jeson.


"Oh, Gua jenguk Nih Si pirang"balas Deva santai.


"Njiirrr Gua masih Normal, Manjauh dari gua lu"Teriak Jeson yang merasa jijik demgan suara Deva. Deva Langsung tertawa lepas. ruangan itu penuh dengan suara tawa Deva.


alex disana hanya diam.


"Gua punya kenalan, Cantik, seksi, bohai, lu mau gk?"tanya deva mendekati Alex.


Sedangkan yang di tanya hanya memejamkan matanya tanpa menghiraukan Ucqpan deva.


"Yaelah gua dicuekin"gumam deva melihat alex yang sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Son lu bukannya ntar malem janjian sama Tiara ya"tanya deva jail ke jeson.


jeson langsung memberikan tatapan horrornya ke Deva, kalau menyangkut orang yang di sayang alex, jeson gk mau ikut dalam masalah.


Alex mendengar nama itu langsung membuka kedua matanya dan duduk tegak menatap Deva dan jeson bergantian.


"Nyari Mati lu?"Ucap jeson tanpa suara kearah deva. deva hanya santai dan kembali menatap Alex.


"Wiiihhh bukan itu maksud gua, maksud gua bukan Tiara Cewek lu, tapi sahabatnya TiAra siapa tuh namanya, gua lupa"lanjut deva menatap alex dan jeson bergantian.


Deva terleleh mendapatkan respon yang sama sekali gk diduga dari alex.


"Rani"jawab Jeson senyum-senyum sambil melihat Alex.


mereka berhasil buat alex ikut dalam percakapan mereka.


"Nah itu dia, tapi ngomong-ngomong Tiara juga okey, kan dia sekarang jomblo"kata deva dengan senyum liciknya begitu juga dengan Jeson.


Jeson tau betul kalau deva tidak akan diam jailin alex.


Jeson hanya mengangguk menetujuin ucapan deva.


mereka hanya ingin melihat sejauh mana Alex mempertahan lan egonya sendiri.


"Jangan macam-macam Lu"kata alex menekankan setiap kata yg di ucapkan kearah Deva.


"Loh lu kan bukan tunangan ara lagi, lu sendiri yang bilang kalau udah putus sama Tiara"jail deva lagi, Inilah deva yang selalu memecahlan masalah sahabatnya dengan krjailannya.


"Gua belem putus"Balas Alex cepat.


"Oohhh Belum"Sahut Jeson dan Deva sama sama. mereka menahan tawa melihat reaksi alex.


"Sebelum lu dekatin gua bunuh lu"lanjut alex demgan tatapan dingin menatap Deva.


"Wiiihh kenapa lu gk bunuh aja sama cowok yang jalan sama dia, bukannya sekarang dia yang dekatin Tiara, mesrah banget lagi"tanya deva lagi, berusaha memancing Alex.


Ya deva tau karena jeson ceritakan semuanya, alex tidak berani curhat ke deva karena deva mulut suka ember.


Tapi alex sekarang mikir ulang kata-katanya, jeson sama aja seperti deva ember.


"Aww"


"Lu ko jitak gua sih"keluh deva Mengusap.kepalanya karena dipukul jeson dari belakang.


jeson ikut duduk di sofa itu.


"Makanya mulut tuh harus ngerem kalau ngomong"kesal jeson karena mendapatkan tatapan maut dari alex.


"Sorry gua sengaja.... Ooppss eh gk sengaja maksudnya"kata deva sambil menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.


"Gua cabut ya, bokap gua nungguin di rumah"pamit deva langsung keluar dari ruang itu sebelum wajah babak-belur akibat ucapannya tadi.


melihat tatapan maut dati alex, Deva langsung kabur. jeson hanya menggeleng melihat kelakuan sohibnya.


jeson melirik Alex sebentar, ledua tangan Alex mengepal.


"Gk usah dengarin, lu tau sendiri Tu Bocah gimana kalau ngomong"Ucap jeson santai.


♡♡


Tempat lain...


"Gimana udah selesaikan"tanya seseorang yang sedang menelpon.


"Iya udah, tenang aja"jawab seseorang di sembrang sana.


"Okey sip, nanti kabarin kalau ada yang di butuhin".


"Siap"


Tut tut


Panggilan pun di akhiri.


"Walaupun sederhana tapi gua harap lu suka dengan ini"batin Orang itu.


☆☆☆


Maaf ya kalau banyak typo dan kurang katanya.


Jangan lupa Vote + comennya ya...


See You Guys....