
Ernan beserta dua Venerate Tengal yang bersama mereka dengan sigap, mengakses kekuatan mereka, dan secara bersamaan melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya dalam skala yang besar pada gerombolan makhluk-makhluk hitam yang sedang menuju ke arah mereka.
Sementara Aryuna mencoba melindungi Areum ke belakangnya akibat anak perempuan tampak terlihat ketakutan melihat gerombolan makhluk hitam tersebut.
“Tekhnika ekzortsista... Light of purge...”
“Tekhnika ekzortsista... Evil vanisher light...”
Serangan yang dilancarkan oleh Ernan beserta dua Venerate Tengal memiliki efek yang cukup signifikan kepada makhluk-makhluk hitam yang datang bergerombol ke arah mereka, namun akibat serangan mereka yang nampak tidak cukup kuat sesuai dengan tingkatan mereka sendiri, membuat para makhluk hitam tersebut, yang sejenak terhenti pergerakan mereka tiba-tiba kembali bergerak.
“Destructive wind slash...” Pria dari Salah satu Venerate Tengal sontak melancarkan serangan hempasan elemen angin yang berbentuk sebuah tebasan beruntun, karena serangan proyeksi elemen cahaya yang umumnya digunakan oleh Venerate pembasmi tidak cukup kuat berefek pada makhluk-makhluk hitam tersebut.
Tentu saja serangan yang dilancarkan oleh pria tidak berefek sama sekali, karena dengan mudah lewat begitu saja tanpa membuat makhluk-makhluk tersebut bergeming.
“Akh...” Makhluk-makhluk hitam tersebut, tiba-tiba saja mengibaskan Ernan beserta dua Venerate Tengal lain, hingga terhempas.
Entah kenapa makhluk-makhluk tersebut terus meluncur ke arah Aryuna dan Areum seakan-akan memang mengincar mereka.
“Tekhnika ekzortsista... Holy barrier protector...” Karena makhluk-makhluk hitam tersebut terus mendekati dirinya bersama dengan Areum, Aryuna pun dengan sigap langsung menciptakan sebuah penghalang proyeksi.
Awalnya penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Aryuna mampu mempertahankan para makhluk-makhluk hitam yang sedang mengincar mereka berdua, namun perlahan-lahan yang kemungkinan akibat sulit menahan kekuatan para makhluk hitam tersebut, penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Aryuna mulai hancur dan dapat ditembus.
Makhluk-makhluk hitam yang masih sulit memasuki penghalang proyeksi milik Aryuna yang telah memiliki beberapa lubang, sontak memanjangkan tangan mereka, menggapai Areum yang berada di dalamnya.
Melihat Areum perlahan-lahan ditarik oleh makhluk-makhluk aneh tersebut, dengan sigap Aryuna pun melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, melepaskan Areum dari jeratan makhluk-makhluk tersebut.
Akan tetapi, karena serangan yang dilancarkan oleh Aryuna kurang berefek signifikan, membuat para makhluk-makhluk hitam tersebut dapat meregenerasi tangan-tangan yang dipanjangkan mereka, dan seketika kembali menjerat Areum keluar dari dalam penghalang proyeksi.
**
“Kenapa mereka mengincar anak itu?” Ucap Ernan, bertanya-tanya melihat Areum diincar oleh makhluk-makhluk hitam.
Mereka semua kemudian berusaha keras membebaskan Areum dari jeratan para makhluk-makhluk hitam dengan bergantian melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, namun sulit membuat Areum terlepas dari jeratan makhluk-makhluk tersebut karena terus-menerus dan tanpa henti menjerat kembali Areum ketika terlepas.
“Akh...” Aryuna, Ernan, serta dua Venerate Tengal yang terus menyerang para makhluk hitam tersebut, seketika dikibas oleh makhluk-makhluk hitam tersebut hingga terhempas.
Ketika makhluk-makhluk hitam tersebut akan membawa Areum pergi dari tempat itu, tiba-tiba saja tangan-tangan misterius dari arah lain berdatangan, menepis jeratan tangan dari para makhluk-makhluk hitam, hingga membuat Areum terbebas.
Tangan-tangan hitam tersebut menangkap Areum yang terjatuh, kemudian perlahan menurunkan anak perempuan itu ke permukaan.
Tiba-tiba tangan-tangan hitam tersebut, berubah menjadi seorang pemuda memiliki berambut putih serta sepasang mata sebiru langit.
**
Aryuna dan yang lain hendak menghampiri Areum entah kenapa hanya terdiam akibat merasakan tekanan kekuatan layaknya seorang Venerate tingkat atas dari pemuda berambut putih tersebut.
**
“Terima kasih...” Ucap Areum dengan ekspresi gugup, mengucapkan terima kasih walau masih merasa ketakutan karena juga dapat merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar memancar dari pemuda tersebut.
“Sama-sama... Ngomong-ngomong kenapa kau dan orang-orang itu bisa berada di tempat ini?” Balas pemuda tersebut sambil bertanya mengenai Areum dan yang lain berada di tempat itu.
“Itu... Kami juga tidak tahu apa yang terjadi...” Jawab Areum, tidak mengetahui alasan mengapa mereka bisa terjebak di tempat yang aneh tersebut.
“Kalian sama sepertiku ternyata...” Gumam pemuda misterius itu, sepertinya mengalami hal yang sama.
Tak berapa lama, Aryuna dan yang lain datang menghampiri Areum, dimana Aryuna dengan sigap langsung menarik Areum ke belakangnya, kemudian menatap tajam pemuda misterius itu.
“Tenang dulu... Aku bukan orang jahat... Dan ngomong-ngomong aku hanyalah anak kecil yang kebetulan saja terjebak di dalam dimensi aneh ini...” Ucap pemuda tersebut sambil mengangkat kedua tangannya, menyatakan bahwa dirinya tidak berniat jahat seperti makhluk-makhluk hitam sebelumnya.
“Kemampuanmu sama makhluk-makhluk menyeramkan tadi... Dan kenapa kau menyatakan dirimu anak kecil yang barusan terjebak di tempat ini?” Ucap Ernan dengan ekspresi wajah serius, lalu bertanya karena mendengar penjelasan dari pemuda tersebut.
“Soal kemampuan yang kuperlihatkan cerita panjang, dan pokoknya aku bisa memiliki karena sudah cukup lama terjebak disini...”
“Dan tentu saja aku adalah anak kecil, karena usiaku bahkan belum genap tujuh tahun...”
“Eh...”
Mereka semua lantas terkejut mendengar pernyataan dari pemuda itu yang merupakan anak laki-laki yang memiliki usia tidak jauh dengan Areum.
Ernan dan yang lain nampak kebingungan, pasalnya anak laki-laki berambut putih di depan mereka terlihat tidak seperti anak berusia tujuh tahun karena memiliki tinggi badan sekitar seratus enam puluh lima sentimeter, walau wajahnya memang meyakinkan tampak terlihat masih sangat muda.
“Benarkah kau adalah manusia, atau hanya salah satu penjelmaan dari makhluk-makhluk di dalam dimensi ini, seperti yang sebelumnya?” Tanya Ernan, ingi memastikan bahwa anak laki-laki itu tidak berbohong.
Tanpa pikir panjang, pemuda itu lantas menjelaskan mengenai dirinya terlebih dahulu, dimana pemuda itu merupakan salah satu ras keturunan campuran yang berasal dari negeri di utara Aizolica, sedangkan alasan mengapa tinggi badannya terlalu tinggi untuk anak berusia tujuh tahun, dikarenakan dirinya yang merupakan ras keturunan campuran memiliki tinggi badan rata-rata sekitar dua meter untuk kaumnya yang telah beranjak dewasa.
Anak laki-laki itu juga menjelaskan alasan mengapa dirinya bisa berada di tempat itu, dimana tepatnya pada sebulan yang lalu, anak laki-laki tersebut melakukan sesuatu dengan maksud dan tujuan hanya sekedar bermain-main dengan membacakan sebuah mantra secara asal-asalan, namun hal tersebut lantas membuatnya tiba-tiba menghilang dan dalam sekejap muncul di tempat tersebut.
“Ras keturunan campuran... Jadi seperti itu yah...” Respon Ernan, mengerti mengapa penampilan anak laki-laki itu sempat membuatnya kebingungan.
“Jika kau sudah berada di tempat ini sekitar satu bulan, apakah kau sudah mengetahui caranya untuk kembali ke Lamue, atau dimensi tempat kita tinggal?” Lanjut Ernan.