
Malam itu terasa lebih dingin dari hari kemarin. Suara binatang malam menjadi alunan indah disepinya malam. Setelah menjalani aktivitas seharian penuh, Myori terbaring di kasurnya, ia teringat dua malam yang lalu ketika bertemu pria itu untuk yang pertama kalinya. Entah kenapa, hatinya menjadi sering bergetar ketika mengingat hal itu. Lee? Ia adalah seorang model tampan yang ia kagumi di televisi. Dan ia baru saja bertemu dengannya. Meskipun pada saat bertemu, Myori tampak tak menyadarinya, bahwa Lee adalah model yang disukainya. Lee terlihat berbeda jika dilihat secara langsung. Lee lebih terlihat lelah dan letih. Makanya, ia tak menyadarinya. Lee terlihat cukup ramah saat itu. Dan Myori masih teringat dengan senyuman di balik keletihannya, senyuman yang indah. Myori, sudahlah! Lupakan hal itu! Myori berusaha menepisnya.
Wangi aroma terapi bunga lavender menyebar memenuhi kamar Myori. Aromanya membuat hati terasa nyaman. Myori menghirup aroma yang menyejukkan hati itu. Ia jadi teringat karangan murid-muridnya. Ya ampun! Ia belum membaca satu karya pun dari dua puluh tiga orang muridnya.
Myori segera membuka lemari kerjanya, dimana dia menyimpan semua karya murid-muridnya yang disatukan dalam satu map. Ia mengambil sebuah map merah, kemudian membukanya. Beberapa lembar kertas ia keluarkan. Kemudian dibacanya satu persatu.
Ada-ada saja karya anak-anak itu. Myori tampak asyik membacanya, sesekali ia tampak tertawa atau merasa kasihan. Tulisan-tulisan muridnya juga bermacam-macam,ada yang sudah tertata rapi, adapula yang berantakan, meskipun mereka semua sudah duduk di kelas 5 SD.
Kemudian, ada satu kertas kusut yang di dalamnya termuat tulisan yang singkat. Ya, ini memang milik Ryu, anak yang selalu tampak sedih akhir-akhir ini. Myori tampak mulai membacanya.
Aku ingin bertemu dengannya...
Andai saja, umma mengajakku, aku mungkin tak akan kesepian di liburan musim panas ini. Kak Lee sepertinya sudah tidak sayang padaku lagi. Ia jarang berbicara padaku atau pun bercerita sebelum tidur. Aku ingin seperti dulu, ketika umma dan appa masih ada. Aku masih ingat waktu itu kita pergi berlibur ke pantai bersama. Andai saja umma dan appa masih ada, pasti aku tidak seperti ini. Aku hanya berharap, aku bisa bersama kak Lee terus, aku percaya kakak selalu sayang padaku. Tapi aku sedih, karena aku selalu sendiri...
Myori terkejut dengan tulisan Ryu, yang isinya jauh sekali dari apa yang ia perintahkan. Ternyata Ryu sangat merasa kesepian, kasihan sekali! Ia pasti terus memendam perasaannya itu, sehingga ia tak tahu harus menuliskan apa, hanya perasaan itu yang terus berada di dalam pikirannya. Malang sekali nasib Ryu.
***