The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 8 - Yermo datang menolong



Yermo menyerang secara beruntun pemilik toko itu hanya dengan menggunakan serangan fisiknya.


Karena tidak kuat menahan pukulan serta tendengan dari Yermo, sang pemilik toko yang sedang berada dalam pengaruh kekuatan mistik dari patung emas sebelumnya, nampak jatuh berlutut dihadapan pria itu.


Akan tetapi, si pemilik toko masih tetap bertahan kemudian hendak melancarkan serangan ke arah Yermo.


Pria penjaga tempat suci itu pun sontak terkejut ketika pria pemilik toko itu melancarkan serangan proyeksi energi yang meleset menghantam sebuah pohon di depan hingga hancur.


Gudov dan Velana yang tidak tahu-menahu tentang serangan supernatural tersebut, tampak terkejut dan tidak percaya bahwa manusia bisa melakukan hal tersebut.


Walaupun sedikit mengetahui bahwa beberapa sebagian orang serta makhkuk hidup yang sering disebut sebagai Venerate di dunia ini mampu melakukan hal tersebut, namun baru kali ini kedua remaja itu menyaksikan hal sepeti itu di depan mata mereka.


**


Kembali pada pertarungan antara Yermo dan si pemilik toko, dimana Yermo dengan cepat melancarkan beberapa pukulan fisik yang kuat hingga si pemilik toko itu pun langsung terhempas menabrak pepohonan hingga terkapar.


“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…” Yermo meluncur ke arah pemilik toko tersebut kemudian melancarkan serangan proyeksi cahayanya, namun dengan lincah langsung dihindari oleh pria itu.


Saat pemilik toko itu mengibaskan tangannya yang memiliki cakar yang tajam, seketika sebuah proyeksi berbentuk tebasan cakar pun meluncur ke arah Yermo.


Yermo yang terlambat merespon hanya dengan refleks mengangkat tangannya untuk menahan serangan tersebut. Dia pun seketika terhempas hingga terduduk bersandar di bawah pohon dan langsung mengalami luka di tangannya akibat menahan serangan sebelumnya.


“Tuan Yermo…” Ucap Gudov, memanggil pria itu karena khawatir.


Namun, kekhawatirannya itu percuma saja karena dengan cepat Yermo kembali meluncur melancarkan serangannya yang kuat pada sang pemilik toko itu hingga terhempas ke jarak yang jauh.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…”


“Argh…!” Yermo kemudian menggunakan kekuatan Venerate-nya memunculkan sebuah proyeksi cahaya di sekitar pria pemilik tokoh itu hingga membuatnya menjerit kesakitan akibat kekuatan jahat yang mempengaruhinya sedang dimurnikan oleh proyeksi cahaya tersebut.


Karena tidak kuat menahan serangan dari Yermo, pria pemilik toko itu lantas langsung tak sadarkan diri. Perlahan-lahan Yermo mendekatinya lalu mengambil sebuah patung emas dari dalam sakunya. Yermo kemudian memejamkan kedua matanya dan mengucapkan sebuah kalimat panjang yang sulit dimengerti.


Seketika sebuah kepungan asap yang sebelumnya masuk ke dalam tubuh pria itu tiba-tiba keluar dan kembali masuk ke dalam patung emas yang dipegang oleh Yermo.


Sejenak mata kedua patung itu memancarkan sebuah sinar saat pertama kali dilihat oleh si pemilik toko sebelumnya.


Tanpa diketahui oleh Yermo dan yang lain, patung tersebut lantas memancarkan sebuah aura hingga meluas ke jarak yang sangat jauh.


***


Disaat yang bersamaan, prajurit negeri Tengal yang bernama Galshu sontak merasakan aura yang dikeluarkan oleh patung tersebut.


Prajurit yang sedang berjalan tersebut, tiba-tiba menghentikan langkahnya dan kemudian berpikir sejenak.


“Ada apa tuan Galshu?” Tanya prajurit yang sedang bersamanya.


“Shalkishu, mengenai patung keramat itu, sepertinya aku barusan merasakan keberadaannya,” jawab prajurit bernama Galshu tersebut.


“Apa? Darimana kau merasakannya?” Tanya prajurit bernama Shalkishu, tiba-tiba terkejut dengan pernyataan dari atasannya.


Galshu sontak menunjuk kota Vegoblashcensk yang terpisah oleh sebuah sungai besar dari kota mereka.


“Negeri Pavonas… Bagaimana bisa patung itu sampai kesana?” Ucap Shalkishu, tidak menyangka bahwa patung tersebut kini berada di negeri seberang.


“Mungkin saja patung itu sebelumnya terjatuh ke sungai kemudian hanyut kesana dan oleh orang-orang Pavonas…”


***


“Tuan Yermo… Ternyata patung itu ada padamu,” ucap Gudov menghampiri Yermo, tekejut bahwa selama ini patung yang dicarinya ada ditangan pria itu.


“Haah… Kau mengetahui benda ini?” Tanya Yermo.


“Jelas saja aku mengetahuinya. Teman-temanku yang memungutnya di sungai… Kemudian mereka juga yang menjual patung emas ini ke toko itu, walaupun sebenarnya mereka juga ditipu pada akhirnya,” jawab Gudov, menjelaskan kepada Yermo bagaimana dia bisa mengetahui tentang patung emas tersebut.


“Untung saja kalian cepat melepaskan patung ini… Jika tidak, maka kalian juga akan berakhir seperti pria ini,” ucap Yermo, kemudian menyimpan kembali patung tersebut ke dalam sakunya.


“Tuan Yermo, kau mau menyimpan benda itu? Bukankah kau bilang itu berbahaya?” Tanya Gudov.


“Tentu saja… Memangnya siapa yang harus menyimpannya? Apa kau mau?”


“Eh, tidak-tidak,” ucap Gudov, menolak hal tersebut.


“Baiklah kalau begitu waktunya kau pulang saja… Eh, jangan lupa antar pacarmu itu pulang terlebih dahulu,” ucap Yermo sambil menunjuk Velana.


“Apa maksudmu? Kami hanya teman sekolah saja,” balas Gudov, merasa tidak nyaman ketika Yermo mengatakan hal tersebut.


“Yah terserah padamu… Aku pergi dulu.” Tidak mau mengambil pusing, pria itu lantas pergi meninggalkan Gudov.


Setelah Yermo pergi, Gudov kemudian pergi menghampiri Velana.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Gudov tentang keadaan gadis itu.


“Iya, aku baik-baik saja,” jawab Velana.


“Kalau begitu, apa yang ingin kau katakan tadi? Aku belum sempat mendengarnya karena terlanjur pria itu datang menghampiri kita.”


Mendengar hal tersebut Velana pun terkejut hingga membuat wajahnya tiba-tiba memerah.


“Hei, kau tidak apa-apa?” Tanya Gudov sekali lagi, nampak khawatir ketika melihat wajah gadis itu tiba-tiba memerah.


“Sudahlah lupakan saja itu… Ayo kita pergi dari sini.” Velana pun tidak mau menjawab dan sontak menarik Gudov untuk mengantarkannya pulang.


–2 Februari 3000–


Keesokan harinya para petugas penyidik menemukan sang pemilik toko pada tempat dimana pria itu bertarung dengan Yermo, dan akhirnya dikalahkan hingga tak sadarkan diri setelahnya.


Walaupun sang pemilik toko menyatakan bahwa dia tidak membunuh karyawannya sendiri serta tidak mengetahui apa-apa tentang masalah tersebut karena sedang berada dalam pengaruh kekuatan dari patung emas tersebut, namun para petugas penyidik tidak mempercayai ucapan dari pria itu dan lantas tetap menangkapnya.


***


Setelah kejadian pada kemarin malam, Gudov dan Velana kembali bersekolah seperti biasa, dan tidak lagi merasa takut karena hal tersebut sudah ditangani oleh Yermo.


***


Di sebuah tempat suci, dimana merupakan tempat Yermo berada, terlihat pria itu sedang melakukan sebuah ritual untuk mencoba memperkuat mantra segel yang ditanamkan ke dalam patung emas itu, agar kekuatan besar yang berada di dalam benda tersebut tidak dapat keluar dengan sendirinya seperti pada kejadian yang dialami oleh pria pemilik toko barang antik sebelumnya.


Setelah Yermo berhasil memperkuat segel pada patung emas itu, tiba-tiba pria itu terkejut merasakan sebuah tekanan kekuatan dari para Venerate dalam jumlah yang banyak mendekat ke kota tersebut.