You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 44



Happy Reading......


....


Ara POV


Ah siapa sih usil banget gua masih ngantuk juga.


Cup


"Sweety bangun yuukk"suara lembut itu buat gua langsung pelan-pelan buka kedua mata gua.


Ah inikah rasanya melihat pemandangan di pagi hari yang indah.


Bangun di bangunin orang yang kita cintai, dan saat membuka mata orang pertama yang kita lihat adalah suami yang tampan.


Sangat indah bukan.


"Emang mau kemana?" tanya gua langsung duduk masih setengah sadar lihat kearah Alex yang tersenyum, dan tanpa sadar gua juga ikut senyum.


"Gk kemana-mana ko"balasnya langsung duduk di kasur.


Cup


"Good morning sayangg"ucapnya dengan kecupan di kening gua.


"Morning cogan"balas gua sambil tersenyum lihat dia.


gua masih gak nyangka kalau bisa nikah sama dia, orang yang paling nyebelin seduani, tapi tak kalah dengan ribuan kasih sayangnya buat gua bertahan di samping dia.


karena hari ini hari sabtu jadi gua gk ada jadwal buat ke kampus nanti, dan ya--gua bakalan di rumah sampai malam.


"Alex Araaaa yuukk turun Sarapan"teriak mominya alex.


omg. gua lupa kalau ini gua di rumah mertua. bangun kesiangan juga.


Ya saat ini gua sama alex masih di rumahnya alex, semalem kata alex dia punya rumah sendiri tapi gua gk tau benar apa boong.


 soalnya belum ngerti rumahnya dimana, kemarin-kemarin kan gua cuman mampir ke Apartemennya doang.


"Momi udah masak ya"tanya gua ke alex yang kini masih natap dan ngelus rambut gua sejak tadi.


"Udah sayang, momi itu bangun nya subuh jadi langsung buat sarapan"jelas alex gemes sambil mencubit kedua pipi gua.


Iya juga sih sekarang aja udah pukul 07:32 pagi.


"Hehehe momi gk marah kan aku bangun telat. aku jadi malu buat turin sarapan"cengesan gua mengangkat dua jari di depan alex.


Ya kan wajar gua hawatirin katanya mertua sama menantu itu gk satu jalan jadi sering berantem.


Muda-mudahan aja momi alex gk kayak gitu, tapi kan mereka kemarin juga baik banget sama gua.


Pasti gk galak ko. gak kayak mertua yang lain.


"Jangan mikir yang aneh-aneh, momi gk bakalan mara sama km, udah sana bersihin wajah km dan kita turun sarapan"ucap alex sambil manarik tangan gua buat beranjak dari kasur yang empuk itu.


"Aku mandi aja deh"balas gua tersenyum sambil ikat rambut gua.


"Yaudah sana, aku tunggu dsini ya"balas alex doring gua pelan masuk kedalam kamar mandi.


Gua langsung masuk ke kamar mandi dan mandi, hanya butuh waktu 20 menit bakalan selesai.


_♡_♡_


20 menit kemudian.....


"Kenapa keramas rambut? Kan baru kemarin kramasnya?"tanya alex saat gua keluar dari kamar mandi.


"Iyaa. Gpp gerah aja, jadi aku keramas lagi"balas gua sambil milih baju gua yang masih dalam di koper, yg di bkirim momi gua semalem.


"Duduk sini"ucap alex menunjukan kursi di depan cermin.


Gua langsung nurut, gua jalan dan duduk di kursi depan cermin., emang mau ngapain dia?.


"Emang kamu mau ngapa......"belum selesai gua tanya, Alex membuka handuk di kepala gua dan mengeringkan dengan pengering rambut yang sudah dia pegang.


Astaga manisnya suami gua.


"Aku bisa sendiri lex"ucap gua pengen ambil pengering rambut itu, namun alex menggeleng.


"Udah duduk yg manis aja"balas Alex memegang kedua bahu gua supaya gua gak banyak gerak.


Gua lihat pantulan bayangan alex di cermin di depan gua.


Manis banget dia.


"Jangan di gunting lagi ya"pintanya sambil mengeringkan rambut gua, iya sih udah panjang.


"Padahal besok rencana mau gunting"gumam gua pelan. Karena gua lebih suka rambut pendek dari pada panjang, suka gerah kalau rambut panjang.


"Jangan. biarin kayak gini aja, aku lebih suka kayak gini, Cantik"balas alex antusias sambil nyisir rambut gua.


Gua langusng malu saat dengar pujian itu.


"Masih aja merona"kekehnya mengusap kedua pipi gua.


Makin merona gua kalau diginiin terus.


"Nah udah selesai, sana ganti baju, ntar masuk angin lagi"ucapnya lembut sekalian membereskan pengering rambut tadi, menaruh tempatnya kembali.


Gua beranjak dan tersenyum.lihat dia yang sibuk.


"Iyaa"balas gua ambil baju langsung masuk ke kamar mandi.


Karena gua masih malu banget ganti baju di depan alex.


Nah selesai kan.


Gua langsung keluar dari kamar mandi.


"Kenapa ke kamar mandi, ganti disini aja kan bisa"tanyanya dengan nada menggoda yg kini duduk di kasur. Jujur gua sedikit kesal lihat ekspresi dia kayaknya gitu.


Karena dia bakalan terus godain gua saat dia lihat rona di kedua pipi gua.


"Yakan ada kamu disini adi aku ke kamar mandilah"jutek gua


"Lagian aku masih malu"lanjut gua jujur agar alex paham diposisi gua sekarang.


"iiih jutek lagi kan, Aku cuman bercanda. Serius banget nanggapinya"kekeh alex mendekati gua mengacak lembut rambut gua.


"Aku takut turun, malu sama mommy km. Aku telat banget bangunnya jadi gak bantuin mommy masak. Km sih gak bangunin aku"semua yang gua pikirin sejak tadi akhirnya gua ungkapin.


Gua lihat alex hanya terkekeh.


"Yakan mommy juga ngerti kalau kita lagi buat cuc---"nah kan mulaikan dia.


"Ayoo, Sarapan"potong gua cepat dan menarin tangannya keluar dari kamar.


Kalau dibiarin alex pasti makin ngaco dan buat gua sendiri malu.


"Morning kiss sayang"ucapnya menghentikan langkahnya, gua lihat dia tersenyum.


Gua melangkah mundur dekatin dia.


Cup


"I Love U"ucap gua tulus karena dia benaran pria yang gua cari selama ini.


"Love you to sweety"balasnya sambil mengacak rambut gua, setelah itu alex langsung rangkul gua menuruni anak tangga.


"Nah akhirnya turun juga, sana makan dulu, momi sama Dad udah selesai makan, kalian sih make lama"ucap momi yang kini duduk di ruang TV sendirian.


"Good morning Mom"sapa gua sama alex terlekeh menatap mommynya.


"Dady kemana mom?"lanjut alex saat kita udah di ujung tangga.


"Ke kantor sebentar, tau tuh padahal momi sendirian disini"rajuk momi, oh pantes aja wajah mommy bete gitu.


"Kan masih ada kita mom?" Balas gua, gua rasa lengah gua di usap lembut sama tangan alex yang rangkul gua tadi.


"Kan beda, kalian kan berduaan mulu, momi kan jadi iri pengen berduaan juga sama dady"goda momi mata sama persis sama alex kalau lagi genit.


"Udah ah ayo ke dapur sarapan"ucap alex masih rangkul gua dan kita melangkah ke meja makan.


"Awas km ya lex, mentang-mentang udah punya istri, momi di biarin sendiri"teriak momi baperan buat gua sama alex terkekeh.


Gua ambil piring memberikan ke alex.


"Tambah atau itu aja"tanya gua saat gua naruh nasih di piringnya.


"Udah ini aja dulu"balasnya mengambil piringnya yang gua kasih.


Dan gua langsung ngasih lauk yang kesukaannya.


"Enak ya punya istri, masih pagi udah dapet manis kayak gini"ucapnya sambil menatap lekat ke gua. Gua jadi salting sendiri.


"Sebagai istri yang baik"balas gua mengambil lauk seadannya buat gua makan.


"Kenapa dikit gitu, diet?"tanya alex lagi saat lihat lauk dan nasi hanya sedikit di piring gua.


"Gk juga sih, tapi ini aja dulu, ntar habis aku tambahin lagi"balas gua.


"Jangan diet ya, Kasihan kamu gak ada daging, gak enak loh kalau meluk. Gemuk aja biar meluknya empuk"godanya lagi buat kedua pipi gua kembali panas.


Gua lihat dia terkekeh, mungkin dia udah lihat rona di kedua pipi gua ini.


"Masih aja malu, padahal gak aku godain loh"lanjut alex buat gua diam.


Inikah rasanya kalau udah nikah. Digodain setaip hari.


"Besok kita Honeymoon ya yangg"ucapnya buat gua kaget.


Uhuk uhuk


Gua kesedak makan yang ada dalam mukut, alex langsung sedorin minum ke gua. Gua ambil dan langsung minum.


"Hati-hati kalau makan sweety"ucap sambil mengusap punggung gua.


"Honeymoon? kan aku belum wisudannya?"balas gua setelah minum air.


"Maksud aku kita liburan aja gitu, berdua, gimana? Kan liburan! Emang kamu mikirnya apa ko bisa bingung gitu?"jelasnya buat gua malu sendiru.


"Oh, ehem"gua gak tau mau balas apa.


"Terus bimbingan skripsi aku giamana?"tanya gua lagi, marena jujur sidang gua belum.


"Izin seminggu deh ya, kita liburan seminggu aja"pinta Alex lagi.


Gak biasanya, alex yang gua kenal selallu mengguankan kekuasaannya, tapi kali ini dia minta persetujuan gua langsung.


"Seminggu lama banget? Dua hari aja ya"protes gua nyingkirin piring karena gua udah kenyang.


"Dua hari? Mana ada liburan cuman dua hari Ara"kagetnya buat gua menahan tawa.


"Hmmm yaudah deh, aku coba bilang ke dosen pembimbing aku dulu"


"Yesssss.. mau aku temanun ngomong ke dosen kamu itu?"sahutnya antusias lihat kearah gua. Tatapan bahagian dia buat gua ikut bahagia.


"Gak usah yang ada blm aku minta, dosennya udah iyain saat lihat kamu"balas gua ingat dosen pembimbing gua yang masih muda.


"Cie cemburu,  I love you"balasnya langsung ngasih gua kecupan gemes di pipi kiri dan kanan gua.


"Mulai sekarang km harus terbiasa dengan yg satu ini, aku bakalan terus bila perlu setia tiap detik"lanjut saat sadar kedua pipi gua merona.


Ya, cuman dia yang buat gua malu dengan kelakuan manisnya, ucapan manisnya.


Gua anggukan doang.


Gua ambil mengambil piring dia yang udah kosong juga, dan gua beranjak dari duduk buat bawa ke wastafel.


"Biarin bibi  aja yang beresin, kita ke ruang Tv aja nemanin mommy "alex langsung menarik tangan gua.


"Kan piring kita lex, biarin aku ya--"


"Turuti ya, Jangan buat aku gemes okey"poting alex cepat buat gua ngangguk, dibalik kata gemes itu adalah 'marah'.


"Ah akhirnya sini sayang duduk sama momi"panggil momi saat ngelihat gua sama alex. Gua langsung tersenyum dna pengen nyamperin mommy malah alex nahan tangan gua.


"Gk boleh. Ara duduk sama alex"balas alex duduk di sofa single.


Terus gua duduk dimana dong.


"Eh"sebuah tangan meluk pinggang dan gua duduk di pangkuannya.


Ah malu, di depan mertua. Ini di depan mertua.


"Duduk yang diam"ucap alex saat gua mau beranjak dari pangkuannya tapi kedua tangannya malah meluk pinggang gua.


"Alex ih, bikin momi iri aja"sebel mominya sambil lihat kearah gua sama alex.


"Biarin, momikan sering gini sebelum alex nikah"balas alex santai. Astagaaa malu banget gua.


Cup


Mengecup pipi kiri gua, makin malu gua dibuat alex.


Gua lihat Momi langsung menelpon seseorang.


"Aaaa Daddy harus cepatan pulang...sekarang jugaa"teriak momi depan ponselnya.


Ah ternyata dady.


Gua sama alex hanya tertawa melihat momi.


Momi langsung berlari naik anak  tangga.


"Selesai liburan kita pindah di rumah baru"Ucap alex, nah gua juga oenasaran rumah baru yang sering di ceritaan alex tapi gua belum lihat wujudnya kayak gimana.


"Emang dimana rumag baru kita?"tanya gua berbalik menghadap ke arahnya.


"Ada deh"balasnya tersenyum.


"Di rumah itu kita akan memulai semuanya diawal bersama. dan rumah itu akan menjadi rumah dimana aku pulang kerja di sambut sama istri aku. Dan suatu saat nanti ankan disambut sama anak-anak kita nanti"ucapnya sambil mengeratkan pelukan. Suara antusias itu buat gua ikut bahagia.


"Apa kamu udah rencanakan sejak awal?"tanya gua. Alwx langsung mengangguk.


"Aku bukan type cowok yang selalu mengharapkan saku dari orang tua, km juga tau itu sweety. Jadi sejak lulus SMP aku udah mulai bekerja, nabung--Aku ingin mempunyai penghasilan sendiri saat menikah. Dari situ daddy mulai bantu aku buat kerja di perusahan, dday nunjuk aku sebagai CEO, tapi Aku gak mau langsung jadi CEO nya, Aku mau mulai dari tahap ke tahap, aku mulai jadi karyawan biasa hingga menjadi CEO sekarang"jelasnya panjang lebar dan tersenyum pede ke arah gua.


Ah manis bangett. Gua semakin kagum apa yang ada dalam dirinya.


Sikap dan kepribadiannya yang unik bagi gua.


Cemburuan berlebihan.


Overprotektif.


Tukang perintah.


Romantis banget.


Perhatian.


Dan penuh kasih sayang.


Cup


Cup


Gua langsung memberikannya kecup singkat di bibirnya.


"Terimakasih buat semuanya"ucap rasa terimakasih gua tulus dan langsung meluknya. Gua yg masih di pangkuan alex jadi gampang gua meluk tubuh kekarnya itu.


"Sama-sama ayang, terimakasih juga udah nerima aku yang banyak kekurangan ini"balasnya sambil membalas pelukan gua.


Sangat manis.


Sah sah aja kan gua meluk! Oh iya Guakan istrinya


(Yang baca jangan iri ya)(Minta di halalin dulu sama pacar kalian)


"Jangan menggoda aku sayang"ucap alex dengan suara seraknya saat tangan gua bermain di bidang dadanya.


Ekh kan, alex yang genit mulai lagi. Poin terakhir sikap alex yaitu genit dan suka jailin gua.


☆☆☆


Ica PoV


"Ca sepih ya gak ada Ara"ucap gua mengaduk jus di atas meja depan gua. Gua sama tasya sendirian di kantin ini tanpa Tiara sohib gua.


Udah dua hari Tiara gak kumpul sama kita karena sibuk dengan pernikahnnya yang baru selesai kemarin..


"Benar, malah minggu depan baru ke kampus kata Tiara"balas Tasya yang sibuk makan.


Ya, Tiara bakalan mulai aktif minggu depan, barusan gua sama tasya dapat Pesan dari Tiara, kalai dia bakalan liburan seminggu bersama suaminya.


"Ngomong-ngomong lu sama Jeson gimana?"tanya gua ke tasya. Tasya menghentikan acara makannya.


"Jeson nyebelin, suka merintah udah gitu gua gk bisa ngumpul sama teman-teman gua lagi"jelasnya sedikit kecewa.


"Loh ko gitu?"


"Ya gk tau gua, males banget sama dia"


"Terus lu gimana sama Deva?"tanya tasya balik.


"Gk gimana-gimana"balas gua, karena gua sama Deva gk ada hubungan apa-apa.


"Hay minjam sohib lu bentar ya"ucap sesorang yang baru datang langsung menarik tangan Tasya.


"Eh eh sohib gua tuh"teriak gua ikut kaget lihat tasya yang udah di bawa jeson.


"Ica tolongin gua, gua di culik, ntar gua di cium sama dia"teriak tasya polos membuat penghuni kantin lihat kearah dia.


Gua langsung ketawa.


"Gua langsung balik aja deh"gumam gua karena gua sendiri disini, percuma aja gua disinikan.


"Eh siapa lu main narik aja"kaget gua saat seorang menarik tangan gua.


"Km masih berurusan sama aku, kita selesaikan urusan kemarin"ucapnya terdengar sinis, gua langsung bungkam, karena gua tau suara ini.


Siapa lagi kalau bukan deva.


☆☆☆


Asyik yang mau liburan berdua...


Wkwkwkwk


Segitu aja dulu ya...


Jangan lupa Vote + comentnya...


See You...