The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 35 - Penipuan meramalkan masa depan



“Gudov…” Ucap Alesov, terkejut melihat pemuda itu ternyata mendengarkan percakapan mereka.


“Para Venerate di wilayah perbatasan, satu per satu hilang akibat negeri Tengal…” Balas Gudov.


“Dan saat aku bertanya mengenai pamanku, kau mengatakan bahwa kau tidak tahu apa-apa… Apakah mungkin dia pernah wilayah perbatasan?” Lanjut Gudov, sambil bertanya mengenai keberadaan dari Yermo.


“Maaf karena tidak memberitahumu, tapi Yermo yang mengatakan sendiri agar kau tidak boleh mengetahui kemana dia pergi, karena jika masalah ini mengenai negeri Tengal, akan menjadi masalah jika kau bersikeras untuk ikut…” Jawab Alesov, memberikan alasan mengapa dirinya tidak mengatakan yang sebenarnya.


“Jadi paman mengatakan seperti itu…”


Gudov pun berpikir bahwa hal tersebut memang merupakan hal yang terbaik baginya, dimana alasan dirinya bersama dengan Yermo datang dan tinggal di wilayah tersebut adalah untuk menghindari dari incaran para Venerate Tengal yang sampai selama ini kemungkinan masih masih mengincar kekuatan yang berada pada dirinya, ditambah bahwa belum lama ini kekuatan yang dikiranya sudah menghilang tiba-tiba kembali aktif, dimana hal itu membuat Gudov pun harus lebih hati-hati.


“Kau harus percaya pada pamanmu, lagipula dia mengatakan bahwa hanya akan mencari tahu mengenai hilangnya para pembasmi di wilayah perbatasan…” Ucap Alesov, meyakinkan kepada pemuda tersebut agar tidak perlu khawatir mengenai Yermo.


“Tuan Badkil dan nyonya Kharcana disini datang untuk berangkat ke wilayah perbatasan, membantu Yermo disana…” Lanjut Alesov, menjelaskan agar Gudov semakin yakin bahwa Yermo baik-baik saja ketika sedang menjalankan misi.


“Kurasa kau benar tuan Alesov… Maaf sudah mengganggu kalian disini,” ucap Gudov, meminta maaf kemudian hendak meninggalkan ruangan tersebut.


“Gudov… Selama Yermo menjalankan misi, kurasa kau harus menjadi penanggung jawab di dalam kuil.” Sebelum pemuda itu pergi meninggalkan ruangan tersebut, Alesov berpesan kepada Gudov mengenai sesuatu, yang lantas direspon oleh pemuda itu dengan melambaikan tangannya.


***


Berpindah wilayah perbatasan, dimana terlihat Yermo bersama dengan beberapa warga berada di dalam sebuah hutan, tempat para Venerate pembasmi menghilang setelah merasakan sebuah tekanan kekuatan yang dipikir mereka merupakan sebuah makhluk astral memiliki kekuatan yang besar, sesuai dengan pernyataan dari para warga yang mendengarnya.


“Apa hutan ini memang telah berbatasan dengan negeri seberang?” Tanya Yermo kepada para warga yang bersamanya.


“Iya tuan… Puluhan kilometer di depan sana ada sungai Munet, yang memang sudah berbatasan dengan dua negeri sekaligus…” Jawab salah satu warga sambil menunjuk ke arah selatan hutan tersebut, dimana terdapat sebuah sungai yang diseberangnya merupakan dua wilayah dari negeri Tengal maupun negeri Chundo.


“Kalau begitu kalian tunggu disini…”


“Anda mau kemana tuan?” Tanya salah satu warga.


“Aku mau ke sungai itu…” Jawab Yermo.


“Eh… Hati-hati tuan…” Karena tidak merasa takut untuk mengikuti Yermo, para warga lantas berpesan kepada pria tersebut untuk berhati-hati karena mereka juga yakin bahwa hilangnya para Venerate sebenarnya merupakan perbuatan dari para Venerate yang berasal dari negeri seberang, entah itu berasal dari negeri Tengal ataupun negeri Chundo.


“Jangan khawatir… Hanya Venerate tingkat atas yang bisa berhadapan denganku.” Ucap Yermo kemudian perlahan-lahan berjalan menuju ke arah sungai yang dikatakan salah satu warga.


**


Tak berapa lama kemudian, setelah beberapa kilometer Yermo berjalan menyusuri hutan tersebut, pria itu lantas mengakses kekuatan miliknya untuk melakukan sebuah teknik.


“Tekhnika ekzortsista… Astral visualization…”


Yermo memancarkan pancaran proyeksi energi di seluruh hutan tersebut, dimana dengan mudah Yermo mampu mendapatkan sebuah penglihatan kecil mengenai penyerangan yang dilakukan oleh para Venerate misterius mengenakan sebuah jubah.


Karena hanya mendapatkan sebuah penglihatan yang memang cukup samar, Yermo pun tidak bisa mengetahui kemana orang-orang berjubah itu membawa para Venerate pembasmi.


“Ini masih percuma…” Gumam Yermo.


***


Yermo melanjutkan perjalanannya hingga akhirnya sampai dipinggiran sungai. Sambil menatap secara bergantian pada dua arah, dimana merupakan wilayah negeri Tengal dan negeri Chundo, pria itu lantas merasa kebingungan siapa yang sebenarnya menculik para Venerate Pavonas.


Melihat bahwa diseberang sungai tidak terlihat satu pun Venerate, ataupun merasakan tekanan kekuatan dari Venerate yang sedang bersembunyi di negeri seberang sedang berjaga, pria itu pun mengambil inisiatif untuk menyebrang sungai.


Yermo pun menggunakan melayang di udara sebagai Venerate tingkat atas kemudian pergi menyebrang sungai Munet terlebih dahulu ke wilayah negeri Tengal.


***


Beberapa saat kemudian, kembali ke kota Lavodikvost, tampak Gudov dengan ekspresi bosan duduk di depan kuil sambil menghisap sebatang rokok.


“Haah… Padahal aku ingin mengatakan kepada paman bahwa aku telah bertemu dengan makhluk suci itu…” Gumam pemuda itu.


Tiba-tiba terlihat seorang pria serta seorang wanita datang menghampiri kuil tersebut. Mereka yang hendak masuk ke dalam kuil lantas merasa canggung ketika melihat Gudov duduk di depan sedang menghisap sebatang rokok, membuat mereka lantas berpikir bahwa dia merupakan orang yang tidak baik.


“Maaf… Apa ada yang bisa kubantu?” Tanya Gudov, ketika melihat dua orang itu hendak kembali pergi.


Mendengar jawaban tersebut, pria serta wanita yang datang mengunjungi kuil lantas berjalan lebih jauh.


“Hei… Tuan… Nyonya… Kenapa kalian lari?” Ucap Gudov, lantas berlari kemudian menahan mereka.


“Sebenarnya apa yang ingin kalian lakukan?” Tanya Gudov kembali.


“Kami ingin menemui tuan Yermo…” Jawab sang pria.


“Tuan Yermo sedang keluar dan masih belum diketahui kapan akan kembali,” ucap Gudov.


“Oh begitu… Terima kasih atas informasinya, kami pergi dulu…” Respon sang pria kemudian menarik wanita yang bersamanya untuk beranjak dari tempat itu.


“Tunggu dulu… Tuan Yermo memang tidak ada, tapi jika ada sesuatu kalian bisa bertanya kepadaku.” Namun, Gudov tetap menahan mereka dengan alasan bahwa dirinya akan bahwa akan menggantikan Yermo pada sesuatu akan ditanyakan oleh mereka.


“Tenang saja… Aku disini sebagai asisten tuan Yermo, dan bahkan memiliki kemampuan yang tidak kalah dengannya,” ucap Gudov, meyakinkan pada dua orang tersebut bahwa dirinya dapat dipercaya selain Yermo.


“Tuan Yermo sering meramalkan mengenai masa depan kami sebelumnya… Apa anda bisa melakukannya? Karena ada sesuatu yang ingin kami ketahui.”


*


“Paman meramalkan masa depan mereka… Memangnya hal itu bisa…” Gumam pemuda itu dalam hati, sontak terkejut serta kebingungan mendengar pernyataan dari sang pria, bahwa yang diketahuinya Venerate pembasmi memang tidak memiliki kemampuan untuk bisa meramalkan sesuatu.


Setelah dipikir-pikir olehnya, Gudov pun pernah mengingat bahwa hal ini pernah dilakukan oleh Yermo, namun hanya sebatas sebuah penipuan, dan memang tidak sekalipun pria itu bisa meramalkan masa depan pada orang-orang yang sering bertanya kepada pria itu.


**


“Oh jadi kalian ingin aku meramalkan mengenai masa depan… Jangan khawatir, aku bisa melakukannya,” ucap Gudov sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai.