Two Sides Of Love

Two Sides Of Love
Part 51



“Baiklah, jika kau memaksa! Huff...!” Lee kembali menghela nafasnya. “Aku memikirkan masa depanku dengan wanita itu. Aku melihatnya dengan jelas melalui matanya, tetapi aku masih ragu. Apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk memintanya?”


             Hati Myori berdesir. Ia teringat perkataan Kazuo beberapa menit sebelum melamarnya saat itu di kapal pesiar. Ia terjebak pada perkataan Kazuo. Apakah Lee juga seperti itu? Ataukah, wanita yang ia maksud adalah wanita lain yang Lee kagumi.


             “Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Myori.


             “Aku tidak tahu.”


             Keduanya terdiam lama sekali.


             “Lee, bolehkah aku bertanya sesuatu?” pertanyaan Myori memecah kesunyian malam itu.


Lee mengangguk. “Lee..., aku tahu kalau kau dan Kazuo adalah partner kerja, tapi apakah kalian memang benar-benar berteman lebih sekedar dari teman kerja? Kazuo tak pernah bercerita padaku kalau kalian memiliki keakraban.”


             Lee terhenyak dengan jawabannya sendiri. Ia memejamkan matanya. Pandangan Myori lurus pada bayangan sinar bulan purnama yang terpantul di kolam. Hatinya yang dulu terluka kini terasa kembali, seolah minta disembuhkan oleh sang pembuat luka.


             “Apakah kau masih ingat, dulu aku memiliki utang padamu?” tanya Lee pada Myori. Myori diam.


             “Apakah kau ingat malam itu, kau merasa ketenangan tapi kau juga merasa gugup? Apakah kau merasakannya malam ini? Aku merasakan perasaan itu malam ini ketika bersamamu.”


             Myori tetap dalam diam, ia dapat merasakan jantungnya yang berdetak sangat kencang, merasakan kegugupan yang ia rasakan lima tahun yang lalu. Tetapi ia tak mau menjawab pertanyaan Lee.


             “Apakah kau masih ingat dengan janjiku untuk menyembuhkan luka yang kubuat pada hatimu malam itu? Apakah kau mengingatnya, Myori?”


             Mata Myori berkaca-kaca. Hati yang terluka itu sangat terasa sakit sekali malam ini.