
Arlen pov
Hai kenalin nama gua Arlene, gua umur 16 tahun sebentar lagi gua mau masuk 17, dan itu buat gua bahagia karena gua bakalan bawa kendaraan sendiri Yeeee.
gua anak cewek yang paling cantik di keluarga gua, harus dong, dan di sayangi keluarga gua, pasti dong.
benar gua emang di manja banget sama kedua orang tua gua yang sekarang udah paru baya tapi masih aja tetap cantik dan gantengnya gk berkurang.
Gua ingin kayak momi yang awet muda.
Dan gua juga pengen punya suami nanti sama kayak dady yang penuh dengan kasih sayang.
Oyah gua mau cerita pernah sekali gua jalan sama keluarga gua ya makan bersama gitu.
Tapi orang yang gua dengar oramg yang duduk di samping, mereka ngira kami adalah kakak beradik saat melewati mereka.
Lupakan gua emang bawel sampai-sampai kaka gua sendiri mau ceburin gua di laut, gua pernah di kasi solasi ke bibir gua sama kaka gua yang gk tahan sama kebawelan gua.
Okey sekarang gua mau shoping, pastinya di temanin sama kaka tersayang gua.
Gua langsung ke kamar kaka gua yang di samping kamar momi and dady..
"Kaka"teriak gua saat masuk kaka gua hanya menggunakan handuk otomatis gua nutup mata dan berbalik badan membelakanginya.
"Makanya masuk ke kamar orang harus ngetuk pintu dulu"ucapnya sedikit kesal dan terdengar dingin.
"Dia selalu saja kejam"batin Gua.
Gua masih berbalik, menunggunya berganti.
"Ada apa kamu kesini, gk ketuk pintu lagi"tanyanya masih datar.
"Temanin aku shoping"jurus gua saat rayu kaka gua ya harus melas.
"Ck pergi aja sendiri aku sibuk"ujarnya langsung duduk di kursi belajarnya.
Oya gua juga ngasih tau ke kalian, kalian pasti nnya kan gua sama kaka gua kalau ngomong gk make kata 'gua-lu' karena dady gua ngelarang akan hal itu.
Jadi ginilah, kita di biasain sejak kecil.
"Oke aku ajak rendy aja kalau gitu"ucap gua pura-pura beranjak dari kasur ke ointu keluar.
"Ajak aja teman cewek kamu Arlen"keselnya menatap gua dengan tatapan elangnya
"Mereka gk bisa ikut, kalau mereka bisa mana mungkin aku mengajak kaka"ucap gua langsung duduk di tepi kasurnya lagi.
"Ck kamu selalu merepotkan"geramnya.
"Salah kaka sendiri, setiap aku dekat sama cowok kaka selalu buat mereka ketakutan"jelas gua.
Ya setiap kali gua dekat sama cowok kaka gua selalu membuat mereka ketakutan dan menjauh dari gua.
"Gimana mau dapat pacar, punya kaka galak gini"gumam gua.
"Itu karena aku tau sifat mereka"galaknya.
"Kalau kaka tidak mau menemaniku shoping biar aku PDKT dengan Cowok, biar mereka yang menemaniku"ujar gua namun gua di hadiai tatapan elangnya.
"Baiklah arl salah ngomong"gumam gua
Gua diam nungguin kaka gua ngomong, tapi 5 menit gua duduk disini di anggurin, astaga punya kaka ko gini banget ya, seandainya dia jadi adik gua udah pites dia, padahal lahirnya hanya beda 5 jam"batin
"Kaka"panggil gua sekarang dia sibuk dengan buku tebalnya
"Ayolah temanin Arl, Lagian Arl hanya shoping sebulan sekali"jelas gua dengan wajah melas
Gua baring di kasur kaka gua..
"Ck berasa kayak kulit kacang aja"gumam gua langsung beranjak dari kasur
"Bersiaplah"ujar ka Arsen tanpa melihat gua
"Aaaaaa Yes, aku akan bersiap"ujar gua
Ingin sekali mencium pipi kaka gua.. Gua berjalan ke arah kaka gua..
"Berhenti, dan berhenti mencium pipi ku"ucap dinginnya
Ya aku selalu mencium pipinya kalau keinginan gua dituruti..
"Baiklah"ujar gua beranjak dari kamar, namun bukan gua kalau gk jail sama kaka gua
Cup
Gua langsung lari sekuat tenaga keluar dari kamar..
"Nathania"teriaknya
Kaka gua kalau sedang marah dia akan memanggil nama tengah gua.. Kalau kaka udh manghil nama itu, berarti bom pasti akan meledak sebentar lagi..
Hehehe
☆☆
Arsen POv
Kenalin nama Gua Arsen, gua anak pertama di keluarga gua, sebenarnya gua kembar dan lahirnya hanya beda 5 jam saja..
Gua punya kembaran namanya Arlene, dia adik kesayangan gua..
Saat dady dan momi menanyakan apakah gua mau ounya adik lagi jawaban gua Tidak, karena memghadapi Adik gua yang satu ini aja susah banget gimana dua. Iya kalau cowok gua bisa main barengnya, tapi kalau cewek gua bisa mati muda karena kebawelan mereka..
Dari hari ini adik gua berulah lagi dengan sengajanya mengajak gua ikutnya shoping, untung adik gua shopingnya tidak sama dengan gadis lain..
Adik gua shoping kalau udh ketwmu yang di suka langsung ambil dan tidak perlu mengelilingi se isi mall ini..
"Kaka aku udah siap"teriaknya dari arah luar kamar
Gua beranjang dari kursi belajar gua dan mengambil jaket, dompet dan kunci mobil...
Gua menuruni anak tangga gua tau adik gua sekarang pasti sama momi..
"Mom Arl mau ke Mall"ucapnya dengan suara cemprengnya padahal momi di sampingnya
"Sendiri"tnya momi
"Tuh sama ka Ars nemanin Arl"jawabnya menunjuk gua dengan dagunya dan mulutnya penuh karena makan kue buatan momi di atas meja
"Baiklah hati-hati, ingat jangan saling adu mulut di depan umum sayang, gk baik"jelas momi menatap kami lembut
"Yes mom"jawab gua singkat
"Ayo kaka"ajaknya setelah meminum teh di depannya sekali tegukan dia menghabiskan
"Momi Arl pamit ya, papi belum balik ya"pamitnya serta keponya ke momi
"Belum tuh, dadymu selalu sibuk"ujar momi dengan wajah pura-pura tidak suka
"Sepertinya ada yang kangen sama Dady"teriak seseorang berdiri di pintu utama
"Dady"teriak Arl langaung memeluk Dady
Cup
Kecupan dipipi dady
"Ah sayangg, mau kemana udh cantik gini hmm"tanya dady
"Arl mau ke Mall dad"jawabnya dad dan Arl melangkah dan duduk di sofa
Sebelum duduk dady pasti...
Cup
"Ada yang kangen hmm"goda dady ke momi
Momi hanya tersenyum malu..
Dady selalu seperti itu, bermesraan tidak tau tempat baik di depan anaknya maupun di tempat umum..
"Arl km ke Mall sama siapa"tanya dady gua hanya diam saja biarkan arlen yang menjawabnya
"Sama kaka Arsen Dad"
"Kalaupun Aku jalan sama teman cowok Dady pasti tidak mengijinkannya kan"lanjutnya
"Pinter anak dady"ujar dady mengusap rambut Arl
☆☆☆☆☆☆☆☆
Author pov
"Ayo kaka kita berangkat"ujar Arlen
Arsen berdiri dan berpamitan
"Ars berangkat ya mom Dad"
Cup
Cup
Arsen hanya mencium ibunya..
"Hay berhenti mencium ibumu, kau sudah besar"ujar alex kesal melihat putranya mencium kedua pipi istrinya
Arsen mangangkat bahunya tanpa membalas omongan ayahnya..
"Dady gk di cium nih"goda alex
"Tidak"
"Aku pergi"lanjutnya tanpa menunggu adiknya langsung keluar dari rumah
"Jangan ngebut-ngebut, jaga adik mu juga"teriak alex
"Asatga itu anak mirip siapa kenapa dingin banget sih"gumam Ara
"Mirip dadynya lah"
"Kalau gitu jangan salahkan sifat menyebalkannya"balas Ara
Arlen melihat itu tersenyum
"Arl juga ya Dad mom"pamit Arlen
Cup
Alex mengecup pipi putrynya..
"Bye mom Dady"teriak Arlen berlari keluar menyusul kaka nya...
"Hati-Hati sayang"teriak Alex dan Ara
"OKEY DAD"teriak Arlen balik
"Terimakasih"ujar mereka bersama dan berpelukan
♥♥
kenapa aku milih pemain cowoknya L. karena author Pans berat L🤭😝😝😝
Segitu aja ya😂😂😂
Jangan lupa Vote + Coment ya...