
Hai sampai di Part ini menurut kalian gimana?
kalau banyak typo dan kurangnya silahlan di
koment😊
author orangnya welcome ko kalian koment apa aja😁
asal jangan jadi heters ya, Bahaya.. author gk
kuat.
♡♡
Author POV
"Arrrggg dimana gua"tanya seseorang kepada dirinya sendiri, Rasa puyeng di kepalanya sangat menyakitkan.
"Sial"Umpat cowok itu saat merasakan kepalanya semakin puyeng.
"Lu udah bangun... niih minum dulu"tanya Jeson saat melihat alex udah bangun, Jeson datang sambil membawa sebuah nampan.
alex langsung kesal menatap jeson, Kacaunya di di depan sahabat.
"Thanks"ucap alex saat meneguk habis air segelas yang di kasih jeson tadi.
"Gua gk sampai bunuh orang kan semalam?"Tanya alex langsung sambil memegang kepalanya yang masih pusing.
jeson diam menatap alex yang super kacau.
"Gk. cuman lu Kacau"Balas jeson menatap Alex.
mengingat semalam dia sama deva bawa alex pulang dan sampai disumah alex masih marah-marah gk jelas sampai tidur sendiri.
"Nih sama obat biar mengurangi rasa pusing lu"jeson ngasih obat pengurang rasa sakit kepala untuk alex.
alex menggeleng tidak mau menerima obat itu.
"Bentar lagi udah gk, gua cuman mau istrahat aja"Balas Alex singkat.
"Lu lihat Tiara sama siapa?"Tanya Jeson membuat Alex langsung menatap dingin kearah Jeson.
"Lu yang sendiri cerita semalam"Lanjut jeson sebelum di amuk Alex.
"Emng lu udah nanya langsung ke Tiara?"tanya Jeson lagi, Alex masih diam.
mau gimana lagi, semalam karena minuman itu alex usah cerita ke sahabatnya.
"Kenapa harus nanya udah jelas dia meluk cowok di depan mata gua, Gua jelas banget lihat dia bahagia meluk tu
cowok"kesel alex mengingat itu.
jeson hanya menggeleng. kebiasa Alex kalau
udah cemburu.
"Mana alex yg punya otak genius, gitu aja lu gk bisa atasi. bukannya lu sama Tiara pacaran. ya lu berhal tau dong siapa cowok yang meluk Cewek lu"kata jeson sambil duduk di sofa dekat jendela.
alexlangsung menatap jeson.
"Udah jelas dia punya cowok lain selain gua, buktinya kemarin gua ajak nikah dia nolak. blm apa-apa dia nolak lamaran gua, di tambah kemarin udah jelas dia suka sama orang lain, bukan gua"jawab alex dengan nada dingin.
"Benaran nolak? "jeson mastiin menatap kearah Alex. alex langsung mengangguk tanpa ekspresi.
"Yakin dia benaran nolak?, dia itu kan belum nerima lu, karena alasan yg lu cerita kemarin itu kan"lanjut jeson
ikut kesal lihat Alex.
alex yang jenius dan IQ tinggi itu, masalah kayak gini aja gk bisa mikir.
"Apa yg lu lihat bukan berarti benar, coba lu tanyain dulu siapa cowok itu?"nasehat jeson, Alex cuman diam.
entah apa yang ada di pikirannya saat ini.
Ya memang alex player tapi kalau udah cemburu semua nya terlihat bodoh termasuk dalam hal kayak gini.
"Dia jelas-jelas nolak gua son, baiklah mungkin ini yang dia mau dari gua"putus asa alex, yang ingin menyerah
dengan pengejaran cintanya.
Plak
"Aawww" aduh alex saat menerima sendal jepit yang di lempar jeson.
alex menatap kesal kearah jeson, kepalanya yang pusing semakin pusing karena sendal jepit itu mendarat di kepalanya.
"Lu makin bego."kesel jason menatap bos sekaligus sahabatnya itu.
"Lu cintakan sama dia"tanya jeson dengan nada kesal.
"Iya"balas alex dengan wajah kesal juga.
"Lu sayang kan sama dia?"Tanya jeson lagi, Alex hanya mengangguk.
"Iyaa, Tapi di..."jawab alex bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"Cinta itu harus di perjuangin, gua tau perjuangan lu selama ini, tapi coba hilangin rasa cemburu lu yang over itu. lu tanya baik-baik ke Tiara Nyet"potong jeson cepat dengan nada geram.
"Lah terus gua harus gimana? gua harus nyamperin Ara buat nanya siapa cowok itu? kenapa dia gk datang ke gua minta maaf karena meluk cowok lain"balas Alex membuat jeson emosi sendiri.
"Astaga Aleeeex...gimana Tiara mau minta maaf sama lu, lu cemburu Tiara gk tau, lu kacau kayak gini dia juga gk tau, itu karena kelakuan bodoh lu sendiri"jelas Jeson masih dengan nada kesal, sangat geram.
Mungkin masih efek mabuk semalem jadi pikiran Alex semakin Gesrek.
Plaakk
"Aww, sakit bego, gua masih pusing pea"keluh alex saat sendal sebelah kembali mendarat di kepalanya.
"Lu mikir sendiri deh, males gua. bodoh banget lu"jeson langsung keluar dari kamar alex. alex melogo mendengar kaliamat terakhir Jeson.
"Kalau gua bodoh gk mungkin gua jadi CEO dan punya perusahan Monyet"teriak Alex ikut kesal.
"Gua sayang sama ara, cinta sama ara, jadi gua harus....."tanya alex bingun kepada dirinya sendiri. alex bingung
apa yang ia harus lakuin sekarang.
"Tau ah pusing gua Aaaakkk"frustasi Alex berguling di kasur seperti anak kecil.
♡♡
3 jam kemudian...
"Eh yg lagi patah hati udah bangun"goda Deva ke Alex yang baru menuruni anak tangga.
jeson yang tadi serius nonton langsung mendongak ke atas menatap alex yang menuruni anak tangga.
"Sialan lu"umpat alex ke Deva.
"Mau kemana lu?"tanya jeson Langsung.
"Gua ada urusan bentar"Balas Alex singkat.
"Lu ke club lagi?"tanya jeson mastikan, jeson menatap curiga kearah Alex.
Alex menggeleng kepalanya.
"Gimana mau minum kepala gua aja masih pusing gini"gumam alex sambil memegang kepalanya saat masuk sebelum melangkah keluar dari rumah.
"Gua dukung apapun yang lu lakuin Lex"Teriak Jeson tersenyum.
Alex hanya menggeleng dari jauh sebelum masuk kedalam mobil.
★★★
Di Kedai Cafe Xxx....
"Eh curang lu, ini punya gua pea"teriak Ara kepada seseorang yang ngambil makanan nnya.
Masalah makanan jangan harap Ara akan memberikannya, apalagi makanan kesukaannya.
"Ah lu mah pelit, ini kan banyak lu gk bisa habisin lah, badan lu kecil gitu"ejek Roni yang terus merebut makanan
milik Tiara.
"Hmmm gua ngambek nih"balas Ara dengan wajah cemberut.
"Ya deh gua gk ambil lagi"roni ngalah mengacak lembut rambut Ara, Ara langsung tersenyum lebar.
Ara menatap ponselnya kembali, ini udah kesekian kalinya Ara melihat ponselnya.
"Alex kemana? dia sama sekali gk sms atau tlpon ke gua"Batin Ara.
Ddrrrgggg
"panjang umur nih orang"Batin Ara saat melihat nama yang tertera di ponselnya.
From Diktator:
"Gua tunggu di taman biasa"
Tapi ko tumben ya, Isi ko kayak gini.
"Ra woy, lu gk mau habisin tu makan, buat
gua aja"teriak roni Buat ara sadar dari lamunannya.
"Hah, eh iya gua bales chat
dulu"jawab gua tanpa melihat si Roni.
Roni langsung diam melihat Ara yang sibuk sama
ponselnya.
To Diktator:
"Ngapain ditaman?"
Drrgggghh
From Diktator:
"Ada yang mau gua omongin, Gua
tunggu"
"Serius amat neng"goda Roni saat
melihat Ara serius.
"Eh Ron kayaknya gua gk bisa ikut lu kencan hari ini deh, tiba-tiba gua ada tugas kelompok nih"kata Ara gk enak
hati, soalnya udah dari kemarin Ara janji nemanin Roni hari ini sampai malam.
"Hmm gitu ya, yaudah deh gpp, tugas kampus lu penting juga kan"jawab lesu roni menatap Ara, Roni tau Ara menyembunyikan sesuatu.
"Siapa yang buat janji sama lu Ra, sampe lu gk mau jalan sama Gua"batin Roni
"Eh gpp ko, sana-sana katanya ada janji sama teman lu"usir Roni dengan ekpresi membuat Ara terkekeh.
"Yeee lu main ngusir aja, makan dulu gih, selesai ini baru gua pergi"balas ara sambil melihat ponselnya.
Roni juga menyadari itu.
"Mau gua antarin"tawar Roni, Ara langsung enatap Roni.
"kita kan belum selesai makan!"ucap Ara sambil makan dan menaruh ponselnya kembali di atas meja.
"kalau penting lu berangkat sekarang aja, gua gk apa-apa kali, udah biasa makan siang sendiri"Balas Roni buat Ara diam menatap roni.
"Maaf.. padahal kemarin kita udah janji buat pergi keliling lagi hari ini"balas ara dengan wajah menyesal.
"Astaga Lu sama kayak siapa aja, ntar besok kan kita masih bisa Ra"balas roni yang gk bisa nahan Ara karena roni takut Ara gk nyaman saat Roi melakukan itu.
"mau gua antarin gk?"tanya ulang Roni. Ara langsung tersenyum lebar menatap roni.
"Gk usah. dekat sini ko, bye bye"balas Ara tersneyum dan menggeleng.
Roni mengangguk menatap Ara, yang mengemasi barangnya di atas meja.
"lu nginap di kontrakan gua kan, lu balik langsung ke kontrakan aja ya, disana ada Rani juga ko, Byee"lanjut Ara sebelum melangkah keluar dari Kedai itu.
"Gua pengen kayak dulu Ra"Batin Roni. roni menatap punggung Ara semakin menjauh. hingga Ara naik taxi.
☆☆☆
Ara yang udah sampai di Taman langsng mencari sosok seseorang yang ia ingin temui.
"gua bakalan bilang ke alex, kalau gua udah siap nerima lamaran dia"batin Ara bahagia.
senyum Ara semakin lebar saat melihat Punggung alex dari jauh.
dengan langkah yang sedikit berlari, Ara mendekati alex yang duduk memunggunginya.
"Hei... maaf... udah lama ya"tanya ara sambil duduk di samping alex.
Alex tersneyum tipis saat melihat Ara. ara mendapakan tatapan yang gk biasanya itu hanya bingung dan ingin bertanya ke alex.
"lu kenapa? ekspresinya gitu banget"tanya Ara langsung karena memang benar apa yang dia lihat sekarang.
"siapa cowok kemarin?" To The Poin alex sambil menatap lekat kearah Ara.
"Hah? maksudnya?"bingun ara karema belum paham arah bicara alex, cowok yang mana yang di maksud Alex.
"Siapa cowok yang kemarin lu meluk depan kampus"bentak alex dengan suara sedikit meninggi membuat Ara kaget dan menjauhkan sedikit tubuhnya dari Alex.
dilihat dari mimik wajah alex sepertinya bukan alex yang ara kenal.
"Lu kayak bukan alex yang gua kenal"gumam Ara menatap Alex, disana alex menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh emosi.
" lu tinggal jelasin siapa cowok yang lu meluk kemarin Tiara"Ara langsung menatap kesal kearah Alex, ya Ara tau kalau ada masalah alex sama sekali gk mau bicara baik-baik. alex selalu menggunakan emosi.
"Maksud lu apa sih, coba kita omongin baik-baik. omongin gk make emosi Lex"ucap ara tenang, karena kalau ara melawan dengan emosi takutnya dia akan membuat emosi alex semakin tinggi.
"Kita Hahahah... sejak kapan lu sama gua jadi kita? setelah lu peluk cowok kemarin hah?"tawa alex membuat Ara semakin bingung.
Alex menatap tajam kearah Ara, Ara takut dan beranjak dari duduknya, namun telat karena Alex menahan lengahnya mmebuat Ara kesakitan.
"Apaan sih tadi teriak-teriak sekarang
tertawa"batin ara.
"Please! alex kita bisa omongin baik-baik jangan make emosi kayak gini, lu nyakitin tangan gua alex. sakiitt..."teriak Ara karena tidak tahan lagi dengan sikap alex. Ara berusaha menarik tangannya yang di genggam erat oleh alex.
Alex sadar dengan kelakuannya, Alex langsung melepaskan genggmannya. Alex melihat pergelangan tangan Ara mereah, namun gengsinya lebih tinggi hingga mmebuatnya mengabaikkan itu, rasa cemburunya lebih besar.
Sebenarnya sebelum alex kesini dia sudah bertekat buat nanya baik-baik sama Ara, namun saat mengingat hal kemarin emosinya tidak bisa terkontrol lagi.
"Sorry.. Gua..., gua nanya baik-baik cowok
kemarin lu meluk depan kampus siapa?"tanya alex saat udah tenang alex duduk kembali, alex diam-diam melirik Ara yang mengusap pergelangan tangannya sendiri. Alex juga melihat Ara menahan tangisnya.
Alex ingin mengusap tangan itu, namun ego itu menahannya.
Tidak ada kata 'aku'kamu saat ini
"Km lihat?"tanya ara Santai dan duduk kembali di samping alex, Ara saat ingin ngerti kalau Alex cemburu, dan kemungkinan Alex melihatnya.
"Iya gua lihat lu meluk cowok sialan itu"geram alex menatap Tajam kearah Ara, Ara berusaha menahan tawanya utnuk saat ini. karena alex benar-benar cemburu buta saat ini tapa bertanya lebih dulu.
jadi itu, dari kemarin alex tidak menghubunginya.
"Sialan, dia itu cowok baik-baik,, dia gk brengsek"bela ara ke roni, dan itu semakin membuat kedua tangan Alex mengepal.
Ara membalas tatapan alex dengan santai, alex yang menatapnya seakan melobangi kedua bola mata Ara. dan alex semakin geram karena Ara santai membela cowok lain.
"km cemburu?"tanya Ara menahan senyumnya. Alex langsung menatap kearah lain.
"lu pacar gua Tiara, tapi kenapa lu masih meluk cowok lain"balas Alex tanpa melihat kearah Ara, ara langsung mengangguk dan tersenyum lebar.
satu kenyataan yang Ara dapat saat ini. Alex benar-benar mencintainya. alex sekarang cemburu.
"Lu belum jawab pertanyaan gua Tiara?"bentak alex lagi yang tidak bisa mengontrol emosinya lagi.
"Dia mantan aku"jawab ara santai menatap lurus kedepan. Alex langsung menatap lekat wajah Ara. ara membalas tatapan Alex.
"Tapi aku udah g...."
"Mantan?--- jadi lu nolak nikah sama gua
karena mantan lu itu, lu masih suka sama dia kenapa lu mau pacaran sama gua TIARA"Marah alex lagi, Ara hanya menggeleng, ucapannya dipotong sama alex, gimana Ara bisa jelasin.
"dengarin omongan aku dulu, jangan mai---"
"Apa usaha gua selama ini lu hanya anggap
angin lalu gitu"alex mulai dikuasai emosi lagi. ara takut kalau alex lepas kontrol lagi.
"Bukan gitu, aku gk kayak
gitu..."ara bingung mau jawab gimana, ara bingung harus jelasin mulai dari mana.
"Bulshit, kalau lu gk suka sama gua,
kenapa dari awal lu gk nolak langsung aja hah"teriak Alex yang terlihat frustasi.
Ara semakin geram sama sikap alex yang satu ini.
alex sama skelai tidak mau mendengar penjelasannya. alex mengambil kesimpulan sediri yang ada di dalam pikirannya.
"Itu karena paksaan dan sifat perintah km
itu"teriak Ara, Ara kesal banget sama sikap alex yang sama sekali gk mau dengarin dia.
alex langsung terkekeh mendengar itu.
"gua harus apa, duh ni mulut kenapa mancing emosi alex lagi sih"batin Ara.
"Oo gitu, lu berhasil buat
hancurin gua Ra"gumam Alex pelan sambil mengacak rambutnya frustasi.
Ara menahan rasa gelisahnya dnegan mengigir bibir dalamnya.
"nih orang cemburuannya keterlaluan sampe kayak gini"batin Ara lagi.
"LU BERHASIL HANCURIN HATI
GUA"teriak alex langsung terduduk di rumput.
"dia nangis?"batin Ara kaget mendnegar suara isakan pelan dari alex.
"Tinggalin Gua Ra"ucap Alex tanpa menatap kearah Ara.
"Lex.. maafin aku masalah aku meluk cowok la..."
"Lu boleh PERGI TIARA"teriak Alex menatap dingin kearah Ara dengan mata memerah.
ya alex menangsi.
"Gua suka tatapan lu itu lex, walaupun lu
bentak gua tapi tatapan lembut lu itu gk bisa bohong"batin ara.
"Aku bakalan jujur sama km lex, cowok yang kemarin aku meluk dia mantan aku, dan masalah aku belum nerima lamaran km karena aku benar belum siap, dan itu gk ada sangkut pautnya sama Roni"jelas ara dengan lembut tanpa marah lagi memandang lurus tanpa melihat
alex.
"Stop.. lu buat gua semakin sakit Ra"Alex menutup kedua kpingnnya dengan kedua telapak tangannya. alex tidak mau mendnegar kejujuran Ara. karena itu akan membuatnya semakin sakit.
"Maaf Lex.."Balas Ara dengan tatapan menyesal.
"Gua mau kita pu...."ucap alex beranjak dari duduknya.
"Pleaseee jangan pernah ucapin
itu"mohon ara. Ara ikut beranjak dan menahan lengah Alex.
"Terus mau lu apa hah? lepas Ra, gua takut nyakiti lu"bentak alex ingin melepaskan tangan Ara dari lengahnya.
"Please! jangan ucapin itu, km bisa ucapin yg lain asalkan jangan putus sama aku"mohon ara lagi, dnegan pelan ara melepaskan tangannya di lengah Alex.
"Gila lu ya, terserah lu lama-lama gua
bisa gila disini. yang jelas gua gk akan gangguin lu lagi"teriak alex dan pergi dari taman itu, meninggalkan Tiara sendiri.
ara membuang nafas beranya dan mengigir bibirnya karena ada perasaan takut.
"Mau km apa Ra"
"Bukan jawaban itu yang aku mau"
"Awalnya gua berharap itu semua bohong ra
ternyata....semuanya benar... kenapa lu gk ngerti perasaan gua"batin alex.
alex mengusap air matanya yang kembali jatuh. alex terus mengumpat karena melihat sisi lemahnya.
"Sial"
"Brengsek"
"Maaf lex maaf banget, Mungkin ini yang terbaik buat
lu"batin ara.
★★
Sampai disini dulu ya...
Hehe maaf ya banyak typonya
Jangan lupa Vote + Comentnya biar Thor
semangat nulisnya
See you guys...😘😘😘😘