
Happy Reading....
.....
Author POV
Suasana di luar ruangan sangat menegangkan, baik kedua orang tua ara dan alex serta sahabatnya menghawatirkan di luar ruangan.
"Tenang sayang anak dan cucu kita bakalan baik-baik saja"ayah ara berusaha mengenangka istrinya.
sedangkan marisa sedari tadi sangat khawatir dengan putrinya yang berada di dalam, jika dirinya datang lebih awal dirinya ingin menemani putrinya di dalam.
"Yah aku yakin itu tapi aku masih kwatir, sedari tadi alex juga tidak keluar, ini udah hampir 3 jam, Tolong biarkan aku masuk, aku ingin menemani princess kita di dalam yang"ujar Ibu ara kwatir, Marisa kini dengan wajah sedih menatap suaminya.
suaminya langsung menelpon seseorang.
"Nyonya Marisa?"Ucap seorang suster yang baru saja keluar dari ruangan.
Marisa langsung menatap suaminya, disana suaminya tersenyum dan mengangguk.
"masuklah, Aku tunggu disini aja"ujar ayah ara lagi.
marisa langsung mengangguk dan terzenyum, marisa mengikuti suster itu masuk kedalam.
dimana ruangan putrinya bersalin.
Sedangkan sahabtnya.
Jeson duduk di samping istrinya sambil mengelus perut istrinya yg makin hari makin besar itu.
Deva duduk sambil memeluk istrinya yg kelihatan panik juga.
Roni pun sama, istrinya duduk di bangku dan dia berdiri di samping istrinya, dengan lengah istrinya memeluk pinggangnya.
Mereka semua menghawatirkan sahabatnya yang berjuang di dalam.
karena ini waktu yang panjang biat mereka menunggu hasil dari dalam ruangan itu.
"Hikz hikz"Alex semakin terisak melihat Ibunya Ara disana.
marisa tak bisa menahan air matanya, air matanya jatuh begitu saja melihat Putrinya terbaring dengan di dampingi suaminya disana.
"Oeekk Oeeekkk"Marisa tersenyum sambil berlinang air mata mendemgar suara bayi itu.
"Kita harus melakukan operasinya sekarang juga"Ucap seorang dokter membuat Marisa semakin panik.
"Ada apa dokter?"Tanya marisa langsung.
"Mom, Anak yang di kandung Ara kembali. Ara blm sadar saat melahirkan anak pertama dan pendarahan Mom, Ak--Aku gk tau harus gi---mana hikz"Jelas Alex sambil mengusap air matanya, Alex terus mengecup kening istirnya yang belum sadar saat melahirkan putra mereka.
ya seorang pangeran.
marisa langsung mendekati putrinya.
"Sayang ini Momi hikz, buka mata km sayang, Anak kamu udah ada disini"Ucap marisa menggenggam tangan putrinya.
marisa tau ini, perjuangan hidup dan mati saat melahirkan buah hati.
alex masih terisak pelan disana.
sedangkan suster dan beberapa dokter sibuk memasang alat di tubuh istrinya.
"Dok detak jantungnya melemah"ucap suster yang kini sudah mulai melakukan operasi.
"Kita harus cepat menyelesaikan ini"ujar dokter.
"Sus teruslah mengontrol detak jantungnya"lanjut dokter.
Alex masih tetap di samping istrinya yg sudah menggunakan baju khusus di ruangan itu.
"Please berjuang sekali lagi buat aku dan anak kita sayang, jangan pergi. km udah janji sama aku kan. km gk akan ninggalin aku kan?"alex terus memberikan mantra itu berharap istrinya baik-baik saja.
"Kamu udah janjikan kamu akan memberikan nama anak kita kalau cowok, dan aku janji akan memberikan namanya kalau cewek"bisik alex lagi.
"Sekarang km yang bisa ngasih nama ke putra kita, anak kita cowok sayang, buka mata kamu"Alex terus berbisik matra itu, berharap istrinya membuka kedua mata itu dan melihat dirinya beserta putranya.
Alex Sangat kacau bila di jelaskan.
"Sekarang anak kita cowok sayang, dia sangat tampan"bisik alex lagi.
"Ooeeekkk Oeeekkk"
"Oooeeekkk Oeeeekkk"
Tangisan bayipun terdengar.
alex mengecup terus wajah istrinya dengan penuh air mata.
"Alhamdulillah"ujar semua orang disitu.
"Bayi nya Cewek, astaga hidungnya mancung sekali"ujar dokter andini senyum lebar.
Dan pergi membersihkan bayi itu. memandikan dan memakai baju untuk bayi itu.
"Terimakasih"
"Terimakasih"
"Terimakasih sayanggg"
alex terus ucapkan terima kasih dan mencium seluruh wajah istrinya yang masih belum sadar, dengan berlinang air matanya.
"Detak jantung pasien sudah kembali normal dok"ujar suster tersenyum.
"Ooeeekkk oeeekkkk"bayi itu terus saja menangis.
"Baiklah, dokter fany ayo selesaikan sisahnya"ujar dokter andini ke dokter fany rekannya.
Dokter andini setelah memandikan bayi cantik itu langsung menyerahkan kepada ayahnya.
"Silahkan di adzani dulu"ujar dokter andini lamgsung menyerahkan bayi mungil itu ke ayahnya.
Dan dengan wajah masih sisa air mata mangambil bayi itu dan mengazaninya.
"Ooeeekkk oeeeekkk"bayi masih terus saja menangis.
"Oeeekkk Oeeekkk"
Selsai mengazaninya alex mendekatkan bayi itu ke Arah istrinya yang belum masih belum sadar.
"Sayanggg buka mata kamu, lihat anak kita, anak kita kembar, dan ini cantik sayang"ujar alex berlinang air matanya.
"Oooeeekkk oeeekkk"bayi itu terus menangis.
Tangisnya berhenti saat tangan mengilnya menyentuh kulit wajah Ara.
"Lihat sayangg, anak kita ingin sekali kamu bangun"ujar alex lagi.
sedangkan marisa disana tersenyum.bahagia, bagiah memiliki dua cucuk sekaligus.
"Kamu udah berjuang princess"Batin Marisan menatap putrinya. tangan marisa terus mengusap punggung tangan putrinya.
"Mom anak aku kembar"ucap alex membuat marisa mengangguk dan tersenyum.
"Bangunlah sayangg, terimakasih..aku mencintaimu"ujar alex mengecup kening istrinya lama dan mencium kening anaknya.
"Kami akan memindahkan istri anda di ruang rawat"Ucap seorang dokter membuat marisa mengangguk menetujuinnya.
"pindahkan ke ruang VIP dok"Ucap alex yang masih menggendong putrinya.
Alex pun menaruh kembali bayi itu di dalam ranjang bayi yang sudah di sediakan rumah sakit.
"Welcome baby princess"Bisik alex sambil menoel pipi putrinya.
"biar mom yang mmebawa baby boy ini"Ucap marisa saat mereka mau kleuar dari ruangan itu.
alex mengangguk dan alex membawa baby girl sedangkan marisa membawa yang boy.
"Sayang gimana keadaan putri kita?"Tanya ayahnya Ara duluan saat melihat mereka keluar.
"Ara baik-baik aja kan?"
"Ada apa?"
banyak pertanyaan yang harus alex jawab, tapi tidak sekarang karena mereka harus ke ruangan terlebih dahulu.
"ada dua bayi?"Kaget Tasya melihat dua bayi itu, satunya di alaex dan satunya di marisa.
"Kembar?"Kaget Rani membuat semuanya ikut kaget dan menyusul alex dan beberapa suster yang mendorong ranjang Ara.
"Omg, gua pengen punya anak kembar kayak gitu, sekali lahirin langsung dua"Ucap Ica membuat deva yang di samping menggeleng.
"Gk sayang. gk boleh"Ucap deva tegas ica langsung menatap suaminya.
"aku gk minta kamu setuju apa gk nya, weeekk"balas ica langsung meninggalkan Suaminya.
"Tapi kan dari aku juga kalau bayinya tumbuh Yang"Teriak Deva membuat Jeson menggeleng melihat mereka.
udah biasa melihat mereka bertengkar, pertengkaran yang romantis.
♡♡
Di Ruangan...
"Arg hmmmm suara samar-samar terdengar"berlahan mata ara mulai terbuka.
"Sayanggg alhamdulillah"ucap syukur alex.
Dan mendekatkan kembali bayi mungil itu ke samping ara.
Bayi itu langsung tersenyum dan tangannya mencari pegangan di pipi ibunya.
Ara masih belum bicara, hanya tersenyum melihat anaknya, dan kembali memejamkan matanya.
"Istirahatlah"
Cup
"Maaf tuan bayinya harus di bajuin dulu"uca suster hati-hati, karena takut pada alex
"Baiklah"
Cup
Satu kecupan di kening putrinya dan menyerahkan ke suster itu.
"Lu harus jelasin Lex, kenapa bisa kembar? apa lu udah tau sebelumnya?"Tuntut Roni yang masih menatap takjub dua bayi mungil yang berada di box bayi itu.
"Cepat jelaskan kenapa bisa di operasi"ucap momi alex saat mereka sudah duduk
Sedangkan Ara Masih tertidur karena kecapean, itulah kata Dokter tadi.
♡♡
Flashback on
Alex semakin frustasi saat dokter tak kunjung menjelaskan ke adaan istrinya.
"Setelah pemerikasaan kami, istri anda baik-baik saja, namun masih ada bayi yang ada di perutnya, tapi istri anda sekarang pingsan jadi tidak bisa melahirkan secara normal, maka dari itu kami ingin melakukan operasi darurat untuk mengambil bayi itu, sebelum janinnya meninggal dalam perut"jelas dokter andini.
Membuat alex menangis sejadi-jadinya karena terharu akan hal ini.
Alex masih tidak menyangka kalah dia akan mendapatkan 2 anak sekaligus..
"Lakukan yang tebaik dok, saya ingin merka semuanya selamat"ujar alex tegas.
"Kalau terjadi apa-apa sama istri dan anak saya, saya akan menuntut kalian semua"ancam alex.
Dokter dan suster langsung menyiapkan semuanya dan keluar dari ruangan
Flashback Off
♡♡
"Ya allah aku punya 2 cucu"teriak bahagia momi alex.
yang melihat kedua bayi itu.
Alex kini duduk disamping istrinya, sambil menceritakan semunya namun genggaman tangan buat istrinya tidak lepas
"Oh astaga aku sangat bahagia"jawab ayah ara.
Semua sahabtnya sangat bahagia mendengar kabar itu,
Rani dan Tasya mengelus perut mereka semoga saja saat melahirkan semua baik baik saja.
"Apa kamu sudah nyiapin nama buat mereka"tanya jeson yg duduk disamping istrinya.
"Sudah aku sudah menyiapkan nama mereka"jawab alex senyum menatap istrinya yang masih tertidur.
"Cepat katakan siapa namanya"tanya tasya penasaran.
"Tidak sekarang.. gua bakalan ngasih tau nanti saat bersama ara, jadi Tunggu Istri gua sadar baru kalian bakalan tau nama mereka"ujar alex terkekeh.
Ya dia ingin istrinya juga ikut campur dalam memberikan nama anaknya.
sesuai perjanjia mereka di awal, jika seorang putra, istrinya akan memberikan nama. tapi kalau seorang putri alex yang akan ngasih nama.
tapi sekarang mereka memiliki kedua anak itu jadi mereka berdua yang bakalan ngasih nama.
"Aku ingin menggendongnya lebih dulu"ucap momi alex saat suster meletakan di samping istrinya.
Namun dengan ranjang berpisah.
"Tidak. aku neneknya jadi aku harus menggendongnya lebih dulu"ucap ibu ara.
"Berhentilah bertengkar, kalian akan menggendongnya"urai dady alex.
"Tapi aku dulu yang menggendongnya sebelum kalia...."
"Baiklah, Kalian duluan saja"Lanjut ayahnya alaex saat mendapatkan tatapan tajam dari kedua wanita itu.
Mereka pun mengambil bayi itu.
Ibu alex menggendong bayi cowok.
Sedangkan
Ibu ara menggendong bayi cewek.
"Oh astaga hidungnya kenapa mancung banget gini"teriak Tasya saat mendekat ke arah ibu ara.
"Ini juga mancung banget, seperti hidung Ara"ujar ica heboh berada di samping Momi Ara.
"Ini tak kalah mancungnya"ujar momi alex senyum bahagiah.
Alex yang melihat itu sangat gembira.
"Bangunlah anak kita sedang menunggumu"
"I love you more"bisik alex di ara
☆☆☆☆☆☆☆
***Siapa yang penasaran gambar anak alex dan ara ?????
Siapa penasaran nama apa yang di berikan buat anak mereka*** ???
Tunggu kelanjtannya ya..😄😄
Segitu aja dulu, soalnya aku tiba-tiba di ajak makan di luar, jadi harus siap-siap dulu...
Setelah balik aku akan mengupdate part selanjunya..
Aku juga gk tau part selanjutnya itu udah END apa belum, lihat aja nanti....
Jangan lupa Vote + Coment...
See You..