You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 24



Hai guys...


Alhamdulillah aku free hari ini and aku punya ide yg banyak banget hari ini jadi ingin langsung nulis...


Dan


Ya langsung aja yuuukk


Capcusssssssss


****


Author POV


"Lu udah kasih tau kan sama org tuanya"tanya seorang cowok yg duduk bersama cewek di ruang tamu.


"Iya udah, tenang aja itukan tugas gua"jawab cewek itu.


Tok


Tok


"Hay bro"


"Eh ada si neng cantik"lanjut si pirang itu.


"Dasar bule jadi-jadian"gumam cewek itu.


"Gimana dekorasinya"tanya cowok yg sedari menunggu.


"Beres bos"jawab keduanya secara bersamaan.


"Siiip thanks ya bro"ucap terima kasihnya.


"Yaudah gua langsung balik aja ya, gua mau siap-siap juga, biasa cewek"pamit cewek itu neranjak dari duduknya.


"Gua antar ya"tawar si pirang itu ikut beranjak dari duduknya.


"Modus"ucap kedua sahabatnya saat melihat cowok pisang itu hanya tersenyum.


"Biarin weeekkk"balas cowok pirang itu.


"Ayooo"lanjutnya langsung menarik tangan cewek itu menjauh dari kedua sahabatnya.


........


"Ayo kita ke lokasinya, gua mau mastiin kalau udah selesai semuanya"ajak nya ke sahabatnya.


"Yooo"


"Dev lo SMS si pirang nyuruh dia nyusul"lanjut cowok itu ke deva.


"Oke bos"


Dan mereka pun langsung menuju lokasi yg sudah di rencanakan sejak awal itu.


Dekorasi nya hitam dan putih terlihat begitu megah dan mewah.


"Apa yg kurang bos?"tanya Deva.


"Hmmm bentar gua mau keliling lihat dulu"jawab si cowok itu dan pergi gitu aja.


Ya saat ini mereka sudah sampai lokasi yang mereka dekorasi itu.


"Bos si Tiara gimana"tanya Deva.


"Astaga gua sampe lupa sama dia Dev, tadi gua Baringin di tempat tidur langsung gua keluar"ucap cowok itu.


"Waahh parah lu bos"Deva menggeleng kepala saat mendengar jawaban dari bosnya itu


"Tunggu kenapa Lo nanyain Tiara"tanya cowok itu curiga.


"Ya nanya aja"jawab santainya.


"Awas kalau lu nikung gua"ancam bosnya.


"Nikung iya kali jalan ada tikungannya"jawab sohibnya enteng.


"Gua mutilasi lu"geram bosnya, deva hanya terkekeh mendolengar itu.


"Eh sadis banget lu bos"ngeri si Dave menjauh dari bosnya.


"Si pirang lama banget ih"lanjut si Dave melihat pintu masuk.


"Ya lu tau kan kalau dia lagi masa pertumbuhan"ucap bosnya terkekeh.


"Hahahaha"tawa keras Deva.


Bosnya memandang Deva dengan raut wajah bingung.


"Apa selucu itu kah"batin bosnya.


"Huueeekk"saat secara tiba-tiba ada sesuatu masuk ke dalam mulut deva.


Deva tau itu pasti ulah bosnya, saat iya mau memarahi bosnya.


Dia baru nyadar kalau ternyata bos nya udah kabur duluan.


"Nyettt gua pites lu"teriak Deva saat melihat bosnya lari keluar dari tempat itu


.....


Author POV


"Huaaaa"Suara ngantuk seorang cewek yang memperbaiki selimutnya.


cewek itu kembali memejamkan kedua matanya karena rasa kantuknya begitu berat.


Ya Ara saat ini belum menyadari tempat yg membuat iya mimpi hingga berjam-jam.


"OMG"teriaknya saat menyadari keadaannya sekarang.


"Bukannya tadi gua mau ke Singapore ya, ini dimana?"tanyanya ke dirinya sendiri dan melihat sekeliling isi ruangan itu.


"Rumah siapa ini? ini bukan kamar gua juga"Ara masih kebingungan dengan keadaan nya sekarang.


Deva?


Dimana dia? kenapa gua disini?


Apa jangan-jangan dia nyulik gua?


Gk. gk masa Deva sejahat itu sih?


Ada kemungkinan juga sih gua kan baru kenal sama dia beberapa hari ini?


Dalam pikiran Ara terus bertanya-tanya?


Mom?


Papi?


Ara langsung menuju pintu keluar dari kamar.


Wow!.


Satu kata itu yg menggambarkan betapa mewahnya rumah ini.


"Rumah siapa ini mewah sekali, orangnya pasti kaya banget nih?"Gumam Ara menatap takjub isi rumah itu.


"Pake ini"teriak seseorang membuat Ara kaget dan berbalik menatap orang itu.


Itu ada orangnya, Ara langsung turunin tangga menemukan asal suara itu, mungkin mereka bisa bantuin gdia bisa keluar dari sini.


"Itu dia tangkap dia jangan sampai lepas"teriak salah satu dari mereka.


"OMG gua salah orangg ternyata itu pemilik rumah ini kali ya"gumam Ara kaget melihat banyak yang berjas hitam berlari kearahnya.


"Ya Tuhan selamatkan bidadari yg cantik mu Ini"Batin Ara sambil lari masuk ke kamar yg tadi gua tidur dan menutup pintu.


"Hihihi mana ada bidadari nginjak tanah seharusnya kan terbang" kekeh Ara menertawakan diri sendiri.


"Mau apa kalian hah?"Teriak ara saat mereka mendekati Ara. dua orang memegang kedua tangan Ara dan satu irang menutup mata ara dengan kain hitam yang sudah mereka siapkan.


''Hey kalau berani jangan kaya gini ayo lawan gua satu-satu, jangan main kroyokan dong, pengecut kalian"teriak Ara masih merontak.


"Wah lu berani sama kita hmm"ucap salah satu dari mereka


"Udah ayo bawa dia, nnti di marahin sama bos lagi"ucap salah satu dari mereka itu membuat ara semakin merontak.


"Gua beranaran diculik astagaaa, Gua dibawa kemana ini? mereka gk mungkin jualin gua kan? astagaaaa"Batin Ara semakin panik.


"Hey buka ikatannya gua gk bisa lihat bego"teriak gua


"Diam gk"teriak satunya buat Ara kaget dan langsung diam.


"Kalau lu gk diam gua bunuh lu disini"lanjut orang itu buat ara diam, karena ara juga gk bisa lihat wajah orang itu.


selama dalam mobil ara hanya diam karena samping kiri kanannya dua orang yang memegang lengahnya hingga dirinya gk bisa berbuat apa-apa, walaupun dirinya menguasai ilmu bela diri.


"Hey mau bawa gua kemana"teriak Ara saat mereka udah turun dari mobil.


ara masih merontak.


"Duh bisa tuli gua kalau kayak gini"keluh cowok yg megang Ara. ara dengan jelas mendnegar itu.


"Lu gk takut sama kita-kita"tanya salah satu dari mereka.


"Ngapain gua takut, kalian kan setan, kalau manusia ayo lawan gua satu-satu, jangan mau kroyokan kayak gini dong"balas Ara menantang mereka.


"Wah parah lu, gua pit..."dia tidak melanjutkan perkataannya karena seseorang udah datang. mereka semua menjauh saat orang itu datang.


.....


jantung Ara berdetak lebih cepat saat mendengar suara itu.


tangan Ara langsung di tarik sama seseorang.


"*Kayaknya cewek deh tangannya gk gede"batin Ara.


"Entahlah gua di bawa kemana mata gua masih setia di tutupi"Batin Ara*.


"Cepat buka baju nya, waktu kita tinggal sedikit"kata seorang cewek menyuruh ara membuka baju. lebih tepatnya mengganti baju Ara.


"Hey apa kalian l*sby?"teriak Ara kedua tangannya menutupi dadanya dan menjauh dari mereka dengan keadaan mata masih ditutup.


"Gua masih normal ya, gua masih suka sama cowok"Teriak Ara lagi.


"Maaf nona, kami hanya pelayan. dan kami hanya melaksanakan tugas "ucap salah satunya membuat Ara langsung diam.


"Kalau gitu buka ikatan di mata gua dan borgor di tangan gua dulu"Balas Ara membuat beberapa orang itu menggeleng walaupun mereka yakin Ara gak melihatnya.


"Maaf nona saya tidak bisa, kami takut di marahi"ucap salah satunya.


ara mendegus sebal.


mereka melepaskan jaket jeans yg Ara gunakan.


"Hey seharusnya kalian melakukannya bersama seorang pria bukan seorang wanita"teriak Ara takut.


Mereka tidak peduli apa ucapan ara.


Mereka melepaskan pakaian yg Ara gunakan tadi pas ke bandara.


Dan mereka memakaikan Ara sebuah Gaun.


"Apakah ini gaun?"tanya Ara langsung


"Benar nona"jawab salah satu dari mereka membuat Ara diam.


"Kenapa kalian memakaikan aku gaun? apa ini tempat penjualan cewek"tanya Ara curiga.


Mereka tidak menjawab apa yg Ara, medeka memilih diam.


"Hey kenapa kalian tidak menjawab"terial Ara lagi.


"Maaf nona kami dilarang buat jawab pertanyaan nona"Balas seorang membuat Ara semakin kesal.


"Gua gk minta lu minta maaf yg gua minta jawab gua"teriak Ara yang semakin kesal dan takut kalau dirinya benaran di jual.


itu sangat mengerikan bagi Ara.


"Udah selesai tuan"lapor salah satu ke bos mereka membuat Ara semakin takut.


"Baiklah ayo bawa dia keluar"ucap seorang cowok membuat Ara diam.


Suaranya yang saa saat mereka.menculik Ara.


"Bawa dia masuk ke mobil"lanjut orang itu.


"mereka mau bawa gua lagi?"Batin Ara mendengar percakapan mereka


"S*alan kalian mau bawa gua kemana?"Teriak Ara saat kedua tangannya di tarik lagi, sama seperti sebelumnya.


...


15 menit kemudian....


"Ayo turun"ajak mereka membawa Ara turun dari mobil saat mereka udah sampai ke tujuan.


tanpa sadar mereka turun sendiri tanpa membantu Ara turun dari mobil.


"Hey kalian bego atau bloon sih, gua gk bisa lihat gimana gua bisa tau pintunya"teriak Ara kesal karena gk bisa turun dari mobil.


Dasar bloon.


"Oh iya ya, sini gua bantu"kekeh salah satu dari merwka dan membantu Ara turun dari mobil.


"Kita antar sampai disini aja ya"


"Buka borgor ya"lanjutnya.


"Panggil dia"suru seseorang.


Dan datanglah seseorang langsung berdiri di belakang Ara.


"Lu jaga dia, jangan buka penutup matanya sebelum ada perintah"ucap cowok itu membuat Ara melangkah menjauh, namun di tahan sama orang itu.


"Oke siap"suara cewek membuat Ara semakin diam.


"Hey kamu juga menjadi korban penjualan disini ya"tanya Ara saat hanya dia dan seorang cewek yang memegang lengahnya untuk membantunya melangkah.


Ara masih gk bisa kabur karena kadua tangannya masih do pegang sama beberapa orang.


"Gk tuh"balas cewek itu semakin buat Ara bingung.


"Maksud lu apa"tanya cewek itu balik.


"Ya lu korban penjualan cewek-cewek yg di jadikan wanita penghibur gitu"jelas ara mmebuat cewek itu terkekeh.


"HAHAHAHAHHA"tawa mereka membuat Ara bingung.


ara menghentikan langkahnya karena yang memegang kedua tangannya juga berhenti melangkah.


"Buka ikatan di matanya"Ara mendengar itu. suara itu.


1


2


3


****


Huwaaaaa capeh


jangan lupa Vote + Coment 😘😘😘😘😘


See You guys...........😍😍😍