The World Of The Venerate: Cursed Exorcist

The World Of The Venerate: Cursed Exorcist
Chapter 36 - Berkomunikasi dengan makhluk astral



“Pertama-tama biar kulihat masing-masing tangan kalian agar aku bisa mengetahui terlebih dahulu tentang masa depan kalian,” lanjut Gudov, yang sontak membuat pria serta wanita itu memberikan masing-masing tangan mereka.


“Tuan Yermo bahkan melakukan hal ini pada kita… Aku tidak menyangka bahwa akan sesimpel ini,” ucap si pria.


*


“Simpel apanya? Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa sekarang?” Gumam Gudov dalam hati, menyambung ucapan pria tersebut karena dirinya nampak kebingungan karena memang tidak memiliki kemampuan untuk meramalkan masa depan, dimana hal tersebut hanyalah sebuah akal-akalannya karena pernah melihat Yermo melakukan hal tersebut kepada orang-orang, namun hal tersebut hanyalah sebuah tipuan saja.


**


“Eh… Dari yang kulihat sepertinya kalian adalah sepasang kekasih, tuan, nyonya…” Ucap Gudov, menerka-nerka, namun merasa khawatir jika hal tersebut merupakan sebuah kesalahan.


“Benar tuan… Tuan Yermo juga bisa mengetahui bahwa kita adalah pasangan,” ucap si wanita, nampak senang mendengar pernyataan Gudov yang sebenarnya hanya merupakan sebuah terkaan.


Gudov pun dengan refleks tersenyum, karena berhasil menebak dengan tepat fakta diantara pria dan wanita tersebut.


*


“Baiklah… Kalau begitu akan harus mengatakan hal ini… Pasti paman sebelumnya pernah mengatakannya pada mereka,” gumam pemuda itu dalam hati, mengerti harus mengatakan hal apa kepada dua orang tersebut.


**


Gudov kemudian menjelaskan secara asal-asalan bahwa di masa depan yang akan datang mereka hendak menikah dan hidup bahagia.


Mendengar hal tersebut, pria serta wanita itu lantas merasa senang karena, namun hal tersebut ternyata sudah pernah dikatakan oleh Yermo sebelumnya.


“Eh… Lalu apa yang ingin kalian tanyakan selain hal-hal seperti itu?” Tanya Gudov, merasa penasaran karena semua yang dikatakannya ternyata sudah pernah diberitahukan oleh Yermo sebelumnya.


“Apa kau bisa melihat kapan pernikahan kita? Apakah mungkin secepatnya? Setidaknya aku hanya ingin tahu apa mungkin itu akan terjadi dalam waktu yang cepat atau lama?” Tanya balik si pria.


“Eh… Eh… Akan kucoba…”


Gudov lalu memperhatikan kedua tangan pria serta wanita tersebut, namun pemuda itu nampak kebingungan harus berkata seperti apa karena jika waktu yang akan ditentukannya secara asal-asalan nantinya tidak akan sesuai dengan kenyataan.


“Kemungkinan kalian akan…”


“Jangan biarkan mereka bersama…”


“Ekh…”


Pemuda itu lantas terkejut ketika hendak mengatakan sebuah fakta palsu tiba-tiba melihat sesosok roh makhluk astral yang merupakan jiwa seorang laki-laki yang kemungkinan sudah meninggal, berada tepat ditengah pria serta perempuan itu.


Sambil melotot melihat roh gentayangan itu, Gudov pun bertanya-tanya kenapa roh tersebut bisa berbicara kepadanya, padahal satupun Venerate pembasmi tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk astral, setidaknya kecuali merasuki tubuh manusia.


“Eh… Bagaimana ini?” Ucap Gudov, kebingungan harus mengatakan apa karena roh gentayangan yang berada di depannya mengatakan bahwa pria serta wanita itu tidak bisa dibiarkan bersama.


Dalam waktu yang singkat, Gudov pun berpikir secara cepat mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan roh gentayangan di depannya tersebut memiliki hubungan dengan pria serta wanita tersebut. Gudov merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan roh tersebut dan kemungkinan besar salah satu diantara dua orang tersebut menjadi penyebabnya.


Ketika roh gentayangan itu berbicara kembali, Gudov pun akhirnya mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan pria yang berada di depannya.


Roh gentayangan itu kembali berbicara dan megungkapkan sebuah kebenaran bahwa pria yang berada di depan pemuda itu merupakan orang yang jahat, yang memiliki niat buruk dengan wanita tersebut, dimana sebelumnya roh gentayangan yang merupakan saudara dari wanita tersebut dibunuh oleh pria itu akibat mengetahui kebenarannya.


“Akhirnya aku mengetahuinya…” Gumam Gudov sambil tersenyum.


“Tuan, kau sudah mengetahuinya… Kalau begitu kapan kami berdua akan menikah?” Tanya si pria, nampak penasaran dengan jawaban Gudov yang dikiranya mampu melihat kemungkinan masa depan.


“Hari itu tidak akan terjadi karena aku baru saja mendapatkan sebuah fakta bahwa memiliki niat buruk…” Jawab Gudov sambil menunjuk ke arah si pria.


“Apa maksudmu tuan?” Ucap si pria, nampak terkejut serta merasa sedikit merasa ketakutan karena pemuda yang berada di depannya tiba-tiba mengatakan hal tersebut.


“Maaf nyonya apakah mungkin kau memiliki saudara laki-laki?” Tanya Gudov.


“Saudara laki-laki… Kenapa kau bertanya seperti itu?”


Gudov pun kemudian menjelaskan mengenai identitas dari saudara perempuan tersebut yang merupakan sang roh gentayangan, dimana hal tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan oleh roh tersebut, dan lantas membuat si wanita tiba-tiba menangis karena mempercayai bahwa Gudov mampu melihat saudaranya tersebut yang sudah tiada.


“Dimana kakakku? Apa kau benar-benar bisa melihatnya?” Tanya si wanita sambil mencengkram kedua bahu Gudov.


“Intinya saudaramu berada di sekitar sini dan sedang memperhatikanmu…” Jawab Gudov.


“Saudaramu meminta tolong untuk mengatakan ini… Jangan percaya pada laki-laki ini karena dia mendekatimu hanya karena ingin mendapatkan harta kekayaan kalian, dan dia ingin melakukan apapun demi mendapatkan hal itu…” Ucap Gudov menjelaskan hal tersebut, membuat si wanita terkejut mendengarnya, namun hal tersebut masih tetap belum bisa membuatnya percaya dengan perkataan pemuda tersebut.


“Jika kau tidak percaya, aku akan mengatakan hal lain… Bahwa saudaramu sebenarnya bukan mengalami sebuah kecelakaan, namun dia dibunuh oleh seseorang yang tidak lain merupakan pria yang merupakan pasanganmu ini…”


Gudov menambah penjelasannya dengan mengatakan beberapa bukti yang tidak bisa dielak oleh si pria, sesuai dengan apa yang diketahui oleh roh gentayangan tersebut. Hal itu lantas membuat si wanita langsung percaya dengan ucapan Gudov, dan kini langsung menyalahkan sang pria karena sudah membunuh saudaranya tersebut.


“Kenapa kau melakukannya?!” Teriak si wanita, kini tidak mempercayai lagi pasangannya tersebut.


Gudov pun hanya bisa terdiam melihat permasalahan tersebut, dimana dirinya tidak menyangka bahwa hari ini dirinya yang sebenarnya hendak menjaga kuil akan bisa membantu roh gentayangan menguak kebenaran.


“Tentu saja demi hartamu… Karena kau sudah mengetahuinya, maka kau harus mati disini…” Ucap si pria, kemudian langsung mengambil sebilah pisau yang disembunyikan di dalam pakaiannya, dan dengan cepat mengarahkannya pada si wanita.


Melihat sang wanita berada dalam bahaya, Gudov pun dengan cepat bergerak, mendahului sang pria yang hendak menusukkan pisaunya.


“Tekhnika ekzortsista…”


“Uakh…!” Dengan refleks Gudov mengakses kekuatannya, melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, hingga pria tersebut terhempas melayang ke atas kemudian jatuh ke tanah.


“Uh…” Karena menerima serangan dari seorang Venerate, pria itu lantas tidak bisa berbuat apa-apa selain terkapar dengan keadaan lemah.


Perlahan mengangkat salah satu tangannya ke arah si wanita, mengisyaratkan bahwa wanita tersebut tidak perlu mendekati pria yang telah menipunya tersebut. Setelah hal itu, Gudov pun perlahan mendekati sang pria, untuk melihat keadaannya setelah menerima serangan sebelumnya.


“Maaf… Sebenarnya aku tidak bisa mencampuri urusan kalian, namun karena kau mencoba untuk melakukan sesuatu yang berbahaya, maka inilah yang kau dapatkan,” ucap Gudov.