You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
EPILOG



**waaaahhh


Udah End aja ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


jangan lupa Coment ya, gimana cerita ini buat kalian, dan mana yang harus diperbaiki, kalau masukannya bagus author bakalan terima dan cantumin pas revisi nanti๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘Œ**


ใ€€


โ™กโ™ก


Author**POV**


"Permisi tuan"ucap suster mendorong keranjang yang di dalamnya adalah kedua anak Alex.


kedua bayi itu baru saja selesai mandi.


"Lucu banget"teriak mereka semua sat melihat kedua bayi itu dalam satu ranjang.


kedua bayi itu masih saling berpelukan, kakanya memeluk afiknya seperti ingin menjaganya. pelukan nyaman itu membuat siapaun gemes ingin mengabadikan foto itu.


Marisa yang tersenyum saat mendapatkan foto itu.



"Aku ingin menggendongnya lebih dulu"ucap momi alex saat suster meletakan di samping Ara.


kedua orang tua mereka sejak beberapa hari ini tidak pulang kerumah, melainkan tidur di rumah sakit menemani putri mereka.


"Tidak aku neneknya jadi aku harus menggendongnya lebih dulu"ucap ibu ara.


"Berhentilah bertengkar, kalian akan menggendongnya, mereka ada dua jadi kalian bisa menggendongnya salah satu"urai dady alex.


Mereka pun mengambil bayi itu.


Ibu alex menggendong bayi cowok.


Sedangkan


Ibu ara menggendong bayi cewek.


"Oh astaga hidungnya kenapa mancung banget gini"teriak Tasya saat mendekat ke arah ibu ara.


"Ini juga mancung banget, seperti hidung Ara"ujar ica heboh berada di samping Momi Alex, Ana.



"Ini juga mancung"ujar momi Ara senyum bahagia. Marisa.


ucapan Marisa entah di respon sama bayi mungil itu hingga bayi itu tersenyum.


"Ehk dia senyum loh, Girl apa km ngerti apa yg oma katakan barusan ehk"Heboh Marisa saat melihat bayi itu tetap tersenyum.


"Iiiiii lucu bablnget sih"Gemes Rani yang ingin mencubit kedua pipi bayi itu.


"Semoga anak gua kayak gini hidungnya"Ucap mereka bertiga barebg, Ica, Tasya dan Rani.


mereka saling lihat satu sama lain langsung tertawa, semua ikut tertawa mendengar itu.



"Ah benar ini lebih mancung"ujar Tasya heboh.


Mereka semua dengan gerakan cepat melihat itu karena mereka semua penasaran.


Alex yang melihat itu sangat gembira.


"Bangunlah anak kita sedang menunggumu"


"I love you"bisik alex di ara


"Kalau begitu gua pamit dulu, takut istri gua kecapean"ujar jeson pamitan, semuanya swtuju karena istrinya juga butuh istirahat.


"Gua juga pamit ya, besok gua kesini lagi. kalau ara sudah sadar kabari kita-kita"ucap Roni menggandeng istrinya.


Setelah mereka berempat pamitan, kini tinggal Deva dan ica.


orang tua Mereka berdua masih sibuk bermain dengan bayi itu, yg masih belum mendengar dan melihat namun mereka terus mengajak berbicara.


alex melihat itu hanya menggeleng.


"Kayaknya gua juga deh, ntar malem atau besok gua jenguk ara lagi"ujar deva menatap ica, ica mengangguk.


"Ngomong-ngomong lex, lu harus bersihin diri lu deh, lu lihat deh lu masih make baju tidur"lanjut Deva tersenyum geli langsung keluar dari kamar takit alex ngamuk.


"Mom kenapa dari tadi gk bilang kalau penampilan aku seperti ini"ujar alex frustasi menatap Marisa dan Ana disana.


"Kamu Gk Nanya Son"Balas Ana santai tanpa melihat Putranya.


"tadi Dady udah bawakan baju ganti buat kamu, mandi sana"ucap Ana lagi tanpa menatap ekarah alex, karena sibuk main sama cucuk nya.


alex tersenyum mendengar itu.


"Thanks you"ujar alex tersenyum sambil mengambil paperback itu.


"Jagain ara bentar ya alex mau mandi dulu"lanjutnya kedua wanita itu langsung mengangguk mengerti.


Alex langsung pergi membersihkan dirinya yany sangat berantakan itu.


"Astagaaa lihat lah dirimu alex, kamu sangat berantakan"ujar alex kepada diri sendiri saat melihat bayangannya di cermin.


Setelah beberapa menit alex di kamar mandi kini keluar dengan setelan baju santainya.


Alex melihat gerakan istrinya saat keluar dari kamar mandi.


dengan langkah lebar Alex langsung ke sisi ranjang istrinya.


"Kamu udah sadar sayangg"


"Kamu perlu sesuatu"


"Apa masih sakit, dimana yang sakit"


pertanyaan bertubi-tubi dari alex, tangan alex mengusap lembut kening istrinya.


"Haus"ucap ara pelan, alex langsung mengambil segelas air di meja.


alex ambil duduk di samping istrinya dan membantu istrinya minum.


Cup


Alex langsung mengecup di kening istrinya dan tersenyum lebar. sangat lebar.


"Terimakasih"ujar alex tulus kembali mengecup kening istrinya.


"Sama-sama, dan terimakasih juga udah terus disamping aku"balas ara menatap lekat wajah suaminya. rambut yang masih basah karena baru selesai mandi.


" bisa meninggalkan kami sus, terimakasih"ujar alex saat suster itu selesai mengecek botol infus.


Suster itu langsung keluar dari kamar.


"Aku ingin melihat baby kita... Awwkk... Aku kenapa alex?"ujar ara berusaha bangun namun alex menggeleng.


"km baru selesai operasi sayang jadi jangan banyak gerak dulu"Jelas alex membuat Ara kaget.


"Kenapa bisa? bukannya tadi aku melahirkan normal?"Tanya Ara dengan wajah kebingungan.


"Kejutan untuk kamu sayang, Sebentar ya.."Balas Alex tersenyum lebar.


Alex mengatur terpat tidur Ara agar ara bisa duduk dengan nyaman, tidak sepenuhnya duduk, ara hanya bersandar.


ara melihat Alex yang mendorong box Bayi itu mendekati dirinya.


Alex mengambil bayi dan masih di boxnya.


Oya kedua orang tua ara dan alex tadi saat alex mandi mereka berpamitan keluar untuk mengisi perut mereka.


Jadi mereka memanggil suster yang menjaga bayi dan istrinya.


Saat ke ranjang bayi itu namun yang alex dapatkan pemandangan yang sangat indah, alex pun mengambil ponselnya dan memotret mereka.



Selesai memotret alex mengambil bayi yg cowok, artinya anak pertamanya yaitu cowok.


Alex berjalan ke sisi istrinya.


"Lihatlah, ganteng kan"ujar alex saat udah di samping Ara.


Ara melihat itu langsung menangis haru.


"Aku ingin menggendongnya, Di Pangeran jadi aku yang akan memberikannya namq, sesuai kesepakatan kita"ujar ara mengusap air matanya.


Alex langsung mengangguk antusias, dan dengan sangat hati-hati Alex memberikannya ke Ara.


alex mengusap air mata istrinya.


"Terimakasih"Ucap alex lagi, entah harus berkata lagi sebagai rasa syukurnya kepada istrinya yang berjuang untuk kedua buah hatinya.


"Dan ini kejutannya"Alex mengambil bayi kedua yang merupakan putrinya.


"Bayinya siapa alex?"Tanya Ara begitu melihat alex menggendong satu bayi lagi.


"Putri kita sayang, Anak kita kembar, sampai sekarang aku juga masih belum percaya sayang"Jelas Alex yang antusias banget hingga berlinang air mata.


"Benarkah? Anak kita kembar?"Tanya Ara yang menatap lekat bayi yang di gendong Alex.


mereka masing-masing mengusap air mata. merwka terharu dengan apa yang mereka dapat sekarang.


"Mereka pasangan Alex, Aku---hikz Bahagia"Ucap Ara masih belum seutuhnya percaya dengan apa yang ia ketahui sekarang.


Ara memegang tangan mungil bayi yg di gendong Alex. Ara menatao kedua bayi itu bergantian.


"mulai sekarang aku akan repot jagain mereka, dua sekali gua alex"Ucap Ara antusias.


"Tentu saja masih ada aku, Aku siap bantuin km yang"Balas Alex yang udah duduk di samping ranjang.


"Apa km sudah dapat nama buat mereka"tanya ara.


"Ya aku udah dapat, sesuai kesepakatan, Aku yang girl baby, dan km boy baby"ucap alex senang.


alex terus mencium kedua pipi bayi yang ada di gendongannya itu.


"Adelardo Arsenio Raymond, panggilannya Arsen"ucap ara senang.


Adelardo artinya Pangeran.


Arsenio artinya Gagah, berani.


Raymond artinya Pelindung yang bijaksana.


"dia akan melindungi dan menjaga adiknya, putri kita sayang"Jelas Ara membuat alex mengangguk setuju.


"Pangeran gagah dan berani serta penlindung yang bijaksana"jelas ara menyambungkan arti nama putranya tersebut dan tersenyum senang dan mengenggam tangan putranya tanpa sangka putranya itu langsung tersenyum.


"Aku memilih nama itu, agar putra kita dapat melindungin adiknya"lanjut ara tersenyum ke ara suaminya yg menggendong putrinya.


"Aku tidak salah mempercayaimu sayangg"ucap alex tersenyum tulus saat mendengar nama itu.


"Arlene Nathania Calandra, Panggilannya Arlen"ucap Alex dengan senyum senang


"Nathania artinya - pemberi tuhan"


"Dan Calandra artinya - riang gembira"


"Perempuan yg kuat dari pemberian tuhan yang periang"Ucap Alex melengkapi arti nama yang dia berikan kepada putrinya.


"Aku memberikan nama itu karena kita gk tau kalau kita kan mempunya 2 anak sekaligus, dan aku rasa Arlen ini lah pemberian Allah untuk kita"lanjut alex membuat ara tersenyum lebar.


" bagus yang, aku suka"jawab ara tersenyum.


Cup


"Aku sangat sangat bahagia sayang"


"Terimakasih"ucap alex tulus dan mencium lama kening istrinya.


"*Terimakasih udah jadi suami yang baik, Terimakasih udah milih aku jadi ibu dari anak-anak kita, Terimakasih semuanya"Ucap Ara tulus.


"Aku yang seharusnya berterimakasih telah menerima aku apa adanya diri aku saat itu, terimakasih semuanya. terimakasih"Balas Alex mengecup kening istrinya*.


โ™กโ™ก


Setelah melakukan perawatan selama seminggu di rumah sakit, hari ini Ara di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


"Apa udah siap semua"tanya alex ke ara.


Hanya mereka berdua dan sopirnya membantu mangangkat barang ke mobil.


Sahabat dan kedua orang tua mereka sekarang lagi di rumahnya, untuk menyiapkan kejutan utnuk istrinya.


saat ini ara masih belum tau kalau ada kejutan untuknya.


"Sudah, biarkan aku yang menggendong Arlen dan kamu menggendong arsen"ujar ara siap mengambil putrinya di box.


"Hay princess saatnya kita pulang"ucap ara gembera dan menggendong Arlen.



'Iiihh ko senyum terus sih kerjaanya"Gemes Ara saat menggendong putrinya.


"Kenapa kau terus saja tersenyum saat tidur, apakah km senang pulang kerumah"lanjur ara melihat putrinya tersenyum.


"Lets go boy"ujar alex dan menggendong putranya



"Ayoo Biy, Lets Go"ujar alex sebelah tangannya memeluk pinggang istrinya.


Mereka sekarang menjadi tontonan suster karena mereka sangat serasi saat ini.


apalagi bayi yg di gendong mereka saat ini. ada perasaan iri saat melihat pasangan itu.


โ™ฅโ™ฅ


Perjalan menempuh 30 menit mereka sudah sampai di depan rumah mereka.


"Selamat datang"teriak mereka.


"Kejutaaannn"teriak mereka semua.


Ara syok melihatnya, apakah mereka yang menyiapkan ini semua.


isi rumahnya oenuh dengan balon dan udah di hiasi berbagai macam hiasan disana.


"Aku ingin punya bayi ganteng seperti ini"ucap tasya antusias melihat bayi yang di gendong Ara.


"Siapa namanya? kalian udah ngasih nama kan?"tanya tasya saat di samping Ara.


"Nama saya Arlen auty"ara meniru suara bayi.


"Ah nama yg baguss aku gk sabar untuk melahirkan"ujar tasya senang sambil mengusap perutnya.


Setelah cukup lama mereka berbincang, satu persatu pun pamitan pulang kini tinggal mertuanya dan ibu dan ayah.


"Baiklah kami pamit pulang dulu, besok pagi kita bakalan berkunjung lagi, aku tidak mau melewatkan perkembangan cucuku"ujar momi alex.


"Ya aku juga akan kesini setiap hari"lanju momi ara.


Dan mereka tertawa bahagiah


โ™ฅโ™ฅ


"Bibi tolong bersihkan ini ya, kado-kadonya taru aja di atas meja"ujar alex setelah orang tua merika berpamitan pulang.


Hadiah kado dari nenek dan kakeknya serta auty dan paman baby twins.


"Aku akan menunjukan km kamar baby kita"ujar alex lembut yg masih menggendong putrinya.


Sedangkan putranya berada di gendongan ibunya.


"Aku tidak sabar akan hal itu"ujar ara membalas senyum alex.


"Ayoo sayang"mereka langsung naik anak tangga.


"Taraaaaa"ucap alex


"Wow, ini tidak berlebihan"ucap ara saat melihat isi kamar bayinya



Kamar yang luar jadi samping kiri dekor buat putri mereka dan samping kanan buat punya mereka dengan masih-masih lemarinya.


"Enggak sayang, aku rasa ini masih kurang untuk bayi kita"ucap alex pelan dan menidurkan putrinya di boxnya.


"Oooeekkk oeeekkk"tangis putrinya.


"Oohh cup cup masih kangen ya sama dady, baru lepas aja udah nangis gini sih CuP"ucap alex langsung mengambil putrinya.


"Ooeeekkk oeeekkk"putrinya masih terus menangis.


Ara meletakkan putranya di ranjang dan beralih ke alex.


"Sini lex, aku akan menyusui princess"ara langsung menggendong putrinya dan duduk di sofa yang ksong dan menyusui putrinya.


Tidak ada rasa cangguh di antara suaminya, awal di rumah sakit suster menyuruhnya menyusi anaknya ara menyuru alex keluar dari ruangan.


Namun sekarang tidak lagi, karena ara berpikir dia akan terus bersama suaminya jadi mau tidak mau dia akan melakukannya.


" Lagian dia suamiku"batin ara


Di antara putra dan putrinya ini, yang sering menangis yaitu putrinya.


"Lihat dia mirip sama kamu alex"ujar ara melihat putrinya.


"Wajar sayangg aku kan dadynya"ujar alex bangga.


"Cih kenapa dia gk mirip aku"protes ara.


"He apakah km gk lihat, wajah Arsen semuanya mirip akmu, hanya senyum nya saja mirip aku"balas alex antusias dnegan kaliamat terakhirnya.


"Ya senyum sinismu itu meniruni anakmu"ujar ara senyum geli alez hanya terkekeh.


"Aku akan mengatur jadwal kerja, suapaya aku bisa bermain sama mereka setiap hari"ucap alex menatap lembut istrinya.


"Dan juga memberikan kasih sayang sama kalian, aku akan mengurangi kerja di kantor"lanjutnya memeluk Istrinya dari samping.


Cup


Dan mencium pipi istrinya.


"Oeeekkk"tangis putrinya.


"Ah princess dady cemburu ya"ujar alex.


Cup


"Goog night princess"ujar alex mencium kening putrinya, Baby Arlen langsung diam.


Ara langsung menarunya di box sedangkan Arsen sedari tadi hanya tidur, nangis kalau sedang haus saja.


Cup


"Good night Boy"ucap alex dan mencium kening putranya.


"Terimakasih sayang, aku tidak tau lagi mau ungkapkan semua yang kamu berikan ini, hanya kata terimakasih ini yang dapat aku ucapkan, tapi janjiku akan menjaga kalian, melindungi kalian"ujar alex tulus memeluk istrinya.


"Aku juga berterimakasih, aku tidak perlu semua itu lex, aku hanya ingin kamu di sampingku terus menggenggam tangan aku berjalan bersama dengan putra-putri kita, masalah apapun itu kota akan berjalan bersama mneghadapinya"ucap ara tulus membalas pelukan suaminya.


"Aku akan terus menggenggam tangan ini"ucap alex mengambil tangan ara dan menggenggamnya.


"Dan km harus janji juga, kamu gk akan pernah melepaskan genggaman aku ini"lanjut alex menatap lembut Ara.


"Aku berjanji"ucap ara semangat.


Cup


Kecupan di bibir beberapa detik.


Cup


Kecuan di kening ara cukup lama.


"Terimakasih Aku sangat mencintaimu"ucap mereka bersama berpelukan erat dan tersenyum bahagia


"Cinta sejati punya dua sisi, kebahagiaan dan kepedihan. Selama bisa bertahan, dua hal ini akan memperkuat cinta itu sendiri" Jeson


"Cinta sejati adalah yg membuatmu menjadi org yg lbh baik, tanpa mengubahmu menjadi seseorang selain dirimu sendiri" Tasya


"Cinta sejati itu ga seperti pohon, jadi ga mungkin bercabang, cukup ada satu cinta.. aku dan kamu"Alex


"Cinta paling besar adalah cinta Tuhan kepada umatnya,. Cinta paling tulus adalah cinta orang tua pada anaknya,. Cinta sejati.. aku dan kamu"Ara


"Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang, dan dipelihara dengan kesetiaan" Roni


"Jatuh cinta padamu, banyak mengajarkanku arti sebuah kesetiaan dan cinta yang sesungguhnya" Rani


"Cinta memang terkadang menyisakan banyak tanya, tetapi cinta sejati sejati takkan pernah bertanya kapan berhenti untuknya"Deva


"satu-satunya menerima cinta sejati adalah menerima kekurangan pasangan kita dan mensyukurinya" Ica


"Cinta sejati bukanlah mengharapkan suatu akhir yang indah, karena cinta sejati tak akan pernah ada akhir"Alex & Ara


"Forever, Forever, and Vorever"ucap Roni-Rani-Jeson-Tasya-Deva-Ica


ENDING๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


โ™ฅโ™ฅ


Alhamdulillah ending๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Tapi sedih berpisah dengan mereka๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ง


Semoga suka dengan ENDING nya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Terimakasih sudah membaca tulisanku๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan lupa Vote + Coment nya...๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š