
Pada musim semi yang indah, Lee benar-benar memutuskan untuk berhenti dari karirnya. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan final Lee ini tentunya. Tetapi Lee sudah teguh pada pendiriannya. Lee menggelar konferensi pers untuk menjelaskan alasan mengapa ia mundur dari dunia entertainment secepat itu. Beberapa wartawan dan penggemarnya kecewa dengan alasan Lee yang menurutnya tak masuk akal itu. Namun meskipun begitu, mereka tetap menghargai keputusan Lee.
Akhirnya, Lee resmi menjadi orang biasa yang kembali menjalani kehidupan sehari-harinya. Ia merasa lega, masalah keluarga yang selama ini dihadapinya telah selesai, begitu pula dengan karir yang mengorbankan banyak pihak yang terluka. Ia hanya bisa berharap semuanya bisa berjalan lancar, apa-apa yang sudah ia rencanakan dapat berjalan. Ia berencana akan merancang sebuah rumah bergaya modern untuk Kazuo, Myori, dan anaknya. Ia sudah berjanji pada sahabatnya itu. Ia sudah mentekadkan diri untuk mundur dan berusaha melepaskan Myori untuk Kazuo. Ia akan belajar untuk membuka hati bagi wanita lain. Ya, ia sudah siap akan hal itu, meskipun sangat sulit baginya.
***
Kazuo baru saja kembali dari Seoul setelah berhasil mengontrak seorang model pengganti Lee. Ia tersenyum melihat istrinya yang berdiri menunggu kedatangannya di bandara. Padahal ia sudah melarangnya untuk tidak menjemputnya di bandara. Namun ia tak bisa mengalahkan rasa rindu istrinya itu. Senyumnya semakin lebar ketika menemukan ekspresi kesal sang istri yang justru terlihat sangat cantik. Kazuo memeluk dan menciumi istrinya itu, ia berusaha menghangatkan perasaan rindu Myori pada dirinya. Raut wajah kesal tercampur rindu masih terpampang jelas di wajah Myori.
“Hey, kau terlihat jelek kalau cemberut seperti itu!” goda Kazuo pada istrinya.
“Biar saja! Aku kesal padamu!”
“Cup cup, sudah sudah! Aku sudah berada di sampingmu sekarang.” Kata Kazuo berusaha menenangkan istrinya itu.
“Kau tak boleh pergi lagi ya?” pinta Myori sambil merangkul lengan Kazuo.
Kazuo mengangguk mantap. “Kita pulang sekarang?”
“Hmm... baiklah!”
Myori tersenyum bahagia. “Oh ya, mana oleh-olehku?” tanya Myori sebelum keduanya pergi.
“Ahh iya! Ini dia! Ini ada oleh-oleh buatmu dari Lee, kau suka?”
“Wah, terima kasih banyak, Lee! Senangnya!”
“Dia sangat tahu kesukaanmu ya?”
“Tentu saja, aku kan penggemarnya!” jawab Myori polos. “Ayo kita berangkat!” ajak Myori sambil menggandeng lengan suaminya.
Mereka pun berangkat menuju salah satu pusat perbelanjaan di Paris untuk membelikan sebuah boneka lebah pada si bayi yang akan lahir sebentar lagi. Padahal kamar bayi yang dipersiapkan sudah dipenuhi oleh berbagai macam mainan dan boneka, tetapi Myori sangat ingin menyambut bayi pertamanya itu dengan istimewa. Ya, kelahiran anak pertama selalu menjadi yang istimewa bagi orang tua.
***