
hay guys....
Sorry lama gk update
Soalnya aku buanyakkk banget kesibukan (sok Sokan) 😁😁
✌✌✌✌
Revisi ( 17 Maret 2019, pukul 14:35)
_♡_♡_
♡FlashBack On♡
**Seorang cewek yang sudah berpakaian rapi, untuk berangkat kekampusnya seperti biasa. cewek itu baru menuruni anak tangga sambil menenteng sepasang sepatunya.
"Tumben Udah bangun? Lu ngapain pagi-pagi make kacamata hitam gitu? Kayak tukang pijit aja.."komentar temannya yang melihat sahabatnya yang memakai kacamata hitam, baru saja menuruni anak tangga .
Sedangkan cewek yang mendapatkan komentar itu hanya diam. menuruni anak tangga terakhir cewek itu langsung duduk dan memakai sepatunya. kebiasaannya sejak dulu suka duduk di tangga terakhir untuk memakai sepatunya.
"Ara.... Lu ko gk jawab pertanyaan Gua sih.."oceh temannya lagi. Tiara menurunkan sedikit kacamatanya dan menatap sekilas kearah sahabatnya. Sedangkan sahabatnya hanya menatap heran kearahnya.
"Rani...Gua gk lihat lu sumpah, gua tadi kirain salah dengar.."Balas ara yang sangat santai membuat sahabat melotot tak percaya.
"lah lu ngapain pagi buta gini make kacamata hitam Ara, jangan aneh-aneh lagi deh.."omel sahabatnya lagi.
Tiara hanya terkekeh dan melangkah mendekati Sahabatnya. Tiara duduk di samping sahabatnya dan memakan beberapa menu yang sudah tersedia di atas meja.
Sarapan pagi yang selalu di buat Rani. Salad dan roti selai ditambah dengan jus.
"Iiiiii apaan sih, jangan di buka..."Tiara menjauhkan wajahnya saat Rani ingin membuka kacamata yang di gunakan itu.
"Ya gua Rasa Lu aneh Hari ini? Lu kenapa?"tanya sahabatnya yang sangat paham. Tiara langsung beranjak dari duduknya.
"gua udah telat kayaknya..makasih sarapannya"Balas Tiara dan langsung melangkah cepat menuju pintu keluar.
"Gua Tunggu cerita dari Lu, Gua siap dengarin.."teriak rani, tiara mengacuhkan jempolnya tanpa melihat ke belakang.
Rani menatap khawatir ke arah punggung sahabatnya itu. Rani sangat tau kebiasaan sahabatnya. Jika ada masalah sahabatnya itu selalu diam dan irit bicara.
Tiara berkali-kali membuang nafas beratnya.
Tiara langsung masuk kedalam Mobil.
Sebenarnya jam kelasnya masih 3 jam lagi, namun Tiara berniat berangkat kesuatu tempat lebih dulu sebelum kekampusnya.
Tiara langsung menyalakan mesin mobilnya dan menyetirnya keluar dari halaman rumah.
Kacamata yang digunakan tadi sudah ia lepas, karena sudah di dalam mobil.
Ciiiiiitttttt
Tiara menginjak pedas Rem mobilnya karena seseorang berdiri tepat di depan mobilnya.
Tiara kaget melihat orang di depannya saat ini.
"Maafin aku Tiara, Aku minta maaf..."dengan sangat kelas Tiara mendengar itu. Tiara mengambil kacamatanya tadi dan menggunakannya kembali sebelum menurunkan kaca mobil.
"lu mau mati hah?"teriak tiara yang terlihat kesal. Orang itu langsung melangkah mendekati tiara.
"Maafin Aku Tiara, Maaf... Aku hilang kendali kemarin.."ucapnya lagi. Tiara tidak memperdulikan itu dan kembali menaiki Kaca mobilnya, namun di tahan sama orang itu.
Tiara yang kesal langsung turun dari mobilnya.
"mau lu apaan sih? Lu emosi karena gua, lu marah-marah gk jelas karena gua. Yang buat lu kayak gini karena gua, tapi kenapa lu gk jauhin gua, gua emang pembawa sial jadi jangan dekat..."
"itu semua karena Aku sayang sama km Tiara.."Alex dengan cepat memotong ucapan Tiara. Alex dengan jelas melihat cewek di depannya ini mengusap pipinya.
Apakah dia menangis? Tapi kenapa?.
"Lu bilang sayang sama gua. Bullshit..."umpat tiara dengan nada terdengar sangat kesal.
"menjauh dari gua, anggap kita gk ken..."
"gk akan. km pacar aku."suara tegas Alex menghentikan ucapan Tiara.
Tiara berulangkali menghembus nafas beratnya. Tiara membuka pintu mobilnya. Namun di tahan sama alex.
"kalau Lu sayang sama gua, lepasin Gua, jauhin gua. Karena gua gk suka sama lu.."ucapan pedas Tiara membuat Alex melepaskan genggamannya.
Dengan kesempatan itu, Tiara langsung membuka pintu mobilnya dan langsung masuk.
Namun sebelum menyetir seseorang sudah masuk dan duduk di sampingnya.
"lu mau ngapain lagi sih? gua capeh setiap hari harus debat sama lu.."nada pelan terdengar dari mulut tiara. Alex menatap lekat kearah tiara.
"aku ikut ke kampus km."balas Alex santai dan langsung bersantai seoalah gk ada masalah.
Tiara ingin sekali mengumpat sebanyak-banyaknya di depan wajah cowok yang di smapingnya saat ini*.
♡Flashback Off♡
.............
Tiara POV
"Lex lu gk Malu apa duduk di sini? Disini bukan jurusan lu! Gimana kalau lu ketahuan bukan mahasiswa kelas sini?"bisik gua lihat Alex yang sekarang duduk santai di samping gua.
"Gk akan"balasnya padat dan jelas ckckck.
Ini dikelas kuliah gua. dosen gua yg depan lagi ngoceh EH salah lagi jelasin materi, sedangkan si kunyuk di samping gua ini, hanya masang wajah datarnya sambil natap gua.
Dan anak-anak yang lain pun heboh saat Alex masuk di kelas gua, cih. Tu anak seterkenal itu kah! Gue baru nyadar tuh. Dan baru tau dia 3 hari ini.
Sejak kejadian kemarin! Hanya gara-gara gua di samperin sama taman kelas gua tu si Dion jadi gini deh.
Dan gue berantem hebat sama ni cowok, dan yang bikin gua gk percaya dia nungguin gua di depan rumah sampe pagi.
Kata si kunyuk ini!
"*kalau km sendirian ke kampus nanti banyak cowok yang dekatin km"
"kalau km makai maju yang kurang bahan itu ke kampus, aku akan mengurung km di kamar dan gk akan ada kuliah hari ini*"
"*km itu harus dengarin aku, aku ini pacar km, jadi kamu harus ikuti apa yang aku bilang"
"dan satu lagi jangan pernah dekatan sama cowok manapun, sepupuan sekalian itu juga nggak boleh*"
GILA kan sepupu aja di larang. sejak kapan dia nembak gua coba? Gk ada pernyataan cinta tu sampe sekarang. seenaknya aja mengklaim gua sebagai pacarnya, kenal aja baru beberapa hari yang lalu, cih.
"Gk malu apa ni orang jurusan apa masuknya kelas apa ckck dasar sarap,"gumam gua.
"Jangan pernah mengumpat kejelekan tentang aku"geramnya sambil natap tajam kearah gua.
"Baiklah, itu saja yg saya sampaikan, sampai ketemu Minggu depan"kata tu dosen. Berapa menit kemudian dosennya langsung keluar dari kelas gue.
"Ayoo kita pulang" ajaknya sambil meluk pinggang gua dengan posesif.
"Eh pulang? Gua masih marah sama lu ya, satu bulan, kalau gua masih gk balas perasaan lu, lu harus jauh-jauh sama gua"balas Gua, gua masih kesal sama sikap perintah nya itu.
itulah perjanjian yg gua ambil, gua ngasih dia kesempatan buat gua jatuh cinta sama dia. dan gua yakin gk akan pernah jatuh cinta sama dia, karena dia buka type gua.
"Iya pulang, kan km udah selesai kuliahnya? Yaudah kalau gitu mulai sekarang km juga harus ubah ucapan km. Aku bukan Lu... km bukan Gua. Ingat itu"katanya santai natap kearah gua.
okey fix kupingnya seolah gk dengar ucapan gua kalau gua masih marah sama dia.
"Ko lu tau sih jadwal kelas gua?"tanya gua yang masih penasaran.
"Jangan banyak ngomong, ayook"alex langsung narik tangan gua keluar dari kelas ini.
Anak-anak yang lain malah riuh ngelihat kelakuan Alex.
Nih tangan bisa gk sih di lepas! malu tau di lihatin banyak orang.
"Lex bisa gk tangannya gk usah meluk kayak gini"tanya gua hati-hati sambil nunjuk tangannya.
"Gk, ayo jalan"jawabnya.
Ikuti aja deh, lagian kalau gua nolak juga gk ada gunanya maksud gua gk ada gunanya buat ngelawan dia.
Saat dia masih dalam kandungan ibunya ngidam es kali ya? jadi anaknya juga sedingin es kayak gini huuuu.
Gua Lapeeeerrrr!!
"Lex" gua narik ujung kemeja lengahnya.
"HM"balasnya, bukan balasan sih, tapi lebih tepatnya gumam.
"Lex"panggil gua lagi.
"Hmmmm"
"Aleexx woooee"kesal gua.
"Kenapa? Sayaaaaaanngggggg"alex langsung menghadap ke gua.
"Gk jadi deh kalau gitu"salting gua langsung menatap kearah lain.
kenapa gua salting sendiri. s**l.
"apaan sih, gk jelas km"katanya, dia gk sama kayak kemarin.
"Dasar pea gk peka"gumam gua.
Sarap
Diktator
Arogan
Manusia es
Manusia jadi-jadian
iiisssss
Gk bawa mobil pula! Kalau ada kan gua bisa capcus di Cafe biasa.
Gua ke kampus gk bawa mobil karena katanya dia bakalan antar jemput gua, kalau gua ngelanggar! gua bakalan di hukum atau Blablablabla lahh ckck.
Gua masuk kedalam mobilnya tanpa ngomong lagi, males gue. Lagian kalau gue ngomong juga dicuekin dan gk diikuti omongan gue.
Nasib nasib.
_♡_♡_
15 menit kmudian...
Author POV
"mau sampai kapan di dalam mobil Ra?".
"Ayo turun"lanjut alex.
Ara langsung turun dari mobil tanpa membantah ucapan alex.
"Kenapa kita kesini?"tanya ara saat gua udh keluar dari mobil.
"Emang yang kamu lihat depan itu apa sweety?"tanya alex balik dan gemes sama tingkah Ara.
"Restoran lah"jawab Ara dengan wajah polos pake banget.
"Kalau restoran berarti kita ngapain kesini?"tanya Alex lagi.
"Ya gk tau. kan km yg ajak kesini, ko km yg tanyain aku sih"jawab Ara dengan bingung dan juga ikut kesal.
"Astagaaa!! Otak kamu kemana hm? dasar otak udang"geramnya sambil mencubit kedua pipi gua.
Maksudnya apaan coba?
"Apa? gua di bilang otak udang " batin Ara teriak
"Hey! aku cuman tanya, tinggal di jawab aja, apa susahnya sih! dan kenapa km ngatain aku otak udang hah"kesel Ara menatap alex.
"Emang iya otak km seperti udang, yang sempit"kata Alex dengan nada santai.
"Terserah kamu deh"kesel ara langsung masuk tanpa menunggunya.
"ngambek eh"
"........"
"berhenti Tiara"teriaknya sebelum Ara melangkah masuk dalam resto ini.
"ngambek hmm"katanya entah sejak kapan udah di depan ara.
"kita kesini itu buat makan sayaang, aku tau ko tadi km mau minta aku anterin makan kan? iiiihhh gemes deh"jelas alex lembut sambil mengacak rambut tiara.
"Udah tau ko kesini buat makan"balas Ara melas.
"Duh sakit tau"lanjut Ara saat alex mencubit kedua pipinya.
Cup
"apaan sih. Gk usah main nyosor juga, lu gk ingat sama janji lu."tegas tiara. Alex langsung mengangguk patuh.Ara.
"lah tadi katanya sakit. Yaudah maaf"balas Alex terkekeh.
"Makan ayooo, udah laper"mata Ara berbinar alex mengangguk dan tersenyum.
"Ayo kalau gitu, aku udah laper banget"ajak Ara tanpa sengaja Ara menggandeng tangan Alex lebih tepatnya menarik.
"Giliran dengar makanan baru nyadar ckck"batin alex
......
Ara POV
"Ada yg bisa saya bantu nona?" tanya pelayan pria itu.
Tampan sekali dia!.
"Km mau pesan apa sweety"tanya alex tapi ada nada geramnya, dan tangannya meluk pinggang gua dengan posesif.
Kenapa dia?
Apa dia cemburu?
Ha-ha-ha
Gua kerjain sekali gpp lah.
"Ah aku mau mesan Diamond and Gold Lasagna 1, skewered chicken and vegetables 1, minumnya jus Alpokat aja" kata gua.
"nama lu siapa?"lanjut gua, erusaha ngegoda pelayan tampan itu.
"Ju.."pelayan itu mau menjawab tapi si Alex dengan sifat arogant nya itu, langsung memotong ucapannya.
"pesanan saya sama kn aja, dan satu air meneral, sekarang gk pake lama" ketus alex.
Kan bentar lagi pasti meledak!.
Entah sejak kapan gua paling suka kalau lihat alex yang seperti ini.
Gua baru nanyain namanya juga udh main nyambar aja.
"Baik tunggu 15 menit lagi nona cantik"kata pelayan.
"Terim..."
Kedua tangan kekar milik Alex menangkap kedua pipi gua agar gua gk nengok ke arah pelayan itu.
padahal gua cuman mau berterimakasih dan kasih senyum terbaik gua.
"Tidak usah berterima kasih, dia hanya khilaf ngasih pujian itu ke kamu"ketus Alex.
"Dan jangan pernah senyum ke arah cowok siapa pun, selain aku dan ayah kamu. dan satu lagi jangan pernah km kasih tatapan memuja ke cowok lain selain aku ingat itu HANYA AKU"lanjutnya penuh penekanan setiap katanya.
Dasar sarap.
"kan terserah aku dong mau dekatin cowok mana aja"ok ara kenapa km ngomong kayak gitu, baiklah sebentar lagi singanya akan bangun.
"Aku bilang Gk tetap gk, awas aja kalau km berani, aku mutilasi km"balasnya kelihatan kesal.
SADISSSS.
iiiihhhhhh.
gua langsung natap dia, mencari kebohongan dimatanya apa yang dia ucapkan barusan.
"kenapa lihatin aku kayak gitu, GANTENG ya, emang udah dari lahir kali"katanya dengan pede.
Gk ada yang nanya tu!.
"Geer Banget Om"
"hey aku gk setua itu"
"yaudah"
Tidak ada lagi percakapan di antara kami.
Oyah gua baru ingat.
"Lex aku habis ini mau hangout sama teman-teman aku, nobar gitu"jelas gua.
Ya kemana-mana harus bilang dulu ke dia, kayak orang tua gua aja.
"Aku..."
"Gk boleh, km gk boleh ikut"potongnya.
Kaaaann, gue udah tau bakalan ditolak mentah-mentah sama ni Sarap.
Cih
Sebelll gua.
"Ta...."
"Ini pesanannya nona"katanya pelayan membawa pesanan kami.
"Ter...."
"Bisa tinggalkan kami berdua!"ketus Alex.
"Makan, dan cepat habiskan lebih baik"perintahnya.
"Lex aku pengen nonton, ayolah sekali ini aja, aku pergi sama teman-teman"rayu gua.
"Sekali gk tetap gk Ara"geramnya.
Cihhhh.
Percuma gua rayu, kalau udah kata gk pasti ujung-ujungnya tetap gk.
"Habiskan makanan kamu, aku akan mengajakmu nonton setelah ini "lanjutnya.
"Yeeeeee, km gk bohong kan, tapi kan gk seru kalau kita cuman berdua aja, ajak yang lain ya"pinta gue.
"berdua atau gk sama sekali sayanggggg"geramnya natap kerah gua dengan senyum paksa.
"Baiklah, up to you tuan"
Akhirnyaaaaa gue bisa nonton film kesukaan gue.
_♡_♡_
Alex POv
Sekarang gua sibuk dengan berkas-berkas yg di atas meja kerja gua.
Dua hari gk masuk kantor, dan sekarang banyak banget berkas yang harus gue tandatangani.
"Lex sejak kapan layar bioskop yang lebar jadi kecil seperti ini"sindirnya dengan nada kesal sambil menatap layar leptop itu.
"Itu juga namanya nonton"jawab gua santai.
"nonton apaan? kalau tau gitu aku pulang aja tadi"ngambek deh masih dengan suara kesal.
Gua ngajak di ke kantor, awalnya gua mau ngajak nonton! tapi saat gua lihat cara pakaiannya yg sangat mini, ini membuat niat gua pudar seketika.
Dan berakhirlah gua bawa ke kantor aja.
Cukup pas di kampus tadi saja.
Mengingat di kelasnya tadi membuat gua sebal sendiri, banyak cowok brengsek yang lihat ke arahnya.
Tatapan lelaki brengsek dengan penuh minat ke arahnya, itu benar membuat gua muak.
"HAHAHAHAHHA, astaga kenapa bodoh sekali"tawanya.
Ada apa dengannya?
Apa karena tidak jadi ke bioskop otaknya jadi ikut ke geser?
"Apa yg km lakukan Ara"tanya gua sambil merhatiinnya.
Dia tertawa tanpa mengalihkan tatapannya dari leptop itu.
"HAHAHAHAHHA Kenapa si kucing itu bodoh sekali, hanya besar badan serta kepalanya saja. tikus yg kecil aja jenius banyak akalnya hahaha"tanyanya yg masih ada tawanya.
Astaga!
Pasti dia nonton Tom AND Jerry?.
Jangan menganggap macam-macam ke gua,
Film kartu itu gua isi karena hilangin rasa bosan gua aja wkwk. gua juga suka sih.
makanya gua beli leptop satu lagi, dan gua nyuruh sohib gua jeson ngisih film kartun. Buat gua sendiri.
"Lex"panggilnya.
"Hmmmm"
"Aku bosan, kapan km terus sibuk sama kertas yang gak berguna itu..."
PLETAK
"Aduuuhh"keluhnya saat pulpen yg gua genggam mendarat mulus di jidatnya.
"Apaan sih sakit tau"keluhnya lagi kesal natap kearah gua.
"Siapa suru ngomongnya gitu, emang situ yg gak ada kerjaan, ketawa sendiri kayak orang gila"balas gua.
"Siapa yang gila, emang kartunya aja yg lucu"ngelesnya dengan ekspersi lucu.
"Hmmmm"
Gua pun sibuk dengan berkas-berkas lagi.
1 jam berlalu....
Akhirnya Selesai juga.
Kemana dia? kenapa gak ada suaranya.
Aku berdiri dan menuju tempatnya.
Ara tertidur di sofa dengan keadaan leptop ya masih menyalah.
Gua matiin leptop dan bangunin dia.
"Ara"
"Hei bangun ayo kita pulang"panggil gua sambil tepuk pipi cubby nya.
Dia gak bangun, apa gua Gendong aja!.
Terpaksa gua Gendong aja lagian udah sore banget.
Cup
"Sorry udah cuekin km, sampai bosan dan ketiduran gini, maafin aku kadang selalu emosi. itu karena aku sayang sama kamu. I Love U "kata gua saat udah di dalam mobil kesayangan gua.
Dan nyalain mesin mobil mengantarnya pulang.
♡♡♡♡
😇😇😇😇
See You...........