
Hay guys...
Apa kabar
Akhirnya ada waktu luang untuk menulis lagi..
Tapi maaf ya hanya satu part aja..
Gk bisa nulis yg banyak
Capcusssssssss aja yuk
___
AuthorΒ POV
1
2
3
Suara alunan music.
ara berusaha mengatur penglihatannya, katena matanya masih buram efek ikatan kain tadi.
Ara mendongak melihat sekelilingnya.
Bukan musiknya yg membuat Ara syok.
Tetapi seseorang yg kini berdiri di panggung dan memainkan alat music sambil bernyanyi.
Bernyanyi dengan senyum lebarnya itu.
Dia?
Dia yang selama ini Ara rindukan.
Rindu apapun yang ada pada diri orang itu.
Yg kini telah duduk manis di panggung yang megah , dengan balutan pakaian yg begitu rapi dan eeerrr terlihat mahal.
Alex?
Ya dia Alex?
Menyanyikan lagu yang selama ini terjadi pada dirinya itu.
(Krispaty : Lihat Hatikku)
lagu yang Alex bawakan.
Cinta membuatnya merasa lebih dari apapun.
Tanpa sadar Ara menangis namun pandangannya tak sedikitpun mengalihkan dari pria yang di depan itu yg berjalan menuju tempat Ara berdiri.
senyumnya tak pernah hilang dari wajah tampan nya itu.
Senyum itu yang membuat Ara menyukainya senyum yg begitu tulus, senyum dan mata itu memancarkan ketulusan.
Ara baru menyadari itu setelah kejadian kemarin, ya Ara baru menyadarinya. Kenapa disaat dia memutuskan untuk menyerah cinta itu muncul, kenapa tidak awal saja.
Dan kini pria itu di depannya menyanyikan lagu khusus untuknya.
Apalagi yg diragukan untuk pria yg di depannya itu, pria ini melakukan segalanya buat Ara.
Apakah cintanya sebesar itu, hingga membuat kejutan yang sangat mewah ini.
Ara.
Ara tak hentinya meneteskan air mata, terharu itu yg dia rasakan.
Bukan.
Tapi rindu dan penyesalan yg ada di Hatinya itu bercampur menjadi satu.
Setelah lagu selesai Ara tak kunjung berhenti.
Alex maju dan memeluk yg ia sebut Gadisnya itu, Alex berharap dengan pelukan ini dia bisa membuat gadisnya itu tenang.
"Hei kenapa nangis hmm"tanya Alex yg masih memeluk gadisnya itu.
"Hey berhenti nangis okey, aku gk suka lihat Gadis Udangku ini nangis"sambung Alex dan melepaskan pelukannya dan beralih ke wajah gadisnya itu.
Mata sembab, dengan tatapan bersalah Alex menghapus air mata itu.
"Apakah seterharu atau sejahat itukah ngerjain dia" pikir Alex.
Alex masih setia menghapus air mata Ara, sedangkan gadis di depannya menatap Alex tanpa kedip tapi air matanya jatuh tanpa henti, entahlah kenapa dia terus menitihkan air matanya.
"Hey hey udah, lihat di samping kita banyak tamu yg datang sweety"bisik Alex sambil mengusap air mata Ara.
"Ka...Kam..Kamu"segukan Ara yang gk bisa harus ngomong apa.
"Yaaakkk, Lu buat gua takut hikz hikz"Teriak Ara karena benaran takut kalau diculik.
alex terkekeh.
"Sssttt udah senyum oke, hari ini km jangan banyak ngomong okey, dengerin apa yg aku ngomong, aku hanya butuh satu kata dari bibir kamu itu, iya buat aku, itu udah buat aku senang hmmm"ucap Alex lembut kepada ara, Ara mengangguk kepalanya tanda mengerti.
"Good girl baby"Alex mengacak lembut rambut ara.
.....
AraΒ POV
1
2
3
"***Happy birthday Ara"s***emuanya nyanyi lagu ulang tahun.
gua di buat kejut yg kedua kalinya, yg gua tau Alex hanya menyanyikan lagu buat gua tadi. tapi ternyata dia menyiapkan ulang tahunnya ini.
Kemana Alex? tapi tadi dia di samping gua kemana dia?.
Apakah ini hanya mimpi?.
Ini
Ini sangat mengagumkan.
Alex berjalan bukan hanya sendiri tetapi bersama sahabat guaRani, dan juga kedua orang tua gua.
apa ini mimpi?
Kalau mimpi gua mohon jangan bangunkan gua?.
ini mimpi yg sangat indah ya Allah.
Mereka terus berjalan menuju ke arahku, tak lupa dengan kue ultah yang begitu besar.
Ini sungguh indah ya Allah.
"Ayo berdoa dulu"ucap mereka setelah sampai di depan gua
Fuuuuiiii
Gua pun tiap lilin.
"Selamat ulang tahun sayang"ucap momi sambil memeluk gua. gua balas dengan pelukan erat.
"Hikz mami kapan kesini, hikz kenapa gak ngasih tau, kemarin mom bilang gk jadi datang"ucap gua yg masih segukan karena menangis, terserah kalian mau bilang gua apa, cengeng pun tak masalah.
"Oooo cup cup jangan nangis sayang inikan hari lahir kamu, harus happy dong"balas momy sambil menghapus air mata gua.
"Papi gak di sapa ni little baby Girl"goda papi dibelakang momy, Gua langsung meluk papi kesayangan gua.
"Piiiii hikz kangen"gua langsung meluk papi tercinta gua.
"Hmm benaran kangen sama papi nih, bukannya udah ada yg di kangenin"goda papi, ya gua senang kalau papi seperti ini suka menggoda anaknya.
"Benaran tau"jawab gua dan semakin erat memeluk papi, masa bodoh dengan tamu yg hadir hehe
"Udah udah, ada yg cemburu nanti"goda papi lagi sambil lepasin pelukan gua.
"Iiiss papi mah"aku langsung melepaskan pelukan papi.
"Hai happy birthday baby"ucap Rani sahabat gua, gua pura-pura kesal lihat dia. tapi gua langsung meluk dia.
"Thanks you sayang"ucap gua.
Cup
Melepas pelukannya Gua langsung mengecup pipinya, kapan lagi gua jailin dia.
"Iiissss Ara"geramnya, ya sahabat gua yg satu ini gak suka apabila Sabahat ceweknya mencium pipinya.
"Aku gk di peluk nih, atau gk cium gitu ke"ucap Alex yg masih berdiri di samping gua
"Padahal gua yg nyusun"lanjutnya sambil melihat isi acara ini.
"Gk, lu kan udah punya oacar juga"jawab gua dan di ikuti gelak tawa semua orang melihat wajah Alex yang sangat Cemberut.
"Dari mana kamu mendapatkan uang, kamu buat acara semewah ini Lex"tanya gua kw alex
alwx hanya mengangkat kedua bahunya tak acuh.
"gk ada cewek lain selain km"Balas Alex buat gua diam.
"Yang di kampus itu sebagian dari rencana, maaf udah buat kamu nangis"Pengakuan Alex semakin gua diam.
"Enggak. enggak ada ciuman disini, halalin dulu putri sya tuan"Ucap papi saat alex mau ngecuo kening gua, tangan papi udah di kening gua menghalangi kecupan alex.
"HAHAHAHAH"tawa semua orang termasuk gua.
"Cie yg senyum-senyum sendiri"goda rani saat sadar gua senyum.
Dan gua berpelukan dengan taman ku yg lain, teman kampus pun ikut hadir mengucapkan selamat ulang tahun ke gua
Acara yg begitu indah dan sangat lah mewah.
Tiba-tiba...
Semuanya....
G
E
L
A
P
"Mom, pi"panggil gua sambil menggapai apa yg gua jangkau samakedua tangan gua, tapi gk ada satu un yang bisa gua pegang.
"Raniii"panggil gua tapi gk ada sahutan dari mereka.
Sumpah ini horor banget, gua gk suka kegelapan gini.
Kenapa tidak ada seorangpun yg mendengar suara gua.
Apakah semua itu mimpi? kenapa mimpi seindah itu gk jadi kenyataan?.
"Lex... Aleexx, please jawab guaaaa"tangis gua lagi
Gua coba manggil orang-orang yang tadi bersama gua kenapa tidak ada seorangpun yang dengarrin suara gua
Tiba-tiba.......
γ
γ
*****
maaf pendek ya...
jangan lupa Vote + Coment πππππ
See You guys...........πππ