The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 20 - Kekuatan pelepasan kedua



Bersamaan dengan Gudov beserta ibunya, Yermo pun tidak mempunyai pilihan selain mengikuti ucapan pria itu untuk pergi dari tempat itu, karena dirinya kini memang sedang diincar oleh sang pemimpin negeri Tengal.


“Tuan Yermo… Kita akan pergi kemana?” Tanya Gudov, merasa khawatir mereka harus pergi dengan keadaan ibunya yang masih lemah.


“Maaf Gudov… Sepertinya kita harus pergi menjauh dari sini… Percuma saja jika aku menyerahkan patung emas yang berada padaku, karena bagaimanapun juga kau akan menjadi sasaran dari Venerate terkuat negeri Tengal,” jawab Yermo.


Merasa bahwa hal buruk akan terjadi jika harus menetap, Gudov pun lantas mengerti dan sontak mengikuti apa yang diucapkan oleh Yermo.


***


Di sisi lain, tampak para Venerate Pavonas, termasuk Verzikyn dan Filarev kini telah terkapar tak berdaya akibat melawan Gundai yang telah melakukan peningkatan kekuatan.


“Galshu… Ayo cepat, kita harus mencari Venerate yang memegang patung itu,” ucap Gundai, memanggil Galshu untuk melanjutkan pencarian mereka.


“Tunggu Yang mulia… Aku akan melakukan sesuatu…”


Galshu kemudian berkonsentrasi mengakses kekuatannya, untuk kemungkinan hendak menggunakan sebuah teknik khusus.


“Tekhnika ekzortsista… Soul binder seal…”


***


“Ukh…” Ditempat lain, Yermo yang sedang berlari bersama dengan Gudov serta Kydanys, tiba-tiba merasakan sesak pada dadanya hingga membuat pria itu jatuh berlutut ke tanah.


“Tuan Yermo… Ada apa?” Tanya Gudov, nampak kebingungan melihat pria itu tiba-tiba jatuh berlutut.


“Gudov… Cepat lari, sepertinya aku akan menghalangi mereka,” ucap Yermo.


Mendengar hal tersebut, Gudov langsung pergi meninggalkan pria itu sambil membawa ibunya yang dalam keadaan lemah.


***


“Yang mulia… Ayo ikut aku…”


Kembali pada Galshu, dimana pria Tengal itu nampak telah menemukan keberadaan dari Yermo, dan sontak menyuruh Gundai untuk mengikutinya.


Mereka pun kemudian, terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Yermo yang keberadaannya sudah diketahui oleh Galshu.


***


Tak berapa lama, Galshu serta Gundai akhirnya sampai di depan Yermo yang masih sesak pada dadanya.


“Kita bertemu lagi… Untung saja aku sempat teknikku sebelumnya padamu, walaupun gagal untuk membuatmu tiada…” Ucap Galshu, nampak senang menemukan Yermo dengan teknik yang sebelumnya pernah diterima oleh pria itu.


“Sial…” Umpat Yermo dengan kesal.


Tidak mau tinggal diam, Yermo sontak kembali beridri kemudian bersiap melawan dua Venerate tingkat atas yang kini telah berada di depannya tersebut.


Yermo meluncur dengan kecepatan tinggi, menganyunkan kedua belati yang dipegangnya ke arah Galshu, namun dengan sigap langsung ditahan oleh Continent Venerate itu dengan menggunakan tombak kapaknya.


Yermo menepis tombak kapak Galshu, kemudan melancarkan serangan tebasan proyeksi energi dari kedua belatinya.


Akan tetapi, Galshu dengan mudah mampu menghindari serangan tersebut, lalu melancarkan serangan balik hingga membuat Yermo pun terhempas walaupun sempat menangkisnya.


**


Yermo berusaha keras bertarung melawan Galshu yang memang memiliki kemampuan yang setara dengannya. Beberapa kali pria itu melancarkan serangan tebasan proyeksi energi dari kedua belatinya, serta serangn proyeksi elemen cahaya, namun tetap mampu ditangani oleh Venerate dari negeri Tengal tersebut.


“Tekhnika ekzortsista… Evil trapping light…” Tiba-tiba Yermo mengakses kekuatannya kembali, memunculkan sebuah diagram proyeksi bercahaya tepat dibawah Galshu, hingga membuat Continent Venerate Tengal itu tidak bisa menggerakan tubuhnya.


“Sial…” Umpat Galshu tidak mengira bahwa pria itu akan menggunakan sebuah teknik penjerat padanya.


Disamping Gundai masih berdiam diri melihat pertarungan mereka, Yermo pun berkonsentrasi meningkatkan kekuatan hingga kedua matanya sontak memancarkan cahaya yang cukup terang.


“Wahai para dewa… Mohon bantu aku untuk melenyapkan iblis yang berada dihadapanku ini dengan kekuatan kalian…” Ucap Yermo sambil mengangkat kedua tangannya, serta menatap ke arah langit.


Dalam sekejap, langit yang berada di langit, tiba-tiba memancarkan cahaya yang begitu terang.


“Hei… Apa kau bodoh?” Kau pikir aku adalah roh jahat…” Galshu pun lantas ketakutan melihat sebuah serangan elemen cahaya meluncur dari langit menuju ke arahnya, yang tidak bisa melakukan apa-apa.


“Yang mulia… Tolong aku…” Ucap Galshu, meminta tolong kepada Gundai, namun pemimpin negeri Tengal itu masih tetap berdiam tidak mau melakukan apa-apa.


Seketika pancaran elemen cahaya yang sangat silau tersebut langsung menerjang Galshu, hingga efeknya sontak membuat banguna kota Vegoblashcensk sontak terhempas ke segala arah.


**


“Apa itu?”


Di sisi lain, Gudov tampak terkejut hingga langsung menghentikan langkahnya, ketika melihat pancaran cahaya yang menyilaukan turun dari atas langit.


“Gudov… Ayo kita pergi…” Ucap Kydanys, menyuruh putranya untuk tetap melangkah.


***


“Apa?” Kembali pada Yermo yang sontak terkejut ketika pancaran cahaya tersebut, namun Galshu tampak masih baik-baik saja.


“Kau hampir saja membuat negeri Tengal kehilangan Venerate tingkat mereka yang berharga…” Ucap Gundai yang kini berada di dekat Galshu, dimana pria itu nampak mengalami perubahan wujud yang kemungkinan merupakan alasan mengapa dirinya mampu menyelamatkan Galshu dari serangan Yermo sebelumnya.


Wujud pemimpin negeri Tengal itu kini memiliki kulit yang pucat, dan pancaran cahaya berwarna merah dari kedua matanya, serta rambut panjangnya yang sebelumnya berwarna hitam, kini berubah menjadi berwarna putih.


“Apa mungkin itu adalah kekuatan pelepasan kedua?” Ucap Yermo, nampak terkejut serta bertanya-tanya mengenai perubahan wujud dari Gundai, yang kemungkinan merupakan sebuah kekuatan yang bisa didapat oleh pria itu ketika menyerap kekuatan dari senjata suci masuk ke dalam tubuh pemimpin negeri Tengal itu.


“Ternyata kau boleh juga… Meminta bantuan dari para dewa yang sering dipuja oleh bangsa Slivanic layaknya sedang memurnikan roh jahat…” Ucap Gundai, tidak menjawab pertanyaan dari Yermo, namun merasa terkesima dengan teknik barusan digunakan oleh pria itu.


Merasakan sebuah bahaya melihat Gundai dalam wujud seperti itu, Yermo sontak berkonsentrasi sambil mengeratkan kedua belatinya, untuk melakukan hal yang sama seperti pemimpin negeri Tengal tersebut.


“Akh…” Akan tetapi, Gundai lantas mengagalkan konsentrasi Yermo dengan langsung meluncur dengan kecepatan tinggi, dan melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah dalam skala besar, hingga Yermo pun terhempas ke jarak yang jauh.


Masih belum puas, Gundai kembali meluncur mendekati Yermo, kemudian melancarkan serangan proyeksi energi miliknya secara beruntun hingga Yermo pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima serangan beruntun tersebut.


Hingga pada yang terakhir, Gundai pun melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya, sampai membuat Yermo pun terkapar di tanah dengan keadaan yang lemah.


Perlahan-lahan, Gundai kemudian berjalan mendekati Yermo yang sedang terkapar dengan keadaan lemah sambil mengangkat salah satu tangannya yang memancarkan proyeksi energi ke arah pria tersebut.


“Jika kau ingin aku mengampuni nyawamu, cepat serahkan patung yang kau ambil…”