The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 28 - Enam tahun kemudian



–24 Mei 3006–


Pada suatu hari di sebuah kota bernama Khrabovsk, yang masih berada di wilayah Timur Jauh bagian selatan, terjadi sebuah kejadian dimana salah seorang warga mengalami kerasukan sebuah roh jahat.


Di dalam bangunan tempat tinggal dari salah satu warga tersebut, tampak seorang warga yang kerasukan roh jahat, dan merupakan seorang pria tampak meronta-ronta melawan dua Venerate pembasmi yang mencoba untuk memurnikan roh pengganggu yang mengendalikan tubuhnya tersebut.


“Sial…” Umpat salah satu Venerate pembasmi, nampak kesulitan melakukan perlawanan karena prioritas utama mereka mengusir roh jahat yang berada di dalam tubuh pria itu, sementara sang pria harus tetap baik-baik saja, baik secara batin maupun fisik.


“Ukh…” Tiba-tiba pria yang mengalami kerasukan tersebut, mengambil sebuah senjata tajam kemudian langsung mengayunkannya kepada salah satu Venerate, hingga mengalami luka goresan yang cukup serius.


Masih tetap bertahan serta tidak terlalu mementingkan mengenai lukanya tersebut, salah satu Venerate itu kemudian mengambil sebuah belati yang disimpan di dalam jasnya, lalu mencoba melakukan perlawanan kepada pria yang sedang mengayunkan senjata tajam untuk mencoba menyerangnya.


**


Sementara salah satu Venerate pembasmi sedang mencoba mengulur waktu, Venerate yang satunya, mengeluarkan sebuah salib kemudian mengangkatnya ke depan sambil mengucapkan sebuah kalimat yang sulit dimengerti.


Ketika selesai mengucapkan kalimat tersebut, tiba-tiba salib yang dipegang oleh salah satu Venerate itu langsung memancarkan cahaya yang cukup terang, hingga dengan hal itu, Venerate tersebut langsung berlari ke arah pria yang sedang kerasukan.


Disaat yang bersamaan, Venerate pembasmi yang sedang melakukan perlawanan, dengan sigap menahan tangan pria tersebut, hingga kesulitan untuk bergerak.


Ketika sang pria tidak bisa bergerak, dengan memanfaatkan keadaan tersebut, Venerate yang memegang salib tersebut langsung melingkari leher sang pria dengan salah satu tangannya, kemudian tangannya yang satunya langsung menempelkan salib tersebut ke dahi sang pria.


“Argh…!” Pria itu pun seketika menjerit kesakitan, saat salib tersebut ditempelkan kedahinya layaknya menempelkan sebuah benda yang panas hingga menciptakan asap disekelilingnya ketika bersentuhan.


Walaupun terlihat bahwa sang pria yang menjerit kesakitan, namun yang sebenarnya terjadi, dimana roh jahat yang berada di dalam tubuh pria itu merasakan panas yang sangat hebat akibat benda yang ditempelkan pada dahi sang pria berusaha menarik keluar roh jahat dari tubuh tersebut.


Tiba-tiba pria yang kerasukan tersebut mengucapkan kata-kata yang sulit dimengerti, namun kedua Venerate tersebut sontak memasang ekspresi wajah terkejut, layaknya mereka mengetahui apa arti kalimat yang diucapkan oleh sang pria yang dikendalikan roh jahat di dalam tubuhnya.


“Hahaha…” Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, pria yang kerasukan itu seketika tertawa, membuat kedua Venerate pembasmi itu menjadi sedikit tegang mendengarkan suara tawanya.


Disaat yang bersamaan, keduanya kembali dikejutkan lagi saat merasakan tekanan energi dari roh jahat yang merasuki tubuh sang pria menjadi semakin kuat.


“Uakh…” Dalam sekejap, sebuah tekanan dorongan yang sangat kuat langsung meghempaskan kedua Venerate pembasmi itu, dengan secara bersamaan membongkar hampir semua barang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Salah satu Venerate pembasmi yang menerima tekanan dorongan tersebut, terhempas hingga keluar dari bangunan tempat tinggal pria itu kemudian terkapar.


Hal tersebut lantas membuat para warga yang ternyata sedang menunggu diluar sontak terkejut melihat Venerate tersebut terhempas, sebagian dari mereka terlihat ketakutan karena tidak menyangka bahwa Venerate pembasmi yang mencoba mengusir roh jahat dari salah satu warga ternyata mengalami sebuah kesulitan.


**


Orang misterius itu melewati kerumunan para warga, kemudian melompat melewati pagar yang berada di depan bangunan tersebut.


**


“Sial… Aryuna masih di dalam…” Merasa khawatir mengenai rekannya yang sendirian berada di dalam, Venerate pembasmi yang terhempas keluar itu lantas hendak berdiri untuk kembali masuk ke dalam.


“Bergen... Tunggu disini… Biar aku saja yang menanganinya…” Namun, orang bertudung tersebut langsung menghentikan Venerate pembasmi itu, dimana dirinya kali ini akan mencoba untuk menggantikan peran mereka.


“Akhirnya kau datang…” Ucap Venerate pembasmi bernama Bergen, sontak memasang ekspresi tersenyum ketika mengetahui orang misterius itu datang untuk membantu mereka.


Sambil berjalan untuk masuk ke dalam bangunan, dia membuka tudungnya, dan ternyata orang misterius yang barusan saja datang tersebut, tidak lain merupakan Gudov yang telah berusia dua puluh satu tahun, dimana remaja yang sudah bertransformasi menjadi pemuda itu terlihat lebih dewasa dengan perawakan tinggi badan yang mencolok sekitar seratus delapan puluh sentimeter.


Dengan ekspresi wajah serius, Gudov memasuki bangunan tersebut, menemui pria yang kerasukan, sedang mencoba untuk menyerang salah satu Venerate pembasmi yang terkapar dengan keadaan lemah.


Merasakan kedatangan seseorang, roh jahat yang sedang mengendalikan tubuh dari sang pria lantas mengurungkan niatnya untuk menyerang Venerate yang terkepar, kemudian berbalik menatap ke arah Gudov sambil memasang ekspresi wajah menyeringai.


“Sepertinya kau sudah datang, Gudov Aliksnov…” Ucap roh jahat yang mengendalikan tubuh sang pria, tampak mengetahui identitas pemuda yang berada di depannya tersebut.


Akan tetapi, Gudov tidak memperlihatkan ekspresi terkejut maupun kebingungan karena memang mengetahui bahwa para roh-roh jahat selalu mengetahui mengenai identitas mereka untuk membuat fokus mereka teralihkan.


“Apa kabar iblis jahat? Sepertinya kau sedang sehat-sehat saja…” Balas Gudov, menyapa roh jahat itu layaknya memang akrab atau sebagainya, padahal yang sebenarnya dirinya tidak pernah mengetahui roh jahat serta pria yang sedang dirasuki tersebut.


Roh jahat itu pun langsung berlari ke arah Gudov sambil mengayunkan senjata tajam yang masih dipegangnya, sementara Gudov mempersiapkan sesuatu pada tangannya yang disembunyikan dibalik jubah yang dipakainya.


“Argh…!” Ketika pria yang kerasukan itu berada satu titik dihadapannya, Gudov dengan cepat mengeluarkan sebuah botol berisi air, kemudian memancarkan semua air tersebut pada wajah sang pria, membuat roh yang mengendalikan tubuh itu lantas jatuh terkapar sambil menjerit.


Dengan sigap Gudov memegang erat pria yang kerasukan itu, walaupun meronta-ronta dengan kuatnya.


Bersamaan dengan hal itu, roh jahat tersebut tiba-tiba mengakses kekuatannya membuat semua barang yang berada di ruangan tersebut bergetar dengan hebatnya.


“Aryuna... Berikan salib itu padaku.” Akan tetapi, Gudov tetap fokus, tidak memperdulikan hal tersebut sambil meminta salib yang dipegang oleh Venerate pembasmi di dalam ruangan itu.


Setelah mendapatkannya, Gudov pun langsung menempelkan salib ke dahi sang pria, membuat roh jahat yang berada di dalam tubuh itu lantas kembali menjerit, merasakan hawa panas yang sangat mencekam.


“Kalau begitu, waktunya memperkenalkan dirimu…” Ucap Gudov.


Bukan melakukan apa yang disuruh oleh pemuda itu, roh jahat tersebut lantas mengulangi kalimat sebelumnya dengan bahasa yang sulit dimengerti.