
Hari itu hari Minggu, Ai kembali menjadi penguasa televisi di rumah. Seperti biasa, ia akan memindahkan chanel tv melalui remote di tangannya.
“Tidak ada yang seru nih!” katanya.
“Sudah! Pindahkan pada acara olahraga, tuh lihat ada acara sumo!” kata Ayah.
“Ah, Ayah payah!”
Ai memilih sebuah acara infotainment untuk ditontonnya. Seketika itu, ayah langsung pergi sambil membawa korannya.
“Selamat pagi pemirsa! Bertemu lagi dalam acara Japan Infotainment. Berita kali ini datang dari artis yang sedang naik daun, Choi Leejoon. Artis Jepang berdarah Korea ini telah berhasil memerankan sejumlah peran di dalam drama pendek yang akan tampil di Jepang dan Korea. Tampaknya, karirnya akan semakin naik. Mari kita berbincang sebentar dengannya melalui Skype yang sudah terhubung dengannya.”
“Halo, selamat pagi Leejoon! Apa kabar?”
“Selamat pagi. Ya, saya sangat baik, terima kasih!”
“Kami ingin berbincang dengan Anda sebentar saja!”
“Ya, silakan!”
“Kami mendengar bahwa Anda sedang memerankan sebuah tokoh di serial drama perdana Anda, benarkah itu?”
“Ya itu benar. Kami sedang melangsungkan syuting di Korea saat ini.”
“Promo album masih terus berjalan. Karir menyanyi saya tidak terganggu, kebetulan serial drama ini juga menggunakan seluruh lagu-lagu dalam album saya, sehingga promo album akan terus berjalan seiring dengan tayangnya serial drama ini.”
“Wah, Anda sangat beruntung, Leejoon! Oh ya kami ingin menanyakan suatu hal. Apakah gosip hubungan Anda dengan lawan main Anda di drama itu, Jung Seohyun, benar adanya?”
“Haha, entahlah! Kita lihat saja nanti!”
“Berarti, kemungkinan hubungan Anda akan berkembang?”
“Saya masih akan fokus pada karir saya, sehingga saya kurang memfokuskan hubungan pribadi saya dengan yang lain. Karir saya baru saja menanjak, saya tidak ingin menyia-nyiakannya dengan hal-hal yang membutuhkan waktu yang panjang untuk dipikirkan seperti pasangan hidup.”
“Baiklah, terima kasih telah berbincang-bincang dengan kami. Semoga karir Anda sukses!”
“Terima kasih.”
“Itulah perbincangan kami dengan artis Choi Leejoon. Karirnya yang sedang menanjak tentu tak akan ia sia-siakan begitu saja. Keputusannya memang tepat. Mari kita doakan Leejoon agar menjadi artis yang sukses membawa Jepang dan Korea ke dunia Internasional. Tunggu berita kami yang lainnya, sesaat lagi!”
Myori terpaku ketika ia tak sengaja melihat berita infotainment tersebut. Pernyataan terakhir dari Lee membuatnya terluka dan sekaligus membuatnya berpikir, apakah Lee hanya ingin memainkan perasaaan dirinya saja? Myori kembali ke kamarnya, ia termenung lama sekali.
Myori merasa Lee telah mempermainkan perasaannya, ia teringat ketika Lee memintanya untuk menyimpan luka itu untuk dapat Lee sembuhkan suatu hari nanti. Apakah ia tega dengan terus membuat hati Myori terluka, padahal di sisi lain Lee bisa menjalani hidup sebagai artis dengan kemewahan dan dipenuhi banyak orang yang mencintainya, sedangkan Myori harus menunggu dalam ketidakpastian akan kedatangan Lee dalam hidupnya. Apakah seperti itukah yang dinamakan cinta? Mungkin kali ini saatnya luka itu ditutup.
***