You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 54



Happy Reading........


......


Author POV


Tak terasa kehamilan Ara sudah memasuki Bulan ke-8  tinggal hitung sebulan saja Ara akan melahirkan.


Selama kehamilannya memasuki bulan ke 5 Ara selalu ngidam yang aneh-aneh namun alex tidak mempermasalahkan hal itu.


justru alex sangat bersemangat mencari dan menuruti kemauan istrinya, alias ngidam istrinya.


baginya dengan keinganan ngidam istrinya membuatnya menjadi suami yang sempurna dan itu tantangan bagi alex, ya walaupun membuatnya kualahan sendiri, tapi demi anak dan istrinya, dia siaga 24 jam.


(ah baper, kapan punya suami kayak km lex, "calon aja belum😂😂)


"Sweety aku pulang, aku membawakan pesan kamu"teriak alex saat masuk ke rumah namun enggak ada sahutan dari istrinya.


Alex berlari ke kamar baru, di lantai dasar yang iya dan istri tempati berapa bulan ini, di samping Tangga, saat perut ara sedikit membesar alex memilih kamar lantai dasar agar istri tidak capeh naik turun tangga.


awal istrinya menolak, namun saat istrinya sempat jatuh di tangga erakhir 5 tangga dari bawa saat ara turun.


namun enggak sampai mengakibkan keguguran hanya saja pendarahan kecil.


 disitulah alex memarahi istrinya dan tanpa bantahan Ara setuju pindah sementara di Kamar lantai dasar itu.


"Sweety km dimana?"teriak alex lagi mencari keberadaan istrinya..


"Aku disini lex"teriakan samar-samar terdengar di kedua kuping alex.


Alex masuk ke kamar mandi namun istrinya juga enggak ada, alex berjalan keluar ke arah dapur.


"Sweety, Oh astaga, aku udah bilang sama km jangan pernah menyentuh dapur, ntar kamu capeh gimana?"teriak alex panik langsung mengambil peralatan dapur yang di pegang istrinya dan menaruhnya di meja.


alex menarik tangan istrinya dan mengusap kedua telapak tangan itu dengan tisu.


"Aku bosan di kamar terus alex, jadi aku buat kan sesuatu yg dapat aku makan"jelas Ara senyum manis.


Ara menatap Alex yang masih membersihkan tangnnya, karena tadi ara sempat memotong beberapa sayur untuk ia masak.


Ya selama kehamilannya, suaminya ini sangat overprotektive padanya, hingga apa yang dia kerjakan semuanya di larang oleh suaminya.


"Maaf tuan, saya sudah berusaha melarang nona"ucap maaf pembantu itu, umurnya mungkin sekiran 30an.


"Bibi enggak salah.  bibi enggak perlu minta maaf, ini karena istri saya yg keras kepala"balas alex menatap kesal kearah Ara, Ara hanya terkekeh.


Ara tersenyum senang karna perhatian suaminya begitu besar.


"Udah ya, biar bibi melanjutin masakan km"ucap alex lagi sambil mencuci tangan istrinya di wastafel.


alex menarik beberapa tisu dan kembali mengeringkan tangan istrinya.


"Alexx ini supnya udah mau mateng, bentar aku angkat dulu so...."ucap Ara memelas menatap soupnya.


"NOOO, BIG NO sweety, Aku gk mau terjadi sesuatu yg gak-gak sama kamu, aku udah bawa nih pesanan kamu tadi, makan ini aja ya"Alex berusaha merayu istrinya untuk tidak menyentuh dapur lagi.


namun dengan rayuan penuh extra sabar, karena alex tau bumil di depannya ini sangat sensitif dengan pendengarannya.


"Alex.. itu kan tadi aku pengen makan rendang, sekarang aku pengen makan soup"Balas Ara udah terlihat kesal menatap suaminya. Alex kembaki tersenyum dan mengusap kepala istrinya 


"Kalau gitu biar aku aja yang angkat dan nyiapin untuk km makan gimana?"Alex bersemangat sambil menaruh jasnya di kursi.


"Aku bisa sendiri, aku bukan anak kecil lagi lex"Balas Ara dengan matanya sudah berkaca-kaca menatap alex. Alex semakin frustasi menjaga perasana istrinya..


"Astagaaaaa, Gua harus ngomong gimana biar gk tersinggung ni bumil"Batin alex mulai frustasi.


"Sweety, baiklah aku akan menemani km disini, hanya sup aja ya, setelah itu km gk akan menyentuh apapun lagi okey"alex menyerah karena berdebat sama istrinya dia yakin enggak akan menang, selama istri nya hamil.


"Enggak alex km harus ganti pakaian km, aku sudah menyiapkannya di atas kasur, pergilah ke kamar dan ganti bajunya"Balas Ara semakin membuat Alex melotot.


bagaimana jika sop yg di angkat itu tumpah di kulit istrinya, membayangkan aja membuat alex frustasi.


"Tapi biar aku yg angkat souonya lebih dulu, kan enak nanti km tinggal naruh di mangkok. ya?"rayu alex lagi, Ara mau gk mau langsung mengangguk.


alex langsung memakai kedua sarung tangan dapur itu dan mengangkatnya dan menaruh di meja.


Sedangkan pembantu sedari tadi melihat pertengkaran kecil mereka.


"Ingat jangan di angkat lagi, km cukup naruh di mangkuk Sweety"Peringatan Alex lagi. Ara mengangguk dan melangkah menuju kursi dan duduk disana.


"Dan lepaskan tangan kamu dari perut aku, km enggak malu sama bibi"lanjut ara saat alex yang duduk di sampingnya sambil terus mengusap perut besarnya.


"Enggak mau, aku ingin menyapa anak aku, bibi juga pasti pernah begini, benar kan bi"balas alex dan bertanya ke pembantunya.


Bibi asma ya nama pembantu itu, bibi Asma menyaksikan itu hanya tersenyum, dia tidak pernah menyesal menjadi pembantu di rumah ini, karena majikannya tidak sombong dan selalu memperlakukan mereka seperti keluarga.


"Alex ganti baju kamu dulu, km bau keringat, nanti jaz mahal km itu kotor"Ucap ara lagi sambil menaruh soup di mangkuk.


"Baiklah, aku akan ganti baju dulu dan menunggu di meja makan, aku udah lapar banget"balas alex dengan ragu melepaskan pelukannya.


"Tapii, aku ingin menyapa anak aku dulu"lanjutnya sedikit berjongkok agar kepalanya bisa sejajar dengan perut besar istrinya.


"Hay boy/girl apa kabar sore ini, apakah km baik-baik saja disana? ah km pasti baik-baik saja karena momi yg super ini menjaga kamu"alex berbicara di depan perut istrinya dengan senyum-senyum, begitupun ara dan bi asma melihatnya.


"Keluarga yg sangat bahagia"batin bi asma


Dan alex memanggil boy/girl karena mereka belum tau jenis kelaminnya, jadi alex kalau menyapa anaknya selalu menggunakan panggilan itu.


Alex pernah mengajak ara untuk mengetahui jenis kelamin anaknya, tapu ara menolaknya, karena Ara ingin kejutan saat melahirkan nanti.


Cup


Cup


Alex mengecup perut Istrinya yg terhalang Baju itu.


"Aku akan menyapa istri aku juga, aku tau istri aku pasti cemburu sekarang"lanjut alex berhadapan sama istrinya an tersenyum manis.


Cup


"Sore my sweety"sapaan alex dengan kecupan singkat dibibir istrinya, ara hanya tersenyum melihat suaminya selalu seperti ini. Saat pulang kerja.


"Aku akan ganti dulu, setelah itu kita akan makan bersama"lanjut alex masih tersenyum menatap istrinya, ara hanya tersenyum dan mengangguk.


"I love you"bisiknya sebelum meninggal kan dapur.


"I love you more"gumam ara alex melihat suaminya semakin menjauh.


"Non sangat beruntung mempunyai suami seperti tuan alex, yang sangat penyayang dan penuh kasih sayang"ucap bi asma saat alex sudah menghilang dari dapur.


Ara mendengar itu tersenyum.


"Ya aku sangatt beruntung bi, aku wanita yang paling beruntung mendapatkannya"gumam ara tersenyum


★★★


"Sweety, berhenti keluar masuk dapur, biarkan bibi saja ya yg menyiapkannya"ucap alex saat melihat istrinya menyiapkan makan malem.


"Aku mau ambil piring dulu, aku enggak mau suami aku di layani sama yang lain, selagi aku masih bisa kenapa gk"ucap ara tersenyum kepada suaminya dan berjalan ke ara dapur meninggalkan alex di meja makan itu.


Alex tersenyum melihat istrinya itu.


"Benarkan aku enggak salah memilih seorang istri"batinnya.


"Kamu mau yang mana yangg?"tanya ara saat sudah di ruang makan.


"Biarkan aku saja yang mengambilnya, km duduk saja, biarkan aku mengambil makanan mu"balas alex langsung beranjak dari duduknya, ara menurut saja karena jujur dia juga capeh.


"Aku sudah menyiapkannya, tapi aku belum tau apa kamu menyukainnya atau gk"balas ara sambil makan.


"Apapun itu aku menyukainnya sweety, jadi jangan berharap begitu"ucap alex tulus menatap istrinya lembut.


"Menurut kamu anak kita cowok apa cewek?"tanya alex lagi.


"Aku enggak tau, aku ingin saat melahirkan nanti itu akan membuat kejutan buat kita"ucap ara antusiaanya.


"Benar kata kamu, aku gk sabar akan hari itu, aku gk sabar melihat mereka yg versi mini kita berdua"balas alex antusias.


"Ya aku juga gk sabar akan hari itu"ucap ara sambil mpngusap perutnya.


"Aku suapin ya, kamu kayaknya capeh banget"alex mendekati istrinya dan menyuapi istrinya.


"Aku rasa perut aku besar banget lex"ucap ara, Alex langsung menatap perut alex.


"Apa kembar?"sahut alex cepat.


"Aku rasa gak mungkin, karena dikeluarga aku gak ada yang kembar"balas Ara terus menerima suapan itu.


♥♥


Esok Harinya...


Cup


"Sweety bangun yuuk, pagi ini kita harus mengecek kandungan kamu"ucap alex berusaha membangunkan istrinya.


"Apa kamu sudah mandi"tanya ara saat udah bangun namun seperti biasa masih mengucek matanya dan masih setengah sadar.


"Udah, yuk giliran kamu mandi"ucap alex lembut mengusap kepala istrinya.


"Good morning sayang"lanjut alex tersenyum manis saat mengecup pucuk kepala istrinya..


Cup


Satu Mengcup bibir ara singkat.


Cup


Satu Kecupan di perut istrinya.


"Morning baby boy-girl, apa kabar km pagi ini?"tanya alex setelah mengecup perut istrinya. Kegiatan tiap pagi alex seperti ini.


"Awww"keluh Ara memegang perutnya.


"Kenapa sweety?, apa sakitm"tanya alex setengah panik.


"Enggak, tadi dia menendang hehe"balas ara senyum sambil memgusap perutnya, alex langsung menatap perut istrinya dan tersenyum.


"Ah baby boy-girl jangan kamu membuat momi kamu sakit sayang, kasihan"alex masih berbicara sama perut Ara.


Ara tesenyum senang kegiatan rutin alex di pagi hari selalu mengajak anak berbicara tapi entahlah apa anaknya mendengar itu.


Cup


"Ayo siap-siap aku akan mengantar kalian"ujar alex.


Ara  mengangguk masuk ke kamar mandi.


Setelah selasai ara berganti dan keluar dari kamarnya, karena suaminya sudah menunggu dia luar kamar lebih tepatnya di ruang TV.


"Sudah selesai"tanya alex melihat istri berjalan ke arahnya


"Sudah, ayo berangkat"balas ara memakai sepatu ketsnya.


"Sweety pakai sendal jepit rumah aja ya"ucap alex saat melihat istri mengambil sepatu.


 alex mengambil sendal jepit istrinya yg di kamar dan memberikannya ke Ara.


"Baik, ayoo"ucap ara menggandeng lengah suaminya


"Tunggu sebentar disini"ucap alex langsung melangkah pergi ke dapur.


Setelah berapa menit alex datang, namun ara sudah kembali duduk di sofa karena capeh berdiri.


"Aku hampir lupa"gumam ara saat menerima segelas hangat susu hamil yang di bawa alex.


"Maka dari itu aku membuatkannya untuk kalian"balas alex tersenyum dan memberikannya ke Ara, ara menerima itu dan langsung meneguknya. Alex mengusap lembut punggung istrinya.


Karena semenjak kandungannya masuk 7bulan, Ara selalu mengeluh nyeri di pinggangnya. Dan hampir setiap malam alex selalu meminjat pinggang istrinya karena gak tega melihat istrinya terus meringis kesakitan.


"Terimakasih"ucap ara tulus dan meletakan gelas kosong di meja yg berada di depanya. Alex mengangguk dan tersenyum.


"Sama-sama sweety"balas alex dengan kecupan di kening istrinya.


"Ayooo kita berangkat sayang"ajak alex membantu Ara beranjak dari duduknya dan menggandeng tangan istrinya lembut keluar dari rumah.


"Aku takut"ucap Ara tiba-tiba membuat alex mengurungkan niatnya menyalakan mesin mobil.


alex menatap istrinya. Ara membalas tatapan suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"hikz maaf, jujur aku takut saat melahirkan. hikz aku takut"ucap Ara lagi yang udah terisak.


alex langsung tersenyum dan memberikan oelukan untuk istrinya.


"kamu tau arti seorang ibu?"tanya Alex lembut. Ara mengangguk.


"aku akan lakuin apapun lex, Jadi kalau saat itu aku gak kuat, Aku minta ma--"


"hey, lihat aku sweety"sahut Alex cepat dan meminta Ara membalas tatapannya. Ara langsung menatap alex saat pelukan itu terlepas.


"kamu harus yakin, apapun itu kalian baik-baik aja. dan aku akan selalu ada di samping kamu. apapun terjadi jangan takut sweett. ada aku, kalian punya aku dan aku akan terus menggenggam tangan ini sampai kapan pun. mau dimanapun kalian berada. hmm---percayalah semuanya baik-baik aja"jelas Alex mengusap punggung tangan Ara.


kini alex beralih mengusap air mata ara yang membuat kedua pipinya sembab.


"selama ini kamu udah jadi sosok ibu yang hebat, mengurus anak kita yang masih dalam kandungan. apapun yang kamu lakukan selalu hati-hati. dan itu buat aku bangga sweety, itu artinya kamu siap merima anak kita lahir nanti"lanjut alex berusaha untuk menghibur istrinya.


jujur saja beberapa hari ini alex juga takut, karena saat melahirkan itu antara hidup dan mati.


memikirkan hal itu membuat alex takut akan kehilangan istrinya, tapi alex juga berusaha meyakinkan dirinya kalau istri dan anaknya bakalan baik-baik aja, dan tetap di samping dia.


"terimakasih sudah menjadi Daddy yang baik selama ini untuk anak kita, aku akan berjuang demi anak kita"balas Ara membuat alex langsung mengangguk dan tersenyum.


"terimakasih juga telah menerima aku yang banyak kekurangan ini"balas Alex kembali memeluk istrinya.


"awwkk"alex kaget langsung melepaskan pelukannya.


"dia menendang lagi"lanjut Ara terlekeh sambil mengusap perutnya.


"kayaknya dia cemburu karena banyak ngasih ciuman ke kemah"balas Alex ikut mengusap oerut istrinya dan mereka tertawa bareng.


☆☆


huhuhi Udah mau ENDING😭😭😭


Segitu aja dulu ya hehe


Maaf kalau banyak typonya..


Semoga part ini tidak campur aduk ya...


Jangan lupa di Vote + Coment ya...


See You...