
“Apa?” Gudov pun terkejut mendengar pernyataan dari sosok hitam tersebut, pemuda itu nampak tidak percaya bahwa selama ini makhluk suci yang merupakan sumber dari kekuatan tersembunyi miliknya tersebut ternyata pernah sekali menunjukkan diri, dan bahkan kini merupakan kedua kalinya dirinya menemui sosok tersebut.
“Kau makhluk suci itu… Siapa namamu? Bagaimana bisa kau menemuiku disini? Apa ini adalah sebuah kenyataan?” Ucap Gudov, melontarkan beberapa pertanyaan pada sosok hitam tersebut saking terkejutnya.
“Mohon tenang anak muda… Aku bisa bertemu denganmu karena terhubung dengan kekuatan kekangan surgawi berada pada dirimu... Dan bisa dibilang mimpi yang kau alami kini adalah sebuah alam bawah sadarmu…” Jawab sosok hitam itu.
“Karena kau sudah bertemu untuk yang kedua kalinya, maka aku akan memberitahukan siapa aku sebenarnya…”
“Namaku Valoblest, salah satu makhluk suci yang biasa kalian sebut sebagai burung surgawi,” lanjut sosok tersebut, memperkenalkan dirinya kepada Gudov.
“Valoblest… Burung surgawi…” Respon Gudov, sedikit terkejut mendengar nama dari makhluk suci tersebut.
“Kalau begitu, katakan… Bagaimana aku bisa menemuimu di dunia nyata?”
“Sayangnya hal tersebut sangat sulit… Karena aku sekarang sudah tidak tinggal di dunia kalian yang bernama Lamue tersebut… Aku tinggal di sebuah dunia yang memang sangat untuk dijangkau oleh kalian para Venerate ataupun manusia biasa,” ucap sosok tersebut.
“Baiklah Gudov… Kurasa hanya itu yang ingin kusampaikan… Aku menemuimu kini, hanya ingin melihat keadaanmu…”
“Kau harus bersiap ketika dirimu semakin kuat, maka kekuatan kekangan surgawi yang berada pada dirimu akan semakin mudah untuk dikendalikan, namun hal itu akan membuatmu banyak diincar oleh para Venerate lain…”
Setelah sosok hitam tersebut menjelaskan hal itu kepada Gudov, tiba-tiba pandangan dari pemuda tersebut perlahan-lahan mulai kabur, membuat Gudov pun merasakan bahwa mimpinya tersebut akan segera berakhir.
“Tunggu dulu… Apakah tidak mungkin menemuimu… Katakan apa kekuatan yang kumiliki ini adalah sebuah keberuntungan atau tidak?” Tanya Gudov, sambil perlahan-lahan mencoba mendekati sosok hitam tersebut, sembari pandangannya menjadi kabur.
–4 Juni 3006–
Tiba-tiba Gudov, terbangun dari mimpinya tersebut, tanpa bisa melihat dengan jelas makhluk suci yang datang menemuinya di dalam mimpi tersebut.
“Sial…” Umpat pemuda itu, kehilangan kesempatannya untuk bisa tahu lebih jelas lagi mengenai sang makhluk suci yang memberikannya kekuatan kekangan surgawi.
Walaupun merasa kecewa, namun Gudov tidak bisa berbuat apa-apa selain tidak memperdulikannya lagi. Dia kemudian berdiri dari tempat tidurnya, lalu berjalan mendekati jendela yang berada di ruangan tersebut, menatap ke arah, melihat bahwa ternyata hari sudah berganti menjadi pagi.
**
Gudov kemudian berjalan keluar dari ruangan kamarnya, pergi ke sebuah lorong bangunan, dan tak berapa lama setelahnya sampai di ruangan utama kuil tempatnya berada kemarin hari bersama dengan Yermo, dimana diketahui bahwa pemuda itu ternyata selama enam tahun terakhir sudah tinggal di dalam kuil tersebut bersama dengan Yermo, dan sebenarnya bertugas sebagai pembantu dari penanggung jawab tempat tersebut, yang tidak lain merupakan Yermo sendiri.
“Dimana paman?” Gumam pemuda itu, mencari Yermo yang tidak dilihatnya berada di dalam ruangan utama kuil tersebut, padahal setahunya pria tersebut sering melakukan ritual doanya ketika pagi hari tiba.
Tidak mau hanya berdiam di tempat itu tanpa menemui Yermo, Gudov pun berjalan keluar dari dalam kuil tersebut, berharap agar pria yang dicarinya tersebut berada diluar.
***
Sambil duduk dengan santai menghisap sebatang rokok, Yermo mendengarkan sebuah laporan yang diterima oleh Alesov bahwa para Venerate pembasmi yang bertugas di wilayah perbatasan berada dalam satu daerah yang sama seperti kota Lavodikvost, satu per satu mulai menghilang sampai hari kemarin.
Dimana hal tersebut lantas merujuk pada sebuah kejadian semalam, dimana beberapa Venerate pembasmi tersebut tampak diserang kemudian diculik oleh para kelompok misterius dengan mengunakan jubah.
“Aku yakin mereka diculik oleh sebuah kelompok, namun tidak berasal dari negeri Pavonas…” Yermo pun mengambil kesimpulan hal tersebut bukanlah perbuatan dari Venerate Pavonas sendiri melainkan sebuah kemungkinan bahwa kelompok Venerate yang berasal dari negeri lain yang melakukannya, mengingat bahwa kejadian itu berada di wilayah perbatasan paling tenggara di negeri tersebut.
“Iya, tapi wilayah Timur Jauh bagian selatan ini berbatasan dengan tiga negeri sekaligus baik itu negeri Tengal dan Chundo yang secara langsung berbatasan darat dengan daerah ini, ataupun negeri Sogyo yang berbatasan laut dengan pulau Khasalin dan kepulauan Riluk,” ucap Alesov, masih merasa bingung mengenai negeri yang menjadi kemungkinan penculikan tersebut.
“Tentu saja kita harus mengesampingkan negeri Sogyo, karena jika mereka yang membuat masalah ini, maka masalah itu pasti akan terjadi di daerah Khasalin… Sedangkan masalah ini terjadi di daerah Jemorpri, tempat kota ini berada,” ucap Yermo, mengambil kesimpulan kembali dengan meniadakan negeri Sogyo, yang membuat kemungkinan tersebut semakin sempit dengan tersisanya dua negeri yang tersisa.
“Jadi kemungkinan negeri Tengal dan Chundo-lah yang menculik para Venerate kita…” Respon Alesov pada penjelasan yang diberikan oleh Yermo.
“Tuan Alesov… Aku yakin bahwa ini adalah perbuatan dari para Venerate negeri Tengal…” Ucap Yermo, secara yakin mengatakan bahwa penculikan tersebut adalah ulah dari negeri Tengal yang memang memiliki banyak masalah dengan negeri Pavonas sendiri.
“Aku juga berpikir hal yang sama denganmu… Apa kita harus melaporkan ini ke kota Vosmoc?” Respon Alesov, memikirkan hal yang sama, kemudian bertanya mengenai saran dari Yermo mengenai hal tersebut.
“Kurasa jangan… Untuk melindungi Gudov agar tidak diketahui, aku rasa akulah yang harus mencari tahu mengenai hal ini…” balas Yermo, menolak saran Alesov karena memikirkan mengenai Gudov.
“Sekarang juga aku akan pergi ke perbatasan untuk mencari tahu lebih dulu mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” lanjut pria itu berkata, berdiri dari tempat duduknya.
“Yermo… Jika begitu, kuharap kau bisa hati-hati…” Ucap Alesov, memberikan sedikit peringatan agar pria itu bisa berhati-hati dalam menjalankan misi dadakannya tersebut.
“Aku mengerti… Kalau begitu, katakan saja kalau aku sedang keluar kota jika Gudov kemungkinan bertanya kepadamu.” Sebelum meninggalkan ruangan tersebut, Yermo pun menitipkan salam kepada Alesov agar bisa disampaikan oleh pria itu kepada Gudov.
***
Berpindah di suatu tempat, dimana lima Venerate pembasmi dari negeri Pavonas, yang sebelumnya diserang kini berada di dalam sebuah kendaraan yang berjalan ke sebuah tempat yang entah berada dimana.
“Sebenarnya kita akan dibawa kemana?” Tanya salah satu Venerate pembasmi, merasa kebingungan serta ketakutan tentang keadaan mereka yang akan dibawah ke suatu tempat.
“Aku juga tidak tahu… Tapi, orang-orang yang menculik kita mengatakan bahwa kita diperlukan oleh Hwanghon…” Ucap Venerate yang terakhir kali masih sadarkan diri sebelum diculik oleh orang-orang misterius sebelumnya.