Two Sides Of Love

Two Sides Of Love
Part 37



Pagi itu, Myori sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya yang kemarin baru saja pulang. Sebangunnya dari tidur, ia langsung pergi menuju dapur untuk memasak masakan kesukaan suaminya. Meskipun ada pembantu yang biasanya menyiapkan sarapan untuk pasangan suami istri itu, hanya saja Myori ingin memberikan sesuatu yang special untuk suami yang dicintainya. Sementara Myori di dapur, Kazuo, yang masih berbaring di kasur, membuka matanya dan menyibakkan selimut dari badannya. Matanya berkeliaran mencari sesuatu yang tak dilihatnya, Ia pun pergi keluar menuju dapur, karena kakinya seolah diperintahkan untuk melangkah ke sana.


Kazuo menemukan sesuatu yang dicarinya. Ya, ia melihat istrinya tengah sibuk memasak nasi kari dan tempura kesukaannya. Ia tersenyum melihat istrinya yang jago memasak. Ia pun berjalan mendekati Myori yang terlalu fokus pada masakannya. Myori tidak menyadari keberadaan Kazuo di belakangnya. Ia terkejut ketika sebuah rangkulan hangat terasa di tubuhnya dari belakang.


“Hey, kau mengagetkanku saja!”


“Hmm....biarkan saja!” kata Kazuo yang masih terus merangkul Myori. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Myori sambil memegang perut Myori yang sudah besar. Kazuo terlihat tampak manja sekali pagi itu.


“Heeey... kau duduk saja di sana. Nanti masakanku jadi gagal!” kata Myori.


“Tidak mau! Aku mau lihat istriku memasak!” kata Kazuo masih dengan posisi sama, ia belum melepaskan Myori dari rangkulannya.


“Ayolah, suamiku yang tampan dan baik hatinya. Nanti masakanku bisa gosong, dan kau tak bisa memakan masakan kesukaanmu ini!” bujuk Myori.


Akhirnya Kazuo mengalah. Ia duduk di sebuah kursi bar sambil memperhatikan istrinya yang sekarang sedang menuangkan masakannya di atas piring.


“Masakan sudah siap!” kata Myori riang. Ia menyajikannya di atas meja makan. Semuanya telah siap. Keduanya menikmati hidangan sederhana yang tersaji, namun terasa nikmat sekali. Apalagi rasa masakan Myori begitu lezat karena dibuat dengan resep rahasia cintanya pada suami. Suasana pagi itu terasa hangat dan menyenangkan bagi keduanya yang masih sedang melepas rindu.


***


Senja telah datang di langit Eropa. Sinar lembayung terlihat indah menghiasi langit. Angin semilirnya membawa kenyamanan tersendiri di musim semi kali ini. Burung-burung berterbangan seolah mengikuti kemana angin pergi. Suasana senja kali itu terasa indah namun ada sesuatu yang tampak tersembunyi. Matahari terlalu cepat tenggelam meninggalkan sapuan oranye di langit, ia pergi tanpa pamit, bersembunyi di balik awan-awan tipis yang menghalanginya. Namun tetap saja langit terlihat begitu indah.


Ponsel milik Kazuo berdering senja kala itu. Myori tampak heran, ia memperhatikan layar ponsel milik suaminya itu.


“Ya, halo selamat sore?”


“Tunggu sebentar!” Myori memberikan ponsel itu pada Kazuo yang baru saja selesai mandi.


“Ya, saya disini! Ada apa Albert?”


“Maaf Tuan, saya mengganggu. Tapi ada berita penting!”


Kazuo mengernyit. “Berita apa itu?”


“Anda harus ke kantor sekarang juga. Ada pihak sponsor yang ingin membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita. Sekarang, mereka sudah berada di sini untuk membatalkan kesepakatan dengan kita. Mereka ingin masalah ini selesai malam ini juga.”


“Hah?! Apa?!! Ia tidak bisa sembarangan begitu saja membatalkan kerja sama yang sudah disepakati!”


“Ya, Tuan! Tapi mereka mengatakan jika perusahaan kita tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar, kita harus membatalkan kesepakatan itu.”


“Baiklah! Aku akan segera ke kantor sekarang juga!”


“Terima kasih, Tuan!”


“Oke!”


TUUUUT.....