Two Sides Of Love

Two Sides Of Love
Part 5



Suasana makan malam terasa hangat dengan cerita-cerita Ryu, baik pada kakaknya maupun pada gurunya. Namun tetap terlihat pula suasana yang kaku antara Lee dan Myori. Maklum saja keduanya baru bertemu dan umur di antara mereka tidak jauh berbeda. Ternyata tebakan Myori salah, Lee lebih tua dua tahun daripada Myori. Dan Myori juga telah ingat dimana ia pernah melihat wajah Lee. Myori pernah melihat Lee di iklan televisi. Lee memang membintangi beberapa produk iklan, seperti produk fashion, shampoo, dan juga motor. Ia juga menjadi model di beberapa majalah terkenal di Jepang. Myori baru tahu ternyata kakak muridnya ini adalah seorang model yang cukup terkenal.


Bahkan ia pernah membaca sebuah berita di majalah, kalau tak lama ini Lee mulai merambah ke dunia tarik suara. Lee memang sedang mencoba keuntungannya di dunia tarik suara, hal ini akan membuatnya semakin terkenal. Buktinya keterlambatan hari ini pun, karena ia mempunyai jadwal tambahan untuk rekaman dan latihan vocal.


             Makan malam akhirnya telah selesai. Myori pun mengucapkan terima kasih banyak pada Ryu, Lee dan juga Tanabe yang telah mengundangnya makan malam. Ia pun berpamitan pada keluarga Choi untuk pulang karena hari telah malam. Waktu telah menunjukkan pukul 8.15 malam waktu Tokyo.


             “Terima kasih atas undangan makan malam kalian. Aku harus pulang, karena masih ada yang harus kukerjakan malam ini! Terima kasih Ryu! Kau harus tidur cepat setelah ini, jadi besok kamu tak akan terlambat lagi!”


             “Ya, bu guru!” jawab Ryu.


             “Hari sudah malam, mungkin jika Anda tak keberatan aku akan mengantarkanmu pulang!” kata Lee menawari.


             “Terimakasih Tuan Choi, tapi Anda sebaiknya istirahat, karena saya tahu Anda kerja dengan keras sekali! Kereta masih beroperasi pada jam-jam seperti ini. “


             “Baiklah kalau begitu. Oh ya, panggil saja aku Lee.”


             “Terima kasih Lee. Baiklah, aku pulang dulu. Terima kasih atas semuanya. Sampai bertemu besok Ryu!”


             “Terima kasih juga, Myori!”


             Lee dan Ryu mengantarkan Myori hingga teras depan rumah mereka.


             “Sayonara!” kata Ryu sambil melambaikan tangannya.


             Myori menaiki kereta seorang diri. Di dalam kereta hanya terdapat beberapa orang, ada sepasang ibu dan anak kecil yang sedang tertidur, ada pula tiga orang pria yang menjinjing tasnya masih terjaga. Kemudian ada seorang wanita yang tampak ketakutan, duduk di samping pintu. Jantung Myori berdetak kencang, hatinya was-was. Namun tak lama kemudian ia tiba di stasiun Shinagawa. Ia masih harus menaiki sebuah bus dan berjalan sedikit untuk menuju rumahnya.


             “Aku pulang!!!” kata Myori ketika membuka pintu rumahnya. Ia menyimpan sepatunya di rak dan mengunci pintu rumahnya. Tak ada satu pun yang menjawab kedatangannya. Mungkin sudah tidur semua. Myori berjalan menuju ruangan tempat berkumpul keluarga, tak ada siapa pun disana. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Keiko, ibu Myori keluar dari kamarnya.


             “Okkasan belum tidur?” tanya Myori melihat ibunya keluar dari kamarnya.


             “Aku menunggumu di kamar. Darimana saja kamu, Myori? Malam-malam begini baru pulang!”


             “Gomenasai, tadi aku mengantarkan satu muridku pulang ke rumahnya, karena dia terlihat sedih dan sendirian. Kemudian dia mengajakku makan malam dulu sebelum aku pulang!”


             “Ya sudahlah, yang penting kau baik-baik saja! Sudah sana pergi ke kamarmu!”


             “Oyasumi nasai!” kata Myori mengucapkan selamat tidur pada ibunya.


             Myori menuju kamarnya di lantai dua. Kemudian ia menyalakan lampu kamarnya yang masih padam, meletakkan map dan tasnya di atas meja tulisnya. Ia berencana akan memeriksa tugas karangan murid-muridnya setelah membersihkan diri.


             Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi untuk membersihkan badannya, Myori pergi ke dapur untuk membuat secangkir latte panas untuk menemaninya menyelesaikan pekerjaannya. Tetapi ternyata setelah mandi membuat badannya terasa sangat lelah dan mengantuk. Ia pun tertidur di kasurnya sementara lattenya terabaikan di atas mejanya.


***