
Siang itu, Myori mengajak suaminya makan siang di restauran resort itu, seperti yang telah ia janjikan pada Lee. Myori terkejut ternyata Lee sudah berada di sana lebih dulu. Ia sedang bernyanyi menghibur para pengunjung resort yang sedang menikmati makan siang. Lee menatap Myori, memperhatikan dimana ia dan suaminya duduk. Ternyata Myori memilih sebuah meja yang tak jauh dengan dimana Lee berdiri.
“Selamat siang semuanya. Sungguh beruntung sekali kita semua berada di sini siang ini. Mengapa? Karena seorang artis yang baru saja naik daun kini sedang berada di sini dan menghibur kita semua. Inilah dia Choi Leejoon!” kata sang pembawa acara.
Para pengujung bersorak sorai, termasuk Kazuo.
“Selamat siang semuanya, saya Choi Leejoon. Siang ini saya berkesempatan untuk menghibur Anda semua. Saya akan memberi sebuah kejutan di akhir lagu ini yaitu saya akan mengunjungi salah satu meja di antara meja-meja dimana Anda duduk. Anda bisa berkesempatan untuk makan siang bersama saya siang ini. Pihak dari resort ini yang akan mengundi nomor meja Anda secara acak. Dan yang beruntung, semua makanan yang Anda pesan, gratis!”
Semua bersorak sorai lebih ramai, terutama pengunjung wanita-wanita muda yang berharap mendapatkan keberuntungan. Namun, Lee sudah menyusun rencana, ia bekerja sama dengan pihak resort agar ia bisa duduk dan makan siang dengan Myori dan suaminya itu. Sungguh rencana yang licik tapi cerdas. Lee menyanyikan sebuah lagu dari boyband Korea yang terkenal. Ia akan menyanyikan lagu Doushite siang itu.
Sementara itu, Myori sudah menduga bahwa Lee pasti akan mendatangi mejanya dengan cara itu. Sambil menunggu pesanannya datang, ia menonton pertunjukkan Lee dengan seksama untuk yang pertama kali. Begitu pula dengan Kazuo yang tampak antusias menonton Lee.
“Aku berharap nomor meja kita yang keluar!” kata Kazuo.
Myori tampak heran. “Mengapa?”
“Aku ingin sekali berbicara dengannya. Kau tahu kan, perusahaan kita sedang membutuhkan model. Aku yakin dengan mengontraknya selama 2 tahun saja, produk kita akan laris di pasaran!”
Myori terkejut, tapi akhirnya Myori mengerti maksud Kazuo mengapa ia sangat ingin berbicara dengan pihak manajemen Lee. Hanya saja Myori kuran suka dengan rencana Kazuo.
Lee tengah menyanyikan lagu Doushite dengan perasaan mendalam. Ia sangat mengerti maksud lagu itu yang sesuai dengan apa yang ia rasakan sekarang. Ia kehilangan wanita yang dicintainya yang menikahi orang lain. Hanya Myori saja yang dapat mengerti apa yang Lee rasakan dengan mewakilinya melalui lagu itu. Myori juga menyadari perasaan Lee yang sedang terluka dari lagu itu. Lee tampak memandang matanya, mereka saling bertatapan meskipun berjauhan. Suara Lee memang indah, apalagi ia memang menyanyikan lagu itu dari dalam hatinya.
Semuanya bertepuk tangan setelah Lee menyelesaikan lagu itu. Kali ini adalah giliran yang ditunggu oleh para pengunjung wanita. Nomor meja yang mereka tempati akan diundi oleh pihak resort. Semuanya menunggu dengan harap-harap cemas, berharap agar meja mereka yang akan didatangi oleh Lee. Lee membuka kertas kecil yang tergulung yang sudah dikocok oleh pihak resort.
“Nomor yang beruntung adalah.....nomor...., 7!”
Para pengunjung melihat nomor mejanya masing-masing, namun bukan mereka yang beruntung. Tentu saja, meja Myori yang beruntung, karena hal ini sudah direncanakan. Myori tertawa sambil bertepuk tangan. Kazuo sangat senang sekali, akhirnya ia bisa berkenalan dengan Lee untuk merealisasikan rencananya. Lee menghampiri meja pasangan suami istri itu ditemani oleh pembawa acara.
“Ya..! Inilah meja yang beruntung! Mari kita tanya dulu siapa mereka ini. Selamat siang tuan, nyonya, bolehkah kami berkenalan dengan Anda sebentar. Siapa nama Anda dan darimana Anda?”
“Saya Kazuo Han, dari Tokyo! Dan ini istri saya, Myori Han! Kami pengantin baru yang sedang berbulan madu di sini, hehe!” kata Kazuo menjawab sesuatu yang tidak ditanyakannya. Myori tampak tertunduk malu. Lee tersenyum padanya.
“Selamat, Anda berdua bisa berbincang-bincang dan makan siang bersama Choi Leejoon! Dan selamat menikmati sajian hidangan kami!” si pembawa acara meninggalkan ketiganya. Begitu pula dengan pengunjung lain yang sedikit kecewa, kembali untuk menyantap hidangannya. Seorang penyanyi kini menghibur para pengunjung menggantikan Lee.
“Wow! Aku sungguh tak percaya akhirnya aku bisa berkenalan dengan Anda!” kata Kazuo antusias.
Lee tersenyum tersipu-sipu. “Kenalkan, aku Choi Leejoon. Senang bertemu denganmu!”
“Aku Kazuo Han dan ini istriku, Myori!” kata Kazuo memperkenalkan dirinya kembali. Myori tersenyum padanya.
“Kau, bukankah guru sekolah adikku di Tokyo, Ryu?” tanya Lee pura-pura tak mengenalnya. Myori kaget.
“Ya, benar! Ah, maaf aku lupa kalau kau itu kakaknya Ryu!” jawab Myori tampak mengikuti skenario Lee. Kazuo ikut terkejut.
“Luar biasa! Bagaimana keadaan Ryu?”
“Dia sudah jauh lebih baik sekarang!”
“Oh syukurlah kalau begitu!”
“Jadi kalian pernah mengenal sebelumnya?” tanya Kazuo polos.
Keduanya gugup. “Ya, kami pernah bertemu! Kan aku sudah pernah memberitahumu, oppa!” kata Myori berusaha agar Kazuo tak bertanya lebih jauh lagi, khawatir ia akan mencium sesuatu yang tersembunyi di antara keduanya.
“Oh ya, aku lupa! Baguslah!”
“Ayo mari kita santap hidangan yang baru saja datang ini!” ajak Lee.
Ketiganya pun menyantap hidangan yang sengaja dibuat special oleh pihak resort. Lee banyak berbincang dengan Kazuo siang itu. Ia senang dapat mengenal pria yang menjadi pilihan Myori. Kazuo ternyata orang yang sangat ramah dan baik hati, mereka dapat dengan mudah mengobrol secara akrab meskipun baru berkenalan beberapa menit yang lalu. Sedangkan Myori tak banyak berbicara, ia hanya memperhatikan kedua pria yang mengisi hatinya itu saling berbicara akrab. Dalam hatinya, Myori tersenyum bahagia melihat Lee dan Kazuo. Meskipun ia sangat khawatir jika apa yang ia sembunyikan akan tercium suatu saat nanti.
“Lee, aku mau menanyakan sesuatu!” panggil Kazuo akrab.
“Ya?”
“Apakah kau masih menerima tawaran pekerjaan ringan?”
“Pekerjaan seperti apa misalnya?”
“Menjadi model sebuah iklan produk, misalnya?”
Lee bergumam, memikirkan tawaran menarik dari Kazuo. Sebenarnya bukan tawaran pekerjaan itu yang membuatnya tertarik, tetapi justru hubungan kekerabatan antara dirinya dan Kazuo, akan terjalin melalui kontrak yang diajukan oleh Kazuo. Dengan begitu, ia masih dapat mengetahui kabar Myori, meskipun hanya akan menjadi rekan kerja, ia berharap ia bisa menjadi sahabat Kazuo. Lee sudah bertekad tidak akan mengganggu hubungan Myori dan Kazuo setelah mengenalnya sedikit, justru ia sangat ingin mengenalnya dengan baik dan bersahabat dengannya, meskipun luka di hatinya tidak akan pernah sembuh oleh apapun kecuali dengan cinta Myori. Tapi itu tak mungkin terjadi karena Myori sudah dimiliki oleh Kazuo.
“Tawaranmu sungguh menarik. Mungkin kita bisa bicarakan bersama dengan manajemenku!” jawab Lee.
“Kapan?”
“Mmm.... bagaimana kalau malam ini?”
“Baiklah! Terima kasih, Lee! Aku harap perusahaanku bisa berkerja sama denganmu!”
“Ya, aku juga!”
Mungkin keduanya bisa merasakan peruntungan dari kontrak yang akan mereka jalin, tapi tidak bagi Myori. Ia merasa kontrak itu akan membuatnya bertambah sulit, tapi ia tak bisa melarang suaminya itu tanpa alasan yang kuat. Hanya saja ada satu hal yang membuatnya sedikit lega, ia akan menghindar dari Lee meskipun lelaki itu bekerja sama dengan suaminya. Ya, ia akan pergi meninggalkan Asia. Pasangan itu memutuskan untuk tinggal dan hidup di Paris untuk membina rumah tangga. Itulah yang sedikit membuat Myori lega, meski ia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelahnya.
***