
Sesuai dengan permintaan kalian kemarin..
Aku akan melanjutkan cerita ini..
Jadi jangan pada bosen ya bacanyađđ
Happy Reading...
â„â„â„â„
Author POV
"Akhirnya bisa gua bisa liburan juga"ucap deva saat turun dari mobil, disusul sama yang lainya.
"Demi Apa ca kita ke Paris"teriak Tasya memeluk ica saat turun dari mobil.
"Akhirnya gua bisa refresing juga"ucap jeson mengambil tempat berdiri di saping tasya.
"Pasti seru nih rame-rame gini, kitakan jarang liburan bareng kayak gini"sahut roni yang sedang merangkul Rani.
"Diam berisik Lu pada, siapa yang bilang kalian ikut, gua itu agi Honeymoon sama istri gua, kalian malah...Aah sudahlah. bikin gua kesal aja"galak Alex dengan wajahnya super duper galak.
Tasya kaget langsung bersembunyi di balik tubuh kekar Jeson.
"woh satai---Lu buat cewek gua takut pea"balas Jeson memegang lembut tangan tasya. tanpa memperdulikan omelan jeson, Alex langsung menggenggam embut tangan Ara masuk ke ruang tunggu sebelum keberangkatan pesawat.
"Km ko galak gitu sih, jagan gitu. mereka kan juga sahabat kamu"ucap ara berusaha mengambil langkah agar sejajar dengan suaminya itu. Alex hanya diam saja dan terus manarik tangan Ara.
"Alex"panggil Ara da sengaja menghentikan langkahnya agar alex melihatnya.
Alex yang mendengar itu pun langsung ikut berhenti dan  berbalik menghadap kearah, istrinya.
"Kamu masih marah sama mereka hmm?"tanya Ara mengusap punggung tangan suaminya dengan ini iya bisa meredahkan emosi suaminya.
"Maaf aku gak bermaksu buat narik tangan kamukasar, apa pergelangan tangan kamu sakit?"tanya alex menyesal dan panik sambil membolak balik tangan ara yang tadi mengusap tangannya.
alex takut menyakiti istrinya.
Tanpa mereka sadari kini mereka jadi tonton karena mereka berada di tengah tempat ruang tunggu.
"Aku gpp, its Okey"balas ara dengan nada suara lembut sabil menghentikan kepanikan alex yang emmbolak-balik tangannya.
 "Apa kamu masih marah sama mereka?"tanya ulang Ara menatap alex lembut. Alex menghembus nafas beratnya da mengangguk.
"Ya aku masih marah sama mereka karena merusak liburan kita sweety, padahal aku hanya ingin liburan berdua sama kamu tanpa gangguan dari siapapun termasuk mereka itu"jelas alex yang udah duduk diikuti Ara duduk di sampingnya.
"Salah km sendiri kenapa km cerita ke Deva, udah tau orangnnya kayak gimana. kan jadi gini, mereka juga antusias ikut kan"jelas ara lembut, Alex langsung memeluk istrinya.
"Dan itu buat aku nyesal karena cerita ke kunyuk itu"bisik alex mengeratkan pelukannya. Awalnya alex antusias cerita masalah liburan ke jeson. Tapi ternyata sahabatnya lebih antusias ingin ikut berlibur sama mereka.
alex udah menyuruh kedua sahabatnya pergi di hari lain aja, jagan barengan sama mereka. tapi usahanya sia-sia. kedua sahabatnya itu malah lebih awal datang kerumah untuk liburan bareng.
Dan merusak semuanga rencana awal alex. Dan itu membuatnya menyesal dan hingga detik ini dia masih kesel dengan sahabatnya.
Alex sudah mengusulkan kepada sahabatnya agar berlibur di negara lain, namun di tolak mentah-mentah oleh mereka.
Jadi yah sekarang mereka ber-8
Tasya - Jeson
Roni - Rani
Ica - Deva
Dia dan istrinya.
"Ngomong-ngomong pengantin baru mesranya gk tau tempat ya"ucap Tasya polos ingin menggoda alex dan ara saat melihat alex dan ara masih berpelukan.
"Ssstt nnti srigalanya bangun sayang"bisik jeson menutup mulut kekasihnya itu.
Namun terlambat di depannya sudah ada srigala yang siap menyantapnya mereka kapan saja.
Alex menatap tajam kearah mereka satu persatu. Tasya langsung bersembunyi di balik lengah jeson lagi.
"Itukah sifat asli idola aku, sangat menyeramkan"batin tasya
"Udah ayoo"ajak Ara ke semua sahabatnya dan menarik tangan alex agar tidak menakuti sahabatnya, tasya.
"Km buat sahabat aku takut alex"bisik Ara saat ini mereka mlangkah untuk melaukan cekin, sebenarnya aex mau liburan pakai jet pribadinya bersama Ara, namun Ara gak mau, ara memilih untuk nai pesawat umum saja.
"biarin aja, salah mereka suka gangguin kita"baas alex merangkul mesrah pinggang istrinya. Ara hanya terkekeh. sedangkan sahabat mereka masih terus mengekori mereka dari belakang.
ă
â„â„â„
"Im coming pariss"teriak pra ccewek-cewek saat turun dari pesawat. Sedangkan yang cowok pada sibuk narik koper mereka dan pasangan mereka.
Alex langsung menuntun ara masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan sahabatnya di belakang.
"Mereka gimana/"tanya ara saat melihat sahabat nya sibuk dengan antusias mereka saat sapai di negara ini.
"Biarin aja, mereka bisa sendiri sweety"balas alex santai dan ikut masuk kedalam.
Anggap saja alex jahat tapi apa pedulinya, karena mereka sudah merusak semuanya. Dan kali ini alex tidak mau mereka mengikutinya lagi. alex hanya ingin berduaaan sama istrinya.
"Jalan pak"ucap alex ke supir.
"Enak aja mau ninggalin kita-kita"protes seseorang yg berdiri di depan mobil, menghalangi mobil. Kerjaan siapa lagi kalau bukan deva.. Si biang usil.
sedangkan alex gertak giginya karena memang sangat kesal. Sedangkan semuanya berlomba masuk kedalam mobil.
"Eh eh sempit nih"protes Ara yg kejepit di dalam.
"Awas aja sampe istri gua lecet, kalian bakalan gua kubur hidup-hidup disini"ancam alex dengan wajah galaknya, alex udah berdiri di luar mobil.
"Ara sini gak sempit ko, sama aku aj---"ajak Roni seakin buat alex emosi da kesal.
"mau gua kubur hidup-hidup lu disini"teriak alex mengulurka tangannya ke ara. da menatap tajam kearah
Roni.
"Sini sayang keluar"alex memberikan tangannya keara, agar ara turun dari mobil.
"masih muat k--"
"turun sayang, apa kamu bisa nafas dengan keadaan duduk kayak gini"potong alex masih terus mengulurkan tangannya. Ara menggenggam tangan alex dan turun dari mobil.
"lu bertiga miskin banget, lu naik mobil yang lain aja, kenapa harus sempit-sempitan disini?"Aex masih mengomel, Ara menggenggam tangan suaminya, alex merasakan itu dan menatap istrinya.
deva, jeson sama roni hanya sibuk da pura-pura gak dengar.
Mobil dengan ukuran cukup 7orang dengan supirnya.
jadi 8.
3 di belakang.
3 di tengah dan 2 di depan. mau gak mau, Ara sama alex di depan.
"Terus kita duduk dimana?"tanya ara bingung karena di mobil hanya tinggal satu kursi di bagian depan.
3 dibelakang sudah di isi 3 cowok.
3 di tengah sudah buat sahabatnya.
"Aku duduk dimana?"tanya ara lagi.
"Sini sayang"suara lembut alex menuntut ara duduk di pangkuannya. Sedangkan sopir syok melihatnya.
"bercanda kamu lex, kita cari mobil lain aja ya, kasihan juga sop---"
"kelamaan sayang, ayoo, gpp ko disini"bujuk alex.
sopir itu tersenyum saat ara melihatnya, sopir juga meyakinkan ara kalau gak kenapa-kenapa.
untuk pertama kali sopir itu melihat penumpangnya duduk sambil mangku gitu. Aslinya sih alex bisa mencari mobil yang lain, namun mobil ini sudah di pesan Mominya sebelum kesini.
Namun apalah daya semuanya rusak masa liburannya kali ini.
"Dimaklumi pak, mereka baru saja menikah, penganti baru"goda deva mengerti dengan tatapan sopir itu.
 "Hahaha"semuanyaikut menertawakan alex saat mendengar ucaoan deva. hanya tiiga cowok di belakang yang mampu mengejek alex, tiga cewek yang di tengah hanya diam. karena takut alex ngamuk ke mereka juga.
Sopir hanya menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
"Kalian pasti sengaja kan lakuin ini"tanya alex sedikit berteriak
"Emang"jawab ke3 cowok di belakang masih tertawa.
"Hahahaja"lanjut dengan tawa mereka yaga bahagia mengganguu ketenangan alex.
"Shit"umpat alex. Ara langsung menatap alex, alex tersneyum dan meminta maaf.
ă
ă
.....
30 menit kemudian...
mereka semua turun dari mobil karena sudah sampai tujuan mereka. di hotel milik keluarga alex.
semua fasilitas ini alex dapat hadia dari kedua orang tuanya untuk liburanmereka berdua sama istrinya.
Alex turun langsung merangkul tubuh istrinya masuk ke dalam baguna mewah itu.
Tanpa menunggu sahabatnya yg sibuk dengan barang bawahan mereka.
Alex tidak perlu repot karena istrinya tidak membawa banyak barang bawahannya, hanya tas mereka yan/g isi dompet.
"seamat datang tua. untuk makan siang menu apa yang aka kami sajikan di kamar?"tanya pelayan saat melihat aelx masuk.
"tidak usah dan jangan ganggu selama saya disini, kecuali saya yang memintanya"balas alex membuat dua pegawai wanitan itu langsung mengangguk.
"ini tuan kartu untuk pintu kamarnya"alex mengambil itu dan langsung melangkah menuju lift.
Tin
Lift pun terbuka alex masih memeluk pinggag mesra istrinya da melangkah masuk kedala lift.
"Woee tungguin"teriak deva berusaha lari ke arah lift yg di naikin ara sama alex. Alex mencet tombol >< agar pintu lift itu cepat tertutup tanpa gangguan setan lagi baginya.
Sedangkan sahabatnya di belakangbhanya menggeleng melihat kelakuan deva yang hobbynya mengganggu suami istri itu.
Alex Berharap agar lifnya tertutup tanpa gangguan dari sahabatnya lagi.
Dan berhasil lifnya tertutup sebelum deva menahannya. Tak lupa alex tersenyum meremehkan dan mengeluarkan lidahnya tanda mengejek deva.
"Bye bye"gerakan bibir alex tanpa suara sabil meambaikan tangannya kearah deva sebelum pintunya tertutup rapat.
"Biarkan mereka berdua aja dulu"ucap jeson yang masih ada tasya di smapingnya.
"Ah gk seru ah, gua gk bisa godain si alex, senang banget gua lihat dia kesa kayak gini. Kapan lagi gua ngerjain bos itu"balas deva snatai menekan tombol lift untuk mereka ke kamar.
Merka juga sudah emndapatkan kartu untuk kamar mereka. Kini masing-masing menggandeng pasangan mereka.
"Ka Al kita langsung jalan-jalan atau.."tanya tasya melihat jeson.
"kita Istrhat dulu sayang, besok aja jalannya"jelas jeson Tasya hanya mengangguk da bermanja di lengah jeson.
"Jangan pegang-pegang"ucap ica galak karena sedari tadi deva curi-curi ingin memeluk ica.
"Hahahaha kapok lu"ejek jeson sama roni ke Deva. Deva hanya memberikan tatapan kesalnya.
âŠ..
"Km masih marah?"tanya Ara yg kini sudah di Kamar mereka
"aKu gk marah sayang, cuman kesel aja, dimana-mana selalu di gangguin, mereka udah kayak jelangkung saying, kan bikin kesal kalau mereka gangguin terus"jelas aextanpa emosi, karena inilah alex, semarah apapun dia, kalau sudah sama istrinya emosinya akan hilang entah kemana.
"Sini, duduk sini deh sayang"panggil alex yang berada di kasur sedangkan ara sibuk menaru barangnya di atas meja.
Ara membiarkan barangnya, dan meankah mendekati alex.
Alex langsung geser menjauh dari ara dan merebah badannya di kasur, menjadikan paha Ara sebagai bantalnya.
"Biar gini bentar, aku ngantuk"ucap alex dengan kedua tangannya memeluk pinggang ara.
âkamu gak mandi dulu! Biar segar dan kamu bisa langsung tidurâbalas ara yag mengusap lembut rabut suaminya.
Gak ada balasan dari alex.
Ara diam dengan gerakan berlahan tangannya mengusap rambut alex memberikan kenyaman buat alex.
Namun tanpa sadar mata ara ikut terpejam, dan untungnya punggung ara bersandaran dengan beberapa bantal.
Setelah alex tidak merasakan usapan dari kepalanya.. Alex membuka matanya yda tersenyum melihat Ara yang tertidur lebih dulu sebelum dirinya.
Dengan gerakan sangat pelan alex menggeser tubuhnya. Alex juga mengubah cara tidur istrinya kini berbaring di kasur.
Alex melihat jam tangannya kini pukul 12 siang. Masih ada watu untu dirinya istrahat untuk saat ini.
"Nice dream sweetheart"
Cup
Kecupan singkat di kening Ara.
Alex pun ikut berbaring di samping istrinya, tangannya berusaha mengangkat pelan kepala istrinya agar tangannya bisa di jadikan bantal dan satunya memeluk pinggang istrinya..
Ara dengan gerakan mencari kenyamanan, ara semakin merapatkan tubuhnya ke alexkarena merasa nyaman berada di situ.
 Alex tersenyum dan kembali mengecup kening istrinya sebelum ikut memejamkan kedua matanya.
ă
âââ
Gimana-gimana Sweetnya dapat gk???
Segitu aja dulu yađđ
Jangan lupa Vote + Coment...
See You Guys..