
Cieee Update Lagi, Cie Yang KAngen.
Happy Reading.....
.............
Author POV
Acara masih berlangsung dengan meriah, namun kedua insan ini menikmati waktu berduaan saja. tanpa canggung di perhatikan orang lain, berasa ruang ini hanya mereka berdua saja.
"gimana kejutannya sukseskan"Tanya jeson ke Ara yang kini duduk di pangkuan Alex. ara udah berusaha buat duduk di kursi lain namun Alex terus saja menempel seperti cicak.
"Sukses banget dong, Sampai orangnya bengong kayak patung tadi"jawab Ara antusias sambil terkekeh menatap Alex, Ara cuek walaupun di tatapan tajam oleh alex.
"gua bilang juga apa, sukses banget ini kan berkat gua"sombong deva, sedangkan alex hanya diam. namun tatapan nya tidak lepas dari Ara yang berada di pangkuannya itu.
"gundul mu, lu aja baru tau rencananya kemarin"jawab jeson menoyor kepala deva.
"hehehe plis deh"cengesan deva mengangkat dua jarinya.
"oh ya Mom sama dad balik duluan ya"pamit ibunya laex.
"cepat di halalil, jangan hanya mesra aja"lanjut ibunya alex smabil emnoyor kepala Alex, alex hanya mengangguk dan tersenyum lebar menerima kecupan singkat dari ibunya.
"siap tante"teriak mereka berempat...Rani, Roni, Jeson, tasya, ica dan Deva.
Alex dan Ara hanya senyum dalam diam.
"hay semua"sapa dua gadis yang baru datang
Jeson dan Deva saling bertataan dengan senyum sinisnya.
"Gua rasa lu berdua bakalan taken bentar lagi"ucap alex tiba-tiba mebuat kedua sahabatnya diam dan menatap sinis kearah alex.
"Dia mah sok Tau Ya Dev"sahut Jeson menyindir Alex. alex hanya terkekeh, karena sedari tadi alex merhatikan kedua sahabatnya yang terus menatap cewek yang berada di sekitaran mereka.
"EHEM, Tasya.. Alex udah punta calon istri loh."dehem keras berasal dari jeson saat melihat Tasya melirik kearah Alex.
"eh ada cogan juga"kata Tasya polos sambil menutup ulutnya karena kecoplosan, dan semuanya tertawa melihat tasya sedangkan jeson menatap tajam ke Tasya.
Sekarang sudah pagi tapi mereka belum beranjak dari CAFÉ tersebut, bagi mereka menghabiskan waktu bersama pacar dan sahabat sangat menyenangkan hingga melupakan waktu padahal sekarang sedah pukul 02:08 pagi.
"ehem Ca gua mau ngomong sama lu"kata Deva ke Ica yang sedang duduk di dekat Roni.
"yaudah ngomong aja"kata Ica judes tanpa menoleh ke ara Deva, karena Ica tau kalau Deva seorang Player, siapa yang tidak mengenal Deva, semua kampus pasti mengenalnya dengan jurus andalannya itu. apalagi kalau bukan gombalin semua cewek kampus
"masih aja judes"batin Ara dan Tasya.
tasya sama Ara sangat tau kalau ica anti banget sama cowok yang bawel apalagi dikenal playboy, awal ica tau alex dekatin Ara, ica sama sekali gk setuju kalau Ara jadian sama aex, namun dilihat usaha alex membuat ica mau merelakan sahabtnya jadian dengan cowok player yang sudah bertaobat.
"gk disini gua mau ngomong berdua sama lu"tegas Deva yang lain hanya menyaksikan,
namun tidak dengan alex dan jeson, mereka akan melihat sejauh mana sahabatnya Deva akan mengejar seorang cewek yang secara terangan menolaknya itu.
"eh eh kenapa main narik sih"keluh Ica saat Deva menarik tangan Ica keluar dari kumpulan itu entahlah Deva membawanya kemana.
"Nyet anak Orang Tu, Awas aja, jangan sampai kebablasan ya"teriak Jeson diikuti semua tawa dsitu.
"iya jangan sampai ke bablasan tuh"ucap tasya tiba-tiba jeson langsung melihat ke arah suara itu.
"emang lu tau artinya apa"tanya jeson langsung ke Tasya. Tasya langsung menggeleng dan menatap kearah Ara.
"hah? gk tau emang apaan si Ra"Tasya menggeleng kepalanya dan balik bertanya Ke ARA sedangkan yang lain hanya menggeleng kepala dengan jawaban Tasya.
"sok sokan banget sih"kata jeson tersenyum geli.
"ehem masih ada orang disini kali"dehem Roni dan semuanya ketawa. Rani sejak tadi hanya sibuk makan makanan di depannya. Ara yang merhatikan itu hanya menggeleng.
"kalau mau pacaran jangan disini woy, ingat masih ada yang jomblo"teriak Rani di anggukin Roni sedangkan Tasya ikut ngangguk aja, jeson melihat itu tersenyum sinis.
"lu akan jadi milik gua sayang"batin Jeson
Alex dan Ara jangan di pertanyakan mereka ngobrol melepaskan rindu sendiri tanpa usikan dari teman-temannya itu
"ehem lex ingat masih ada yang jomblo disini loh"goda Roni saat melihat Alex terus mencium kedua pipi Ara, tangannya tidak lepas dari pinggang Ara karena ara masih setia duduk di pangkuan Alex
"eh gua gk jomblo ko, gua kan sama Ara"goda Roni lagi.
"eh hehe gua salah ngomong piiiss"keluh Roni saat melihat tatapan tajam dengan aura dengin dari Alex.
"gua cabut duluan ya guys"pamit jeson beranjak dari duduknya dan langsung menarik tangan tasya, Alex hanya terkekeh.
"Pirang sohib gua. berani lu macam-macam lu bakalan berhadapan sama gua"teriak Ara membuat jeson mengacuhkan jempolnya sambil terkekeh. Alex hanya menggeleng melihat kedua sahabatnya.
"gua di culik woy, kenapa gk ada orang yang nolongin gua"teriak Tasya masih belum sadar kalau jesonlah yang menarik tangannya. sikap kocak dan polosnya tasya membuat jeson terkekeh geli.
"lu berdua masih ngapain disini"Tanya alex dingin kepada Roni dan Rani.
"hah"gagap Rani belum menyadari sindiran itu. rani menatap Kearah Ara dan roni bergantian.
"Apaan sih gua kan mau nemanin sohib gua ara, iyakan Ra"Rani sadar dengan sindiran itu, roni hanya diam saja namun dia tau kalau alex berusaha menggoda mereka berdua namun tidak dengan ekspresi yang datarnya itu.
"kata siapa, gua kan mau nemani tunangan gua"jawab ara dengan polosnya, Rani mendengus sebel.
"ck lu sahabat macam apaan, mentang udah punya tunangan gua di lupain"sebel Rani cemberut menatap sahabatnya. Ara pura-pura gak tau.
"gitu banget lu, awas aja kalau galau-galau lagi"ancam Rani, ara hanya terkekeh, ya kalau galau dikit Ara akan berlari kearah Sahabat yang satu ini, Ica dan Tasya sahabatan tapi kalau di ajak curhat lebih ke Rani
"eh"kaget ara saat seseorang menggendongnya namun berapa detik udah duduk di kursinya lagi.
"tunggu disini jangan kemana-mana okey"Ucap alex tegas sebelum pergi.
"dan lu jangan macam-macan sama bini gua"tatapan tajam itu di tunjukin ke Roni, Rani yang melihat itu bidik ngeri dengan ancaman alex.
"Cih nikah aja belum"gumam roni dan mendapat tatapan dari alex.
Alex langsung pergi gitu aja, sebelum ara menanyakan kepergiannya.
"calon suami lu serem ya kalau lagi cemburu"Tanya Rani, ara hanya mengangguk membenarkan ucapan Rani.
"ngomong-ngomong lu Roni gk bawa gebetan lu"lanjut Rani tanya kearah Roni.
Ya Rani dikenal dengan kepoannya itu, kalau udah bertanya pasti akan terus bertanya sampai ke akar-akarnya.
"gebetan gua udah mau nikah"ucap roni sambil melihat ke Ara, Ara hanya cengesan aja. karena dia Tau Roni tidak bermaksud lebih darinya.
"ehem gua aduin nih"ancam Rani membuah roni hanya emngangkat kedua bahunya tak acuh.
"dan sekarang gebetan gua lagi cemburu"lanjut Roni menatap Rani, Rani tau tatapan itu langsung diam aja takut nanti dia salah ngomong lagi.
"ayoo sweety"ucap alex saat berdiri di samping Ara sambil mengulurkan tangannya. namun sebelum Ara membalas uluran tangan alex, alex udah langsung menggendong Ara.
"eh eh lex turunin gua"teriak Ara tanpa sadar karena tiba-tiba di gendong.
Cup
"itu hukuman karena masih make 'gua'lo"kata alex sinis, rona merah selalu ada saat kecupan itu mendarat di pipinya.
"dan aku mau nagih kejutan yang kamu bilang tadi"lanjut alex senyum licik langsung keluar dari CAFÉ.
"eh sahabat gua tu awas aja kalau sampai lecet"teriak Rani, alex hanya terkekeh sambil menggendong Ara.
"semoga lu bahagiah Ratu Bawel"batin Roni.
"terus kita ngapain disini, yuuk balik ah"ucap Rani langsung berdiri dari tempat duduknya, namun seseorang menahan tangannya.
"lu belum selesai urusan sama gua baby"ucap Roni sinis dengan senyum nya.
#bonus, nama mereka di bawah:
Deva Algis Ganendra (Deva)
Jeson Alfariel Sandy (Jeson)😊
Alfred Roni Pratista (Roni)
Adawiyah Rani Alviena (Rani)
Tasya Afsheen Myesha (Tasya)
Afidenaya Raisa Gayatri (Ica)
★★★
Segitu aja dulu ya..
Ntar malem gua update lagi😄😄
Jangan lupa Vote + Coment nya ya....
See You Guys...