
Kini sudah memasuki 8 bulan setelah kelahiran kedua anaknya. Alex yang merupakan seorang Ayah untuk anak pertamanya.
Membuat dirinya sekdikit kualahan saat mengurus kedua anaknya.
“Astagaaaa princessss… nanti kamu jatuh gimana?”Kaget Alex melihat putrinya yang berada di ujung Ranjang. Alex meninggalkan putranya yang masih belum memakai celana karena baru selesi Pup.
Cup
“diam bentar sayang, dady pakaikan celana buat kakak kamu dulu”Ucap alex lagi seolah putrinya akan paham dengan ucapannya.
Alex kembali memakaikan popok untuk putranya.
Kedua anaknya yang sudah mulai belajar merangkak dan beridri hingga membuat alex kualahan menjaga keduanya.
Namun putranya tidak begitu aktif di bandingkan putrinya yang sanga-sangat aktif menurut alex.
Alex merhatikan putrinya disana sambil memakaikan celana untuk putranya.
Sedankan istrinya masih menyiapkan maknaan untuk kedua anaknya ini.
Selagi mereka belajar untuk merangkak, kedua anaknya juga sudah di perbolehkan untuk makan selain minum Asi.
“Astagaaa sayangggg, Alex melihat purinya yang sudah berdiri sambil memegang kepala Rajang disana. Alex langsung mengambil putrinya dan menaruh putrinya di lantai yang sudah di lapisi karpet berbulu tebal.
“lebih baik kamu disini saying, suka bikin jantungan km. gk bisa diam hmm”Alex terus mengecup kedua pipi gembul putrinya hingga membuat putrinya tertawa lepas saat rambut halus milik dadyya menyentuh kulit pipinya.
Alex beranjak mengambil putranya masih di atas kasur.
Alex menbaringkan Putranya di samping putrinya. Belum berapa lama putrinya sudah mernagkak menjauh.
Alex hanya diam menatap putrinya yang egitu aktif dibandingkan putranya yang diam.
“M mmm ooommm”
“Yaaaaa… Arsen km bisa manggil mama?”kaget Alex begitu kagum melihat putranya, disana putranya hanya bermain dengan robot kecil di tangannya.
Sednagkan Arlen merangkak keluar dari karpet.
“Daaaadyy, ayo boy manggil Daaadyy”alex masih sibuk mengajari ata itu hingga gk tau putrinya sudah di lantai.
“bbrrr p..”suara gk elas dari putrinya.
“Arleeennn…”syok Alex melihat putrinya yang menarik seprei dan mau berdiri.
Alex langsung menggendong putrinya, alex terus mencium dan menggelitik putrinya hingga membuat putrinya tertawa lepas sambil menjambak rambut alex.
“nakal ya, gk bisa diam hmm”alex terus mencium seluruh wajah putrinya.
“Maamaaaaa”Alex kembali berbalik menatap putranya yang terus memanggil mama. Sedangkan dirinya belum mendnegar panggilan itu untuknya.
Alex melankah mendekati putrnya sambil memangku putrinya.
“Daaadyyy”Ucap Alex menatap putranya. Alex mencibir saat putranya mengabaikan ucapannya.
“maaamaaa”ucap putranya lagi sambil menatap kearah pintu.
“curang kamu boy..”ucap Alex mencubit gemes pipi putranya.
“awwwkk sakit sayang..”kaget Alex saat putrinya mencakar wajahnya.
“dady gk nyakitin kakak kamu sayang, iiihh galak banget sih”alex terus berbicara dnegan putrinya. Disana putranya malah sibuk bermain sendiri dnegan robot yang berada di kedua tangan mungilnya.
“makanan datang..”Ara yang baru datang memawa nampan isi makanan kdua anaknya.
“Maaamaaaa”ucap Putranya membuat Ara tersneyum lebar.
“uuunnccc laper ya, maafin mom kelamaan buatnya”ucap ara menaruh nampan itu dan langsung menggendong putranya.
Putranya tersenyum saat digendong Ara.
Alex sedari tadi merhatikan putranya yang eitu antusias kalau bersama putrinya. Kalau sama dirinya putranya gk pernah senyum.
“kayaknya Arsen lebih suka sama kamu deh Yang, kalau sama aku diam aja, udah gitu tadi manggil kamu mulu”adu alex membuat Ara terkekeh sambil bermain dengan putranya.
“mereka butuh waktu lex buat manggil kita. Kan mereka baru 8 bulan 13 hari. Laian Arsen juga udah bisa manggil oma sama opanya, kalau Arlen aku belum dengar..Apa ma’am ya, mom udah buat makanan buat Alsen..”jelas Ara.
“tapi aku ko gk sih, Bon coba bilang Daaaddyyy…”Alex masih berusaha membujuk putranya gaar memanggil namanya. Ara hanya menggeleng melihat suaminya.
“daaadaaa…”
“ekh, Princess.. dia manggil aku kan Yang, km dengar kan mmmuuuaaccchhh saying anget deh..”Alex langsung mencium putrinya. Ara terkekeh begitu melihat antusias suaminya yang berusaha mengajarkan panggilan untuk kedua anaknya.
“sini dekat lex, aku mau nyuapi mereka”ucap Ara yang menaruh putranya di kursi roda, sedangkan putrinya hanya mau di gendong alex. Jadi putriya duduk di pangkuan alex.
“km udah makan yang?”Tanya alex ke Ara sambil mengecup kening istrinya.
“setelah ini aku makan, di awa bibi baru nyiapin makan siang untuk kita, km selesai ini balik ke kantor kan?”balas Ara menyuapi suapan pertama untuk putranya, putranya menerima dengan lahap.
“kayaknya gk deh, aku mau main sama kembar aja”balas alex membuat ara mengangguk.
“dan kamu belum ganti kemejanya yang”balas Ara melihat alex masih menggunakan pakaian kerjanya.
“selesai ini.. iya gk bay girl..”alex terus mencium pipi putrinya. Alex yang ingin mencium putranya namun wajah putranya menjauh.
“kan aku bilang apa, dia kayaknya gk mau sama dadynya sendiri, kenapa sih ni bocah kayak udah tau aja..”omel Alex membuat Ara tertawa.
“eh ehk itu matanya gitu banget deh lihat Dady hmm..”Alex menahan senyumnya saat melihat putrnaya yang menatap tajam kearahnya.
“mirip kamu Lex, lihat..”kekeh Ara melihat putranya.
Alex langsung mencium putranya karena gemes, putranya seperti ngerti sama ucapannya.
“Aaa hikz hikz hikz”putranya meangis mmebuat Ara langsung menggendongnya.
“maaf saying..”cengesan alex menatap istrinya. Ara hanya mengangguk.
Putranya saat ara menggendongnya, Arsen langsung diam namun tidak mau melihat ayahnya.
“Dady sayang sama kamu ko..”bisik Ara ke putranyanya. Alex mamang jarang di rumah namun bukan berarti Alex merupakan dady yang jahat.
Jika pekerjaan alex di dalam ota, maka setaip jam makan siang alex selalu pulang kerumah untuk makan siang di rumah dengan lasan akan bareng bersama istri dan anaknya.
Jika tidak ada yang yang penting di kantur, alex memilih untuk dirumah bersama kedua anaknya.
Karena alex tau mengurus dua bayi sekaligus membuat istrinya kualahan.
"Daaaaa bbbbrrrrr"Alex menatap kagus ke putranya, Alex tersneyum menatap putranya dan disana putranya juga ikut tersenyum.
Alex melangkah mendekati putranya dan mengecup pipi putranya.
"Sohib aku udah lama gk main kesini"Ucap alex yang masih menggendong putrinya.
"Oh mau turun"Lanjut alex saat melihat putrinya merontak ingin turun dari gendongannya.
alex pun membiarkan putrinya di karpet.
alex menyisir rambut putrinya lembut menggunakan jari-jarinya yang kokoh.
"mereka juga sibuk ngurusin anak mereka yang masih bayi juga"Balas Ara sambil membersihkan mulut putranya yang udah selesai makan.
"nah ngantuk kan"Lanjut Ara melihat putranya menguap.
putranya terus mendekati ara sambil memainkan baju ara.
"Mau *****, abis ini tidur siang ya"ucap ara langsung menyisui putranya.
sedangkan alex sibuk bermain dengan putrinya.
Ara tersenyum menatap mereka, disana putrinya tertawa lepas sata bermain dengan dadynya.
♡♡
8 Tahun Kemudian...
"Momi hikz hikz"tangis Arlen saat memasuki rumahnya.
Arlen melangkah kearah meja mengambil boneka kesayangannya. setiap pulang sekolah Arlen selalu mengambil.
setelah mengambil bonekanya arlen langsung ke dapur, karena arlen tau ibunya pas sedang menyiapkan makan siangnya.
Ara yang sedang menyiapkan makan siang di meja makan kaget dengan suara tangis putrinya itu.
Ara berjalan cepat ke Ara suara itu.
Ara sengaja menyuruh sopir nya menjeput kedua anaknya hari ini.
"Mommy"teriak arlen langsung memeluk Ara, tidak lupa ara berjongkok supaya dapat memeluk putrinya.
Saat ini umur putra putrinya sudah masuk umur 8 tahun.
"Kenapa sayang?"tanya Ara lembut ke putrinya yg masih sesegukan karena mangis.
Ara berjongkok dan melepaskan tas yang masih dipakai putrinya. Putrinya masih sesugukan sambil memeluk dirinya.
ara langsung menggendong putrinya menuju ruang Tamu.
kedua anaknya baru pulang sekolah, kedua anaknya sudah kelas 3 Sekolah Dasar, dan Minggu depan keduanya akan naik ke kelas 4.
"Mom... Kaka jahat, kakak ngelarang Arlen main sama teman sekelas Arlen sendiri"Adu Arlen sambil menatap lekat wajah ibunya.
ara menggeleng, ini bukan pertama kalinya Ara mendnegar laporan itu.
"Arsen"panggil Ara saat putrnya disana baru masuk rumah, disana Arsen jalan dengan Tas yang sudah ia pegang, bukan lagi di punggungnya.
"Yes mom"jawab Arsen dengan gaya coolnya, seperti kebiasaannya selalu menggunakan headset saat dimanapun dia berada.
"Apa yang km lakukan ke adik kamu arsen"tanya Ara lembut, Arsen meletakan Tasnya si Sofa dan duduk di sofa, tepat di depan Ara.
ara masih menatap putranya.
putrnya melepaskan headset itu dan menatap ibunya.
"Arsen gk lakuin apa-apa mom, arsen gk nyakitin Arlen juga"ujar Asren santai menatap Ibunya dan Adiknya bergantian.
"Bohong, Mom... kaka mara-mara sama teman Arlen di sekolah"lapor Arlen cemberut yg masih duduk di pangkuan Ara.
"Kaka udah ngelarang km sebelumnya Arlen. jangan berteman sama dia, dia nakal gk baik"ujar Arsen tegas menatap ke adiknya, disana adiknua semakin terisak.
"Kaka bilang terus bilang gitu, kemarin aku mau sama adi juga kaka bilangnnya gitu, mereka baik-baik sama arlen Mom"ucap Arlen kesel setangah mati.
Arlen menyembunyikan wajahnya di lengah
Ara.
"Tapi mereka baik sama aku mom"ujar arlen lagi.
"Tapi kaka gk suka"ujar arsen Tegas maaih menatap tajam kearah adiknya.
"Tapi aku ingin bermain bareng mereka"ucap Arlen pelan masih gk mau kalah sama kakanya.
"Ars biarkan adik kamu bergaul dengan siapa saja, km hanya mengawasinya"jelas Ara ke putranya.
"Tiidaakk sayang, Aku juga gk ijinin itu"teriak seseorang yang baru masuk, siapa lagi kalau bukan Dadynya.
"Aku tidak sutuju sayang"ucap Alex yang baru pulang dari kantornya, alex tersneyum kearah istrinya dan kedua anaknya.
Cup
Cup
Mengecup kening istrinya dan putrinya di pangkuan istrinya.
Alex berjalan ke Arah putranya.
Alex mau mencium kening Arsen namun di tolak.
"Dady stop mencium aku, aku udah besar, kalau teman aku melihatnya...."ujar Arsen menatap ayahnya tajam Alex membalas tatapan tak kalah tajamnya.
Cup
"Apa peduli mereka son, biarkan mereka beranggapan apapun tentang kamu, yg jelas itu kecupan sayang buat kalian, karena dady sayang sama kalian"jelas Alex duduk di samping Arsen.
"Apa yg terjadi di sekolah kalian hmm"tanya alex menatap satu persatu anaknya.
Arlen turun dari pangkuan Ara berlari ke Arah Alex.
"Ada apa Princess"tanya alex lembut memangku putrinya, namun Arlen menatap alex memelas seperti yang di lakukan ibunya.
"Tadi kaka memarahi teman Arlen di sekolah, padahal mereka baik sama Arlen"lapornya Arlen lagi yang bersembunyi di lengah alex.
"Teman km cowok apa cewek sayang?"tanya alex lembut sambil mengusap rambut putrinya.
"Cowok dady, tapi mereka baik sama Arlen juga"jelasnya Arlen lagi sambil memainkan dasi Alex.
"Kalau cowok dady akan setuju sama kaka kamu sayang, karena mereka gk baik temanan sama kamu"jawab alex tersenyum, arsen yang mendengar itu tersenyum kemenangan karena dadynya mendukung apa yang di lakukan adiknya.
"Tapi kan mereka baik dady, mereka juga gk nakal"rengek Arlen memeluk lengah Alex. alez terkekeh dan menatap istrknya disana.
"Baiklah kau urus mereka dulu, aku menyiapkan makan siang kalian"ucap Ara langsung melangkah ke dapur tinggallah mereka bertiga.
ara tersneyum memberikan semangat ke alex untuk memberikan solusi baik ke kedua anaknya.
"Mereka emang baik sayang, tapi putri ayah ini gk boleh terlalu dekat sama teman cowok, gk baik sayang"jelas Alex menatap lembut putrinya.
"Kenapa bisa gitu Dad"tanya Arlen yang penasaran menatap alex.
arsen hanya sibuk main Tabnya dari tadi, namun arsen mendnegar percakapan mereka.
"Diamlah, birisik"gertak Arsen tanpa sadar.
"Arsen"suara peringatan Alex membuat Arsen diam.
"Maaf dad"balas Arsen, Alex tersneyum dan mengacak rambut putranya.
arsen langsung memperbaiki rambutnya yang berantakan karena ulah ayahnya.
panggilan itu seperti panggilan maut menurut Arsen.
"Kamu bakalan tau jawabannya sayang saat km dewasa nanti"jawab Alex misterius Arlen melihat itu kebingungan.
"Kenapa gk sekarang saja dady"tanya arlen lagi yang udah duduk di pangkuan ayahnya.
"gk sayang, ayo cepat ganti seragamnya dan kalian harus ke meja makan dady sama momi tuunggu di sana"jelas Alex menurunkan Arlen dari pangkuannya.
"Ars apa ada hambatan di kelas kamu"tanya Alex ke Arsen.
alex selalu menanyakan masalah sekolah kedua anaknya.
"Enggak Dad, lancar-lancar aja dad"jawab singkatnya dan kembali fokus ke mp3 nya.
"Cepat ke kamar dan bergantilah, dady nunggu kalian di meja makan"ucap alex lagi, Arlen sama Arsen oun mengangguk.
Arsen dan Arlen benaiki anak tangga menuju kamar mereka masing-masing.
Awalnya alex ingin anaknya satu kamar, namun putranya tidak mau sekamar sama adiknya, karena dia Cowok dan gak suka sama warna yang di sukai adiknnya, Pink.
Jadi alex memilih membuatkan kamar mereka terpisah, samping keri kamar mereka kamar Arlen dan samping kanan kamarnya Arsen.
Sifat arsen cenderung lebih cuek dari pada adiknya, adiknya di bilang sangat periang dan selalu tersenyum pada siapapun yang ia temui, dan mengajak mereka berteman.
"Dasar manja"Gumam Arsen sebelum masuk kedalam kamarnya.
"Kakaaaakkk Aku masih dengar ya, Dasar muka Datar"Teriak Arlen dari luar.
arsen yang udah di kamarnya hanya terkekeh. dirinya memang suka mengganggu adiknya.
tapi bukan berarti arsen gk sayang sama adiknya, hanya dengan cara itu arsen dekat sama adiknya.
"Iiiiisss Kakak Jahat banget"Gumam Arlen sebekum masuk kedalam kamarnya.
♡♡
"Mom aku ingin Sup"ujar Arlen saat ini mereka sudah di meja makan.
"Manja"ujar Arsen menatap adiknya.
"Biarin weekk"jawab Arlen tidak memperdulikan ucapan kaka nya, karena ucapan kaka nya itu selalu pedas menurutnya.
sekali nhomong pasti bekas di hati.
"Udah, habiskan makan kalian, gk baik bertengkar di meja makan"ujar Ara, mereka menikmati makanan tanpa ada suara selain suara sendok saat kena piring.
"Arlen udah kenyang mom"ujarnya saat piringnya sudah kosong.
"Gimana gk kenyang, piring udah kosong gitu"jawab Arsen santai menatap adiknya.
"Ih kaka nyebelin"ucap Arlen kesel menatap kakanya.
Ara hanya menggeleng dan tatapannya menyuruh putranya diam sebelum putrinya nangis lagi.
Arsen dan arlen pergi ke ruang tv dan masing-masing sibuk dengan permainan mereka sendiri.
"Kaka"panggil arlen.
"Hmm"jawab arsen cuek tanoa menatap adiknya.
"Apa Arlen bisa berteman sama Ryki"tanya Arlen takut-takit menatap kakanya di sana.
arsen yang mendnegar itu langsung menatap kearah adiknya.
Arsen yang mendengar itu menatap tajam ke adiknya.
"Kaka jangan lihat aku kayak gitu, aku takut"teriak Arlen sambil menutup wajahnya.
"Arsen"panggil Alex dari arah meja makan, karena mereka masih makan.
"Sorry dad"ujar arsen santai dan kembali sibuk dengan bukunya.
"Kenapa ka ars selalu mara sama teman cowok Arl, mereka gk jahat sama Arlen, mereka baik sama arlen"tanya Arlen lagi.
karena baginya sangat oenasaran kenapa kakanya selalu memarahi taman kelasnya yang cowok hingga membuat mereka gk berteman lagi sama arlen.
"Ck bawel ah"kesel arsen.
"Kaka nyebelin, kakak jahat..."ujarnya yg hampir manangis. mata arlen udah berkaca-kaca manatap kakaknya.
arsen berdecak dan mendekati adiknya.
"itu Karena kaka sayang sama kamu arllen"jawab arsen singkat dan padat membuat arlen diam.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian Arl pokoknya kakak akan mengawasi km berteman sama siapa saja"tegas alex menatap adiknya dengan lembut tidak lagi tatapan tajam.
"Kenapa bisa gitu? mereka gk jahat ko sama Arlen"tanya Arlen lagi mengusap air matanya yang udah jatuh.
"Sudahllah, km gk akan ngerti Arlen. knp km jadi bawel gini sih"kesel Arsen menatap adiknya.
asen kembali duduk di sofa dnegan buku yang ia tinggalin tadi.
"Arl juga sayang sama kaka hikz hikz"ucap Arlen tiba-tiba menatap kakanya lembut, kknya yg sibuk dengan bukunyapun berhenti dan berjalan ke arah adiknya kembali.
"Arlen juga sayang kaka"ucap arlen lagi saat kakanya berdiri di deoannya.
Arsen memeluk adiknya.
"Kaka lebih sayang sama kamu Arlen"gumam Arsen memeluk adiknya.
"Anak aku manis sekali"ujar ara menatap penuh kagum. dan bertepuk tangan pelan.
Mereka berdiri tak jauh dan melihat pemandangan itu.
"Anak kita sayang"koreksi alex.
"Hmm anak kita"ujar ara.
"Kita kasih dedek buat mereka yuukk"bisik alex saat sudah memeluk Ara.
Cup.
Alex mencium bibir ara cukup lama.
"Dadyyyyyyy berhenti, Arsen tgk mau punya dedek lagi, cukup Arlen aja"teriak arsen melihat ayah dan ibunya ciuman.
Alex dan Ara tertawa mendengar teriakan putranya.
★★
Gimana suka gk ?????
Jangan lupa Vote + coment...