
Suasana sudah kembali normal. Semua guru telah pulang, begitu pula dengan Myori. Tetapi tidak dengan Ryu. Ryu tidak pulang ke rumahnya, ia akan pulang ke rumah Myori untuk memperbaiki bukunya yang rusak.
Untungnya saja, Lee mengizinkan Ryu untuk menginap di rumah Myori. Lee mempercayakan Ryu sepenuhnya pada Myori untuk dua hari selama liburan akhir pekan. Malam sepulang sekolah, Ryu menceritakan semua kejadian yang menimpanya siang itu.
Setelah mendapati kenyataan bahwa buku kesayangannya rusak, bel masuk berbunyi, sambil menangis, Ryu berlari menuju ruangan kesenian untuk mencari perekat untuk bisa memperbaiki bukunya itu. Tetapi di ruangan itu, ia tidak menemukan apa-apa untuk memperbaiki bukunya. Karena disana hanya ada lukisan dan peralatan melukis lainnya. Ia tidak tahu kalau ruangan itu bukan ruangan kesenian untuk murid, ruangan itu telah berubah menjadi gudang. Tak disangka, ruangan itu terkunci begitu saja dari luar. Karena kelelahan berteriak dan menangis, ia tertidur di dalam ruangan itu. Hingga akhirnya, guru-guru menemukannya. Ryu juga menceritakan kejadian sebenarnya di taman siang itu.
Malam terus berlalu, Myori pun ikut tertidur di samping Ryu. Semoga hari itu menjadi hari terakhir bagi Ryu untuk menangis. Semoga hanya ada senyuman dan tawa setelah hari itu. Hingga tak ada lagi tangis yang terurai dari mata Ryu.
***