You Are Mine (First Story)

You Are Mine (First Story)
Episode - 46



Happy Reading...


**Warning🔥


yang baca buruan nikah biat gk baperan sama kisah rumah tangga😂😂🤣🤣**


♡♡♡


Author P**OV**


Suara burung yang berkicau di luar sana, dengan kesejukan dipagi ini kedua insan berada dalam mimpi, belum juga membuka matanya.


Namun menjelang berapa menit seseorang terbangun dari mimpinya.


Alex kini sudah membuka matanya, namun belum beranjak dari tempat tidur, karena ada seseorang disamping masih tidur pulang dengan alas tangan kanannya di jadikan bantal.


Alex terus menciumi seluruh wajah istrinya, namun istri sama sekali enggak bergerak dan terganggu.


"Sweety bangun yuuk"ucap alex mengusap lembut pipi istrinya. barusaha membangunkan istrinya. karena mereka harus pergi jalan-jalan.


"sweety oh sweety"suara lembut alex terus membangun istrinya, dengan nada kayak upin ipin.


"hmmmm"gumam Ara namun tidak membuka matanya, dia mencari kenyamanan di bidang dada Alex seperti Bayi yang minta di ketekin bapaknya.


"bangun yuk. katanya mau jalan-jalan"ucap alex yang masih setia mengusap lembut pipi Ara.


"Good Morning Cogan"ucap Ara sambil mengucek mata.


kedua tangannya seperti anak kecil mendongak ke ara Alex yang kini senyum yang menghiasi wajahnya.


Cup


Cup


Cup


"Morning Cubby aku"balas alex mencium seluruh wajah istri kembali, kalau ditanya kenapa alex terus mencium istrinya.


jawabannya alex enggak pernah puas mencium istrinya, apalagi pipi cubby milik istrinya.


"ko cubby sih"protes ara langsung duduk.


"kan kamu gadis cubby aku yang imut imut ini, "alex susul duduk langsung gemes memeluk istrinya.


"ini juga pengen aku makan tau gk"lanjut alex gemes menoel pipi ara.


"aaawww sakit ih"keluh Ara karena alex menggigit pipinya.


"enak yanggg"balas alex tanpa dosa dan terkekeh.


"aleeeeexxxx jorok ih"teriak ara mengusap pipinya yang sedari tadi alex terus menggigit.


"salah km punya pipi gempul gitu, unyu unyu unyu"alex masih saja gemes sama pipinya Ara.


"Aleeeexxx Jorrooookkk"teriak Ara merasakan pipinya basah siapa lagi kalau bukan kerjaan alex yang menjilat pipi ara.


Tanpa memikirkan keluhan Ara, alex terus saja memeluk istrinya dan sekali-kali mengigit pipi istrinya.


"ada manis asinnya"ucap alex saat tadi menggigit pipi istrinya.


"ya ialah orang aku belum cuci wajah, yang ada kamu makan skin care semalam"kesel Ara mendoring alex menjauh.


"Lepas aku mau mandi"ara berusaha melepaskan pelukan alex.


"bentar lagi, masih pengen meluk"manja alex membuat ara menggeleng kepalanya.


"lepas gk, ayo kita jalan, aku pengen jalan-jalan"ucap ara dengan pupy eyyesnya. biar alex luluh.


"jangan masak muka gitu ah, jadi gk tegah"balas alex memegang kedua pipi Ara.


"makanya ayo siap-siap kita keliling kota paris"ucap ara lagi.


"yaudah ayoo"


"ayoo maksdunya"bingung Ara saat alex berdiri menarik tangnnya.


"ya ayo kita mandi"jawab alex santai.


"kita?"Tanya Ara syok menatap Alex.


"iya kita mandi"jawab alex dengan senyum manisnya.


"Sekalian buat baby juga gpp sih, aku siap 24 jam ko"lanjut alex menggida istrinya.


"mimpi Aja km"ara langsung lari masuk ke kamar mandi disusul dengan tawa alex.


♥♥


Ara POV


Masih pagi udah bikin panas pipi gua. Astagaaa. Bisa-bisanya pipi gua digigit.


Belum mateng aja udah di gigit sama alex apalagi mateng, gk. gk. gk bisa di bayangin deh.


Pikiran ara menjalar kemana-mana.


"nah kan jadi merah"gumam gua saat melihat pantulan bayangan gua di cermin, melihat kedua pipi gua.


Bodoh ah gua mau mandi, ah gk sabar buat keliling kota paris.


♡♡


20 menit kemudian....


Gua udah selesai mandi, dan memakai handuk gua langsung keluar dari kamar mandi.


"Alex kamu masih disitu"teriak gua kepala gua mendengok keluar, hanya kepala aja.


Sumpah walaupun gua udah nikah sama alex tapi gua belum terbiasa sama yang satu ini.


enggak ada sahutan, mungkin ke Kamar sahabatnya.


Gua langsung keluar berjalan pelan-pelan sambil melihat sekeliling.


"huuuufff aman"gumam gua enggak ketemu alex di ruang ini.


10 menit gua udah selesai ganti.


"hay sweety, udah selesai?"panggil seseorang dengan senyum sangat manis, namun senyum itu ada maknanya menurut gua, gua langsung balik kearah suara itu dan ya ketemulah alex dengan senyum penuh dengan makna itu dengan menongkak tagunya.


Pertanyaan gua sejak kapan alex disitu.


"Alex sejak kapan km disitu?"Tanya gua pelan sedangkan alex hanya senyum-senyum.


"Aleexxx aku nannya ih dijawab napa"teriak gua.


mungkin gua sama alex sedikit berjauhan Alex di pintu masuk dan gua di depan lemari yg masih megang handuk yang gua pake tadi.


Alex berjalan kearah gua, langka demi langkah namun senyumnya itu belum pudar dari wajahnya, ya walaupun senyumnya manis tapi gk biasanya dengan senyum yang selebar itu.


"sedari tadi kamu keluar dari kamar mandi"balas alex saat udah di depan gua.


gua Melotot gak percaya.


"APA... ja...j..jadi ka..kamu..."gugup gua namun alex masih saja ndengan senyumnya itu dan mengangguk.


"hmmm gua udah lihat"balas nya masih jail senyum super licik nya.


Gua langsung menutup wajah dengan handuk yang sedari tadi gua megang.


"kenapa,,,, malu hmm"tanyanya entahlah gua gk lihat wajahnya gua hanya dengar suaranya.


Namun pipi gua merona, panas,,, panas,, apakah ada air dingin buat naruh dipipi gua.


Berlahan gua rasa alex menarik handuk yang gua gunain nutup wajah, gua pertahannya kan handuk sedangkan alex terus menariknya.


"buka gk, kalau gk buat baby ni"ancamnya dan menarik handuk itu.


Gua langsung  meluknya menyembunyikan wajah merona gua.


"hahahaha"kekehnya membalas pelukan gua.


"kenapasih, kan aku suami kamu?"dengan nada menggoda.


"tapi kan aku malu"jawab gua mengeratkan pelukan, lebih tepatnya menyembunyikan wajah gua.


Siapapun tolongin gua saat ini.


"mam papiiiii Ara Malu"teriak batin gua


"ssssttt maaf aku cuman bohong, aku hargai privasi km sayang, dan aku tau kamu juga belum siap."jelasnya sambil melonggar pelukannya, Alex tersenyum lebar disana karena udah berhasil ngerjain gua.


"hey lihat aku, apa lantai lebih menarik dari suami kamu yang cogan ini hhmmm"katanya yang kini tangannya beralih ke bahu gua, gua langsung melihatnya yang masih dengan senyum sama seperti tadi


"jangan senyum kayak itu, senyum itu membuat aku malu"ucap gua membalas tatapannya.


"kamu menguji iman aku tau gk, kan udah aku bilang bohong, aku baru masuk, tadi aku mesan sarapan buat kita"jelasnya langsung buat gua senyum.


"aku gk kayak gitu ko, bebaran km baru masuk?"tanya gua masih gak percaya. alex langsung mengangguk dan mengacak lembut rambut basah gua.


"udah sana mandi ini udah pukul 7 km masih belum mandi, aku tungguin sarapan bareng ya"ucap gua mengalihkan percakapan ini.


"malu, gk mau"balas gua memang benaran malu.


"kenapa harus malu, kan udah sah"balasnya masih tersenyum.


"tapi..."


"yaudah maaf kalau aku buat kamu gak nyaman, tapi benaran deh aku tadi masuk udah lihat kamu selesai ganti, tapi ya ide jail itu muncul jdi sekalian aja ngerjain kamu"jelasnya dan minta maaf ke gua.


"mana morning kiss nya? kasih vitaminnya biar aku semangat"tagihnya lagi sambil memejamkan kedua matanya.


"kan tadi udah"balas gua.


"beda sayang, tadi kan aku yang ngasih morning kiss ke kamu, sekarang giliran istri aku"balasnya gak mau kalah.


"tapi tutup mata kamu"ucap gua lagi.


"dengan senang hati sayang"alex langsung merem.


Cup


Namun detik selanjunya alex menahan kepala gua, dan yah terjadilah alex dengan rakus memakan bibir gua, menjelang beberapa menit alex langsung menjauhkan wajahnya.


"makasih sayang"


Cup


Kecupan kening gua alex langsung masuk ke kamar mandi.


Gua langsung menarik nafas legah dan berjalan kearah kasur.


"Kamu tau, tadi kamu sangat seksi sayang"teriaknya saat menutup pintu kamar mandi.


Blush


"Aleeeexxxxx"teriak gua.


Danyang di teriakin hanya tertawa.


"yang lain mungkin masih tidur kali ya, tumben gk rebut"gumam gua.


"Sayanggg tadi aku udah mesan makan, km makan aja duluan gpp"teriak alex dari dalam kamar mandi.


Benar saja beberapa menu makan di atas meja ini.


"ah makan berdua lebih baik"gumam gua sambil menunggu alex selesai mandi.


_♡_♡


20 menit berlalu.....


Gua sibuk main sama ponsel gua.


"udah makan?"tanya alex saat keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya.


Gua menggeleng menjawab pertanyaannya.


"kenapa blm?"tanyanya mendekat kearah gua. gua was-was lihat dia yang senyum kayak gitu.


"nungguin kamu, gk enak kalau makan sendiri"jelas gua berusaha lihat kearah lain.


Cup


"ah manisnya istri aku"balasnya saat ngasih kecupan di kening gua.


"rambut kamu masih basah ih, kan jadi basah"keluh aku saat tetes air jatuh ke seprei, yang berasa dari rambut basah alex.


"baju kamu aku udah siapin tuh di sofa"tunjuk gua ke arah sofa.


"terimaksih"senyum manisnya gak lupa ngelup pipi gua.


Tak butuh waktu lama alex sudah selesai mengganti bajunya.


"sini aku yang keringin rambut km"aku mengambil alih handuk kecil yang dikepalanya.


Alex kini duduk di depannya makanan yang tadi dipesannya.


"kamu makan aja dulu aku keringin rambut"ucap gua sambil memegang hairdryer Alexpun memakan makanan.


"Aaaaaa"ucap alex sambil nyedorin sendok isi makanan di deoan gua.


"buka mulut kamu, aku suapin aja ya"lanjutnya gua langsung nerima suapan itu.


"Alex makan Ara juga harus Makan. suami makan istrinya juga makan"lanjutnya dengan senyum lembutnya.


"Aaaaa"suapan kedua.


"Udah dibiarin aja, duduk disini"ucap alex menarik gua duduk di pangkuannya.


"Aku duduk di kursi itu aja"tunjuk ke salah satu kursi yang kosong.


"Km lebih milik duduk di kursi dari pada sama aku"rajuknya buat gua terkekeh.


"Hey, km cemburu sama kursi benda mati itu"teriak gua gak percaya.


"Ya aku cemburu, maka dari itu duduklah yang manis dipangkuan aku"senyum manisnya.


"Aaaaaa"katanya seperti orang tua menyuapi anaknya.


Suapan ke 5 gua menggeleng.


"udah kenyang" tanya nya tersenyum.


"ini terakhir sayang Aaaa "lanjutnya dan gua nerima aja deh. suaoan terakhir.


"udah yuukk berangkat"ucapnya langsung berdiri dari tempat duduk.


"istrahat dulu bentar, Aku makeup dulu"balas gua, karena banaran kita baru selesai sarapan dan dia mau pergi.


bakalan sakit perut nantinya.


alex mengangguk dan krmbali sibuk sama ponselnya.


Ganteng.


Alex dengan setelan yang membuatnya ganteng.


10 menit gua dandan dan alex masih sibuk sama ponselnya, mungkin pekerjaannya yang sengaja ia tinggal.


"ayooo"ajak gua antusias dan mengaggandeng lengahnya. karena udah siap.


"Pake jaket aku tuh, di luar dingin sayang"balasnya menunjuk jaket tebal yg di atas kasur.


gua melangkah ambil dan pakai.


Gua sama alex langsung keluar dari kamar namun alex seperti mencari sesuatu.


Kalian pasti bertanya kenapa alex rnggak lagi protes dengan pakaian gua, ya karena ini.


Sedangkan rok dan celana gua yang pendek semuanya di rumah gua, saat gua mau bawa namun tidak di izinin olehnya


..


"kam...."gua bertanya namun mulut gua ditutup dengan tangannya.


"Ssstttt jangan berisik"bisiknya dan melepaskan tangannya.


"ada apa sih"Tanya gua dengan suara bisik juga sambil melihat sana sini tapi enggak ada siapapun.


"ayoo sayang"langsung menarik tangan gua pelan masuk kedalam Lift.


sebelum lif ketutup ada suara teriak.


"Aleeeexxx Curang lu ya"teriak seseorang, siapa lagi kalau bukan deva. raja usil.


"jadi tadi kamu mau sembunyi sama mereka"


"iya sayang, soalnya aku gk mau jalan sama setan-setan itu"balas alex buat gua ngakak.


"setan itupun sahabat kamu"balas gua. alex mengangguk.


"iya dan sahabat kamu juga"senyumnya buat gua ikut mengangguk mengiyakan.


"ah gk sabar buat keliling paris"batin gua.


"akhirnya kita bisa jalan berdua, Yeeyyy"teriaknya untung cuman berdua dalam lifnya.


Dan memeluk pinggang gua dengan posesif sehari tanpa pelukan mungkin pingsan kali ya... Hehehe.


★★★


Segitu aja dulu ya...


Gimana masih belum dapet sweet nya??😂😂😂


Jangan lupa Vote + Comentnya...


See You Guys...