You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 55



piyane Aku baru Up๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™


โ™กโ™ก


Alex PoV


Gua sama istri gua sekarang baru balik dari dokter kandungan, kandungan istri gua udah memasuki bulan ke 8-28hari, kenapa gua tau karena setiap malem sebelum tidur gua selalu menghitungnnya, dengan cara gua menyilang tanggal saat gua tau istri gua hamil 4 minggu.


Dari situlah gua berusaha jadi suami yang selalu ada saat istri gua butuhkan.


Dan pemeriksaan kali ini alhamdulillah masih sehat kandungannya, namun kami belum tau jenis kelaminnya.


Baik cewek maupun cowok dengan senang hati gua menerimanya.


Biarkanlah menjadi kejutan saat kelahiran anak gua nanti, gua gk sabar akan hari itu.


"Apa km Capeh?"tanya gua saat memasuki rumah kami, dan mengelur pinggangnya.


Biasanya orang yang hamil besar seperti ini banyak keluhan capehnya, dan katanya bisa sakit pinggang, gua tau karena Beberapa mazala yang gua baca tentang kehamilan. dan di media lainnya.


dari situ gua belajar semua tentang kehamilan yang penting bagi istri gua.


"Ah iya Capeh banget"ujarnya sambil mengelus perut yang membesar itu.


"Baiklah, sini kamu tunggu disini, aku ambil sesuatu untuk kamu"ujar gua dan naik anak tangga menuju kemar utama kami.


Oya perobotan-perobotan bayi kami beberapa minggu yang lalu gua udah beli semuanya, ada dua warna yang gua beli biru sama pink.. Namun gua belum menata kamarnya.


Setelah gua ketemu apa yang gua cari gua cepat-cepat turun.


โ˜†โ˜†


Ara PoV


Huufff astaga pinggang gua berasa tulangnya mau patah. semenderita ini kahย  saat hamil, tapi ini membuat gua menjadi wanita dan istri yang sempurna serta momi yang hebat untuk calon buah hati gua.


"Apa yang kamu lakukan alex, awas hati-hati"ucap gua setengah berteriak saat melihatnnya turun dari tangga membawakan Boneka yang super besar itu.


"Apa yang dia lakukan"gumam gua sambil lihat dia yang begitu antusias bawa bonaka yang super besar itu.


Alex menaruh boneka itu tepat depan TV, dan berjalan ke Arah gua.


"Ayo sayang kmu tiduran di atas boneka itu, aku tau pinggang kamu sakit duduk seperti itu"ujarnya lembut dan membantu gua berdiri.


Ah suami gua selalu manis.


Gua langsung tiduran di atas boneka itu dengan bantal tidak lumayan tinggi agar gua jg gk telalu membompong pinggang gua.


Ahhh nyaman nya.


"Eh kamu mau ngapain"tanya gua saat kaki gua alex memangkunya.


"Aku akan memijat kaki km sayang, lihat kaki kamu semakin membesar"ujarnya geli smabil mijat kaki gua.


"gk usah lex, aku gk capeh ko. aku tau km juga cape lex, beristirahatlah di samping aku"ujar gua menatapnya lembut.. Alex tersenyum manis dan menggeleng.


"Biarkan aku memijatnya sebentar sayangg"ucapnya tersenyum lembut sambil lembut mijat kaki gua.


"Terimakasih"ujar gua tersenyum tulus menatapnya.


"Buat apa sayangg"tanyanya.


"Buat semuanya"balas gua, entah krnapa gua pengen nangis sekarang.


"Apapun yang kamu maksud itu, sama-sama, aku juga sangat berterimakasih"ujarnya senyum manis namn masih memijat kaki ku.


"Oya apakah kamu sudah tau, istri dari sahabat aku sudah mengandung"tanya nya.


"Oya siapa-siapa kenapa aku gk tau"tanya gua penasaran.


"Tasya kira-kira 4 bulan, dan Rani sahabat serumah km 3 bulan"jawabnya sambil berpikir.


"Aku tau dari jeson dan Roni saat kemarin di kantor aku"lanjutnya.


Tin


Tin


"Sebentar aku membuka pintu dulu"ujarnya beranjak membukakan pintu, siapa siang gini bertamu.


"Halo bumil, ah gua kangen sama lu"teriak seseorang gua sedikit kaget langsung menengok ke belakang, tasya berlari ke arah gua.


"Honey jangan lari-lari, ingat kandungan kamu"teriak suaminya yg mengikutinya dari belakang.


Astaga mereka berkunjung lagi.


Deva - Ica


Jeson - Tasya


Tasya mau meluk gua tiba-tiba.


"Eh awas ada anak gua tuh, jangan kencang-kencang meluknya"ujar alex setengah berteriak.


Tasya cemberut namun langsung memeluk gua dari samping.


Namun kemana Rani dan Roni?.


"Tadi Roni nitip salam gk bisa kesini karena menemani istrinya ngecek kandungan"jelas Jeson duduk di sofa.


Gua dan alex mengangguk tanda mengerti.


"Oya gimana sama kandungan lu Sya"tanya gua saat tasya duduk di samping gua namun di Sofa.


"Lu udah tau"syoknya.


"Padahal gua pengen kase kejutan sama lu"lanjutnya sambil mengelus perutnya dan sedikit kelihatan.


"Ya gua udah tau, jadi gimana"tanya gua ulang.


"Ya alhamdulillah baik Ra, kemarin periksa terakhirnya gitu kata dokter"ujarnya lucu soalnya mikir-mikir.


โ™ฅโ™ฅ


Author pov


"Gua juga kangen sama lu Ra"ujar Ica memeluk pelan Ara karena perutnya sangat besar.


"Ahh kangen"pelukan mereka bersama.


"Ah awas ada anak gua tu, kalau kenapa-kenapa gua mutilasi lu berdua, bila perlu sama suami lu berdua"suara alex yg duduk bersama suami mereka.


"Gua yang mutilasi lu duluan kalau nyakitin istri gua"Balas jeson sama deva barengan.


alex mengangkat dua jarinya kearah dua sahabatnya.


"IYAAAA"teriak Tasya sama Ica barengan dengan suara lantang.


"Huuu masih saja over"gumamTasya sama ica.


Mereka bertiga pun nostalgia.


"Ternyata bahagiah ya pas dengar istri kita lagi hamil"ucap jeson tiba-tiba.


Alex mengangguk, deva hanya diam saja.


"Gimana sama lu"tanya alex ke Deva


"Gua"tanya deva balik.


"Gua ya ginilah, masih usaha"lanjut cengir Deva menatap istrinya disana.


"Lu kurang berusaha kali makanya belum isi"cibir jeson.


"Enak aja gua berusaha tiap hari pula"ujar deva.


"Eh gua salah ngomong ya, piiis sayang"saat menyadari tatapan istrinya. ica.


"Hahaha suami takut istri"ujar kedua sahabatnya.


"Sialan lu"


"Amin"alex dan jeson mengaminkan.


"Oya lu udah tau jenis kelamin anak lu lex"tanya jeson.


"Blm, gua sama ara mau tau saat bayinya lahir aja" jawab alex snatai menatap istrinya disana.


Deva dan jeson mengangguk.


"Padahal baru kemarin kita-kita masuk kuliah, eh malah udah mau jadi dady aja"ucap deva terkekeh geli.


"Lu kan belum"ujar jeson dan Alex geli


"Ah lu lu pada mah gitu"deva kesel.


โ™กโ™กโ™ก


Tak terasa kandungan Ara sudah masuk bulan k-9 jadi hanya menunggu hari saja.


"Alex kamu gk ke kantor"tanya Ara yg baru bangun melihat alex belum berangkat dan masih memakai kaos santainya.


Cup


Kecupan singkat di bibir Ara.


"Morning sayangg"Sapa alex tersenyum menatap istrinya.


Cup


Kecupan di perut Ara.


"Morning cogan"jawab Ara.


"Morning baby, baik-baik ya sayang"seperti biasa alex berusaha ngomong sama anaknya.


"Aku baik-baik saja dady"ujar ara meniru suara bayi.


"Akh benar kah, apakah kamu gk rindu dady kamu ini, cepatlah datang kedunia ini"ujar alex mengelut perut istrinya.


"Dia menendang sayang"hebo alex saat tangannya merasakan tendangan itu.


"Ya aku juga merasakannya"ucap ara tersenyum.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku"ucap ara.


"gk sayang, aku akan tetap dirumah"jawab alex.


"Kenapa apakah km sakit?"tanya Ara lagi.


"Enggak sayang. Aku gk sakit, aku mau menjaga kalian di rumah, hanya berjaga-jaga saat km lahir, aku ingin mendampingi kamu saat melahirkan"jawab alex santai dan mengambil sesuatu di atas meja.


"Nih diminum dulu sayang susunya"ujar alex memberikan segelas susu hamil kepada Istrinya.


Ara menerima dan sekali tegukan ara mengahabiskannya.


"Mami dady, mama dan papa akan kesini besok sayang"jelas alex.


"Benarkah, aku kangen sama mereka"ucap ara antusiannya.


"Apa kita tinggal di rumah sakit saja, buat jaga jaga syaang. saat kamu merasa sakit dokter bisa membantu kamu"ujar alex mengelur lembut rambut istrinya.


"Enggak alex, aku masih baik baik aja, lagian masih seminggu lagi kan, aku di rumah saja, kan ada kamu yg siap bantu aku"ujar ara tersenyum manis


"Terimakasih sudah mempercayai aku"ucap alex memeluk istrinya dari samping.


"Sama-sama"


"Oya aku udah dapat dokter kandungan wanita yg akan membatu kamu melahirkan nanti"jelas alex masih mengelur lembut rambut istrinya.


"Kenapa? Terus kemana dokter yang kemarin"tanya Ara bingung.


"Dokternya masih hidup sayang, tapi aku gk suka dokter itu, Dia seorang pria sayang. apalagi dia seusia aku"jelas alex sedikit geram membayangkan istrinya di sentuh sama dokter tampan itu.


"Kenapa diakan tampan..."


Cup


"Jangan memuji cowok lain selain suamimu dan Ayahmu sayang"alex menatapnya kesel.


"Padahal aku mau bilang kalau suamiku lebih tampan"ujar ara terkekeh.


"Ah udah dari lahir sayang, aku lebih tampan dari siapapun cowok di dunia ini"ujarnya sombong.


"Cih pede sekali kamu"cibir Ara.


"Mengakulah sayang, kalau suamimu ini paling tampan diatara cowok yang kamu temui"ujarnya masih sombong.


"Baiklah baiklah suamiku yang paling tampan yang gk ada duanya"ujar ara tersenyum manis.


"Aw" ara mengelus perutnya.


"Ada apa sayang, apa udh saatnya melahirkan"ucap alex panik.


"enggak lex, Dia hanya menendang, aku kaget"ucap ara senyum.


"Ah apakah km cemburu baby, karena ayah tidak mengajak kamu berbicara"ujap alex mengelur perut istrinya.


"Aw"tendangan lagi.


"Ssttt baby kamu menyakiti momi kamu sayang, tidurlah yang tenang"ucap alex lagi tersenyum mengelur perut istrinya, setelah mengatakan itu tidak ada tendangan bayi lagi.


"Dia merespon semua yg kamu ucapkan"ujar ara senyum ya karena alex kalau berbicara dengannya pasti ara kesakitan karena tendangan bayi yg dalam perutnya itu.


"Mereka akan cerdas seperti aku"ujar alex semangat.


"Apa masih sakit"tanya alex kwatir mengelus perut istrinya lembut.


"Tidak lagi"


"Tunggu sebentar aku akan mengambil sarapan kamu"ucap alex berdiri dan melangkah keluar dari kamar mereka.


Beberapa menit alex masuk membawa nampan berisi makanan..


"Makanlah selagi masih hangat sayang"ucapnya saat menaruh makanan di depan istrinya, ara kini bersandar di kasur.


"sinibaku suapin"ujar alex senang, ara tersnyum dengan tawaran suaminya.


"Apa kaki aku akan tetap seperti ini, lucu sekali "tanya Ara melihat kakinya yang lumayan bengkak.


"Gk sayang, ini cuman bentar, ini akan hilang saat kamu sudah melahirkan"jawab alex senyum dan menyuapi istrinya.


Ara mengangguk mengerti.


kenapa alex bisa tau, seperti sebelumnya. saat mendemgar istrinya hamil, alex memperlajari semua buku yang menyangkut kehamilan.


"Kamu tau, aku ingin terus menghamili mu, kamu kelihatan seksi dengan badan seperti ini"ujar alex geli.


Blush


"Aw"keluah Alex.


"Ngaco km, mana ada seksi yang ada gemuk"kesel ara.


"Gk sayang, kamu sangat sangat seksi"jawab alex cepat.


Ara hanya terkekeh mendengar itu. Alexpun ikut terkekeh


โ™ฅโ™ฅ


Segitu dulu ya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Tinggal berapa part lagi End ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Semoga suka..


Jangan lupa Vote + Coment....


See You..