Two Sides Of Love

Two Sides Of Love
Part 31



Musim panas tahun itu adalah musim panas terindah bagi sepasang pengantin baru, Myori dan Kazuo. Rencananya, pengantin baru itu akan mengadakan bulan madu di Jeju Island, sebuah pulau indah di Korea Selatan. Hanya saja, karena Kazuo juga membuka usaha bisnisnya di Seoul, mereka akan mampir dulu di Seoul.


             Siang itu, Myori berada seorang diri di dalam apartemennya selama Kazuo di kantornya. Tadinya, ia berencana akan memasakkan sesuatu untuk Kazuo, tetapi ternyata tubuhnya terlalu lemas untuk berjalan keluar apartemen untuk berbelanja. Jadi ia hanya akan memesan beberapa menu makanan dari restauran yang ada di lantai bawah apartemen untuk makan malamnya. Karena tak ada aktivitas, Myori hanya mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa sambil menonton televisi.


             Myori memindahkan beberapa chanel TV Korea melalui remote di tangannya. Perhatiannya terhenti pada sebuah serial drama Korea. Entah mengapa biasanya ia akan cepat-cepat memindahkannya, tapi setelah menonton selama kurang lebih 10 menit, ia merasa drama itu menarik. Akan tetapi tiba-tiba saja, Lee muncul dalam drama itu. Myori tak memindahkannya, ia tetap menontonnya meskipun hatinya bergetar. Ia ingin sekali melihat akting Lee di televisi. Setelah meneruskan acara itu selama dua jam lebih, ternyata ia tetap merasa ketertarikan dengan drama itu, meskipun beberapa kali Lee beradegan mesra dengan wanita lawan mainnya. Ia mengakui Lee berakting sangat baik.


             Pada awalnya, Myori merasa cemburu dan kesal. Tapi ia menyadari, ia tak bisa mencintainya lagi karena sekarang ada Kazuo di sampingnya. Jadi ia bisa menahan rasa itu di dalam hatinya, meskipun ia tak bisa menyangkal dari perasaannya bahwa ia masih menyukai Lee.  Ia akan berusaha menghilangkan perasaan pada Lee dan memberikannya pada Kazuo.


             Tak lama kemudian, Kazuo tiba dari kantornya.


             “Aku pulang!”


             “Hai, kau sudah pulang?” sapa Myori sambil menghampiri suaminya itu. Kazuo memberikan kecupan di pipi kanan Myori.


             “Ya, aku sengaja pulang lebih cepat. Kau sudah agak baikan sekarang?”


             “Ya begitulah. Aku harus meminum vitaminku lagi. Mudah-mudahan besok sudah fit!”


             “Kau harus segera sembuh! Karena besok kita akan pergi ke Jeju Island.” Kata Kazuo sambil menunjukkan 2 tiket liburan ke Pulau Jeju.


             Myori terkejut gembira. “Memangnya kerjaanmu sudah selesai disini?”


             “Ya, aku beruntung, tadi semuanya sudah selesai. Kontrak kerja sama dengan perusahaan asing sudah selesai, kami tinggal mencari seorang model untuk memasarkan produk ini di Korea dan Jepang.”


             “Hmm... kau beruntung, oppa!”


             “Oh ya, aku juga bawa makanan enak untuk istriku yang sedang sakit ini!”


             “Ah kau berlebihan, aku kan hanya lemas saja.”


             “Aku bawakan masakan khas Jepang, semoga homesick-mu sembuh ya?”


             Myori tertawa. “Gamsa hamnida!”


             “Yuk, kita makan sekarang!” ajak Kazuo. Myori mengangguk semangat.


***


             Lembayung senja keoranye-oranyean di langit terlihat indah sekali. Burung-burung camar berterbangan di atas ombak yang tak lelah untuk berkejar-kejaran. Angin sore berhembus menerpa benda-benda yang datang menghadangnya, namun tetap lembut membelai wajah ketulusan Myori yang sore itu tampak berdiri sendiri di pantai Jungmun, pulau Jeju. Kazuo memandangi istrinya itu dari jauh, ia tersenyum.


             “Suasana ini terlalu indah untuk dinikmati seorang diri!” kata Kazuo yang kali ini sudah berada di samping Myori.


             “Temani aku!” jawab Kazuo lantang.


             Myori tertawa. “Aku tidak mau!” teriak Myori sambil berlari meninggalkan Kazuo.


             Kazuo berusaha mengejar Myori dan menangkapnya, sungguh pasangan yang bahagia. Meskipun terlihat seperti itu, jauh di lubuk hati Myori terdalam, diam-diam ia masih merindukan sosok Lee. Hanya saja, ia tak mau memelihara perasaan itu lebih jauh. Kazuo berhasil menangkap tubuh Myori dalam pelukannya yang kokoh. Myori tak dapat menghindarinya, hanya tawa saja yang bisa ia lepaskan, hingga keduanya terhempas jatuh di atas pasir yang terguyur ombak.


             Kemudian, keduanya berjalan menelusuri pantai yang tak terlalu ramai oleh pengunjung. Biasanya pantai Jungmun akan dipenuhi pengunjung jika musim liburan tiba. Mereka beruntung dapat menikmati suasana indahnya Pantai Jungmun yang sedang sepi. Hanya saja, terlihat oleh mereka kerumunan orang selagi mereka berjalan-jalan. Tampaknya sedang ada pengambilan video shooting, kamera video berada dimana-mana. Kazuo mengajak Myori untuk melihat proses pembuatan video klip yang diambil di atas sebuah perahu kayu kecil. Kazuo terlihat sangat tertarik dengan sang model yang sedang bernyanyi itu.


             “Hey, sepertinya aku pernah melihatnya di TV sewaktu kita makan malam bersama di rumahmu!” kata Kazuo.


             “Benarkah?” tanya Myori penasaran sambil berjalan mendekati kerumunan beberapa kru kamera.


             Myori terkejut ketika mengetahui yang sedang melakukan video shooting adalah Lee. Kazuo ternyata benar. Lee tampak menghayati pembuatan video klipnya itu. Ia beradegan mesra dengan seorang model wanita cantik yang membuat Myori sedikit cemburu. Beberapa kali sang sutradara memotong adegan itu, lalu menyuruh Lee untuk kembali melakukannya karena terlihat Lee tampak kaku ketika berdekatan dengan sang model. Lee tampaknya mencoba fokus untuk membuat dirinya nyaman beradegan dengan wanita itu sambil menyanyikan lagunya.


             Kazuo sepertinya menikmati proses pembuatan video klip itu. Myori mengajaknya untuk pergi dari lokasi itu, tapi Kazuo tetap tak bergeming.


             “Oppa! Ayo kita pergi!”


             “Tunggu sebentar saja! Aku ingin bertanya dulu!”


             Myori pergi dari sisi Kazuo lalu duduk di salah satu batu karang besar yang ada di pantai. Namun ia tetap memperhatikan Lee. Kau sungguh beruntung, Lee! Banyak wanita cantik yang mengelilingimu. Aku sungguh tidak pantas untukmu!


             Mata Myori tetap tertuju pada Lee. Ada sebuah kilatan tajam pada pandangannya kali ini, sebuah getaran hebat yang membuat jantungnya seakan meledak. Lee tak sengaja melihat kepadanya, pandangan mereka bertemu. Sang sutradara menghentikan kembali adegan yang sudah diulang beberapa kali itu. Sedangkan mata Lee tetap tertuju pada Myori, yang kini tengah berjalan di antara kerumunan orang-orang yang melihat proses pengambilan gambar itu. Ia tampak mencari-cari sosok wanita yang dicintainya itu. Lee menemukannya, hanya saja terlihat olehnya Myori tampak menarik lengan seorang pria tampan di sebelahnya. Mereka berlari dan menjauh dari kerumunan orang. Lee menghela nafas.


             “Lee!!! Kau kenapa sih hari ini?” bentak sutradara.


             “Maafkan aku, paman! Aku akan coba lagi!” katanya, dengan nada kecewa dalam hati. Ia berharap wanita yang dilihatnya itu bukanlah Myori. Lee melanjutkan kembali aktingnya dan berusaha fokus.


             Di sisi lain, Kazuo tampak dibingungkan oleh tingkah Myori yang mengajaknya kembali ke resort yang mereka tempati.


“Myori, berhenti! Apa yang terjadi?”


Myori melepaskan genggamannya dari tangan Kazuo. Ia tertunduk tanpa menjawab pertanyaan Kazuo.


“Ada apa, Myori?” tanya Kazuo heran.


Myori tiba-tiba saja memeluk Kazuo, tetap tanpa sepatah kata pun. Kazuo menjadi bingung dibuatnya, tapi pelukan Myori membuat tanda tanya di kepalanya itu luluh seketika, ia membalas pelukan itu. Mungkin Myori hanya merasa kelelahan saja, mengingat kondisi tubuhnya yang belum fit benar. Kazuo pun mengajak Myori kembali ke resort. Ia menawarkan punggungnya agar Myori bisa digendongnya. Myori pun tersenyum malu, namun akhirnya ia mau untuk dibawa Kazuo di atas punggungnya. Ia merangkul erat Kazuo dan menyandarkan kepala di pundak Kazuo. Di dalam pikirannya, Lee yang baru saja dilihatnya masih menjadi bayang-bayangnya, akan tetapi Kazuo harus menjadi perhatiannya saat ini. Aku janji akan mencintaimu, oppa!


***