You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
S2 Twins Eps - 05b



Dua puluh menit mereka berdua sudah sudah sampai di depan Rumah.


Arsen langsung turun begitu aja, Arlen melihat itu hanya menghembus nafas beratnya dan menatap punggung Arsen masuk kedalam rumah.


Arlen langsung menyusul kakanya.


"Kejutaaannn"teriak dua orang di ruang Tamu, Arsen yang paling depan hanya kaget melihat kedua orang tuanya.


"Momi"teriak arlen berlari memeluk mominya, menangis di pelukan Ara, begitupun Tiara memeluk putrinya terisak oelan.


Pelukan ini mengobati rasa rindunya selamat 3 hari berjauhan.


Arsen dari belakang hanya diam melihat mereka, Arsen beralih menatap Ayahnya.


Alex melangkah mendekati putranya dan memeluknya, Arsen membalas pelukan ayahnya.


"Apa semua baik-baik saja selama Daddy pergi!"tanya alex merangkul putranya berjalan ke arah putri dan istrinya yangg masih berpelukan.


"Ya dad semua baik-baik aja"Balas arsen santai menatap Adiknya disana.


Arsen enggak bermaksud buat memarahi adiknya. Namun rasa khawatir itu membuatnya kesal dan meluapkan emosinya.


"Girl--kamu enggak kangen Daddy, enggak mau meluk Daddy? Padahal Dad Kangen bang--Oh Good Girl"Belum selesai mengucapkan kalimatnya, Alex mendapatkan pelukan hangat Dari Putrinya.


Putri kesayangannya. Ya akan tetap menjadi putri kesayangannya.


Alex membalas Pelukan putrinya.


"Ada apa hm? Cerita sama daddy Girl"Bisik Alex membuat Arlen semakin mengeratkan pelukannya.


Arlen tau, masalah sekecil apapun yang ia sembunyikan dari Daddynya, pasti Daddynya akan tau duluan tanpa menunggu penjelasan darinya.


Bagi arlen Memilih ayah seperti Alex adalah impian semua anak.


Arlen melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap ayahnya, Arlen sekilas menatap Kakaknya disana.


Alex langsung tau permasalahan kedua anaknya ini.


"Apa yang kamu lakukan arsen? kenapa kalian bertengkah seperti sedang bertengkar--"Tiara langsung menatap kedua anaknya.


Arsen dan arlen saling melirik satu sama lain, Arsen yang di samping ibunya, bermanja di kengah ibunya. Sedangkan Arlen berada di pelukan Ayahnya.


"Kita enggak bertengkar dad"balas Arlen tersenyum menatap kakaknya. Arsen menatap arlen sebentar dan kembali diam.


"Daddy enggak suka melihat kalian seperti ini. Kalau ada masalah siapa yang salah harus minta maaf lebih dulu. Jangan jadi seorang pengecut untuk minta maaf"Tegas Alex menatap kedua anaknha ini.


"Sorry--Maafin aku--Aku yang Salah"Sahut Arlen dan arsen sama-sama dan saling menatap satu sama lain.


Arlen tersenyum dan langsung memeluk kembarannya.


"Arlen yang salah enggak ngasih tau dulu ke kakak, Maafin arlen"Bisik arlen saat masih dalam pelukan Kembarannya.


Arsen hanya beguman kecil sambil mengusap punggung adiknya. Arlen tersenyum, itu artinya kakanya ini memaafkan dirinya


"Manis sekali anak aku"Gumam Tiara tersenyum bahagia menatao kedua anaknya.


"Anak aku juga sweety"balas Alex yang sudah merangkul mesrah istrinya.


"Mana oleh-oleh nya dad, kenapa enggak ada ole-ole atau apalah disini, kado juga enggak ada"ucap arlen saat sudah melepaskan pelukan arsen. Arlen melangkah mendekati kedua orang tuanya.


Sedangkan Tiara ingin mendekati putranya.


"Mau kemana Sweety?"tanya Alex yang enggak mau melepaskan pelukannya.


"Aku ingin menyapa Putra kesayangan aku"balas Tiara melepaskan kedua tangan suaminya yang berada di pingganya.


"Aku cemburu kalau kamu terlalu menyayanginya, mamanjakannya, aku ingin seperti itu sweety"Alex masih berusaha menggoda istrinya.


"Aku hanya ingin memanjakan putra kesayangan aku"Tiara langsung melepaskan tangan suaminya.


Tiara melangkah mendekati putranya, disana arsen tersenyum melihat pertengkaran mesra kedua orang tuanya.


"Aku juga akan memanjakan putri kesayangan aku"Balas alex merangkul putrinya, Arlen hanya menggeleng dan meninju pelan perut ayahnya.


"Arlen ingin punya suami kayak Daddy kelak, yang banyak perhatiannya"Ucap arlen membuat Tiara tersenyum.


"Jangan Sayang, Daddy kamu banyak perintahnya, satu lagi--enggak ada romantisnya"balas Tiara disana, Arsen merangkul ibunya dan tersenyum menatap adiknya dan ayahnya disana.


Alex hanya tertawa lepas mendengar itu, memang sejak awal mengajak Tiara pacaran hanya gitu aja, tapi kan selama mereka nikah banyak romantisnya.


"Padahal Dady udah kasih banyak kejutan, tapi masih aja di anggap enggak romantis"Bisik Alex ke arlen, Arlen terkekeh menatap ibunya disana.


Arsen dan Tiara hanya bingung melihat mereka tertawa.


Tiara langsung menanyakan kabar putra kesayangannya.


"Apa kabar km Boy?"tanya Tiara membawa putranya duduk di sofa.


"Aku baik mom, gimana mommy sendiri?, apa semuanya baik selama disana"tanya arsen masih memeluk manja Tiara dari samping, Arsen bersandar di bahu ibunya sambil memeluk pinggang ibunya.


Tempat yang paling ternyaman di bandungkan Kasur yang harga puluhan jutaan.


Arsen kalau ngobrol dengan Tiara dia lebih bawel dari pada bersama yg lain.


"Sangat baik, karena ada pelindung Mom"Balas Tiara sambil melirik Suaminya disana sebentar.


"Ehem Sepertinya ada yang menyebut aku sebagai pelindungnya!"Alex duduk bergabung dengan putra dan istrinya. Arlen melihat itu langsung duduk di smaping Ayahnya.


Memeluk lengah ayahnya dan bersandar di lengah ayahnya.


"Tempat ternyaman yang enggak bisa terkalahkan"teriak Alex dan Arlen sedikit berteriak. Mereka langsung tersenyum saling menatap satu sama lain.


Alex memeluk pinggang istrinya dan bersandar manja di bahu istrinya, sedangkan di sampingnya Arsen melakukan hal yang sama. Arlen memeluk lengah Ayahnya juga. Tangan alex satunya merangkul bahu putrinya.


"Alex berhenti, kamu harus mengalah sama anak"Omel Tiara saat merasakan tangan putra dan suaminya bertengkat untuk bergantian memeluk pinggangnya.


"Aku suami kamu sweety, dan kamu lupa kalau putra kesayangan kami sudah dewasa"ucap Alex sedikit kesal menatap Tiara karena kedua tangan Tiara memilih untuk memeluk putranya, Tiara hanya Cuek terus memeluk putranya.


Arlen disamping hanya terkekeh mendengar itu.


"Daddy cemburuan banget"Ucap arlen di angguki Tiara sama Arsen.


"Sangat pencemburu"Tiara membenarkan ucapan Putrinya, Arlen terkekeh menatap ayahnya yang pura-pura cemberut.


"Saatnya kita kasih hadiah"ucap Alex beranjak dari duduknya.


"Momi punya hadiah buat kaliah berdua"ucap Tiara antusias, melepaskan pelukannya dan beranjak dari duduknya.


"Apa itu mom?"bukan suara arsen melainka suara Arlen.


Alex mencubit gemes hidung putrinya yg berada di rangkulannya.


"Tunggu sebentar"ucap Ara melangkah menuju Dapur.


"Hadiah apa Dad?"Tanya Arlen, Alex menggeleng dan mengecup pipi putrinya gemes.


Tak butuh waktu lama Ara kembali sambil memegang Sesuatu di kedua tangannya.


"Happy Birthday Twins---Happy Birthday Twins---Happy birthday--Happy Birthday--Happy Birthday Twins"nyanyi Ara mendekati kedua anaknya.


Alex melangkah bergabung dnegan istrinya, Alex berdiri di samping istrinya.


Ara berjalan dengan kua tas bersama lilin yang menyala di kue itu dengan angka 18...


Alex berjalan ke Istrinya dan merangkulnya..


"Happy Birthday Twims, Happy birthday Happy Birthday Happy Birthday Twins" Ara dan alex bernyanyi bersama dan melangkah ke Anak mereka.


Tiara yang sudah dibanjiri air mata, alex merangkul mesra istrinya.


Alex tau, mengurus kedua anaknya ini bukan Hal yang mudah, Alex tau istrinya ini sangat menyangi kedua anak mereka, bahkan dirinya kalah sama cinta istrinya.


Alex juga enggak menyangka melihat kedua anaknya yang sebentar lagi sudah masuk di dunia perkuliahan, dimana mereka akan menuntukan sendiri pendidikan dan universitas mana yang mereka ingin.


"Mom Dad"ucap Arlen matanya berkaca-kaca melihat kedua orangnya.


"Eh eh kuenya"teriak Tiara panik karena kedua tangannya masih memegang Cake, alex langsung mengambil alih Cake itu dan menaruhnya di meja.


Arsen beranjak dari duduknya dan langsung memeluk dadynya. Alex tersenyum menerima pelukan itu.


Walaupun mereka sudah terlihat dewasa tapi tetap aja mereka anak kesayangan.


"Terimakasih mom"ucap arlen tulus yang masih di pelukan Tiara. Tiara tersenyum namun air matanya masih terus turun.


Dirinya bahagia, bahkan sangat bahagia sejak dulu hingga saat ini.


"Terimakasih Dad"ucap tulus arsen juga masih memeluk dadynya. Alex tersenyum dan menepuk punggung Putranya.


"Sama-sama Boy-Girl"Balas Tiara dan Alex bersama. Mereka saling melirik dan tersenyum.


"Kapan kalian meminta Daddy membelikan mainan? Kapan kalian meminta makanan kesukaan kalian saat Dady pulang Kantor? Kapan kalian berdua sambut Dady di depan pintu saat Dady pulang kantor?. Dulu saat kalian baru belajar melangkah, Mom kalian yang terus membantu kalian belajar melangkah--"Alex merangkul putranya mendekati istrinya disana yang masih meneteskan air mata.


Ini bukan pertama kali alex melihat istrinya terisak di hari ulang tahun anak mereka. Setaip ulang tahun Twins, Istrinya selalu terisak karena perkembangan dan usia bertambah kedua anaknya. Tiara terus terisak melihat itu.


Apalagi di hari tahun pertama Twin lahir, Tiara enggak berhenti membelikan mereka mainan selama sebulan berturut-turun, karena Bagi Tiara ulang tahun di bulan itu harus dirayakan setiap hari.


"Malaikat tanpa sayap yang menerima Pria berhati iblis ini menjadi suaminya dan kalianlah hasil cinta kami berdua, Sekali lagi Selamat Hari lagi Twins"Lanjut Alex mengecup pipi twins sambil tersenyum.


Arlen mengusap air matanya beralih memeluk kakanya membiarkan Ayahnya mendekati ibunya.


Alex mendekati Istrinya, Alex tersenyum lebar dan menatap lembut kearah Tiara. Wanita yang membuatnya jatuh cinta setiap hari.


Wanita satu-satunya yang mampuh membongkar sejuta batu yang ada dalam hatinya. Wanita yang telah mengurusnya dan kedua anaknya tanpa mengeluh hingga saat ini.


"Aku tau kalimat ini yang sering kamu dengar setiap hari sweety, Tapi aku juga enggak akan pernah Bosan mengatakan ini, dan aku akan terus bilang ini ke kamu 'Aku mencintai kamu lebih dari aku mencintai diri aku sendiri sweety'----"Ucap alex lembut mengusap air mata Istrinya. Alex tersenyum, Tiara mengangguk melihat senyum suaminya, Tapi tetap aja air matanya enggak mau berhenti.


"kamu adalah Nafas aku sweety--Tanpa pernafasan aku enggak akan bisa hidup hingga sampai saat ini--Terimakasih telah menjaga mereka, terimakasih sudah memilih aku dari ribuan pria diliar sana, terimakasih semuanya yang begitu indah"Alex mengecup kening istrinya, kedua tangannya terus mengusap air metaa istrinya.


"Aku sama kak arsen juga berterimakasih Mom, Terimakasih udah jadi malaikat tanpa sayap dirumah ini--terimakasih buat semuanya--Arlen mencintai Mommy--"Arlen mendekati ibunya dan mengusap pipi kiri yang dibasahi Air mata. Tiara semakin terisak melihat kedua anaknya.


Arlen juga ikut terisak karena suasana yang begitu sedih. Arsen mengangkat tangannya dan mengusap pipi kanan Tiara yang sama hal sembab karena air mata.


"I Love You My white heart"kalimat itu mewakili semua perasaan Arsen untuk ibunya, Cinta putih Ibunya membuatnya sangat bersyukur memiliki Ibu yang diinginkan semua orang.


Tiara langsung memeluk kedua anaknya, kedua tangan itu merangkul kedua anaknya dan memeluk mereka erat, Arlen dan Arsen pun membalas pelukan Ibu mereka.


Alex melihat itu tersenyum dan mengusap pipinya yang entah sejak kapan air matanya jatuh membasahi pipinya.


Alex langsung melangkah mendekati mereka dan langsung memeluk mereka.


"Pelukannya udahan dulu, silahkan Bedoa dan tiup lilinnya"teriak Ara antusias namun ada air matanya yang masih membadahi kedua pipinya itu.


Alex tersenyum melihat istrinya ini, memang mood istrinya ini berubah sangat cepat, itu yang membuat alex sangat jatuh cinta sama wanita ini.


Ara enggak menyangka kalau putra dan putrinya sudah tambah dewasa sekarang.


"Tiup lilinnya, tiup lilinya, tiup lilinnya sekarang juga---sekarang juuugaaa---sekarang Jugaaaaa--Ayo Twins berdoa dulu"nyanyi Tiara yang lain ikut tepuk tangan, Arlen sama Arsen sama sama mengusap pipi Ibu mereka yang masih sembab.


Arsen sama Arlen saling menatap penuh arti.


"Aku hanya minta kebahagiaan dan Panjang umur kedua orang tua kami--Aku ingin kebahagian mereka adalah kebahagiaan kami juga. I Love You my white heart"Doa arlen sama arsen dengan suara hingga kedua orang tuanya mendengar.


Tiara sama Alex langsung tersenyum menatap kedua anak mereka.


"Selamat ulang tahun sayang"Ucap Tiara bergantian memeluk kedua anaknya.


"Terimakasih mom"Ucap Tulus arlen sama arsen yang bergantian mengecup kedua pipi Tiara.


"Selamat ulang tahun sweety son, semoga kedepannya semakin kebih baik"ucap alex memeluk kedua anaknya juga.


Dan mereka pun memotong kuenya, potongan pertama mereka memberikan kedua orang tua mereka dan potongan kedua mereka saling bersuapan.


"Kita akan mengadakan party nanti malem"ucap Alex membuat Arlen begitu semangat. Tiara mengusap lembut rambut putrinya.


"Yeeeeesss Party"teriak Arlen antusias.


"Terserah Dady saja"Balas Arsen, Alex langsung mengangguk itu artinya Arsen mau mengadakan Party.


"Dady sudah menyiapkan semuanya, pakaian kalian juga momi sudah menyiapkannya, kalian tinggal pakai dan datang ke acaranya"jelas alex membuat kedua anaknya tersenyum.


Tiara masih memeluk putrinya, sedangkan Disana Arsen duduk sibuk sama ponselnya lagi.


Arlen mendongak menatap Ibunya, Tiara ikut menatap putrinya, kenapa putrinya menatap dirinya seperti itu.


"Ada apa Gi---"


"Aku sangat menyayangi Mom, terus jadi seperti ini. Aku terlalu mencintai Mommy aku ini"Sahut Arlen cepat sambil tersenyum sangat lebar hingga memamerkan gigi putihnya.


Tiara tersenyum mengangguk langsung memeluk erat tubuh putrinya.


Cup


"I love You Mom"Ucap arsen dan mengecup singkat pipi Ibunya sebelum menaiki anak tangga.


"I love You To Boy"balas Tiara mendongak dan tersenyum melihat putranya menaiki anak tangga, Arsen yang masih di tengah tangga ikut tersenyum.


"Arlen ganti dulu Mom, arlen bakalan minta hadiahnya, Daddy jangan lupa Kadonya ya. Love You"Arlen beranjak mengecup kedua pipi ayah dan ibunya sebelum menaiki anak tangga.


"Giliran Aku Sweety"Alex langsung duduk di samping istrinya dan langsung memeluk istrinya.


Tiara membalas lelukan suaminya. Tiara enggak munafik kalau perhatian suaminya sangat luar biasa. Tiara mengakui itu, Perhatian suaminya hingga menjadi Overprotektif hingga ke posesif. Itulah suaminya.


Namun Tiara juga sangat bersyukur memiliki Alex, tanpa Alex, Tiara enggak tau nasibnya seperti apa.


"Thanks You For All My Sweetheart"Ucap Tulus alex memeluk dan mengusap rambut Tiara lembut. Tiara mendengar itu langsung tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


"Terimakasih semua tanggung jawab besar kamu selama ini. Terimakasih telah menjadi ayah yang baik untuk mereka, terimakasih telah menjadi suami yang baik untuk aku"Ucap Tulus Tiara hingga air mata itu kembali jatuh membasahi kedua pipinya.


Alex merasakan itu, Alex melepaskan pelukannya dan menatap penuh kasih sayang kearah istrinya. Kedua tangannya terangkat dan mengusap pipi sembab istrinya sambil tersenyum.


"Aku yang seharusnya mengatakan itu sweety, karena kamu mau menerima pria br*ngsek ini jadi suami kamu. Thanks For All, Dan aku semakin mencintai kamu, jangan pernah pergi tanpa seizin aku. Kita akan terus bersama sampai maut yang menjemput kita, Aku akan tetap selalu ikut sama kamu, kamu harus ingat itu baik-baik"Tiara tersenyum dan kembali mengangguk.


Alex menarik lembut kedua tangan Tiara dan memeluknya. Alex melepaskan pelukannya.


Cup


Alex mengecup singkat bibir Tiara. Tiara hanya tersenyum.


"Twins Minta di buatkan Adi---awkk sakit sweety"alex yang belum menyelesaikan ucapannya, Perutnya sudah mendapatkan hadia manis dari Tiara.


"Ingat umur ih--udah punya anak bentar lagi kuliah tu"Ucap Tiara gemes melihat suaminya. Alex masih mengusap bekas cubitan di perutnya yang sedikit perih.


Tiara langsung beranjak dan berlari menaiki anak tangga.


"Twins lihat Daddy kalian mau ngasih kalian Adik"Lapor Tiara, Alex dibawa hanya terkekeh dan melangkah menyusul istrinya.


"BIG NO DADDYYYYY"teriak kedua anaknya membuat senyum Alex semakin lebar. Tiara di atas menatap suaminya penuh kemenangan.


"Mom disini sama Arsen aja"Arsen yang berdiri tepat di depan kamarnya sendiri.


"Enggak Boy, Mommy kamu akan sama Daddy"Alex langsung mendekati istrinya. Sebemum istrinya masuk kedalam kamar putranya.


"Aleeexxx astagaa turunin aku"Teriak Tiara saat alex sudah menggendongnya melangkah menuju kamar mereka.


"Dad Aku enggak mau punya adik, nanti aku enggak disayang lagi"Teriak Arlen yang baru keluar dari kamarnya. Alex tersenyum menatap putrinya.


"Hanya nambah satu Twins Gir--"


"DADDY"teriakan tiga suara itu membuat Alex tertawa lepas. Alex menatap kedua anaknya dan masuk menutup kamarnya.


β™₯β™₯β™₯


Yeeeyyy Part 5 FinalyπŸŽ‰πŸŽ‰πŸ˜‚πŸ˜‚


Semoga kalian sukaπŸ˜„


13'07'2017πŸ˜„


Vote + Coment yaπŸ˜„