You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 42



Eps 41 sejak pagi aku udah Up, tapi kenapa masih Direview terus ya, lama banget ya.


sudah seharian di Part 41 masih Review ya, padahal itu part spesial yang Alex dama Tara dinner dan Alex ngelamar Tiara lagi.


Happy Reading...


.....


Author POV


"Sayang ayo turun udah di tungguin tuh di bawah"kata Marisa ibu nya Ara. Ara yang masih duduk di depan meja rias hanya mengangguk dan tersenyum menatap ibunya.


Ya saat ini Tiara berada di kediaman rumahnya begitu juga sahabatnya Rani, bukan di kontrakan itu lagi..


"Ye mom bentar lagi Ara turun"jawab ara melihat cermin sekali lagi, berulang kali menghembus nafas panjangnya, dirinya harus siap melepaskan masa lajangnya.


di bawa keluarga besar akex menunggunya, alex datang bersama keluarga besarnya untuk melamar dirinya secara resmi di depan kedua orang tuanya.


Ara berjalan menuruni anak tangga sedangkan seseorang terus melihatnya dari awal hingga duduk di kursi tamu tersebut.


"Ehem awas son, ntar banjir disini kan bahaya"goda ayah alex ke Alex membuat semuanya terkekeh geli.


Alex menatap kesal kearah ayahnya. ayahnya selau saja menggoda dirinya saat dekat dengan calon istrinya.


"Baiklah, seperti yang kita sepakati sejak awal, dimana kedua anak kita udah tunangan. kedatangan kami kesini ingin melamar putri anda secara resmi, menjadikan Tiara sebagai mantu kami"kata Ayah alex Mr. Gerhana, aditya gerhana selaku ayahnya alex.


alex sedari adi hanya mencuri pandang kearah Ara dimana snagat terliht cantik malam ini.


"Gimana apakah di terima?"lanjut ibunda alex Alisya Putryana. Marisa tersneyum melihat putrinya yang hanya diam mendnegar kan mereka.


"Gimana Sayang?"tanya marisa melihat putrinya. Ara mendongak menatap keluarganya dan keluarga Alex. tatapan Ara berhenti di alex yang sama menatap kearahnya.


Alex enunggu dengan perasaan yang campur aduk, walaupun kemarin Ara menerima lamarannya, namun tetap aja ini lamaran resmi yang di hadiri kedua keluarga besar di depannya saat ini.


"Ara"panggil marisa lagi menyentuh bahu putrinya, Ara kaget dan tersenyum menatap ibunya.


Ara langsung mengangguk aja.


Semua orang tua senang melihat anggukan itu, alex hanya senyum-senyum sendiri.


"yeeesss"ucap Alex tanpa sadar membuat semua hanya menggeleng, Ara hanya terkekeh melihat reaksi Alex.


"Yaudah kalau gitu kita tetapkan tanggal pernikahan aja gimana"tanya ibu alex antusias.


"Nah itu aku juga dari tadi mikir"jawab Marisa senang banget.


Sedangkan sang suami tersenyum senang. karena dengan ini mereka akan menjadi akrab lagi.


"Gimana kalau sebulan lagi pernikahannya"ujar ibu alex sambil melirik alex, bermaksud menggoda anaknya.


"Mom"protes alex karena begitu lama.


"sebulan lagi atau gk sama sekali boy??"ancam ibunya membuat alex seketika diam dengan tampang lesuh. sedangkan ayahnya alex hanya terkekeh, jika istrinya sudah begitu siapapun tidak akan bisa mengubah ucapannya.


Alex kembali senyum lihat Ara di depannya, senyum polos memamerkan gigi putihnya seolah tidak ada yang terjadi.


"Hmmm gpp sih kalau sebulan lgi"sahut ibunya Ara.


"Gimana sayang km setuju gk"mereka menanyakan keara. Ara menatap mereka dan mengangguk.


"Ara terserah mami aja"senyum manis membuat Alex ikut tersenyum.


"gimana kalau Alex yang nentuin aja harinya apa gitu!"ucap alex, Alex diam saat mendapatkan tatapan maut dari ibunya.


"lebih bagus sih seminggu lagi aja, karena Saya lihat putra saya gk akan mungkin tahan dengan putri kalian"jelas Ibunya Alex. alex tersneyum lebar. ibunya lah yang paling the best.


Alex yg mendengar itu senang banget dan senyumnya tak lepas dari wajahnya. Ara menatap alex yang tersenyum penuh arti itu hanya menggeleng.


mau gimana lagi, Ara siap menerima lamaran itu, ara juga siap haru mendapakan kejutan mengejutkan seperti ini. paling cepat menjadi istrinya Alex.


"Setujuuuu"teriak yang lain kecuali Ara.


Ara tau pasti ini ulang calonnya, kalau bukan dia siapa lagi.


"Yaudah mulai sekarang kalian dipingit sampai hari H ya"ujar ibu alex lagi menatap putranya dan ara bergantian.


"Yap setuju"setuju orang tua semua.


"Apa itu mom?"tanya Ara polos menatap keluarga alex dan kedua orang tuanya.


"Kalian gk bakalan ketemu sampai Hari H pernikan kalian"jelas ibu alex tersenyum lebar dan menatap sinis kearah putranya. senyum kemenangan itu.


"What?"bukan suara ara tapi Alex, alex beranjak dari duduknya.


Ara hanya tersenyum diam, dia tau pasti calonnya akan protes dan benaran saja. disana alex terlihat syok.


"Mom kenapa harus gitu sih, ya gk bisa gitulah, kalau alex kangen gimana dong"protes alex dengan wajah super duper lesu. ayahnay alex hanya menggeleng melihat putranya.


sedangkan ayahnya Ara yang duduk di samping Ara hanya menggenggam erat tangan Ara. putri satu-satunya.


Ara tersneyum melihat ayahnya dan membalas genggaman tangan ayahnya.


"Ya harus dong, jangan protes kamu, kalau gk mami undurin tahun depan nih"ancan ibunya membuat alex duduk lesu di kursinya kembali.


"Yah mom janganlah, minggu depan ya ya ya"melas alex dengan lesuhnya, Ara hanya menggeleng.


"Yaudah km harus nurut sama kita-kita"kata ayah alex jail.


"Mana henphone kalian"tanya momi alex sambil mengulurkan tangan kearah alex dan ara.


"Buat apa mi"tanya alex semakin lesu, takut dengan apa yang di pikirkan benar adanya.


"Mom sita, kalian gk boleh kontek-kontekan sampai hari H pernikan kalian"jelas Ana, ibunya Alex.


"What?, Ya Allah Mami..., mami sengaja buat alex gila sebelum pernikahan ya"frustasi alex.


"tante, sama om gk setuu juga kan sama ini, Pi.. pi juga gk setuju kan... Beb, km juga gk setuju kan?"tanya alex kesemua, alex berharap mereka mendukungnya.


"itu udah peraturannya"balas Ibunya alex, smeuanya mengangguk.


Sedangkan dua cowok hanya tertawa, mengingat dulu mereka juga diperlakukan hal yang sama .


"Piiiii"rengek alex minta bantuan ayahnya.


"Sorry son, keputusan Mami km Papi gk bisa bantuin"ngangkat tangan pura-pura gk bisa bantu.


Ara hanya tersenyum geli ke arah alex dia tau sifat tunangannya itu. yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Mana hendphonenya"tagih Ana lagi ke putranya.


Alex dan ara langsung memberikan henphone mereka, ara dengan senang hati memberikannya, alex dengan berat hari, namun ANa langsung menariknya paksa. dan itu berhasil membuat putranya semakin lesu.


Sedangkan orang tua mereka tersenyum geli..


"Baiklah 4 hari lagi kalian berdua fiting baju, mami udah tau butik mana yang as buat kalian berdua, nanti mami kasih lamatnya kalian tinggal datang dan milih gaun dan jas km boy"ujar Ana lagi tersneyum kemenagan menatap putranya.


dirinya berhasil membuat perasaan putranya naik turun. disana putranya lesu banget.


"Dan besok kalian berdua harus nulis nama siapa aja yg harus kalian undang, teman satu kampus juga hpp"lanjut momi Ara senang


"Dan kita-kita akan mengundang semua kerabat dekat maupun jaih"tsahut Ana cepat dengan senyumnya.


Alex masih menatap lekat wajah Ara, karena mulai besok dirinya tidak bertemu sama ra lagi sampai di hari pernikahannya.


"Alex boleh ngobrol berdua sam Ar..."


"ENGGAK BOLEH"balas semua orang semkain membuat Alex lusuh seperti orang tidka memiliki tulang. Ara disana hanya menahan tawanya.


"Astaga, Gua bisa gila sebelum hari pernikahan gua"batin Alex.


 


 


.....


5 hari sesudah lamaran...


"Kenapa lu, udah mau nikah tapi masih galau aja"cibir Deva ke alex yg uring-uringan sejak tadi.


Deva sama Jeson sengaja datang ke rumah alex karena di panggil sama alex, katanya boring jadi nyuruh di temanin karena maminya gk ngijinin diirnya keluar dari rumah.


"Ck lu gk tau sih gimana perasaan gua"jawab alex masih gelisah sambil mondar mandir di kamar.


Padahal baru kemarin alex ketemu sama ara tapi sekarang alex lebih kangen sama ara.


Entahlah.


"Lu kenapa sih, kaya cacingan kena garam aja"kesal jeson lihat Alex sedari tadi modar-mandir di depannya.


Duk


"Awww"keluh jeson mendapatkan pukulan dari alx di kepalanya.


"Sakit pea"keluh jeson mengusap kepalanya.


"Rani sekarang dimana Ron"tanya alex ke Roni yang sedari tadi diam, alex langsung mendekati Roni membuat Roni kagert karena alex menatapnya begitu lekat.


"Ngapain lu nanya cewek gua? gk boleh ada yang rebut dia dari gua"ujar Roni tanpa mengalihkan tatapannya dari hp, menatap kesal kearah Alex.


Deva dan jeson langsung melihat ke Arah Roni yang sibuk sama hpnya..


"Lu udah jadian"teriak deva dan jeson langsung beranjak dari dudk mereka masing-masing.


Alex udah tau karena mendengar cerita dari calon istrinya sendiri.


Sedangkan roni hanya terkekeh melihat reaksi mereka.


"njiiirrr dia nyuri star kita duluan Dev, gua aja belum jadian sama tasya"sahut jeson cepat.


"sama gua juga"balas deva menatap Roni dengan takjub.


"Rani sekarang masih di rumah Ara kan?"tanya alex lagi langsung duduk di samping Roni.


"lu buat gua takut Njiiirr.. gk usah dekat-dekat gitu juga"


"Iya emangnya kenapa? jangan bilang lu naksir sama cewek gua, ingat lu udah nikah besok"ujar Roni panjang lebar, menatap takut kearah Alex. kalau benar kan roni bakalan patah hati untuk kedua kalinya, tapi kali ini orni gk akan membiarkan alex merebut kekasihnya lagi.


Alex langsung merebut hp Roni tanpa menjawab pertanyaan Roni.


"Eh eh henphone gua"teriak Roni saat alex udah lari naikin tangga menuju kamarnya.


"Gua pinjam bentar"balas alex dengan suara pelan takut maminya mendnegar.


Sebenarnya roni tau kalau alex kangen sama calon istrinya


Dan mereka bertiga hanya senyum-senyum dan sekaligus menggeleng melihat tingkah alex yang gk bisa menahan rasa rindunya sendiri.


 


 


 


 


Dikamar alex...


Alex langsung menelpon Nonya Rani, awalnya susah banget mencari nonya rani, saat alex mengetik nama rani namun tidak ketemu, tapi ternyata.


Setelah ketemu alex langsung menelpon rani.


MyBaby


"Halo sayang"sapa rani sebrang.


"Ini gua Alex"jawab alex


"Oh, gua kirain..."


"Ada Ara di samping lu gk"


"Ara,,hmmm lagi ke dapur ngambil air"jawab rani.


"Lu bisa panggilin gk, tapi lu diam-diam sebelum ketahuan"


"Bentar ya"balas rani.


"Halo"sapa seseorang yg berbeda suara


Bukan suara rani dan juga bukan suara calonnya.


Sial banget, ekspresi alex syok mendengar suara itu.


"Aleeexxx, berani tlpon ya, awas km mami balik dari sini"ternyata suara ibunya alex yg mengangkat tlpon itu.


Alex langsung matiin hp dan lari menuruni tangga.


Langsung melempar hp kepada sang punya. untung roni langsung menangkapnya kalau gk Hpnya bisa jadi keping di lantai.


"Hp lu gk ada pusanya, sial*an"Ucap laex kesal.


"Hahahahahaha"gelak tawa tiga orang yg di ruang tamu itu.


Deva sangat bahagia tertawa smbil mukul bantal sofa yg tadi di pegang.


Jeson tertawa sambil memegang perutnya.


Roni tertawa hingga duduk di lantai.


Ya mereka bertiga dari tadi nguping jadi mereka tau apa yang terjadi sama Alex di dalam kamar.


Alex menatap heran mereka ada apa sama mereka bertiga.


"Ehem yg lagi kangen cie ketahuan Hahaha"goda jeson dan di ikuti gelak tawa.


Alex langsung nyerbu mereka bertiga agar mereka bertiga tidak menertawakan dia lagi.


"Ampun lex"


"Gua gk sangkup lagi sumpah perut gua sakit banget"keluh jeson.


"Aaww ampun lex"teriak deva karena dia sedari tadi yg paling bahagia.


"Untung lu mau nikah jadi wajah lu gua gk cakar-cakar"kesel deva.


Alex langsung ambil duduk dan diam.


"Ehem masa lu gk tau kalau momi lu di rumahnya Ara sih"tanya Roni kekehan geli


"Apa lu diam gk. Lu..Lu..dan Lu.. kenap gk ngasih tau ke gua kalai mami gua lagi disana"galak alex bercampur kesal menatap kedtiga orang yang snagat puas menertawakan dirinya.


Pupuslah sudah harapannya, Alex mngira bakalan ngobrol sama ara tadi.


Awalnya kirain Rani benaran manggil Calonnya eh malah ternyata Mominya.


"Rindu rindu ingin memelukmu"nyanyi Deva iseng dan menggoda alex.


"Ku ingin menciummu agar terobat rasa rinduku"lanjut jeson.


"Tapi ketahuan duluan sebelum meluk dan cium kamu"lanjut Roni langsung dengan suara nyanyinya.


"HAHAHAHAhahaha"tawa mereka bertiga.


 


 


 


 


 


 


 


☆☆☆☆☆☆☆☆


Segitu aja dulu...


Maaf ya semalem gk bisa update karena ketiduran..


 


 


Jangan lupa vote + comennya...


See You Guys...