
Setelah menjalankan kendaraan-kendaraan mereka, Gudov beserta dua rekannya tersebut pergi meninggalkan kota Khrabovsk yang berada di daerah bernama Khrabovsk juga, menuju ke kota Lavodikvost di daerah Jemorpri, tempat tinggal mereka.
**
“Bergen... Sebelumnya Gudov juga mendengar ucapan dari roh jahat tadi...”
“Benarkah... Pasti itu akan membuat Gudov menjadi kepikiran,”
Di dalam salah satu kendaraan, Bergen yang sedang menyetir serta Aryuna yang berada disampingnya tampak membicarakan mengenai ucapan dari roh jahat yang hanya bisa dimengerti oleh orang tertentu, dimana kedua Venerate tersebut tahu bahwa hal itu berhubungan dengan Gudov.
***
“Haah... Dasar para makhluk aneh... Karena sok tahu mereka aku jadi kepikiran mengenai sebelumnya...”
Sementara itu, Gudov yang berada sendirian di dalam kendaraan yang satunya, nampak bergumam mengenai ucapan dari roh jahat yang dilawannya, dimana hal tersebut membuatnya menjadi merasa khawatir serta cemas.
“Gudov... Apa kau baik-baik saja?”
Tiba-tiba dari alat komunikasi yang berada di dalam kendaraan tersebut terdengar suara dari Aryuna yang menanyakan tentang keadaannya.
“Tenang aku baik-baik saja...” Jawab Gudov.
“Apa kau yakin baik-baik saja setelah mendengar ucapan dari roh jahat tadi?” Karena merasa tidak yakin dengan jawaban Gudov, Aryuna lantas bertanya kembali untuk memastikan kembali apakah hal tersebut tidak menganggu pikirannya, dimana pemuda itu sementara fokus mengendarai kendaraan menuju ke tempat mereka.
“Aryuna... Maksudku kakak... Jika kau menghubungiku disaat melewati jalan yang buruk seperti ini, itu bahkan mengganggu fokusku... Hal yang dikatakan oleh makhluk bodoh itu tidal menjadi masalah untukku...” Jawab Gudov, menjelaskan kepada Aryuna dengan ekspresi wajah sedikit kesal bahwa dirinya tidak memperdulikan ucapan dari roh jahat sebelumnya.
“Sudah yah... Aku mau fokus mengemudi dulu... Kalau begitu, sekarang aku tutup sambungannya...” Gudov kemudian memutuskan sambungan komunikasinya dengan Aryuna serta menyetel alat komunikasi tersebut agar perempuan itu tidak bisa menghubunginya untuk sementara waktu dengan menanyakan sebuah pertanyaan yang sama kembali.
Setelah selesai dengan hal tersebut, Gudov kemudian fokus menyetir kendaraan yang dikemudikannya melewati jalanan yang tertutupi salju yang tebal.
–3 Juni 3006–
Setelah sepuluh hari perjalanan menempuh jarak lebih dari tujuh ratus kilometer dari kota Khrabovsk melewati jalanan yang panjang, yang sebagian tertutupi oleh salju tebal, memiliki tanjakan yang terjal, serta melewati jalan yang berada di pinggiran tebing yang tinggi, akhirnya dua kendaraan yang masing-masing dikemudikan oleh Gudov dan Bergen sampai di kota Lavodikvost, kota tempat pelarian dari Yermo dan Gudov setelah kejadian penyerangan pasukan negeri Tengal enam tahun silam.
Dua kendaraan tersebut terus berjalan memasuki kota, pergi menuju ke sebuah bangunan yang cukup mencolok di dalam kota tersebut.
Setelah sampai, kedua kendaraan yang dikemudikan oleh Gudov dan Bergen akhirnya berhenti tepat di depan bangunan tersebut. Ketiga Venerate pembasmi itu turun dari kendaraan mereka masing-masing kemudian secara bersamaan masuk ke dalam bangunan tersebut.
***
Di dalam bangunan tersebut, Gudov beserta dua Venerate pembasmi lain memasuki sebuah ruangan menemui seorang pria sedang duduk di depan meja kerja yang tidak lain merupakan Alesov, Continent Venerate Pavonas, serta pemimpin dari wilayah Timur Jauh bagian selatan negeri tersebut.
“Ternyata kalian sampai cukup cepat. Aku pikir kalian akan kesulitan dalam perjalanan hingga harus memakan waktu lebih dari sepuluh hari untuk kembali...” Ucap Alesov, sedikit terkejut melihat tiga Venerate pembasmi kembali lebih cepat dari perkiraannya.
“Lapor tuan Alesov... Jika saja tidak mendapatkan bantuan dari Gudov pasti kami sudah mengalami kesulitan serta hal yang buruk, karena roh jahat yang merasuki seorang pria di kota Khrabovsk itu memiliki tingkatan kekuatan setara dengan Regional Venerate,” jawab Bergen, menginformasikan misi mereka pada pemimpin wilayah Pavonas tersebut.
“Setara Regional Venerate... Aku tidak menyangka bahwa roh jahat yang yang dilaporkan merasuki salah satu warga ternyata sekuat itu,” respon Alesov, sedikit terkejut karena jika saja pria itu mengetahuinya dia pasti akan memerintahkan Venerate yang lebih kuat yang berada pada tingkatan Land Venerate.
“Tapi untung saja kalian berhasil menanganinya… Ternyata aku tidak salah menugaskan kalian pergi kesana,” lanjut Alesov, memuji kerja dari ketiga Venerate pembasmi itu.
“Jika saja bukan karena bantuan dari Gudov kami pasti akan gagal… Pasalnya aku dan Aryuna sempat terhempas ketika roh jahat yang dilawan kami mengeluarkan kekuatannya,” ucap Bergen.
“Bukan itu saja… Gudov juga bahkan kesulitan saat kekuatan dari roh jahat itu mulai bertambah…” Sambung Aryuna, menjelaskannya pada Alesov.
“Tapi, bagaimana cara kalian bisa menanganinya?” Tanya Alesov, penasaran dengan cara mereka mengalahkan roh jahat tersebut.
“Bagaimana caramu mengalahkannya Gudov?” Lanjut Alesov, bertanya secra khusus kepada pemuda itu.
“Kau mungkin tidak akan percaya tuan Alesov, karena aku secara tiba-tiba bisa menggunakan kekuatan itu,” jawab Gudov, yang sontak membuat Alesov lantas terkejut, tidak menyangka bahwa kekuatan yang selama enam tahun diketahui berada pada diri pemuda itu tidak pernah aktif, tiba-tiba kembali aktif lagi.
“Kalau begitu aku pergi dulu…” Setelah mengatakan hal tersebut, Gudov lantas berpamitan kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
***
Beberapa saat kemudian, pemuda itu tiba di sebuah kuil, tempat spiritual bagi para warga Pavonas, khususnya bangsa Slivanic, melakukan pemujaan kepada para dewa-dewa yang dianggap oleh bangsa Slivanic telah memberikan kekuatan kepada mereka melawan para roh-roh jahat.
Gudov masuk ke dalam ruangan utama di dalam kuil tersebut, hingga melihat seorang pria yang tidak lain merupakan Yermo sedang berlutut menghadap ke arah altar sambil menadahkan kedua tangannya.
Melihat pria sedang melakukan kegiatan doanya, Gudov pun menghentikan langkahnya, menunggu pria itu hingga selesai.
***
Tak berapa lama, kemudian Yermo yang sebelumnya memejamkan matanya seketika kembali membukanya ketika selesai melakukan doanya.
“Kau sudah sampai…” Ucap Yermo, mengetahui bahwa Gudov berada di dalam kuil tersebut tanpa harus menoleh ke belakang karena dapat merasakan tekanan kekuatan yang memancar dari pemuda itu.
Yermo pun kemudian berdiri kembali, kemudian berbalik dan berjalan menghampiri Gudov.
“Bagaimana mengenai misimu kali ini?” Tanya Yermo.
“Kami berhasil menangani roh jahat yang merasuki salah satu warga, walaupun sedikit mengalami kesulitan karena ternyata roh jahat itu memiliki tingkatan yang setara dengan kami,” jawab Gudov, menjelaskan mengenai misi yang telah dijalaninya.
“Seharusnya para Land Venerate yang harus menangani hal ini…” Respon Yermo, sedikit merasa khawatir ketika mengetahui mengenai informasi misi yang sedikit salah, dimana jika tidak mendapatkan keberuntungan mereka kemungkinan akan mengalami hal yang buruk.
“Jangan khawatir paman… Yang penting aku sudah berhasil menanganinya,” ucap Gudov, meyakinkan kepada Yermo yang kini sudah mengubah panggilannya pada pria itu menjadi paman karena sudah menganggap Yermo sebagai orangtuanya selama enam tahun terakhir.