Two Sides Of Love

Two Sides Of Love
Part 46



Sore itu Myori tampak sibuk merapikan barang-barangnya, terutama barang peninggalan


Kazuo yang dibawanya ke rumah barunya itu. Myori memang menyimpan barang-barang kesukaan Kazuo seperti lukisan menara Eiffel, beberapa koleksi souvenir bangunan-bangunan yang ada di dunia, parfum yang biasa Kazuo pakai, begitu pula dengan kemeja yang tak pernah dicucinya. Myori akan sangat merindukan aroma tubuh suaminya itu. Ada pula jas hitam kesukaan Kazuo yang sering dipakainya semasa Kazuo masih hidup.


Myori begitu mengingat masa-masa indah bersama Kazuo. Kenangan dirinya dan suaminya itu terbang melayang, terutama ketika Myori mencium kembali parfum yang biasa Kauo pakai di jasnya masih sangat melekat. Tiba-tiba Myori menemukan sebuah kertas dari dalam saku dalam jas yang sengaja tak dicuci itu. Myori ingat jas itu dipakai Kazuo sepulangnya dari Seoul. Myori membuka kertas yang terlihat mulai lapuk itu. Ada tulisan disana, jelas tulisan itu milik Kazuo, masih jelas terbaca.


 


Seoul, 5 April 20**


Myori, aku beruntung bisa bertemu denganmu di kehidupanku ini. Aku benar-benar


mencintaimu, Myori, bahkan sejak kita kecil dulu. Meskipun aku tidak mengerti sama sekali apa itu cinta, tapi aku merasa bahwa aku bisa hidup bersamamu suatu hari nanti. Dan harapanku ini menjadi kenyataan. Harapan lainnya yang sebentar lagi terwujud adalah bayi kita. Aku ingin sekali bisa menciuminya setiap saat dan bermain bersamanya selalu. Aku ingin kita selalu bersama. Jika memang kematian memisahkan kita, aku akan tetap mencintaimu, Myori.


Aisiteru


Suamimu, Kazuo Han


Myori menangis membaca surat yang ditujukan untuknya dari suami tercintanya. Ia benar-benar tak percaya, Kazuo menulis surat itu pada hari ketiga sebelum kematiannya. Kazuo benar-benar merasa bahwa kematian telah dekat dengannya, oleh karenanya ia menulis surat itu untuk Myori. Hanya saja, Myori baru saja membaca surat itu. Myori merasakan kerinduan yang sangat pada Kazuo.


Namun ada satu hal yang membuat hatinya kembali tak karuan. Pernyataan Kazuo di surat itu yang tertulis bahwa ia mengetahui Myori pernah mencintai Lee. Kazuo pernah membaca diarinya. Jadi selama hidupnya, Kazuo telah mengetahui bahwa Myori pernah mencintai Lee. Kata-kata Kazuo dalam surat itu begitu terngiang-ngiang di pikiran Myori. Apakah Lee memang masih mencintainya?


Hanya saja dia seperti menunggu wanita yang benar-benar dapat mendampinginya. Mungkin saja dia masih mencintaimu, Myori. Aku bisa tahu dari matanya, dari ungkapannya ketika aku menceritakanmu. 


***