The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 45 - Gudov terdesak



“Gudov...” Hal tersebut lantas membuat Bergen pun khawatir, ditambah keadaannya yang kini harus selalu bersiaga melawan beberapa Venerate misterius yang bahkan memiliki kekuatan yang setara dengannya.


Sulit untuk mengatasi para Venerate misterius itu, Bergen pun dengan sigap, mengambil sebuah botol berisi sebuah air, kemudian menyiramkan air yang berada di dalam botol ke arah para Venerate yang sedang melawannya.


Tidak peduli mendapatkan siraman air tersebut, para Venerate misterius lantas terus mencoba menyerang Bergen yang memang memiliki pergerakan lebih lincah dibandingkan dengan Gudov.


Bergen dengan sigap melompat ke arah belakang, menghindari serangan beruntun dari para Venerate misterius yang mengeroyoknya.


Ketika mengucapkan sebuah kalimat yang sulit untuk dimengerti, tiba-tiba air yang membasahi pakaian para Venerate misterius itu menciptakan efek ledakan yang hampir sama dengan teknik yang digunakan oleh Yermo kepada para Venerate Tengal.


“Akh...” Hal tersebut sontak membuat para Venerate tersebut terhempas menerima efek ledakan dari teknik unik milik Bergen.


Akan tetapi, tanpa diduga oleh Bergen sendiri, satu Venerate misterius yang tidak mencoba menyerangnya sebelumnya, tiba-tiba bergerak mendekati pria itu sambil hendak melancarkan serangan proyeksi energi, tepat di depan mata Bergen.


“Ukh...” Venerate tersebut seketika terhempas ketika menerima sebuah serangan proyeksi energi yang meluncur ke arahnya.


Sedikit terkejut karena hampir saja menerima serangan, Bergen pun menoleh ke arah Gudov, dan lantas mengetahui bahwa pemuda tersebut yang telah menolongnya dengan melancarkan sebuah serangan dari sebuah pistol yang kemungkinan merupakan sebuah senjata suci.


Bergen dan Gudov pun saling menghampiri satu sama lain, kemudian bersiaga terhadap para Venerate misterius yang satu per satu mulai berdiri kembali untuk mencoba menyerang mereka kembali.


“Gudov... Apa senjata itu bisa diandalkan?” Tanya Bergen.


“Tenang saja... Senjata ini cukup cepat melancarkan serangannya tanpa bisa membuat lawan yang menerimanya bisa terlebih dahulu merespon,” jawab Gudov, menjelaskan mengenai kemampuan dari pistol yang dipegangnya.


“Baiklah... Kalau begitu, kita perlu sebuah hal untuk menahan pergerakan mereka...” Respon Bergen.


“Waktunya kita perlihatkan bagaimana cara kita menangkap serta membasmi para makhluk astral kepada mereka...” Lanjut pria itu berkata, menarik kalung salib yang berada di lehernya.


Para Venerate misterius, sontak meluncur mendekati Gudov dan Bergen sambil hendak melancarkan serangan proyeksi energi mereka secara bersamaan.


“Tekhnika ekzortsista... Holy astral shield...”


Saat Bergen mengangkat kalung salib yang dipegangnya ke depan, tiba-tiba pergerakan para Venerate misterius yang meluncur ke arahnya serta Gudov menjadi melambat walaupun tengah berada di atas permukaan tanah.


“Apa-apaan ini?” Salah satu Venerate misterius yang berasal dari negeri Chundo tersebut, lantas kebingungan saat pergerakan mereka melambat, entah kenapa walaupun sudah berusaha keras menggerakkan tubuh mereka, namun tetap tidak bisa menambah kecepatan mereka, layaknya sedang ada sebuah pancaran energi yang memperlambat pergerakan mereka semua.


“Gudov... Giliranmu...” Ucap Bergen, memberi isyarat untuk menyerang para Venerate misterius disaat mereka sedang melambat di udara.


Dengan sigap, Gudov pun mengokang pistolnya, kemudian mengarahkan pistol tersebut ke atas, dan tanpa pikir panjang menarik pelatuk senjata tersebut, sampai menciptakan sebuah pancaran proyeksi energi dalam skala yang besar.


“Uakh...!” Para Venerate misterius yang tidak bisa berbuat apa-apa saat pergerakan mereka melambat, sontak terhempas ke jarak yang cukup jauh, hingga terkapar dalam keadaan yang lemah.


Setelah yakin bahwa para Venerate tersebut masih sulit untuk kembali berdiri, Gudov dan Bergen pun berlari ke arah Aryuna yang masih terkapar tidak sadarkan diri.


“Akh...” Saat hendak menghampiri Aryuna, tiba-tiba seseorang dengan penampilan sama seperti para Venerate misterius muncul, mengibaskan tangannya dengan kecepatan tinggi, hingga membuat Gudov dan Bergen langsung terhempas.


**


Gudov dan Bergen dengan sigap kembali berdiri, bersiap melawan Venerate yang merupakan bagian dari orang-orang berjubah hitam tersebut, namun nampak merasakan bahwa musuh yang berada di dekat Aryuna, berbeda dengan yang lain, dimana mereka dapat merasakan bahwa tekanan kekuatan melebihi mereka sebagai Regional Venerate.


“Land Venerate...” Ucap Gudov, tampak ragu melawan Venerate tersebut.


“Aku tidak yakin...”


Akan tetapi, walaupun merasa ragu untuk melawan Venerate yang lebih kuat dibandingkan dengan mereka, namun Gudov dan Bergen tidal memiliki pilihan lain untuk memprioritaskan Aryuna yang sedang berada di dekat Venerate itu.


Dengan memberikan diri, mereka pun meluncur secara bersamaan, sambil hendak melancarkan serangan mereka masing-masing.


“Tekhnika ekzortsista... Evil exterminator light...”


Bergen melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah Venerate tersebut, sedangkan Gudov melancarkan sebuah serangan proyeksi energi dari pistol yang diacungkannya.


Namun, dengan mudah Venerate itu mengambil kuda-kuda, meluncurkan kepalan tangannya ke depan, menciptakan sebuah pancaran dorongan energi tak kasat mata, hingga kedua serangan dari Gudov serta Bergen seketika lenyap.


“Ukh...” Serangan dari Venerate tersebut diterima oleh Gudov dan Bergen, membuat mereka harus kembali terhempas.


Tidak mau menyerah, Gudov dan Bergen kembali berdiri, berusaha keras ingin melawan Venerate yang lebih kuat dibandingkan dengan mereka.


Sontak, Venerate yang menghempaskan mereka meluncur ke arah Gudov maupun Bergen, membuat mereka pun memiliki kesempatan untuk melancarkan teknik serangan yang sebelumnya.


“Tekhnika ekzortsista... Holy astral shield...”


Akan tetapi, saat teknik dari Bergen aktif, Venerate yang meluncur ke arah mereka dengan sigap bergerak secara seketika ke arah belakang, hingga dirinya tidak menerima efek teknik yang mampu memperlambat pergerakan.


Venerate tersebut mengambil kuda-kuda, menyerap energi yang berada di alam dalam jumlah yang besar, hingga tubuhnya kini memancarkan pancaran proyeksi energi.


“Pushing chi manipulation...”


Pancaran proyeksi energi dari tubuhnya, seketika dilancarkannya ke arah Gudov dan Bergen, dan walaupun teknik memperlambat pergerakan masih tetap aktif, namun lancaran serangan proyeksi dari Venerate tersebut mampu meluncur dalam kecepatan tinggi mendekati Gudov dan Bergen.


“Uakh...!” Serangan tersebut langsung diterima oleh mereka berdua hingga terkapar dalam keadaan lemah.


**


“Bangunlah...” Ucap Venerate tersebut, yang sontak membuat para Venerate bawahannya, yang dikalahkan oleh Gudov dan Bergen kembali berdiri.


“Pergi dari sini dan bawa perempuan itu... Biar aku yang menangani mereka berdua...” Lanjut Venerate tersebut, menyuruh bawahannya untuk pergi dari hutan tersebut sambil membawa Aryuna.


Para Venerate misterius pun bergerak, dimana beberapa dari mereka lantas mengangkat Aryuna yang tengah tak sadarkan diri.


**


“Hentikan... Jangan bawa dia...” Ucap Gudov, melarang Venerate tersebut untuk membawa Aryuna, sambil berusaha berdiri walaupun telah berada dalam keadaan yang lemah.


Tak perduli dengan ucapan pemuda itu, para Venerate misterius yang salah satunya membawa Aryuna lantas pergi dari tempat tersebut.


“Mau kemana kalian...?!” Melihat Aryuna dibawa, Gudov pun sekuat tenaga berlari mengejar para Venerate misterius tersebut.


“Ukh...” Tiba-tiba Gudov terhentak ke tanah mendapatkan serangan dari Venerate yang mengalahkan dirinya serta Bergen.